Apakah harus melakukan bom bunuh diri dulu, bakar gereja untuk masuk sorga ?
Mohammad SAW a Pedophile Mohammad SAW anak wedus ______________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________________________ Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38) Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).(QS.3:45) *YESAYA 28:16* 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! 2013/7/8 hans mandala <[email protected]> > Syalom Pendeta Walean, > > Anda terkesan sombong benar menjadi manusia, memaksakan > konsep penebusan dosa ala kristen menjadi penyelamat umat islam, > terkesan sungguh faham benar anda dengan Hukum Islam. > > Bagaimana kalau saya ajak anda debat One On one debat.. > silahkan anda kritisi Ayat alquran mana yang anda akan kritisi!! > ntar saya akan kritisi juga ayat Injil!!! > > Berani nggak anda menerima tantangan Ane..!!! saya tunggu > kabar dari anda... > > Kita lihat nanti..saya akan buat anda muntah darah di forum ini!!! > > Wassalam, > > Han's > > > > > > > > *From:* Walean Robert <[email protected]> > *To:* "[email protected]" <[email protected]> > *Sent:* Monday, July 8, 2013 11:01 AM > *Subject:* [hakekatku_00] NASKAH DISKUSI KPD REKTOR UIN d IAIN yg > dipersintgkat > ** > > *Katanya terlalu panjang Naskah Diskusi dengan Rektor UIN d IAIN > dibawah ini jadi mohon dipersingkat. Nah, ini yang saya persingkat.* > * * > *Untuk point No.1:* > Mohon dibuktikan dengan ayat Alquran bahwa AMAL akan MENEBUS dosa. > Memang banyak ayat Alquran yang mengatakan AMAL akan MENGHAPUS dosa. Tapi > perhatikan menebus BEDA dengan menghapus, ITU TIDAK SAMA. Menghapus > adalah mengampuni. Allah pasti akan mengampuni tapi akibat dosa tetap harus > dijalankan supaya adil, Muqadimah Alquran Hal.76 Dosa pasti diampuni tapi > hukuman yang setimpal harus dijalankan supaya adil. Jadi amal bukan > penebus dosa tapi menghapus dosa yang harus ditebus supaya adil. Amal > adalah pelengkap iman. Iman tanpa amal tidak berguna. Jadi kita harus > beramal supaya iman kita berguna tapi bukan penebus dosa. > * * > *Untuk point No.2:* > Kalau masing-masing harus tanggung sendiri akibat dosa, Itu berarti semua > yang berdosa harus masuk neraka (Qs 4:14). Justru karena Allah maha kasih, > Allah tidak rela menghukum orang dineraka karena sudah minta ampun dan > sudah bertobat. Itulah sebabnya Allah sediakan PENEBUS. Tanpa penebus > hukuman Qs 4:14 tidak akan terhapus. Dengan adanya penebus yang disediakan > Allah maka dosa yang diampuni itu akan terhapus. Tidaklah cukup kalau hanya > diampuni, tapi harus dihapus (Qs 8:29) dengan penebus. > > Semua ayat Alquran mengatakan neraka itu kekal. Kenapa Ustad dakwakan ada > orang yang nanti akan keluar lagi dari neraka setelah dia tanggung sendiri > dosanya? Alasan Ustad karena ada keterangan dalam Hadits dan Ilmu Alquran > akan ada yang keluar. Bukankah semua Hadits dan Ilmu Alquran adalah untuk > menguatkan ayat Alquran, kalau terbukti bertolak belakang dengan ayat > Alquan jangan diterima. > > *Untuk Point No.3:* > Qs 10:100 Allah akan murka kalau tidak pakai akal. Adalah tidak masuk > diakal kalau semua kejahatan akan beres hanya dengan sudah minta ampun. > Akan masuk diakal kalau kejahatan akan beres setelah minta ampun, bertobat > dan menerima tebusan yang disediakan Allah. > * * > *Untuk point No.4:* > Allah yang maha bijaksana akan bertindak (prirogatifnya) jauh lebih baik > dari yang dipikirkan manusia. Tapi bukan berarti karena surga dan neraka > adalah prirogatif Allah jadi kita masa bodoh saja sebab itu sudah > ditetapkan Allah, sehingga membuat kita tidak mau mengetahui tata-cara atau > syarat untuk mendapatkan surga. > * * > *Untuk point No.5:* > Benar beriman dan beramal adalah yang tertulis dalam Alquran. Tapi beriman > artinya patuh dan turuti ayat Alquran secara kaffah (seluruhnya). Termasuk > ayat Qs 2:48 yang tegaskan kita harus punya penebus sebelum hari kiamat / > sebelum ajal, kalau tidak akan diazab. Ayat tersebut Qs 2:48 didahului > dengan kata Jagalah dirimu dari azab hari kiamat karena penebusan tidak > diterima di hari kiamat, penebusan harus diterima sebelum hari kiamat. > > *Untuk point No.6:* > Apakah Allah memberikan wasiat keselamatan kepada para nabi berbeda-beda? > Tentu tidak, semuanya sama (Qs 42:13, Qs 33:62, Qs 48:23, Qs 2:65). Kenapa > Ustad katakan Qs 2:48 hanya khusus kepada orang Israel? Jangan berdakwa > yang tidak sesuai Alquran. Alquran katakan sama tapi Ustad katakan berbeda. > > *Untuk point No.7:* > Untuk mendapatkan kebenaran dalam Alquran tidak cukup hanya pakai satu > ayat saja. Harus dikumpulkan banyak ayat yang bersangkutan dengan judul > yang dibahas barulah dapatkan kebenaran yang dicari tersebut. > > *Untuk point No.8:* > Sebenarnya sudah ada Ustad yang menerima bahwa sesungguhnya ada doktrin > penebusan dalam Alquran, tapi mereka belum mau terbuka karena dianggap > murtad oleh kawan-kawannya. Pada hal kalau kawan-kawan Ustad temannya itu, > baca dan teliti point 1-10 Naskah itu (surat ini) yang ditujukan kepada > Rektor UIN dan IAIN, dan dengan pimpinan Taufik dan Hidayah (Rohulkudus) > mereka akan menerima Penebusan yang ada tertulis dalam Alquran. Tentu harus > ditambah lagi dengan bahwan-bahan keterangan syarat penebusan yang ada > dalam Alquran, baru terakhir bahas siapakah sipenebus yang tertulis dalam > Alquran itu. > > *Untuk point No.9:* > Apakah ada larangan untuk umat menerima penebus? Mohon ditunjukkan ayat > yang melarang menerima penebusan. Kan tidak ada !!! Kenapa Ustad melarang > umat menerima ajaran penebusan yang justru ada dalam Alquran (Qs 2:48). > Sangat jelas tertulis waspadalah atau Jagalah dirimu dari azab hari > kitamat karena penebusan tidak diterima di hari kiamat, penebusan harus > diterima sebelum hari kiamat / sebelum ajal. > > *Untuk point No.10:* > Perhatikan ketrangan 1-10 ini bukan menerangkan ajaran Kristen. Ayat-ayat > yang dibahas dipoint 1-10 adalah ayat-ayat Alquran. Jadi jangan dulu > dikaitkan dengan penebus yang ada dalam buku lain. Karena akan mengacaukan > pikiran, fo*kuskan dulu *pada ayat-ayat Alquran yang menunjukkan > sesungguhnya ada ajaran penebusan dalam Alquran. Kalau terbukti tidak ada > ajaran penebusan dalam Alquran, untuk apa diteruskan mencari siapakah > sipenebus itu. Tapi kalau sudah yakin bahwa ada ajaran penebusan dalam > Alquran barulah diteruskan mencari tahu siapakah si penebus itu. > > Itulah sebabnya saya selalu bertanya Apakah ada cara alternative lain > untuk menghindari hukuman Qs 4:14 selain penebusan?* Kalau ada > alternative lain itu saya akan terima, tapi sudah terbukti tidak ada, maka > sewajarnyalah kita terima penebusan karena kalau tidak terima penebusan > akan diazab keneraka (Qs 2:48).* > * * > Ada tambahan pertanyaan penting, Apakah Nabi Muhammad saw dan > kawan-kawannya masuk surga karena percaya pada Penebusan? Jawabnya Ya, > Benar. Alasannya bacalah keterangan tambahan (keterangan akhir) dibawah > ini. > * * > * * > *MOHON DIKOMENTARI NASKAH DISKUSI DGN REKTOR UIN dan IAIN dibawah ini . TAPI > KOMENTAR YANG DITERIMA ADALAH KOMENTAR POINT DEMI POINT dari 1-10 dengan > berikan ayat penunjang komentar itu. Yang tidak komentar point demi point > 1-10, maaf komentarnya tidak akan digubris. Soalnya ada yang bertanya dan > mengeritik padahal yang ditanya dan dikeritik itu sudah terjawab di point > 1-10 itu.* > * * > * * > *Kepada Yth.* > *REKTOR UIN (Universitas Islam Negeri)* > *Diseluruh Indonesia* > > Asalamualaikum Wr.Wb. > > Setelah sudah banyak berdiskusi dengan para Ustad maka ternyata belum > tuntas jawaban dari para Ustad mengenai pertanyaan yang sungguh sangat > penting (bahkan harus) diketahui demi keselamatan umat di akhirat nanti. > Maka terpikirlah kami untuk usulkan kepada UIN (Universitas Islam Negeri) > untuk menyelenggarakan seminar demi tuntaskan persoalan ini. > > Persoalan itu / Pertanyaan itu adalah: Bagaimana caranya untuk menghindari > hukuman Qs An-Nissa (4):14 *Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan > RasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuanNya, niscaya Allah memasukkannya > kedalam api neraka sehingga kekal didalamnya dan baginya siksa yang > menghinakan.* > * * > Banyak jawaban / masukkan yang telah diberikan Ustad tapi nampaknya tidak > tepat kalau dikaitkan dengan ayat-ayat Alquran. Antara lainnya adalah: > > *1)*. Untuk hindarkan hukuman Qs 4:14 berbuatlah amal kebaikan > sebanyak-banyaknya kata Ustad. Padahal Ustad perlu tahu bahwa amal > bukanlah penebus dosa. Amal adalah *pelengkap *Iman. Beriman tanpa > beramal sama dengan bohong / tidak berguna. Sebesar apapun amal yang > dibuatnya akan tidak berguna kalau tidak beriman. Masak si koruptor asalkan > dia beramal tanpa beriman akan masuk surga? Tentu tidak. Surga itu bukanlah > yang dapat ditukar dengan amal. Menurut Alquran surga itu adalah pemberian > / karunia Allah Qs 42:22. Kita harus berbuat amal sebanyak-banyaknya > semampu kita tapi amal itu bukan untuk dijadikan penyebab mendapatkan surga > karena surga itu adalah pemberian/ karunia dari Allah. Sesungguhnya > berbuat amal adalah sebagai *tanda terima kasih* orang mukmin kepada > Allah yang sudah memberikan karuniaNya yang begitu besar. Jadi amal > bukanlah jawaban untuk hindarkan hukuman Qs 4:14 karena amal adalah * > pelengkap* kepada iman. Allah akan senang menerima tanda terima kasih > (amal) orang beriman itu dan Allah telah janji akan berikan tambah pahala > kepada yang berbuat amal (Qs 7:161). Perhatikan kata tambah pahala > berarti sudah ada yang diberikan dulu yaitu karunia baru ditambah dengan > pahala. Itu sama seperti bonus. Sudah ada karunia yang didapatkan barulah > ditambah dengan pahala. Artinya karunia dulu baru ditambah pahala bukan > pahala dulu (bonus dulu) baru karunia diberikan. Pahala itu adalah sebagai > bonus pada karunia setelah beramal. Dengan kata lain amal bukanlah penyebab > mendapatkan surga tapi karunia Allah yang menyebabkan kita dapatkan > surga dan hasil dari amal adalah pahala yang ditambahkan (bonus). Jadi > berbuatlah amal sebanyak-banyaknya maka akan dapatkan bonus yang banyak. > Tapi harus terima karunia dulu baru dapatkan bonus tambahan itu. Tegasnya > amal bukanlah penyebab utama untuk masuk surga tapi karunia Allah yang > adalah penyebab utama masuk surga Qs 42:22. Karena amal adalah bonus yang > ditambahkan kepada karunia, maka ajaran Ustad yang katakan berbuatlah amal > sebanyak-banyaknya supaya masuk surga itu salah / tidak benar. Karena > surga bukanlah didapatkan dari hasil usaha /perbuatan, sebab surga > didapatkan dari pemberian /karunia Allah (Qs 42:22). Amal adalah pelengkap > iman yang nanti akan dapatkan pahala/bonus setelah karunia didapatkan. > Tegasnya dakwa Ustad bahwa amal adalah penyebab masuk surga atau amal > adalah untuk menghindarkan hukuman Qs 4:14 tidak tepat, karena surga adalah > pemberian / karunia Allah Qs 42:22 kepada umat mukmin (yang sudah > bertobat). > > Memang ada banyak ayat Alquran yang menyatakan Amal perbuatan baik akan > menghapus dosa. Arti menghap dosa sama dengan mengampuni dosa. Allah maha > pengampun jadi semua dosa akan diampuniNya kalau bertobat nasuha. Tapi > mengampuni dosa (memaafkan dosa) tidak sama dengan menebus dosa. Dosa > pasti akan diampni Allah tapi tetap harus ada hukuman supaya adil > (Muqadimah Alquran hal.76). Itulah sebabnya setelah Allah mengampuni dosa, > Allah sediakan penebus dosa supaya adil. Jadi ayat Alquran yang > menyatakan amal adalah menghapus dosa adalah benar, tapi bukan berarti > setelah dihapus langsung beres, hukuman tetap harus dijalankan supaya adil. > Maka untuk tidak ditimpahkan hukuman kepada orang yang sudah bertobat > nasuha (orang mukmin), Allah sediakan penebus dosa. Dengan tersedianya > penebus dosa maka kata menghapus dosa menjadi sempurna. Tidak ada lagi > tuntutan hukuman Qs 4:14 itu, karena sudah ditebus. > > Qs 8:29 menyatakan *Allah akan menghapus segalah kesalahan-kesalahanmu > dan mengampuni dosa-dosamu dan mempunyai karunia yang besar*. Perhatikan > yang tertulis sebelum mengampuni terlebih dahulu harus dihapus dulu. Qs > 66:8 Allah akan menghapus kesalahan-kesalahanmu. Pernahkah anda terpikir > untuk menghapus sesuatu? Harus ada benda atau sesuatu yang digunakan untuk > menghapus sebagai alat penghapus. Alat yang dipakai Allah untuk menghapus > dosa adalah dengan disediakanNya Penebus. Ayat itu selanjutnya katakan > *Allah > mempunyai karunia yang besar*. Apa karunia yang besar itu? Qs 42:22 > surga itu adalah karunia Allah yang besar. Berarti surga itu bukan dari > hasil perbuatan amal tapi adalah pemberian / karunia Allah. Sedangkan amal > adalah pelengkap iman sebagai bukti tanda terima kasih orang beriman kepada > Allah. > > Demikian juga Qs 5:65 menyatakan Allah akan menutupi dosa. Untuk menutupi > sesuatu harus ada sesuatu yang dipakai untuk menutupinya. Apakah sesuatu > itu yang dipakai Allah untuk menutup dosa? Yang dipakai Allah adalah > Penebus. Pertanyaan yang wajar dan perlu dijawab. Apakah ada alternative > lain yang dipakai Allah untuk menutupi dosa (Qs 4:14) selain Penebus? > Ternyata tidak ada altelernatif lain lagi selain Penebus. Maka alangkah > baiknya kita menerima Penebus agar tidak diazab dihari kiamat. Kita sudah > harus punya Penebus sebelum hari kiamat / sebelum ajal karena pada hari > kitamat Penebus tidak diterima lagi karena sudah terlambat (Qs 2:48). > * * > *2)*. Kata Ustad, hukuman Qs 4:14 tidak dapat dihindari, karena semua / > masing-masing harus bertanggung jawab pada perbuatannya. Semua yang pernah > berdosa termasuk orang mukmin yang sudah bertobat akan meliwati api > penyucian dalam neraka untuk merasakan siksa api penyucian itu untuk > menebus dosanya sendiri barulah dia akan diangkat dari neraka ke surga. > Ajaran Ustad begini tidak ada dalam Alquran. Ini adalah ajaran tradisi yang > diteruskan diajarkan padahal tidak terdapat dalam Alquran. Yang ada dalam > Alquran adalah barang siapa (tak terkecuali) yang sudah dimasukkan kedalam > neraka tidak akan keluar lagi, mereka akan mati dalam neraka Qs 90:20, Qs > 33:65. Mengapa Ustad ajarkan yang bertentangan dengan ayat Alquran > tersebut. Juga bertentangan dengan ayat Alquran Qs 10:100 Allah akan murka > kalau tidak pakai akal / harus masuk diakal. Apakah masuk diakal Allah yang > maha kasih akan menghukum orang mukmin (orang yang sudah bertobat) dengan > api penyucian? Tentu tidak. Tentu Allah akan bebaskan mereka dari tuntutan > hukuman Qs 4:14. Tetapi kalau dibebaskan / tidak dihukum akan tidak adil, > kejahatan harus dihukum supaya adil. > > Memang akan timbul pertanyaan serius: Tidak akan adil kalau kejahatan > tidak dihukum. Muqadimah Alquran hal.76 *DikehendakiNya sifat suka > memberi maaf tapi sebaliknya dikehendakiNya pula kejahatan dihukum dengan > hukuman yang setimpal.* Berarti meskipun Allah sudah ampuni tapi hukuman > tetap harus dijalankan supaya adil. Maka disinilah nampak jelas > kebijaksanaan Allah, demi keadilan dan demi kasihNya kepada orang Mukmin / > kepada orang yang sudah bertobat, Allah tidak hukum mereka (Qs 4:14). > Kebijaksanaan yang Allah buat supaya adil dan orang yang sudah bertobat > tidak dihukum dengan hukuman Qs 4:14 adalah Allah sediakan PENEBUS maka > terbebaslah orang mukmin dari hukuman Qs 4:14. Dengan tersedianya Penebus > yang disediakan Allah, keadilan tetap ditegakkan dan orang yang sudah > bertobat / orang mukmin tidak dihukum dengan hukuman Qs 4:14. Inilah bukti > kebijaksanaan Allah yang maha kasih dan maha adil disediakanNya Penebus. > > *3)*. Kata Ustad: Penebus tidak diperlukan karena Allah itu maha kasih > dan maha pengampun jadi otomatis semua beres, tidak akan dituntutnya lagi > hukuman Qs 4:14 asalkan orang itu sudah bertobat. Ustad ini lupa Qs 10:100 > Allah akan murka kalau tidak pakai akal. Apakah masuk diakal semua > kejahatan akan beres hanya dengan bertobat saja? Masak semua kejahatan > beres hanya dengan minta ampun dan dimaafkan saja? Tentu tidak adil. Allah > itu maha adil tentu tidak akan bertindak tidak adil. Ingat Muqadimah > Alquran hal 76. Meskipun sudah diampuni tapi demi keadilan kejahatan harus > dihukum dengan hukuman yang setimpal. Maka demi keadilan dan demi kasihNya, > Allah sediakan TEBUSAN sehingga hukuman tetap ada yang tanggung dan > terbebaslah orang mukmin dari hukuman Qs 4:14. Jadi tidak benar kata Ustad, > sebab maha kasih Allah otomatis hukuman Qs 4:14 dibatalkan. Apa ada ayat > Alquran yang dibatalkan? Tentu tidak ada. Jadi berdakwalah sesuai Alquran. > > > *4)*. Kata Ustad kita tidak boleh protes hak prirogatif Allah. Kita harus > terima apapun tidakan Allah itu. Kalau Allah sudah ampuni kenapa kita > protes harus dihukum? Benar hak prirogatif Allah tidak boleh di protes. > Tapi Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana tidak akan bertindak > prirogatifNya lebih jelek dari tindakan manusia. Prirogatif Allah pasti > akan lebih baik dari tidakkan manusia. Janganlah kita berpikir terima saja > tanpa berpikir, tanpa mencari tahu kenapa tindakan Allah begitu. Dengan > meneliti prirogatif Allah itu maka akan terungkap prirogatif Allah itu > adalah yang terbaik dibandingkan dengan pikiran manusia, maka terbangunlah > keyakinan kita kepada Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana. Janganlah > menjadi orang yang acuh tak acuh kepada prirogatif Allah, tidak mau > meneliti, tak mau berpikir, itu akan melemahkan iman kita kepada Allah. Allah > telah berikan hak untuk kita berpikir dan akan menuntun kita kepada jalan > yang benar. > > *5)*. Kata Ustad: Tidak perlu penebus karena hanya dengan beriman dan > beramal akan terhapus hukuman Qs 4:14. Benar sekali hanya dengan beriman > dan beramal. Tapi apa artinya beriman? Jangan hanya katakan-katakan beriman > tapi tidak ngerti apa itu beriman. Beriman adalah menerapkan semua perintah > Allah dan patuh kepada RasulNya. Semua perintah Allah berarti semua bukan > pilih-pilih ayat yang cocok saja untuk dipatuhi. Semua perintah Allah > termasuk perintah Allah ayat Qs 2:48. Ayat ini bukan hanya perintah Allah > tapi justru amaran Allah untuk kita harus miliki, sebab kalau tidak > dimiliki sebelum hari kiamat / sebelum hari ajal, akan diazab masuk neraka. > Tapi sayang para Ustad tidak mau membahasnya, dan kalau dibahas, dibahasnya > dengan tidak sesuai yang tertulis. Perhatikan Qs 2:48 telah didahului > dengan kata *Jagalah dirimu dari azab hari kiamat *berarti sangat > penting, kita harus waspada karena pada hari kiamat tidak diterima tebusan, > karena sudah terlambat, penebusan harus dimiliki sebelum hari kiamat / > sebelum hari ajal kalau tidak punya penebusan akan diazab masuk neraka. Qs > 2:48 *Dan jagalah dirimu dari azab hari kiamat, yang pada hari itu > seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikitpun, dan begitu pula > tidak diterima syafaat dan tebusan dari padanya dan tidaklah mereka akan > ditolong. *Sangat jelas Alquran mengajarkan pertolongan sangat > diperlukan (Qs Al-Fatehah (1):5). Pertolongan itu harus dimiliki / diterima > sebelum hari kiamat. Karena pada hari kiamat pertolongan tidak diterima > lagi karena sudah terlambat. Ada tiga kata penting di Qs 2:48 > pertolongan, syafaat dan tebusan, semua kata ini berada dalam satu paket > yang tak dapat dipisahkan dlm Qs 2:48, berarti tebusan itu sangat > diperlukan sama seperti pertolongan dan syafaat. Footnote Alquran No.46 > Syafaat adalah usaha perantara untuk menghindarikan mudharat (azab). > Sedangkan penebus adalah perantara yang menghindarkan mudaharat. Sangat > jelas ayat Qs 2:48 ada bicarakan tentang penebus. Tapi sayang para Ustad > tidak mau menerima kenyataan ini, bahkan mengatakan tidak ada doktrin > penebusan dalam Alquran. Pada hal ada doktrin penebusan dalam Alquran dan > sangat jelas diayat Qs 2:48 tegaskan kalau tidak punya tebusan akan diazab > masuk neraka. Jadi milikilah penebusan sebelum hari kiamat, karena pada > hari kiamat tebusan tidak diterima lagi sebab sudah terlambat. > > *6)*. Ada Ustad yang katakan ayat Qs 2:48 itu bukan untuk kita sekarang > ini. Itu adalah untuk orang Israel pada zamannya, jadi jangan dipakai ayat > itu untuk kita sekarang ini. Mari kita gunakan test Qs 10:100 apa benar > ajaran Ustad ini. Allah akan murka kalau tidak pakai akal / tidak masuk > akal. Apakah masuk diakal Allah memberikan wahyu rencana keselamatan > berbeda-beda kepada setiap zaman? Atau berbeda-beda kepada setiap Nabi? > Ustad harus baca Qs 40:13 *Dan telah *disyariatkan* bagi kamu tentang > agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami > wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang Kami telah wasiatkan kepada > Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah > belah tentangnya.* Sangat jelas dan tegas Alquran tuliskan semua ajaran > keselamatan yang diwasiatkan kepada semua nabi adalah sama. Kenapa Ustad > ini mau membeda-bedakan dengan mengatakan Qs 2:48 adalah hanya untuk orang > Israel saja? Berdakwalah sesuai ajaran Alquran jangan berdakwa yang diluar > Alquran. Ayat yang lebih tegas lagi untuk Ustad yang membeda-bedakan wahyu > yang diwasiatkan kepada para nabi, Ustad harus baca Qs 33:62 *Sebagai > sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu sebelum > (mu) dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. > *Qs 48:23* Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, > kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan bagi sunnatulah itu. *Qs > 2:65 *Maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang > dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian serta menjadi pelajaran > bagi orang-orang yang bertakwa*. Jadi para Ustad janganlah > membeda-bedakan wahyu yang diwasiatkan Allah kepada para Nabi. Justru ayat > Qs 42:13 tegaskan harus ditegakkan jangan berpecah belah. Qs 23:53 yang > membeda-bedakan / yang pecah-belahkan adalah pengikutnya dan akan ada > resikonya, janganlah ikut mereka. Jadi Qs 2:48 adalah untuk orang-orang > dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kekmudian (yaitu kita sekarang ini) > serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwah (Qs 2:65). > > *7)*. Ada Ustad yang katakan, saya ini hanya mengumpul-kumpulkan ayat > Alquran agar membenarkan doktrin penebus. Apakah saya ini salah > mengumpulkan ayat-ayat demi untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki? Ustad > ini tidak mau meneliti lagi, dianggapnya semua ayat Alquran sudah > dikuasainya jadi tidak mau dapat masukkan lagi dari yang lain. Ustad ini > lupa: Belajarlah sampai kenegeri Cina. Berarti kita jangan berhenti > meneliti, kalau salah kita harus tinggalkan tapi kalau benar kita harus > terima demi keselamatan kita diakhirat nanti. Saya tidak mau jadi bebek > yang mengikuti apa kata Ustad tanpa meneliti apakah itu ajaran Alquran atau > ajaran tradisi yang masih diteruskannya. > > *8)*. Berhubung sudah sekian banyak berdiskusi tapi belum juga para Ustad > menerima doktrin penebusan yang ada dalam Alquran (sebenarnya sudah ada > beberapa Ustad yang sudah terima tapi masih malu-malu karena dianggap > murtad oleh kawannya), maka saya selalu tanyakan kepada para Ustad: Masih > adakah alternatif lain untuk menghindari hukuman Qs 4:14 tanpa penebus? > Kalau masih ada tunjukanlah, mari kita bahas bersama untuk mendapatkan > kebenaran yang hakiki. Sebenarnya saya tahu tidak ada lagi alternative lain > itu untuk menghindari hukuman Qs 4:14 tanpa penebus, karena satu-satunya > cara hanyalah menerima Penebus yang disediakan Allah. Dan kalau sudah > terbukti tidak ada lagi alternatif lain, kenapa tidak terima saja Qs 2:48 > itu? Adalah wajar kalau tidak ada jalan lain seharusnya terima saja jalan > yang ada yang disediakan Allah yaitu Penebus. > > *9)*. Sepanjang pengetahuan saya belajar Alquran, tidak terdapat satupun > ayat dalam Alquran yang melarang untuk terima doktrin Penebusan. Justru > yang ada bukan melarang tapi peringatkan tegas dari Allah bahwa kita harus > punya penebus kalau tidak akan diazab dihari kiamat Qs 2:48. Milikilah > penebus sebelum hari kiamat karena pada hari kiamat tidak diterima lagi > penebus karena sudah terlambat. Kenapa Ustad buat-buat larangan yang tidak > tertulis dalam Alquran? Dan yang lebih fatal lagi, melarang terima > penebusan tapi tidak diberikan jalan keluarnya / alternatif lain untuk > menghindari hukuman Qs 4:14. Yang benar aja dong !!!. Kalau melarang, > berikan alternatif lainnya. Jangan dibiarkan umat tidak mengetahuinya yang > pada akhirnya sesat diakhirat. > > *10)*. Seminar ini bukan mengajarkan ajaran Kristen. Ayat-ayat yang > dibahas adalah ayat Alquran. Jadi janganlah dulu dikaitkan dengan ajaran > Kristen. Karena menurut penelitian ada banyak ajaran Kristen sekarang yang > pada umumnya salah / tidak benar. Jadi seminar ini dikhususkan dulu pada > ayat-ayat Alquran, bukan untuk dibandingkan dengan ajaran Kristen. Kalau > sudah yakin dan terima bahwa benar ada doktrin penebusan dalam Alquran, > barulah kita masuk pada penelitian berikut, siapakah si penebus yang > disediakan Allah itu. Tentu tidaklah berguna untuk membahas siapakah > sipenebus itu kalau belum terima bahwa sebenarnya ada doktrin penebus dalam > Alquran. Kalau memang tidak ada dokktrin penebusan dalam Alquran apa > gunanya membahas siapa penebus itu yang tidak ada. Jadi sebelum terima > bahwa ada penebus dalam Alquran, membahas siapa penebus itu tidak ada > gunanya. Kalau sesuatu yang dianggap tidak ada percuma membahasnya terus, > orang Jakarta katakan sama aja bohong. Jadi pembahasan siapakah > sipenebus itu, kita simpan dulu nanti dibahas pada seminar berikut. Untuk > sekarang ini kita pastikan dulu apa benar ada penebus atau tidak. Itulah > sebabnya dalam diskusi-diskusi saya kepada para Ustad selalu saya katakan, > kalau Ustad mempunyai altlernatif lain untuk menghindari hukuman Qs 4:14 > tanpa penebus, tolong diberikan untuk kita bahas bersama agar kebenaran > yang hakiki kita dapatkan. > > Semoga usulan diseminarkan di UIN (Universitas Islam Negeri) persoalan > diatas ini, dapat terlaksana demi keselamatan umat diakhirat nanti. > > Wasalamualaikum Wr. Wb, > *Robert P. Walean, Sr* > *Peneliti - Last Events Duty Ministry* > *HP (SMS) 0818645227* > *e-mail **[email protected]* <[email protected]>** > > Surat ini sudah dikirim keseluruh UIN (Universitas Islam Negeri) dan IAIN > (Institute Agama Islam Negeri): > UIN Syarif Hidayatullah > Jakarta<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Syarif_Hidayatullah_Jakarta>, > di Jakarta IAIN Ar Raniry, di Banda Aceh > UIN Alauddin Makassar <http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Alauddin_Makassar>, > di Makassar IAIN Sumatra Utara, di > Medan > UIN Maulana Malik Ibrahim > Malang<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Maulana_Malik_Ibrahim_Malang>, > di Malang IAIN Imam Bonjol, di Padang > UIN Sunan Gunung Djati<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Sunan_Gunung_Djati>, > di Bandung IAIN Antasari, di Banjarmasin > > UIN Sunan Kalijaga <http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Sunan_Kalijaga>, di > Yogyakarta IAIN Sultan Thaha Sarifuddin, di > Jambi > UIN Sultan Syarif Kasim > Riau<http://id.wikipedia.org/wiki/UIN_Sultan_Syarif_Kasim_Riau>, > di Pekanbaru IAIN Raden Fatah, di Palembang > UIN Walisongo, di Semarang dan > seterusnya di IAIN, IAIN > > Dan Seluruh Universitas Islam Swasta seperti: > Universitas Al-Azhar Indonesia, di Jakarta > Universitas Paramadina, di Jakarta > > dan Seluruh Perguruan Tinggi Islam, di Indonesia > > juga ke Islamic Centre di Jakartka dan Tanggerang > > Dan pimpinan Pusat Nahdhatul Ulama dan Muhamadia di Jakarta. > > Kepada yang merasa terpanggil untuk turut memberikan pendapat dalam > membahas topik ini tapi tak sempat hadir di Seminar, boleh membahasnya via > e-mail [email protected] atau via SMS HP 0818645227. Mohon yang > dibahas difokuskan kepada point per point no. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, > 10. Jangan dibahas yang diluar point tersebut. Karena kalau dibahas yang > bukan point tersebut akan melebar kepada topik yang nanti akan dibahas > berikut. Perlu diperhatikan Seminar ini bukan membahas ayat Alkitab, > Seminar ini membahas khusus ayat Alquran. Jadi jangan dulu dikaitkan > atau dibandingkan dengan ayat Alkitab supaya terfokus hanya kepada ayat > Alquran. Yaitu khusus pada topik: Bagaimana caranya menghindari hukuman Qs > An-Nissa (4):14? > > -=RPW=- > > Kepada yang berminat memiliki kumpulan ayat-ayat Alquran tentang Penebusan > dalam Alquran, boleh pesan ke Last Events Duty Ministry via HP (SMS) > 0818645227. > * * > *Tambahan penting:* > > Ada Ustad bertanya : Apakah nabi Muhammad saw dan kawan-kawannya masuk > surga karena percaya pada Penebusan? > > Jawabnya: Ya !. Benar !. Karena mereka percaya dan menjalankan Qurban > Penebusan Qs 37:107 dan yakin bahwa darah dan daging Qurban itu tidak > menyelamatkan kecuali takwa (Qs 22:37). Apa artinya takwa? Takwa artinya > patuhi perintah Allah dan RasulNya. Salah satu perintah Allah Qs 2:48 > *Jagalah > dirimu agar tidak di azab dihari kiamat* karena tebusan tidak diterima > lagi dihari kiamat /dihari ajal. Tebusan harus diterima / dimiliki sebelum > hari kiamat / hari sebelum ajal, kalau tidak punya tebusan dihari kiamat > akan > di azab masuk neraka. > > Pertanyaan balik kepada Ustad: Apakah ada larangan dalam Alquran untuk > terima penebusan? > Jawabnya: Tidak !. Tidak ada!. Terbukti tidak ada larangan dalam Alquran > untuk terima penebusan. Mengapa Ustad melarang umat menerima ajaran > penebusan? Justru Alquran bukan melarangnya tapi memperingati *Jagalah > dirimu dihari kiamat,* kita harus *sudah* punya penebus (berarti sebelum > hari kiamat), kalau tidak akan di azab masuk neraka (Qs 2:48). > > Penting diperhatikan: Qs 6:104 janganlah sampai mudharat menimpa karena > sudah diperingati tapi tidak digubris !!! dan Penting Ustad ketahui bahwa > keterangan ini bukan diambil dari ayat Alkitab. Ini diambil dari asli ayat > Alquran yang membuktikan Qs 42:13 adalah sungguh benar. Alhamdulilah !!!. > > *Last Events Duty Ministry* > HP (SMS) 0818645227 > > > **** > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
