Hadisnya sahih, makanya ahli Islam di Al Azhar bs ngeluarin fatwa yg sesuai spy cewek bs kerja 1 kantr dgn cowok yg sebelumnya bukan muhrimnya.
Kalo diperhatikan, ada bejibun hadis2 dan ayat2 bejad dan/atau konyol, orang2 Islam aja yg ga punya kejujuran unt mengakui kebejadan dan kekonyolan ajarannya tsb. 2013/8/2 Tawangalun <[email protected]> > > Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik yang > > memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria > muda > > yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat > > terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana > > istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini > > menceritakannya secara terperinci. > > > > Sahih Muslim > > Buku 008, Nomor 3424: > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla bint > > Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku > > melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim > (yang > > adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul > > Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya > harus > > menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa? Utusan Allah (SAW) > > tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria muda. > > Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi > > dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn Umar (perkataannya adalah): > Utusan > > Allah (SAW) tertawa. > > Buku 008, Nomor 3425: > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Salim, budak > > Abu Hudhaifa yang telah dimerdekakan, tinggal dengannya dan keluarganya > > dalam rumah mereka. Ia (yaitu anak perempuan Suhail menemui Rasul Allah > > (SAW) dan berkata: Salim telah mencapai (pubertas) seperti halnya pria > > dewasa, dan ia mengerti apa yang mereka mengerti, dan ia masuk ke rumah > > kami dengan bebas, bagaimanapun, aku melihat ada sesuatu (yang > mendatangkan > > kemarahan) di hati Abu Hudhaifa, dan Rasul Allah (SAW) berkata kepadanya: > > Susuilah dia dan kamu akan menjadi haram baginya, dan (kemarahan) yang > > dirasakan Abu Hudhaifa dalam hatinya akan hilang. Ia pulang dan berkata: > > Jadi aku menyusuinya, dan apa (yang ada) di hati Abu Hudhaifa menghilang. > > Buku 008, Nomor 3427: > > Umm Salama berkata kepada Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya): > > Seorang remaja pria di ambang pubertas datang kepadamu. Bagaimanapun, aku > > tidak suka ia mendatangiku, dan Aisha (kiranya Allah berkenan > kepadanya) > > berkata: Tidakkah engkau melihat dalam diri Utusan Allah (SAW) sebuah > > teladan untukmu? Ia juga berkata: Istri Abu Hudhaifa berkata: Wahai > Utusan > > Allah, Salim datang kepadaku dan sekarang ia adalah seorang (dewasa), dan > > ada sesuatu yang (membuat marah) dalam pikiran Abu Hudhaifa mengenai dia, > > dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah dia (sehingga ia menjadi anak > > asuhmu), dan dengan demikian ia dapat datang kepadamu (dengan bebas). > > Buku 008, Nomor 3428: > > Zainab anak perempuan Abu Salama mengisahkan: Aku mendengar Umm Salama, > > istri Rasul Allah (SAW) berkata kepada Aisha: Demi Allah, aku tidak > suka > > terlihat oleh seorang remaja pria yang telah melewati masa pengasuhan, > dan > > ia (Aisha) berkata: Mengapa demikian? Sahla anak perempuan Suhail > menemui > > Utusan Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku bersumpah demi > > Allah bahwa aku melihat di wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kemarahan) > saat > > Salim masuk (ke dalam rumah), dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah > dia. > > Ia (Sahla bint Suhail) berkata: Ia berjanggut. Tetapi nabi (sekali lagi) > > berkata: Susuilah dia, dan itu akan menghilangkan (ekspresi kemarahan) > yang > > ada di wajah Abu Hudhaifa. Ia berkata: (Aku melakukannya) dan, demi > Allah, > > aku tidak lagi melihat (tanda-tanda kemarahan) di wajah Abu Hudhaifa. > > Muwatta Imam Malik > > Buku 30, Nomor 30.1.8: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari nafi bahwa Safiyya bint Abi > > Ubayd mengatakan padanya bahwa Hafsa, umm al-muminin, mengutus Asim ibn > > Abdullah ibn Sad kepada saudarinya Fatima bint Umar ibn al-Khattab agar > > disusuinya sepuluh kali sehingga ia dapat masuk untuk melihatnya. Ia > > melakukannya, sehingga ia dapat masuk untuk menemuinya (perempuan itu). > > Buku 30, Nomor 30.2.12: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia ditanyai > > mengenai menyusui orang yang lebih tua. Ia berkata: Urwa ibn az-Zubayr > > memberitahuku bahwa Abu Hudhayfa ibn Utba ibn Rabia, salah seorang > sahabat > > Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, yang hadir > > di Badr, mengadopsi Salim (yang disebut Salim, mawla dari Abu Hudhayfa) > > seperti Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, > > mengadopsi Zayd ibn Haritha. Ia menganggapnya sebagai putranya, dan Abu > > Hudhayfa menikahkannya dengan saudara perempuan dari saudara > laki-lakinya, > > Fatima bint al-Walid ibn Utba ibn Rabia, yang pada waktu itu ada di > antara > > orang-orang yang hijrah pertama. Ia adalah salah seorang wanita lajang > yang > > terbaik dari (kaum) Quraysh. Ketika Allah Yang Maha Terpuji menurunkan > > dalam kitab-Nya apa yang diwahyukan-Nya mengenai Zayd ibn Haritha, > > Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama > bapak-bapak > > mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak > > mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) > > saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu (Sura 33:5) orang-orang > dalam > > posisi ini ditelusuri kembali kepada para bapa mereka. bila ayahnya tidak > > diketahui, mereka ditelusuri kepada maula mereka. > > > > Sahla bint Suhayl yang adalah istri dari Abu hudhayfa, dan seorang dari > > suku Amr ibn Luayy, menemui utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan > > mengaruniakannya damai, dan berkata, Wahai Utusan Allah! Kami menganggap > > Salim sebagai anak dan ia masuk untuk melihatku sedang aku tidak > > berkerudung. Kami hanya mempunyai satu kamar, jadi apa pendapatmu > mengenai > > situasi ini? Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya > > damai, berkata, Berilah ia minum lima kali dari susumu dan ia akan > menjadi > > muhrim dengan itu. Ia kemudian memandangnya sebagai anak asuh. Aisha > umm > > al-muminin mengambil hal itu sebagai preseden untuk pria manapun yang ia > > inginkan agar dapat menemuinya. Ia memerintahkan saudarinya, Umm Kulthum > > bint Abi Bakr as-Siddiq dan putri-putri saudara laki-lakinya untuk > menyusui > > pria manapun yang ia inginkan untuk menemuinya. Para istri Nabi, semoga > > Allah memberkatinya dan memberinya damai, menolak membiarkan siapapun > > menemui mereka dengan cara menyusui seperti itu. Mereka berkata, Tidak! > > Demi Allah! Menurut kami apa yang diperintahkan Utusan Allah (SAW) untuk > > dilakukan Sahla bint Suhayl hanyalah sebuah pelepasan berkenaan menyusui > > Salim. Tidak! Demi Allah! Tidak seorangpun boleh mendatangi kami dengan > > menyusui seperti itu! > > Inilah yang dipikirkan para istri Nabi (SAW) mengenai menyusui orang > yang > > lebih tua. > > > > Buku 30, Nomor 30.2.13: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik bahwa Abdullah ibn Dinar berkata, > > Seorang pria menemui Abdullah ibn Umar ketika aku bersamanya di suatu > > tempat dimana penghakiman diberikan dan menanyainya tentang menyusui > orang > > yang lebih tua. Abdullah ibn Umar menjawab, Seorang pria menemui Umar > ibn > > al-Khattab dan berkata, aku mempunyai seorang budak perempuan dan aku > > biasa berhubungan badan dengannya. Istriku pergi kepadanya dan > menyusuinya. > > Ketika aku menemui gadis itu, istriku mengatakan padaku agar > berhati-hati, > > karena ia telah menyusuinya! Umar mengatakan kepadanya UNTUK MEMUKULI > > ISTRINYA dan menemui budak perempuan itu karena persaudaraan melalui > > menyusui hanyalah melalui menyusui yang lebih muda. > > > > Buku 30, Nomor 30.2.14: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa seorang > > pria berkata kepada Abu Musa al-Ashari, Aku minum susu dari payudara > > istriku dan susu itu masuk ke dalam perutku. Abu Musa berkata, aku > hanya > > berpendapat bahwa ia haram bagimu. Abdullah ibn Masud berkata, Lihatlah > > pendapat apa yang kau berikan kepada orang itu. Abu Musa berkata, lalu > > apa pendapatmu? Abdullah ibn Masud berkata, Persaudaraan melalui > menyusui > > hanya ada dalam dua tahun pertama. Abu Musa berkata, Jangan tanyai aku > > apapun sementara orang terpelajar ini ada di antara kamu. > > > > Marilah kita menyimpulkan data yang ada. > > Muhammad memerintahkan seorang wanita yang sudah menikah untuk menyusui > > anak adopsi suaminya, walaupun faktanya anak laki-laki itu telah mencapai > > pubertas. > > Aisha mengambil hal ini sebagai sarana agar ia dapat menyusui laki-laki > > yang ia inginkan untuk mempuyai akses kepadanya. > > Aisha menasehatkan saudarinya dan keponakan-keponakannya untuk melakukan > > hal yang sama sehingga mengijinkan pria-pria untuk menemui mereka. > > Istri-istri Muhammad menentang praktik ini, mengklaim bahwa Muhammad > > memerintahkan hal ini hanya untuk Sahla. > > Orang-orang lain seperti Umar dan Ibn Masud menyatakan bahwa kekerabatan > > dibatasi dengan menyusui seorang anak selama dua tahun pertama. Setelah > > itu, susu hanya menjadi makanan bagi anak. > > Umar memerintahkan seorang pria untuk memukuli istrinya karena telah > > menyusui seorang budak perempuan dengan tujuan menjadikan budak perempuan > > itu haram bagi suaminya. > > Apapun interpretasi Aisha, Umar dan Ibn Masud terhadap perintah Muhammad > > kemudian (benar atau tidak), faktanya Muhammad memerintahkan seorang > wanita > > untuk menyusui seorang pria muda, dan ini adalah praktik yang memalukan > dan > > menjijikkan. > > > > Islam Dan Praktik Netekin Orang Dewasa > > Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik yang > > memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria > muda > > yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat > > terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana > > istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini > > menceritakannya secara terperinci. > > Sahih Muslim > > > > Buku 008, Nomor 3424: > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla bint > > Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku > > melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim > (yang > > adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul > > Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya > harus > > menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa? Utusan Allah (SAW) > > tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria muda. > > Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi > > dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn Umar (perkataannya adalah): > Utusan > > Allah (SAW) tertawa. > > > > Buku 008, Nomor 3425: > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Salim, budak > > Abu Hudhaifa yang telah dimerdekakan, tinggal dengannya dan keluarganya > > dalam rumah mereka. Ia (yaitu anak perempuan Suhail menemui Rasul Allah > > (SAW) dan berkata: Salim telah mencapai (pubertas) seperti halnya pria > > dewasa, dan ia mengerti apa yang mereka mengerti, dan ia masuk ke rumah > > kami dengan bebas, bagaimanapun, aku melihat ada sesuatu (yang > mendatangkan > > kemarahan) di hati Abu Hudhaifa, dan Rasul Allah (SAW) berkata kepadanya: > > Susuilah dia dan kamu akan menjadi haram baginya, dan (kemarahan) yang > > dirasakan Abu Hudhaifa dalam hatinya akan hilang. Ia pulang dan berkata: > > Jadi aku menyusuinya, dan apa (yang ada) di hati Abu Hudhaifa menghilang. > > > > Buku 008, Nomor 3427: > > Umm Salama berkata kepada Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya): > > Seorang remaja pria di ambang pubertas datang kepadamu. Bagaimanapun, aku > > tidak suka ia mendatangiku, dan Aisha (kiranya Allah berkenan > kepadanya) > > berkata: Tidakkah engkau melihat dalam diri Utusan Allah (SAW) sebuah > > teladan untukmu? Ia juga berkata: Istri Abu Hudhaifa berkata: Wahai > Utusan > > Allah, Salim datang kepadaku dan sekarang ia adalah seorang (dewasa), dan > > ada sesuatu yang (membuat marah) dalam pikiran Abu Hudhaifa mengenai dia, > > dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah dia (sehingga ia menjadi anak > > asuhmu), dan dengan demikian ia dapat datang kepadamu (dengan bebas). > > > > Buku 008, Nomor 3428: > > Zainab anak perempuan Abu Salama mengisahkan: Aku mendengar Umm Salama, > > istri Rasul Allah (SAW) berkata kepada Aisha: Demi Allah, aku tidak > suka > > terlihat oleh seorang remaja pria yang telah melewati masa pengasuhan, > dan > > ia (Aisha) berkata: Mengapa demikian? Sahla anak perempuan Suhail > menemui > > Utusan Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku bersumpah demi > > Allah bahwa aku melihat di wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kemarahan) > saat > > Salim masuk (ke dalam rumah), dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah > dia. > > Ia (Sahla bint Suhail) berkata: Ia berjanggut. Tetapi nabi (sekali lagi) > > berkata: Susuilah dia, dan itu akan menghilangkan (ekspresi kemarahan) > yang > > ada di wajah Abu Hudhaifa. Ia berkata: (Aku melakukannya) dan, demi > Allah, > > aku tidak lagi melihat (tanda-tanda kemarahan) di wajah Abu Hudhaifa. > > Muwatta Imam Malik > > > > Buku 30, Nomor 30.1.8: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari nafi bahwa Safiyya bint Abi > > Ubayd mengatakan padanya bahwa Hafsa, umm al-muminin, mengutus Asim ibn > > Abdullah ibn Sad kepada saudarinya Fatima bint Umar ibn al-Khattab agar > > disusuinya sepuluh kali sehingga ia dapat masuk untuk melihatnya. Ia > > melakukannya, sehingga ia dapat masuk untuk menemuinya (perempuan itu). > > > > Buku 30, Nomor 30.2.12: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia ditanyai > > mengenai menyusui orang yang lebih tua. Ia berkata: Urwa ibn az-Zubayr > > memberitahuku bahwa Abu Hudhayfa ibn Utba ibn Rabia, salah seorang > sahabat > > Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, yang hadir > > di Badr, mengadopsi Salim (yang disebut Salim, mawla dari Abu Hudhayfa) > > seperti Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, > > mengadopsi Zayd ibn Haritha. Ia menganggapnya sebagai putranya, dan Abu > > Hudhayfa menikahkannya dengan saudara perempuan dari saudara > laki-lakinya, > > Fatima bint al-Walid ibn Utba ibn Rabia, yang pada waktu itu ada di > antara > > orang-orang yang hijrah pertama. Ia adalah salah seorang wanita lajang > yang > > terbaik dari (kaum) Quraysh. Ketika Allah Yang Maha Terpuji menurunkan > > dalam kitab-Nya apa yang diwahyukan-Nya mengenai Zayd ibn Haritha, > > Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama > bapak-bapak > > mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak > > mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) > > saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu (Sura 33:5) orang-orang > dalam > > posisi ini ditelusuri kembali kepada para bapa mereka. bila ayahnya tidak > > diketahui, mereka ditelusuri kepada maula mereka. > > > > Sahla bint Suhayl yang adalah istri dari Abu hudhayfa, dan seorang dari > > suku Amr ibn Luayy, menemui utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan > > mengaruniakannya damai, dan berkata, Wahai Utusan Allah! Kami menganggap > > Salim sebagai anak dan ia masuk untuk melihatku sedang aku tidak > > berkerudung. Kami hanya mempunyai satu kamar, jadi apa pendapatmu > mengenai > > situasi ini? Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya > > damai, berkata, Berilah ia minum lima kali dari susumu dan ia akan > menjadi > > muhrim dengan itu. Ia kemudian memandangnya sebagai anak asuh. Aisha > umm > > al-muminin mengambil hal itu sebagai preseden untuk pria manapun yang ia > > inginkan agar dapat menemuinya. Ia memerintahkan saudarinya, Umm Kulthum > > bint Abi Bakr as-Siddiq dan putri-putri saudara laki-lakinya untuk > menyusui > > pria manapun yang ia inginkan untuk menemuinya. Para istri Nabi, semoga > > Allah memberkatinya dan memberinya damai, menolak membiarkan siapapun > > menemui mereka dengan cara menyusui seperti itu. Mereka berkata, Tidak! > > Demi Allah! Menurut kami apa yang diperintahkan Utusan Allah (SAW) untuk > > dilakukan Sahla bint Suhayl hanyalah sebuah pelepasan berkenaan menyusui > > Salim. Tidak! Demi Allah! Tidak seorangpun boleh mendatangi kami dengan > > menyusui seperti itu! > > Inilah yang dipikirkan para istri Nabi (SAW) mengenai menyusui orang > yang > > lebih tua. > > > > Buku 30, Nomor 30.2.13: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik bahwa Abdullah ibn Dinar berkata, > > Seorang pria menemui Abdullah ibn Umar ketika aku bersamanya di suatu > > tempat dimana penghakiman diberikan dan menanyainya tentang menyusui > orang > > yang lebih tua. Abdullah ibn Umar menjawab, Seorang pria menemui Umar > ibn > > al-Khattab dan berkata, aku mempunyai seorang budak perempuan dan aku > > biasa berhubungan badan dengannya. Istriku pergi kepadanya dan > menyusuinya. > > Ketika aku menemui gadis itu, istriku mengatakan padaku agar > berhati-hati, > > karena ia telah menyusuinya! Umar mengatakan kepadanya UNTUK MEMUKULI > > ISTRINYA dan menemui budak perempuan itu karena persaudaraan melalui > > menyusui hanyalah melalui menyusui yang lebih muda. > > > > Buku 30, Nomor 30.2.14: > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa seorang > > pria berkata kepada Abu Musa al-Ashari, Aku minum susu dari payudara > > istriku dan susu itu masuk ke dalam perutku. Abu Musa berkata, aku > hanya > > berpendapat bahwa ia haram bagimu. Abdullah ibn Masud berkata, Lihatlah > > pendapat apa yang kau berikan kepada orang itu. Abu Musa berkata, lalu > > apa pendapatmu? Abdullah ibn Masud berkata, Persaudaraan melalui > menyusui > > hanya ada dalam dua tahun pertama. > > Abu Musa berkata, Jangan tanyai aku apapun sementara orang terpelajar > ini > > ada di antara kamu. > > Marilah kita menyimpulkan data yang ada. > > Muhammad memerintahkan seorang wanita yang sudah menikah untuk menyusui > > anak adopsi suaminya, walaupun faktanya anak laki-laki itu telah mencapai > > pubertas. > > Aisha mengambil hal ini sebagai sarana agar ia dapat menyusui laki-laki > > yang ia inginkan untuk mempuyai akses kepadanya. > > Aisha menasehatkan saudarinya dan keponakan-keponakannya untuk melakukan > > hal yang sama sehingga mengijinkan pria-pria untuk menemui mereka. > > Istri-istri Muhammad menentang praktik ini, mengklaim bahwa Muhammad > > memerintahkan hal ini hanya untuk Sahla. > > > > Orang-orang lain seperti Umar dan Ibn Masud menyatakan bahwa kekerabatan > > dibatasi dengan menyusui seorang anak selama dua tahun pertama. Setelah > > itu, susu hanya menjadi makanan bagi anak. > > Umar memerintahkan seorang pria untuk memukuli istrinya karena telah > > menyusui seorang budak perempuan dengan tujuan menjadikan budak perempuan > > itu haram bagi suaminya. > > Apapun interpretasi Aisha, Umar dan Ibn Masud terhadap perintah Muhammad > > kemudian (benar atau tidak), faktanya Muhammad memerintahkan seorang > wanita > > untuk menyusui seorang pria muda, dan ini adalah praktik yang memalukan > dan > > menjijikkan. > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > Post message: [email protected] > Subscribe : [email protected] > Unsubscribe : [email protected] > List owner : [email protected] > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
