kata orang islam, orang kapir hidayahnya belom terbuka.... betapa enaknya
nete ama yg bukan muhrim.....gitu katanya...hwakakakakakakakakakakakak......


2013/8/2 itemabu2 <[email protected]>

> Hadisnya sahih, makanya ahli Islam di Al Azhar bs ngeluarin fatwa yg sesuai
> spy cewek bs kerja 1 kantr dgn cowok yg sebelumnya bukan muhrimnya.
>
> Kalo diperhatikan, ada bejibun hadis2 dan ayat2 bejad dan/atau konyol,
> orang2 Islam aja yg ga punya kejujuran unt mengakui kebejadan dan
> kekonyolan ajarannya tsb.
>
>
>
> 2013/8/2 Tawangalun <[email protected]>
>
> > > Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik
> yang
> > > memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria
> > muda
> > > yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat
> > > terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana
> > > istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini
> > > menceritakannya secara terperinci.
> > >
> > > Sahih Muslim
> > > Buku 008, Nomor 3424:
> > > ‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla
> bint
> > > Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku
> > > melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim
> > (yang
> > > adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul
> > > Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya
> > harus
> > > menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa? Utusan Allah (SAW)
> > > tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria
> muda.
> > > ‘Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi
> > > dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn ‘Umar (perkataannya adalah):
> > Utusan
> > > Allah (SAW) tertawa.
> > > Buku 008, Nomor 3425:
> > > ‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Salim,
> budak
> > > Abu Hudhaifa yang telah dimerdekakan, tinggal dengannya dan keluarganya
> > > dalam rumah mereka. Ia (yaitu anak perempuan Suhail menemui Rasul Allah
> > > (SAW) dan berkata: Salim telah mencapai (pubertas) seperti halnya pria
> > > dewasa, dan ia mengerti apa yang mereka mengerti, dan ia masuk ke rumah
> > > kami dengan bebas, bagaimanapun, aku melihat ada sesuatu (yang
> > mendatangkan
> > > kemarahan) di hati Abu Hudhaifa, dan Rasul Allah (SAW) berkata
> kepadanya:
> > > Susuilah dia dan kamu akan menjadi haram baginya, dan (kemarahan) yang
> > > dirasakan Abu Hudhaifa dalam hatinya akan hilang. Ia pulang dan
> berkata:
> > > Jadi aku menyusuinya, dan apa (yang ada) di hati Abu Hudhaifa
> menghilang.
> > > Buku 008, Nomor 3427:
> > > Umm Salama berkata kepada ‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya):
> > > Seorang remaja pria di ambang pubertas datang kepadamu. Bagaimanapun,
> aku
> > > tidak suka ia mendatangiku, dan ‘A’isha (kiranya Allah berkenan
> > kepadanya)
> > > berkata: Tidakkah engkau melihat dalam diri Utusan Allah (SAW) sebuah
> > > teladan untukmu? Ia juga berkata: Istri Abu Hudhaifa berkata: Wahai
> > Utusan
> > > Allah, Salim datang kepadaku dan sekarang ia adalah seorang (dewasa),
> dan
> > > ada sesuatu yang (membuat marah) dalam pikiran Abu Hudhaifa mengenai
> dia,
> > > dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah dia (sehingga ia menjadi anak
> > > asuhmu), dan dengan demikian ia dapat datang kepadamu (dengan bebas).
> > > Buku 008, Nomor 3428:
> > > Zainab anak perempuan Abu Salama mengisahkan: Aku mendengar Umm Salama,
> > > istri Rasul Allah (SAW) berkata kepada ‘A’isha: Demi Allah, aku tidak
> > suka
> > > terlihat oleh seorang remaja pria yang telah melewati masa pengasuhan,
> > dan
> > > ia (‘A’isha) berkata: Mengapa demikian? Sahla anak perempuan Suhail
> > menemui
> > > Utusan Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku bersumpah demi
> > > Allah bahwa aku melihat di wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kemarahan)
> > saat
> > > Salim masuk (ke dalam rumah), dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah
> > dia.
> > > Ia (Sahla bint Suhail) berkata: Ia berjanggut. Tetapi nabi (sekali
> lagi)
> > > berkata: Susuilah dia, dan itu akan menghilangkan (ekspresi kemarahan)
> > yang
> > > ada di wajah Abu Hudhaifa. Ia berkata: (Aku melakukannya) dan, demi
> > Allah,
> > > aku tidak lagi melihat (tanda-tanda kemarahan) di wajah Abu Hudhaifa.
> > > Muwatta Imam Malik
> > > Buku 30, Nomor 30.1.8:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari nafi bahwa Safiyya bint Abi
> > > Ubayd mengatakan padanya bahwa Hafsa, umm al-muminin, mengutus Asim ibn
> > > Abdullah ibn Sad kepada saudarinya Fatima bint Umar ibn al-Khattab agar
> > > disusuinya sepuluh kali sehingga ia dapat masuk untuk melihatnya. Ia
> > > melakukannya, sehingga ia dapat masuk untuk menemuinya (perempuan itu).
> > > Buku 30, Nomor 30.2.12:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia ditanyai
> > > mengenai menyusui orang yang lebih tua. Ia berkata: ”Urwa ibn az-Zubayr
> > > memberitahuku bahwa Abu Hudhayfa ibn Utba ibn Rabia, salah seorang
> > sahabat
> > > Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, yang
> hadir
> > > di Badr, mengadopsi Salim (yang disebut Salim, mawla dari Abu Hudhayfa)
> > > seperti Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai,
> > > mengadopsi Zayd ibn Haritha. Ia menganggapnya sebagai putranya, dan Abu
> > > Hudhayfa menikahkannya dengan saudara perempuan dari saudara
> > laki-lakinya,
> > > Fatima bint al-Walid ibn Utba ibn Rabia, yang pada waktu itu ada di
> > antara
> > > orang-orang yang hijrah pertama. Ia adalah salah seorang wanita lajang
> > yang
> > > terbaik dari (kaum) Quraysh. Ketika Allah Yang Maha Terpuji menurunkan
> > > dalam kitab-Nya apa yang diwahyukan-Nya mengenai Zayd ibn Haritha,
> > > ‘Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama
> > bapak-bapak
> > > mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak
> > > mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai)
> > > saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu’ (Sura 33:5) orang-orang
> > dalam
> > > posisi ini ditelusuri kembali kepada para bapa mereka. bila ayahnya
> tidak
> > > diketahui, mereka ditelusuri kepada maula mereka.
> > >
> > > “Sahla bint Suhayl yang adalah istri dari Abu hudhayfa, dan seorang
> dari
> > > suku Amr ibn Luayy, menemui utusan Allah, semoga Allah memberkatinya
> dan
> > > mengaruniakannya damai, dan berkata, ‘Wahai Utusan Allah! Kami
> menganggap
> > > Salim sebagai anak dan ia masuk untuk melihatku sedang aku tidak
> > > berkerudung. Kami hanya mempunyai satu kamar, jadi apa pendapatmu
> > mengenai
> > > situasi ini?’ Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya
> > > damai, berkata, ‘Berilah ia minum lima kali dari susumu dan ia akan
> > menjadi
> > > muhrim dengan itu’. Ia kemudian memandangnya sebagai anak asuh. A’isha
> > umm
> > > al-muminin mengambil hal itu sebagai preseden untuk pria manapun yang
> ia
> > > inginkan agar dapat menemuinya. Ia memerintahkan saudarinya, Umm
> Kulthum
> > > bint Abi Bakr as-Siddiq dan putri-putri saudara laki-lakinya untuk
> > menyusui
> > > pria manapun yang ia inginkan untuk menemuinya. Para istri Nabi, semoga
> > > Allah memberkatinya dan memberinya damai, menolak membiarkan siapapun
> > > menemui mereka dengan cara menyusui seperti itu. Mereka berkata,
> ‘Tidak!
> > > Demi Allah! Menurut kami apa yang diperintahkan Utusan Allah (SAW)
> untuk
> > > dilakukan Sahla bint Suhayl hanyalah sebuah pelepasan berkenaan
> menyusui
> > > Salim. Tidak! Demi Allah! Tidak seorangpun boleh mendatangi kami dengan
> > > menyusui seperti itu!’
> > > “Inilah yang dipikirkan para istri Nabi (SAW) mengenai menyusui orang
> > yang
> > > lebih tua”.
> > >
> > > Buku 30, Nomor 30.2.13:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik bahwa Abdullah ibn Dinar berkata,
> > > “Seorang pria menemui Abdullah ibn Umar ketika aku bersamanya di suatu
> > > tempat dimana penghakiman diberikan dan menanyainya tentang menyusui
> > orang
> > > yang lebih tua. Abdullah ibn Umar menjawab, ‘Seorang pria menemui Umar
> > ibn
> > > al-Khattab dan berkata, ‘aku mempunyai seorang budak perempuan dan aku
> > > biasa berhubungan badan dengannya. Istriku pergi kepadanya dan
> > menyusuinya.
> > > Ketika aku menemui gadis itu, istriku mengatakan padaku agar
> > berhati-hati,
> > > karena ia telah menyusuinya!’ Umar mengatakan kepadanya UNTUK MEMUKULI
> > > ISTRINYA dan menemui budak perempuan itu karena persaudaraan melalui
> > > menyusui hanyalah melalui menyusui yang lebih muda’”.
> > >
> > > Buku 30, Nomor 30.2.14:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa seorang
> > > pria berkata kepada Abu Musa al-Ashari, “Aku minum susu dari payudara
> > > istriku dan susu itu masuk ke dalam perutku”. Abu Musa berkata, “aku
> > hanya
> > > berpendapat bahwa ia haram bagimu”. Abdullah ibn Masud berkata,
> “Lihatlah
> > > pendapat apa yang kau berikan kepada orang itu”. Abu Musa berkata,
> “lalu
> > > apa pendapatmu?” Abdullah ibn Masud berkata, “Persaudaraan melalui
> > menyusui
> > > hanya ada dalam dua tahun pertama”. Abu Musa berkata, “Jangan tanyai
> aku
> > > apapun sementara orang terpelajar ini ada di antara kamu”.
> > >
> > > Marilah kita menyimpulkan data yang ada.
> > > Muhammad memerintahkan seorang wanita yang sudah menikah untuk menyusui
> > > anak adopsi suaminya, walaupun faktanya anak laki-laki itu telah
> mencapai
> > > pubertas.
> > > Aisha mengambil hal ini sebagai sarana agar ia dapat menyusui laki-laki
> > > yang ia inginkan untuk mempuyai akses kepadanya.
> > > Aisha menasehatkan saudarinya dan keponakan-keponakannya untuk
> melakukan
> > > hal yang sama sehingga mengijinkan pria-pria untuk menemui mereka.
> > > Istri-istri Muhammad menentang praktik ini, mengklaim bahwa Muhammad
> > > memerintahkan hal ini hanya untuk Sahla.
> > > Orang-orang lain seperti Umar dan Ibn Masud menyatakan bahwa
> kekerabatan
> > > dibatasi dengan menyusui seorang anak selama dua tahun pertama. Setelah
> > > itu, susu hanya menjadi makanan bagi anak.
> > > Umar memerintahkan seorang pria untuk memukuli istrinya karena telah
> > > menyusui seorang budak perempuan dengan tujuan menjadikan budak
> perempuan
> > > itu haram bagi suaminya.
> > > Apapun interpretasi Aisha, Umar dan Ibn Masud terhadap perintah
> Muhammad
> > > kemudian (benar atau tidak), faktanya Muhammad memerintahkan seorang
> > wanita
> > > untuk menyusui seorang pria muda, dan ini adalah praktik yang memalukan
> > dan
> > > menjijikkan.
> > >
> > > Islam Dan Praktik Netekin Orang Dewasa
> > > Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik
> yang
> > > memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria
> > muda
> > > yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat
> > > terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana
> > > istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini
> > > menceritakannya secara terperinci.
> > > Sahih Muslim
> > >
> > > Buku 008, Nomor 3424:
> > > ‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla
> bint
> > > Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku
> > > melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim
> > (yang
> > > adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul
> > > Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya
> > harus
> > > menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa? Utusan Allah (SAW)
> > > tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria
> muda.
> > > ‘Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi
> > > dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn ‘Umar (perkataannya adalah):
> > Utusan
> > > Allah (SAW) tertawa.
> > >
> > > Buku 008, Nomor 3425:
> > > ‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Salim,
> budak
> > > Abu Hudhaifa yang telah dimerdekakan, tinggal dengannya dan keluarganya
> > > dalam rumah mereka. Ia (yaitu anak perempuan Suhail menemui Rasul Allah
> > > (SAW) dan berkata: Salim telah mencapai (pubertas) seperti halnya pria
> > > dewasa, dan ia mengerti apa yang mereka mengerti, dan ia masuk ke rumah
> > > kami dengan bebas, bagaimanapun, aku melihat ada sesuatu (yang
> > mendatangkan
> > > kemarahan) di hati Abu Hudhaifa, dan Rasul Allah (SAW) berkata
> kepadanya:
> > > Susuilah dia dan kamu akan menjadi haram baginya, dan (kemarahan) yang
> > > dirasakan Abu Hudhaifa dalam hatinya akan hilang. Ia pulang dan
> berkata:
> > > Jadi aku menyusuinya, dan apa (yang ada) di hati Abu Hudhaifa
> menghilang.
> > >
> > > Buku 008, Nomor 3427:
> > > Umm Salama berkata kepada ‘A’isha (kiranya Allah berkenan kepadanya):
> > > Seorang remaja pria di ambang pubertas datang kepadamu. Bagaimanapun,
> aku
> > > tidak suka ia mendatangiku, dan ‘A’isha (kiranya Allah berkenan
> > kepadanya)
> > > berkata: Tidakkah engkau melihat dalam diri Utusan Allah (SAW) sebuah
> > > teladan untukmu? Ia juga berkata: Istri Abu Hudhaifa berkata: Wahai
> > Utusan
> > > Allah, Salim datang kepadaku dan sekarang ia adalah seorang (dewasa),
> dan
> > > ada sesuatu yang (membuat marah) dalam pikiran Abu Hudhaifa mengenai
> dia,
> > > dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah dia (sehingga ia menjadi anak
> > > asuhmu), dan dengan demikian ia dapat datang kepadamu (dengan bebas).
> > >
> > > Buku 008, Nomor 3428:
> > > Zainab anak perempuan Abu Salama mengisahkan: Aku mendengar Umm Salama,
> > > istri Rasul Allah (SAW) berkata kepada ‘A’isha: Demi Allah, aku tidak
> > suka
> > > terlihat oleh seorang remaja pria yang telah melewati masa pengasuhan,
> > dan
> > > ia (‘A’isha) berkata: Mengapa demikian? Sahla anak perempuan Suhail
> > menemui
> > > Utusan Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku bersumpah demi
> > > Allah bahwa aku melihat di wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kemarahan)
> > saat
> > > Salim masuk (ke dalam rumah), dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah
> > dia.
> > > Ia (Sahla bint Suhail) berkata: Ia berjanggut. Tetapi nabi (sekali
> lagi)
> > > berkata: Susuilah dia, dan itu akan menghilangkan (ekspresi kemarahan)
> > yang
> > > ada di wajah Abu Hudhaifa. Ia berkata: (Aku melakukannya) dan, demi
> > Allah,
> > > aku tidak lagi melihat (tanda-tanda kemarahan) di wajah Abu Hudhaifa.
> > > Muwatta Imam Malik
> > >
> > > Buku 30, Nomor 30.1.8:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari nafi bahwa Safiyya bint Abi
> > > Ubayd mengatakan padanya bahwa Hafsa, umm al-muminin, mengutus Asim ibn
> > > Abdullah ibn Sad kepada saudarinya Fatima bint Umar ibn al-Khattab agar
> > > disusuinya sepuluh kali sehingga ia dapat masuk untuk melihatnya. Ia
> > > melakukannya, sehingga ia dapat masuk untuk menemuinya (perempuan itu).
> > >
> > > Buku 30, Nomor 30.2.12:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia ditanyai
> > > mengenai menyusui orang yang lebih tua. Ia berkata: ”Urwa ibn az-Zubayr
> > > memberitahuku bahwa Abu Hudhayfa ibn Utba ibn Rabia, salah seorang
> > sahabat
> > > Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, yang
> hadir
> > > di Badr, mengadopsi Salim (yang disebut Salim, mawla dari Abu Hudhayfa)
> > > seperti Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai,
> > > mengadopsi Zayd ibn Haritha. Ia menganggapnya sebagai putranya, dan Abu
> > > Hudhayfa menikahkannya dengan saudara perempuan dari saudara
> > laki-lakinya,
> > > Fatima bint al-Walid ibn Utba ibn Rabia, yang pada waktu itu ada di
> > antara
> > > orang-orang yang hijrah pertama. Ia adalah salah seorang wanita lajang
> > yang
> > > terbaik dari (kaum) Quraysh. Ketika Allah Yang Maha Terpuji menurunkan
> > > dalam kitab-Nya apa yang diwahyukan-Nya mengenai Zayd ibn Haritha,
> > > ‘Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama
> > bapak-bapak
> > > mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak
> > > mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai)
> > > saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu’ (Sura 33:5) orang-orang
> > dalam
> > > posisi ini ditelusuri kembali kepada para bapa mereka. bila ayahnya
> tidak
> > > diketahui, mereka ditelusuri kepada maula mereka.
> > >
> > > “Sahla bint Suhayl yang adalah istri dari Abu hudhayfa, dan seorang
> dari
> > > suku Amr ibn Luayy, menemui utusan Allah, semoga Allah memberkatinya
> dan
> > > mengaruniakannya damai, dan berkata, ‘Wahai Utusan Allah! Kami
> menganggap
> > > Salim sebagai anak dan ia masuk untuk melihatku sedang aku tidak
> > > berkerudung. Kami hanya mempunyai satu kamar, jadi apa pendapatmu
> > mengenai
> > > situasi ini?’ Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya
> > > damai, berkata, ‘Berilah ia minum lima kali dari susumu dan ia akan
> > menjadi
> > > muhrim dengan itu’. Ia kemudian memandangnya sebagai anak asuh. A’isha
> > umm
> > > al-muminin mengambil hal itu sebagai preseden untuk pria manapun yang
> ia
> > > inginkan agar dapat menemuinya. Ia memerintahkan saudarinya, Umm
> Kulthum
> > > bint Abi Bakr as-Siddiq dan putri-putri saudara laki-lakinya untuk
> > menyusui
> > > pria manapun yang ia inginkan untuk menemuinya. Para istri Nabi, semoga
> > > Allah memberkatinya dan memberinya damai, menolak membiarkan siapapun
> > > menemui mereka dengan cara menyusui seperti itu. Mereka berkata,
> ‘Tidak!
> > > Demi Allah! Menurut kami apa yang diperintahkan Utusan Allah (SAW)
> untuk
> > > dilakukan Sahla bint Suhayl hanyalah sebuah pelepasan berkenaan
> menyusui
> > > Salim. Tidak! Demi Allah! Tidak seorangpun boleh mendatangi kami dengan
> > > menyusui seperti itu!’
> > > “Inilah yang dipikirkan para istri Nabi (SAW) mengenai menyusui orang
> > yang
> > > lebih tua”.
> > >
> > > Buku 30, Nomor 30.2.13:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik bahwa Abdullah ibn Dinar berkata,
> > > “Seorang pria menemui Abdullah ibn Umar ketika aku bersamanya di suatu
> > > tempat dimana penghakiman diberikan dan menanyainya tentang menyusui
> > orang
> > > yang lebih tua. Abdullah ibn Umar menjawab, ‘Seorang pria menemui Umar
> > ibn
> > > al-Khattab dan berkata, ‘aku mempunyai seorang budak perempuan dan aku
> > > biasa berhubungan badan dengannya. Istriku pergi kepadanya dan
> > menyusuinya.
> > > Ketika aku menemui gadis itu, istriku mengatakan padaku agar
> > berhati-hati,
> > > karena ia telah menyusuinya!’ Umar mengatakan kepadanya UNTUK MEMUKULI
> > > ISTRINYA dan menemui budak perempuan itu karena persaudaraan melalui
> > > menyusui hanyalah melalui menyusui yang lebih muda’”.
> > >
> > > Buku 30, Nomor 30.2.14:
> > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa seorang
> > > pria berkata kepada Abu Musa al-Ashari, “Aku minum susu dari payudara
> > > istriku dan susu itu masuk ke dalam perutku”. Abu Musa berkata, “aku
> > hanya
> > > berpendapat bahwa ia haram bagimu”. Abdullah ibn Masud berkata,
> “Lihatlah
> > > pendapat apa yang kau berikan kepada orang itu”. Abu Musa berkata,
> “lalu
> > > apa pendapatmu?” Abdullah ibn Masud berkata, “Persaudaraan melalui
> > menyusui
> > > hanya ada dalam dua tahun pertama”.
> > > Abu Musa berkata, “Jangan tanyai aku apapun sementara orang terpelajar
> > ini
> > > ada di antara kamu”.
> > > Marilah kita menyimpulkan data yang ada.
> > > Muhammad memerintahkan seorang wanita yang sudah menikah untuk menyusui
> > > anak adopsi suaminya, walaupun faktanya anak laki-laki itu telah
> mencapai
> > > pubertas.
> > > Aisha mengambil hal ini sebagai sarana agar ia dapat menyusui laki-laki
> > > yang ia inginkan untuk mempuyai akses kepadanya.
> > > Aisha menasehatkan saudarinya dan keponakan-keponakannya untuk
> melakukan
> > > hal yang sama sehingga mengijinkan pria-pria untuk menemui mereka.
> > > Istri-istri Muhammad menentang praktik ini, mengklaim bahwa Muhammad
> > > memerintahkan hal ini hanya untuk Sahla.
> > >
> > > Orang-orang lain seperti Umar dan Ibn Masud menyatakan bahwa
> kekerabatan
> > > dibatasi dengan menyusui seorang anak selama dua tahun pertama. Setelah
> > > itu, susu hanya menjadi makanan bagi anak.
> > > Umar memerintahkan seorang pria untuk memukuli istrinya karena telah
> > > menyusui seorang budak perempuan dengan tujuan menjadikan budak
> perempuan
> > > itu haram bagi suaminya.
> > > Apapun interpretasi Aisha, Umar dan Ibn Masud terhadap perintah
> Muhammad
> > > kemudian (benar atau tidak), faktanya Muhammad memerintahkan seorang
> > wanita
> > > untuk menyusui seorang pria muda, dan ini adalah praktik yang memalukan
> > dan
> > > menjijikkan.
> > >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> > ------------------------------------
> >
> > Post message: [email protected]
> > Subscribe   :  [email protected]
> > Unsubscribe :  [email protected]
> > List owner  :  [email protected]
> > Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Post message: [email protected]
> Subscribe   :  [email protected]
> Unsubscribe :  [email protected]
> List owner  :  [email protected]
> Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke