Apakah harus melakukan bom bunuh diri dulu, bakar gereja untuk masuk sorga ?

Mohammad SAW a Pedophile
Mohammad SAW anak wedus
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________


Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38)
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.(QS.3:45)

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!


2013/7/8 hans mandala <[email protected]>

> Syalom Pendeta Walean,
>
> Anda terkesan sombong benar menjadi manusia, memaksakan
> konsep penebusan dosa ala kristen menjadi penyelamat umat islam,
> terkesan sungguh faham benar anda dengan Hukum Islam.
>
> Bagaimana kalau saya ajak anda debat One On one debat..
> silahkan anda kritisi Ayat alquran mana yang anda akan kritisi!!
> ntar saya akan kritisi juga ayat Injil!!!
>
> Berani nggak anda menerima tantangan Ane..!!! saya tunggu
> kabar dari anda...
>
> Kita lihat nanti..saya akan buat anda muntah darah di forum ini!!!
>
> Wassalam,
>
> Han's
>
>
>
>
>
>
>
>   *From:* Walean Robert <[email protected]>
> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
> *Sent:* Monday, July 8, 2013 11:01 AM
> *Subject:* [hakekatku_00] NASKAH DISKUSI KPD REKTOR UIN d IAIN yg
> dipersintgkat
> **
>
>   *Katanya terlalu panjang Naskah Diskusi dengan Rektor UIN d IAIN
> dibawah ini jadi mohon dipersingkat. Nah, ini yang saya persingkat.*
> * *
> *Untuk point No.1:*
> Mohon dibuktikan dengan ayat Alquran bahwa AMAL akan MENEBUS  dosa.
> Memang banyak ayat Alquran yang mengatakan AMAL akan MENGHAPUS dosa. Tapi
> perhatikan menebus BEDA dengan menghapus, ITU  TIDAK SAMA. Menghapus
> adalah mengampuni. Allah pasti akan mengampuni tapi akibat dosa tetap harus
> dijalankan supaya adil, Muqadimah Alquran Hal.76 “Dosa pasti diampuni tapi
> hukuman yang setimpal harus dijalankan supaya adil”. Jadi amal bukan
> penebus dosa tapi menghapus dosa yang harus ditebus supaya adil. Amal
> adalah pelengkap iman. Iman tanpa amal tidak berguna. Jadi kita harus
> beramal supaya iman kita berguna tapi bukan penebus dosa.
> * *
> *Untuk point No.2:*
> Kalau masing-masing harus tanggung sendiri akibat dosa, Itu berarti semua
> yang berdosa harus masuk neraka (Qs 4:14). Justru karena Allah maha kasih,
> Allah tidak rela menghukum orang dineraka karena sudah minta ampun dan
> sudah bertobat. Itulah sebabnya Allah sediakan PENEBUS. Tanpa penebus
> hukuman Qs 4:14 tidak akan terhapus. Dengan adanya penebus yang disediakan
> Allah maka dosa yang diampuni itu akan terhapus. Tidaklah cukup kalau hanya
> diampuni, tapi harus dihapus (Qs 8:29) dengan penebus.
>
> Semua ayat Alquran mengatakan neraka itu kekal. Kenapa Ustad dakwakan ada
> orang yang nanti akan keluar lagi dari neraka setelah dia tanggung sendiri
> dosanya? Alasan Ustad karena ada keterangan dalam Hadits dan Ilmu Alquran
> akan ada yang keluar. Bukankah semua Hadits dan Ilmu Alquran adalah untuk
> menguatkan ayat Alquran, kalau terbukti bertolak belakang dengan ayat
> Alquan jangan diterima.
>
> *Untuk Point No.3:*
> Qs 10:100 “Allah akan murka kalau tidak pakai akal”. Adalah tidak masuk
> diakal kalau semua kejahatan akan beres hanya dengan sudah minta ampun.
> Akan masuk diakal kalau kejahatan akan beres setelah minta ampun, bertobat
> dan menerima tebusan yang disediakan Allah.
> *  *
> *Untuk point No.4:*
> Allah yang maha bijaksana akan bertindak (prirogatifnya) jauh lebih baik
> dari yang dipikirkan manusia. Tapi bukan berarti karena surga dan neraka
> adalah prirogatif Allah jadi kita masa bodoh saja sebab itu sudah
> ditetapkan Allah, sehingga membuat kita tidak mau mengetahui tata-cara atau
> syarat  untuk mendapatkan surga.
> * *
> *Untuk point No.5:*
> Benar beriman dan beramal adalah yang tertulis dalam Alquran. Tapi beriman
> artinya patuh dan turuti ayat Alquran secara kaffah (seluruhnya). Termasuk
> ayat Qs 2:48 yang tegaskan kita harus punya penebus sebelum hari kiamat /
> sebelum ajal, kalau tidak akan diazab.  Ayat tersebut Qs 2:48 didahului
> dengan kata “Jagalah dirimu dari azab hari kiamat” karena penebusan tidak
> diterima di hari kiamat, penebusan harus diterima sebelum hari kiamat.
>
> *Untuk point No.6:*
> Apakah Allah memberikan wasiat keselamatan kepada para nabi berbeda-beda?
> Tentu tidak, semuanya sama (Qs 42:13, Qs 33:62, Qs 48:23, Qs 2:65). Kenapa
> Ustad katakan Qs 2:48 hanya khusus kepada orang Israel? Jangan berdakwa
> yang tidak sesuai Alquran. Alquran katakan sama tapi Ustad katakan berbeda.
>
> *Untuk point No.7:*
> Untuk mendapatkan kebenaran dalam Alquran tidak cukup hanya pakai satu
> ayat saja. Harus dikumpulkan banyak ayat yang bersangkutan dengan judul
> yang dibahas barulah dapatkan kebenaran yang dicari tersebut.
>
> *Untuk point No.8:*
> Sebenarnya sudah ada Ustad yang menerima bahwa sesungguhnya ada doktrin
> penebusan dalam Alquran, tapi mereka belum mau terbuka karena dianggap
> murtad oleh kawan-kawannya. Pada hal kalau kawan-kawan Ustad temannya itu,
> baca dan teliti point 1-10 Naskah itu (surat ini) yang ditujukan kepada
> Rektor UIN dan IAIN, dan dengan pimpinan Taufik dan Hidayah (Rohulkudus)
> mereka akan menerima Penebusan yang ada tertulis dalam Alquran. Tentu harus
> ditambah lagi dengan bahwan-bahan keterangan syarat penebusan yang ada
> dalam Alquran, baru terakhir bahas siapakah sipenebus yang tertulis dalam
> Alquran itu.
>
> *Untuk point No.9:*
> Apakah ada larangan untuk umat menerima penebus? Mohon ditunjukkan ayat
> yang melarang menerima penebusan. Kan tidak ada !!! Kenapa Ustad melarang
> umat menerima ajaran penebusan yang justru ada dalam Alquran (Qs 2:48).
> Sangat jelas tertulis waspadalah atau “Jagalah dirimu dari azab hari
> kitamat” karena penebusan tidak diterima di hari kiamat, penebusan harus
> diterima sebelum hari kiamat / sebelum ajal.
>
> *Untuk point No.10:*
> Perhatikan ketrangan 1-10 ini bukan menerangkan ajaran Kristen. Ayat-ayat
> yang dibahas dipoint 1-10 adalah ayat-ayat Alquran. Jadi jangan dulu
> dikaitkan dengan penebus yang ada dalam buku lain. Karena akan mengacaukan
> pikiran, fo*kuskan dulu *pada ayat-ayat Alquran yang menunjukkan
> sesungguhnya ada ajaran penebusan dalam Alquran. Kalau terbukti tidak ada
> ajaran penebusan dalam Alquran, untuk apa diteruskan mencari siapakah
> sipenebus itu. Tapi kalau sudah yakin bahwa ada ajaran penebusan dalam
> Alquran barulah diteruskan mencari tahu siapakah si penebus itu.
>
> Itulah sebabnya saya selalu bertanya Apakah ada cara alternative lain
> untuk menghindari hukuman Qs 4:14 selain penebusan?* Kalau ada
> alternative lain itu saya akan terima, tapi sudah terbukti tidak ada, maka
> sewajarnyalah kita terima penebusan karena kalau tidak terima penebusan
> akan diazab keneraka (Qs 2:48).*
> * *
> Ada tambahan pertanyaan penting, Apakah Nabi Muhammad saw dan
> kawan-kawannya masuk surga karena percaya pada Penebusan?  Jawabnya “Ya”,
> “Benar”. Alasannya bacalah keterangan tambahan (keterangan akhir) dibawah
> ini.
>  * *
> * *
> *MOHON DIKOMENTARI NASKAH DISKUSI DGN REKTOR UIN dan IAIN dibawah ini .  TAPI
> KOMENTAR YANG DITERIMA ADALAH KOMENTAR POINT DEMI POINT dari 1-10 dengan
> berikan ayat penunjang komentar itu. Yang tidak komentar point demi point
> 1-10, maaf komentarnya tidak akan digubris. Soalnya ada yang bertanya dan
> mengeritik padahal yang ditanya dan dikeritik itu sudah terjawab di point
> 1-10 itu.*
> * *
> * *
> *Kepada Yth.*
> *REKTOR UIN (Universitas Islam Negeri)*
> *Diseluruh Indonesia*
>
> Asalamualaikum Wr.Wb.
>
> Setelah sudah banyak berdiskusi dengan para Ustad maka ternyata belum
> tuntas jawaban dari para Ustad mengenai pertanyaan yang sungguh sangat
> penting (bahkan harus) diketahui demi keselamatan umat di akhirat nanti.
> Maka terpikirlah kami untuk usulkan kepada UIN (Universitas Islam Negeri)
> untuk menyelenggarakan seminar demi tuntaskan persoalan ini.
>
> Persoalan itu / Pertanyaan itu adalah: Bagaimana caranya untuk menghindari
> hukuman Qs An-Nissa (4):14 *“Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan
> RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya
> kedalam api neraka sehingga kekal didalamnya dan baginya siksa yang
> menghinakan”.*
> * *
> Banyak jawaban / masukkan yang telah diberikan Ustad tapi nampaknya tidak
> tepat kalau dikaitkan dengan ayat-ayat Alquran. Antara lainnya adalah:
>
> *1)*. Untuk hindarkan hukuman Qs 4:14 berbuatlah amal kebaikan
> sebanyak-banyaknya kata Ustad.  Padahal Ustad perlu tahu bahwa amal
> bukanlah penebus dosa. Amal adalah *pelengkap *Iman. Beriman tanpa
> beramal sama dengan bohong / tidak berguna. Sebesar apapun amal yang
> dibuatnya akan tidak berguna kalau tidak beriman. Masak si koruptor asalkan
> dia beramal tanpa beriman akan masuk surga? Tentu tidak. Surga itu bukanlah
> yang dapat ditukar dengan amal. Menurut Alquran surga itu adalah pemberian
> / karunia Allah Qs 42:22. Kita harus berbuat amal sebanyak-banyaknya
> semampu kita tapi amal itu bukan untuk dijadikan penyebab mendapatkan surga
> karena surga itu adalah pemberian/ karunia dari Allah.  Sesungguhnya
> berbuat amal adalah sebagai *tanda terima kasih* orang mukmin kepada
> Allah yang sudah memberikan karuniaNya yang begitu besar. Jadi amal
> bukanlah jawaban untuk hindarkan hukuman Qs 4:14 karena amal adalah *
> pelengkap* kepada iman. Allah akan senang menerima tanda terima kasih
> (amal) orang beriman itu dan Allah telah janji akan berikan “tambah pahala”
> kepada yang berbuat amal (Qs 7:161). Perhatikan kata “tambah pahala”
> berarti sudah ada yang diberikan dulu yaitu karunia baru ditambah dengan
> pahala. Itu sama seperti bonus. Sudah ada karunia yang didapatkan barulah
> ditambah dengan pahala. Artinya karunia dulu baru ditambah pahala bukan
> pahala dulu (bonus dulu) baru karunia diberikan. Pahala itu adalah sebagai
> bonus pada karunia setelah beramal. Dengan kata lain amal bukanlah penyebab
> mendapatkan surga tapi karunia Allah  yang menyebabkan kita dapatkan
> surga dan hasil dari amal adalah pahala yang ditambahkan (bonus). Jadi
> berbuatlah amal sebanyak-banyaknya maka akan dapatkan bonus yang banyak.
> Tapi harus terima karunia dulu baru dapatkan bonus tambahan itu. Tegasnya
> amal bukanlah penyebab utama untuk masuk surga tapi karunia Allah yang
> adalah penyebab utama masuk surga Qs 42:22. Karena amal adalah bonus yang
> ditambahkan kepada karunia, maka ajaran Ustad yang katakan “berbuatlah amal
> sebanyak-banyaknya supaya masuk surga” itu salah / tidak benar. Karena
> surga bukanlah didapatkan dari hasil usaha /perbuatan, sebab surga
> didapatkan dari pemberian /karunia Allah (Qs 42:22). Amal adalah pelengkap
> iman yang nanti akan dapatkan pahala/bonus setelah karunia didapatkan.
> Tegasnya dakwa Ustad bahwa amal adalah penyebab masuk surga atau amal
> adalah untuk menghindarkan hukuman Qs 4:14 tidak tepat, karena surga adalah
> pemberian / karunia Allah Qs 42:22 kepada umat mukmin (yang sudah
> bertobat).
>
> Memang ada banyak ayat Alquran yang menyatakan Amal perbuatan baik akan
> “menghapus dosa”. Arti menghap dosa sama dengan mengampuni dosa. Allah maha
> pengampun jadi semua dosa akan diampuniNya kalau bertobat nasuha. Tapi
> mengampuni dosa (memaafkan dosa) tidak sama dengan “menebus dosa”. Dosa
> pasti akan diampni Allah tapi tetap harus ada hukuman supaya adil
> (Muqadimah Alquran hal.76). Itulah sebabnya setelah Allah mengampuni dosa,
> Allah sediakan “penebus dosa” supaya adil. Jadi ayat Alquran yang
> menyatakan “amal adalah menghapus dosa” adalah benar, tapi bukan berarti
> setelah dihapus langsung beres, hukuman tetap harus dijalankan supaya adil.
> Maka untuk tidak ditimpahkan hukuman kepada orang yang sudah bertobat
> nasuha (orang mukmin), Allah sediakan “penebus dosa”. Dengan tersedianya
> penebus dosa maka kata menghapus dosa menjadi sempurna. Tidak ada lagi
> tuntutan hukuman Qs 4:14 itu, karena sudah ditebus.
>
> Qs 8:29 menyatakan *“Allah akan menghapus segalah kesalahan-kesalahanmu
> dan mengampuni dosa-dosamu dan mempunyai karunia yang besar”*. Perhatikan
> yang tertulis sebelum mengampuni terlebih dahulu harus dihapus dulu. Qs
> 66:8 Allah akan menghapus kesalahan-kesalahanmu. Pernahkah anda terpikir
> untuk menghapus sesuatu? Harus ada benda atau sesuatu yang digunakan untuk
> menghapus sebagai alat penghapus. Alat yang dipakai Allah untuk menghapus
> dosa adalah dengan disediakanNya Penebus.  Ayat itu selanjutnya katakan 
> *“Allah
> mempunyai karunia yang besar”*. Apa karunia yang besar itu? Qs 42:22
> surga itu adalah karunia Allah yang besar. Berarti surga itu bukan dari
> hasil perbuatan amal tapi adalah pemberian / karunia Allah. Sedangkan amal
> adalah pelengkap iman sebagai bukti tanda terima kasih orang beriman kepada
> Allah.
>
> Demikian juga Qs 5:65 menyatakan Allah akan menutupi dosa. Untuk menutupi
> sesuatu harus ada sesuatu yang dipakai untuk menutupinya. Apakah sesuatu
> itu yang dipakai Allah untuk menutup dosa? Yang dipakai Allah adalah
> Penebus. Pertanyaan yang wajar dan perlu dijawab. Apakah ada alternative
> lain yang dipakai Allah untuk menutupi dosa (Qs 4:14) selain Penebus?
> Ternyata tidak ada altelernatif lain lagi selain Penebus. Maka alangkah
> baiknya kita menerima Penebus agar tidak diazab dihari kiamat. Kita sudah
> harus punya Penebus sebelum hari kiamat / sebelum ajal karena pada hari
> kitamat Penebus tidak diterima lagi karena sudah terlambat (Qs 2:48).
> * *
> *2)*. Kata Ustad, hukuman Qs 4:14 tidak dapat dihindari, karena semua /
> masing-masing harus bertanggung jawab pada perbuatannya. Semua yang pernah
> berdosa termasuk orang mukmin yang sudah bertobat akan meliwati “api
> penyucian dalam neraka” untuk merasakan siksa api penyucian itu untuk
> menebus dosanya sendiri barulah dia akan diangkat dari neraka ke surga.
> Ajaran Ustad begini tidak ada dalam Alquran. Ini adalah ajaran tradisi yang
> diteruskan diajarkan padahal tidak terdapat dalam Alquran. Yang ada dalam
> Alquran adalah barang siapa (tak terkecuali) yang sudah dimasukkan kedalam
> neraka tidak akan keluar lagi, mereka akan mati dalam neraka Qs 90:20, Qs
> 33:65. Mengapa Ustad ajarkan yang bertentangan dengan ayat Alquran
> tersebut. Juga bertentangan dengan ayat Alquran Qs 10:100 Allah akan murka
> kalau tidak pakai akal / harus masuk diakal. Apakah masuk diakal Allah yang
> maha kasih akan menghukum orang mukmin (orang yang sudah bertobat) dengan
> api penyucian? Tentu tidak. Tentu Allah akan bebaskan mereka dari tuntutan
> hukuman Qs 4:14. Tetapi kalau dibebaskan / tidak dihukum akan tidak adil,
> kejahatan harus dihukum supaya adil.
>
> Memang akan timbul pertanyaan serius: Tidak akan adil kalau kejahatan
> tidak dihukum. Muqadimah Alquran hal.76 *“DikehendakiNya sifat suka
> memberi ma’af tapi sebaliknya dikehendakiNya pula kejahatan dihukum dengan
> hukuman yang setimpal”.* Berarti meskipun Allah sudah ampuni tapi hukuman
> tetap harus dijalankan supaya adil. Maka disinilah nampak jelas
> kebijaksanaan Allah, demi keadilan dan demi kasihNya kepada orang Mukmin /
> kepada orang yang sudah bertobat, Allah tidak hukum mereka (Qs 4:14).
> Kebijaksanaan yang Allah buat supaya adil dan orang yang sudah bertobat
> tidak dihukum dengan hukuman Qs 4:14 adalah Allah sediakan PENEBUS maka
> terbebaslah orang mukmin dari hukuman Qs 4:14. Dengan tersedianya Penebus
> yang disediakan Allah, keadilan tetap ditegakkan dan orang yang sudah
> bertobat / orang mukmin tidak dihukum dengan hukuman Qs 4:14. Inilah bukti
> kebijaksanaan Allah yang maha kasih dan maha adil disediakanNya  Penebus.
>
> *3)*. Kata Ustad: Penebus tidak diperlukan karena Allah itu maha kasih
> dan maha pengampun jadi otomatis semua beres, tidak akan dituntutnya lagi
> hukuman Qs 4:14 asalkan orang itu sudah bertobat. Ustad ini lupa Qs 10:100
> Allah akan murka kalau tidak pakai akal. Apakah masuk diakal semua
> kejahatan akan beres hanya dengan bertobat saja? Masak semua kejahatan
> beres hanya dengan minta ampun dan dimaafkan saja? Tentu tidak adil. Allah
> itu maha adil tentu tidak akan bertindak tidak adil. Ingat Muqadimah
> Alquran hal 76. Meskipun sudah diampuni tapi demi keadilan kejahatan harus
> dihukum dengan hukuman yang setimpal. Maka demi keadilan dan demi kasihNya,
> Allah sediakan TEBUSAN sehingga hukuman tetap ada yang tanggung dan
> terbebaslah orang mukmin dari hukuman Qs 4:14. Jadi tidak benar kata Ustad,
> “sebab maha kasih Allah otomatis hukuman Qs 4:14 dibatalkan”. Apa ada ayat
> Alquran yang dibatalkan? Tentu tidak ada. Jadi berdakwalah sesuai Alquran.
>
>
> *4)*. Kata Ustad kita tidak boleh protes hak prirogatif Allah. Kita harus
> terima apapun tidakan Allah itu. Kalau Allah sudah ampuni kenapa kita
> protes harus dihukum?  Benar hak prirogatif Allah tidak boleh di protes.
> Tapi Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana tidak akan bertindak
> prirogatifNya lebih jelek dari tindakan manusia. Prirogatif Allah pasti
> akan lebih baik dari tidakkan manusia. Janganlah kita berpikir terima saja
> tanpa berpikir, tanpa mencari tahu kenapa tindakan Allah begitu. Dengan
> meneliti prirogatif Allah itu maka akan terungkap prirogatif Allah itu
> adalah yang terbaik dibandingkan dengan pikiran manusia, maka terbangunlah
> keyakinan kita kepada Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana.  Janganlah
> menjadi orang yang acuh tak acuh kepada prirogatif Allah, tidak mau
> meneliti, tak mau berpikir, itu akan melemahkan iman kita kepada Allah.  Allah
> telah berikan hak untuk kita berpikir dan akan menuntun kita kepada jalan
> yang benar.
>
> *5)*. Kata Ustad: Tidak perlu penebus karena hanya dengan beriman dan
> beramal akan terhapus hukuman Qs 4:14. Benar sekali hanya dengan beriman
> dan beramal. Tapi apa artinya beriman? Jangan hanya katakan-katakan beriman
> tapi tidak ngerti apa itu beriman. Beriman adalah menerapkan semua perintah
> Allah dan patuh kepada RasulNya. Semua perintah Allah berarti semua bukan
> pilih-pilih ayat yang cocok saja untuk dipatuhi. Semua perintah Allah
> termasuk perintah Allah ayat Qs 2:48. Ayat ini bukan hanya perintah Allah
> tapi justru amaran Allah untuk kita harus miliki, sebab kalau tidak
> dimiliki sebelum hari kiamat / sebelum hari ajal, akan diazab masuk neraka.
> Tapi sayang para Ustad tidak mau membahasnya, dan kalau dibahas, dibahasnya
> dengan tidak sesuai yang tertulis.  Perhatikan Qs 2:48 telah didahului
> dengan kata *“Jagalah dirimu dari azab hari kiamat” *berarti sangat
> penting, kita harus waspada karena pada hari kiamat tidak diterima tebusan,
> karena sudah terlambat, penebusan harus dimiliki sebelum hari kiamat /
> sebelum hari ajal kalau tidak punya penebusan akan diazab masuk neraka. Qs
> 2:48 *“Dan jagalah dirimu dari azab hari kiamat, yang pada hari itu
> seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikitpun, dan begitu pula
> tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya dan tidaklah mereka akan
> ditolong”. *Sangat jelas Alquran mengajarkan “pertolongan” sangat
> diperlukan (Qs Al-Fatehah (1):5). Pertolongan itu harus dimiliki / diterima
> sebelum hari kiamat. Karena pada hari kiamat pertolongan tidak diterima
> lagi karena sudah terlambat.  Ada tiga kata penting di Qs 2:48
> “pertolongan, syafa’at dan tebusan”, semua kata ini berada dalam satu paket
> yang tak dapat dipisahkan dlm Qs 2:48, berarti tebusan itu sangat
> diperlukan sama seperti pertolongan dan syafa’at. Footnote Alquran No.46
> “Syafa’at adalah usaha perantara untuk menghindarikan mudharat (azab).
> Sedangkan penebus adalah perantara yang menghindarkan mudaharat. Sangat
> jelas ayat Qs 2:48 ada bicarakan tentang penebus. Tapi sayang para Ustad
> tidak mau menerima kenyataan ini, bahkan mengatakan tidak ada doktrin
> penebusan dalam Alquran. Pada hal ada doktrin penebusan dalam Alquran dan
> sangat jelas diayat Qs 2:48 tegaskan kalau tidak punya tebusan akan diazab
> masuk neraka. Jadi milikilah penebusan sebelum hari kiamat, karena pada
> hari kiamat tebusan tidak diterima lagi sebab sudah terlambat.
>
> *6)*. Ada Ustad yang katakan ayat Qs 2:48 itu bukan untuk kita sekarang
> ini. Itu adalah untuk orang Israel pada zamannya, jadi jangan dipakai ayat
> itu untuk kita sekarang ini. Mari kita gunakan test Qs 10:100 apa benar
> ajaran Ustad ini. Allah akan murka kalau tidak pakai akal / tidak masuk
> akal. Apakah masuk diakal Allah memberikan wahyu rencana keselamatan
> berbeda-beda kepada setiap zaman? Atau berbeda-beda kepada setiap Nabi?
> Ustad harus baca Qs 40:13 *“Dan telah *disyariatkan* bagi kamu tentang
> agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami
> wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang Kami telah wasiatkan kepada
> Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah
> belah tentangnya”.* Sangat jelas dan tegas Alquran tuliskan semua ajaran
> keselamatan yang diwasiatkan kepada semua nabi adalah sama. Kenapa Ustad
> ini mau membeda-bedakan dengan mengatakan Qs 2:48 adalah hanya untuk orang
> Israel saja? Berdakwalah sesuai ajaran Alquran jangan berdakwa yang diluar
> Alquran. Ayat yang lebih tegas lagi untuk Ustad yang membeda-bedakan wahyu
> yang diwasiatkan kepada para nabi, Ustad harus baca Qs 33:62 *“Sebagai
> sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum
> (mu) dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.
> *Qs 48:23* “Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu,
> kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan bagi sunnatulah itu”. *Qs
> 2:65 *“Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang
> dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian serta menjadi pelajaran
> bagi orang-orang yang bertakwa”*. Jadi para Ustad janganlah
> membeda-bedakan wahyu yang diwasiatkan Allah kepada para Nabi. Justru ayat
> Qs 42:13  tegaskan harus ditegakkan jangan berpecah belah. Qs 23:53 yang
> membeda-bedakan / yang pecah-belahkan adalah pengikutnya dan akan ada
> resikonya, janganlah ikut mereka. Jadi Qs 2:48 adalah untuk orang-orang
> dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kekmudian (yaitu kita sekarang ini)
> serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwah (Qs 2:65).
>
> *7)*. Ada Ustad yang katakan, saya ini hanya mengumpul-kumpulkan ayat
> Alquran agar membenarkan doktrin penebus. Apakah saya ini salah
> mengumpulkan ayat-ayat demi untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki? Ustad
> ini tidak mau meneliti lagi, dianggapnya semua ayat Alquran sudah
> dikuasainya jadi tidak mau dapat masukkan lagi dari yang lain. Ustad ini
> lupa: “Belajarlah sampai kenegeri Cina”. Berarti kita jangan berhenti
> meneliti, kalau salah kita harus tinggalkan tapi kalau benar kita harus
> terima demi keselamatan kita diakhirat nanti. Saya tidak mau jadi “bebek”
> yang mengikuti apa kata Ustad tanpa meneliti apakah itu ajaran Alquran atau
> ajaran tradisi yang masih diteruskannya.
>
> *8)*. Berhubung sudah sekian banyak berdiskusi tapi belum juga para Ustad
> menerima doktrin penebusan yang ada dalam Alquran (sebenarnya sudah ada
> beberapa Ustad yang sudah terima tapi masih malu-malu karena dianggap
> murtad oleh kawannya), maka saya selalu tanyakan kepada para Ustad: Masih
> adakah alternatif lain untuk menghindari hukuman Qs 4:14 tanpa penebus?
> Kalau masih ada tunjukanlah, mari kita bahas bersama untuk mendapatkan
> kebenaran yang hakiki. Sebenarnya saya tahu tidak ada lagi alternative lain
> itu untuk menghindari hukuman Qs 4:14 tanpa penebus, karena satu-satunya
> cara hanyalah menerima Penebus yang disediakan Allah. Dan kalau sudah
> terbukti tidak ada lagi alternatif lain, kenapa tidak terima saja Qs 2:48
> itu? Adalah wajar kalau tidak ada jalan lain seharusnya terima saja jalan
> yang ada yang disediakan Allah yaitu Penebus.
>
> *9)*. Sepanjang pengetahuan saya belajar Alquran, tidak terdapat satupun
> ayat dalam Alquran yang melarang untuk terima doktrin Penebusan. Justru
> yang ada bukan melarang tapi peringatkan tegas dari Allah bahwa kita harus
> punya penebus kalau tidak akan diazab dihari kiamat Qs 2:48. Milikilah
> penebus sebelum hari kiamat karena pada hari kiamat tidak diterima lagi
> penebus karena sudah terlambat. Kenapa Ustad buat-buat larangan yang tidak
> tertulis dalam Alquran? Dan yang lebih fatal lagi, melarang terima
> penebusan tapi tidak diberikan jalan keluarnya / alternatif lain untuk
> menghindari hukuman Qs 4:14. Yang benar aja dong !!!. Kalau melarang,
> berikan alternatif lainnya. Jangan dibiarkan umat tidak mengetahuinya yang
> pada akhirnya sesat diakhirat.
>
> *10)*. Seminar ini bukan mengajarkan ajaran Kristen. Ayat-ayat yang
> dibahas adalah ayat Alquran. Jadi janganlah dulu dikaitkan dengan ajaran
> Kristen. Karena menurut penelitian ada banyak ajaran Kristen sekarang yang
> “pada umumnya” salah / tidak benar. Jadi seminar ini dikhususkan dulu pada
> ayat-ayat Alquran, bukan untuk dibandingkan dengan ajaran Kristen. Kalau
> sudah yakin dan terima bahwa benar ada doktrin penebusan dalam Alquran,
> barulah kita masuk pada penelitian berikut, siapakah si penebus yang
> disediakan Allah itu. Tentu tidaklah berguna untuk membahas siapakah
> sipenebus itu kalau belum terima bahwa sebenarnya ada doktrin penebus dalam
> Alquran. Kalau memang tidak ada dokktrin penebusan dalam Alquran apa
> gunanya membahas siapa penebus itu yang tidak ada. Jadi sebelum terima
> bahwa ada penebus dalam Alquran, membahas siapa penebus itu tidak ada
> gunanya. Kalau sesuatu yang dianggap tidak ada percuma membahasnya terus,
> orang Jakarta katakan sama aja bohong.  Jadi pembahasan siapakah
> sipenebus itu, kita simpan dulu nanti dibahas pada seminar berikut. Untuk
> sekarang ini kita pastikan dulu apa benar ada penebus atau tidak.  Itulah
> sebabnya dalam diskusi-diskusi saya kepada para Ustad selalu saya katakan,
> kalau Ustad mempunyai altlernatif lain untuk menghindari hukuman Qs 4:14
> tanpa penebus, tolong diberikan untuk kita bahas bersama agar kebenaran
> yang hakiki kita dapatkan.
>
> Semoga usulan diseminarkan di UIN (Universitas Islam Negeri) persoalan
> diatas ini, dapat terlaksana demi keselamatan umat diakhirat nanti.
>
> Wasalamualaikum Wr. Wb,
> *Robert P. Walean, Sr*
> *Peneliti - Last Events Duty Ministry*
> *HP (SMS) 0818645227*
> *e-mail **[email protected]* <[email protected]>**
>
> Surat ini sudah dikirim keseluruh UIN (Universitas Islam Negeri) dan IAIN
> (Institute Agama Islam Negeri):
> UIN Syarif Hidayatullah 
> Jakarta<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Syarif_Hidayatullah_Jakarta>,
> di Jakarta                IAIN Ar Raniry, di Banda Aceh
> UIN Alauddin Makassar <http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Alauddin_Makassar>,
> di Makassar                                    IAIN Sumatra Utara, di
> Medan
> UIN Maulana Malik Ibrahim 
> Malang<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Maulana_Malik_Ibrahim_Malang>,
> di Malang       IAIN Imam Bonjol, di Padang
> UIN Sunan Gunung Djati<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Sunan_Gunung_Djati>,
> di Bandung                         IAIN Antasari, di Banjarmasin
>
> UIN Sunan Kalijaga <http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Sunan_Kalijaga>, di
> Yogyakarta                             IAIN Sultan Thaha Sarifuddin, di
> Jambi
> UIN Sultan Syarif Kasim 
> Riau<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Sultan_Syarif_Kasim_Riau>,
> di Pekanbaru               IAIN Raden Fatah, di Palembang
> UIN Walisongo, di Semarang                                      dan
> seterusnya di IAIN, IAIN
>
> Dan Seluruh Universitas Islam Swasta seperti:
> Universitas Al-Azhar Indonesia, di Jakarta
> Universitas Paramadina, di Jakarta
>
> dan Seluruh Perguruan Tinggi Islam, di Indonesia
>
> juga ke Islamic Centre di Jakartka dan Tanggerang
>
> Dan pimpinan Pusat Nahdhatul Ulama dan Muhamadia di Jakarta.
>
> Kepada yang merasa terpanggil untuk turut memberikan pendapat dalam
> membahas topik ini tapi tak sempat hadir di Seminar, boleh membahasnya via
> e-mail [email protected] atau via SMS HP  0818645227. Mohon yang
> dibahas difokuskan kepada point per point no. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,
> 10. Jangan dibahas yang diluar point tersebut. Karena kalau dibahas yang
> bukan point tersebut akan melebar kepada topik yang nanti akan dibahas
> berikut. Perlu diperhatikan Seminar ini bukan membahas ayat Alkitab,
> Seminar ini membahas khusus ayat Alquran.  Jadi jangan dulu dikaitkan
> atau dibandingkan dengan ayat Alkitab supaya terfokus hanya kepada ayat
> Alquran. Yaitu khusus pada topik: Bagaimana caranya menghindari hukuman Qs
> An-Nissa (4):14?
>
> -=RPW=-
>
> Kepada yang berminat memiliki kumpulan ayat-ayat Alquran tentang Penebusan
> dalam Alquran, boleh pesan ke Last Events Duty Ministry via HP (SMS)
> 0818645227.
> * *
> *Tambahan penting:*
>
> Ada Ustad bertanya : Apakah nabi Muhammad saw dan kawan-kawannya masuk
> surga karena percaya pada Penebusan?
>
> Jawabnya: Ya !. Benar !. Karena mereka percaya dan menjalankan Qurban
> Penebusan Qs 37:107 dan yakin bahwa darah dan daging Qurban itu tidak
> menyelamatkan kecuali takwa (Qs 22:37). Apa artinya takwa? Takwa artinya
> patuhi perintah Allah dan RasulNya. Salah satu perintah Allah Qs 2:48 
> *“Jagalah
> dirimu agar tidak di azab dihari kiamat”* karena tebusan tidak diterima
> lagi dihari kiamat /dihari ajal. Tebusan harus diterima / dimiliki sebelum
> hari kiamat / hari sebelum ajal, kalau tidak punya tebusan dihari kiamat
> akan
> di azab masuk neraka.
>
> Pertanyaan balik kepada Ustad: Apakah ada larangan dalam Alquran untuk
> terima penebusan?
> Jawabnya:  Tidak !. Tidak ada!. Terbukti tidak ada larangan dalam Alquran
> untuk terima penebusan. Mengapa Ustad melarang umat menerima ajaran
> penebusan? Justru Alquran bukan melarangnya tapi memperingati *“Jagalah
> dirimu dihari kiamat”,* kita harus *sudah* punya penebus (berarti sebelum
> hari kiamat), kalau tidak akan di azab masuk neraka (Qs 2:48).
>
> Penting diperhatikan: Qs 6:104 janganlah sampai mudharat menimpa karena
> sudah diperingati tapi tidak digubris !!! dan Penting Ustad ketahui bahwa
> keterangan ini bukan diambil dari ayat Alkitab. Ini diambil dari asli ayat
> Alquran yang membuktikan Qs 42:13 adalah sungguh benar. Alhamdulilah !!!.
>
> *Last Events Duty Ministry*
> HP (SMS) 0818645227
>
> 
> ****
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke