kata orang islam, orang kapir hidayahnya belom terbuka.... betapa enaknya nete ama yg bukan muhrim.....gitu katanya...hwakakakakakakakakakakakak......
2013/8/2 itemabu2 <[email protected]> > Hadisnya sahih, makanya ahli Islam di Al Azhar bs ngeluarin fatwa yg sesuai > spy cewek bs kerja 1 kantr dgn cowok yg sebelumnya bukan muhrimnya. > > Kalo diperhatikan, ada bejibun hadis2 dan ayat2 bejad dan/atau konyol, > orang2 Islam aja yg ga punya kejujuran unt mengakui kebejadan dan > kekonyolan ajarannya tsb. > > > > 2013/8/2 Tawangalun <[email protected]> > > > > Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik > yang > > > memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria > > muda > > > yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat > > > terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana > > > istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini > > > menceritakannya secara terperinci. > > > > > > Sahih Muslim > > > Buku 008, Nomor 3424: > > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla > bint > > > Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku > > > melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim > > (yang > > > adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul > > > Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya > > harus > > > menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa? Utusan Allah (SAW) > > > tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria > muda. > > > Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi > > > dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn Umar (perkataannya adalah): > > Utusan > > > Allah (SAW) tertawa. > > > Buku 008, Nomor 3425: > > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Salim, > budak > > > Abu Hudhaifa yang telah dimerdekakan, tinggal dengannya dan keluarganya > > > dalam rumah mereka. Ia (yaitu anak perempuan Suhail menemui Rasul Allah > > > (SAW) dan berkata: Salim telah mencapai (pubertas) seperti halnya pria > > > dewasa, dan ia mengerti apa yang mereka mengerti, dan ia masuk ke rumah > > > kami dengan bebas, bagaimanapun, aku melihat ada sesuatu (yang > > mendatangkan > > > kemarahan) di hati Abu Hudhaifa, dan Rasul Allah (SAW) berkata > kepadanya: > > > Susuilah dia dan kamu akan menjadi haram baginya, dan (kemarahan) yang > > > dirasakan Abu Hudhaifa dalam hatinya akan hilang. Ia pulang dan > berkata: > > > Jadi aku menyusuinya, dan apa (yang ada) di hati Abu Hudhaifa > menghilang. > > > Buku 008, Nomor 3427: > > > Umm Salama berkata kepada Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya): > > > Seorang remaja pria di ambang pubertas datang kepadamu. Bagaimanapun, > aku > > > tidak suka ia mendatangiku, dan Aisha (kiranya Allah berkenan > > kepadanya) > > > berkata: Tidakkah engkau melihat dalam diri Utusan Allah (SAW) sebuah > > > teladan untukmu? Ia juga berkata: Istri Abu Hudhaifa berkata: Wahai > > Utusan > > > Allah, Salim datang kepadaku dan sekarang ia adalah seorang (dewasa), > dan > > > ada sesuatu yang (membuat marah) dalam pikiran Abu Hudhaifa mengenai > dia, > > > dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah dia (sehingga ia menjadi anak > > > asuhmu), dan dengan demikian ia dapat datang kepadamu (dengan bebas). > > > Buku 008, Nomor 3428: > > > Zainab anak perempuan Abu Salama mengisahkan: Aku mendengar Umm Salama, > > > istri Rasul Allah (SAW) berkata kepada Aisha: Demi Allah, aku tidak > > suka > > > terlihat oleh seorang remaja pria yang telah melewati masa pengasuhan, > > dan > > > ia (Aisha) berkata: Mengapa demikian? Sahla anak perempuan Suhail > > menemui > > > Utusan Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku bersumpah demi > > > Allah bahwa aku melihat di wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kemarahan) > > saat > > > Salim masuk (ke dalam rumah), dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah > > dia. > > > Ia (Sahla bint Suhail) berkata: Ia berjanggut. Tetapi nabi (sekali > lagi) > > > berkata: Susuilah dia, dan itu akan menghilangkan (ekspresi kemarahan) > > yang > > > ada di wajah Abu Hudhaifa. Ia berkata: (Aku melakukannya) dan, demi > > Allah, > > > aku tidak lagi melihat (tanda-tanda kemarahan) di wajah Abu Hudhaifa. > > > Muwatta Imam Malik > > > Buku 30, Nomor 30.1.8: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari nafi bahwa Safiyya bint Abi > > > Ubayd mengatakan padanya bahwa Hafsa, umm al-muminin, mengutus Asim ibn > > > Abdullah ibn Sad kepada saudarinya Fatima bint Umar ibn al-Khattab agar > > > disusuinya sepuluh kali sehingga ia dapat masuk untuk melihatnya. Ia > > > melakukannya, sehingga ia dapat masuk untuk menemuinya (perempuan itu). > > > Buku 30, Nomor 30.2.12: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia ditanyai > > > mengenai menyusui orang yang lebih tua. Ia berkata: Urwa ibn az-Zubayr > > > memberitahuku bahwa Abu Hudhayfa ibn Utba ibn Rabia, salah seorang > > sahabat > > > Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, yang > hadir > > > di Badr, mengadopsi Salim (yang disebut Salim, mawla dari Abu Hudhayfa) > > > seperti Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, > > > mengadopsi Zayd ibn Haritha. Ia menganggapnya sebagai putranya, dan Abu > > > Hudhayfa menikahkannya dengan saudara perempuan dari saudara > > laki-lakinya, > > > Fatima bint al-Walid ibn Utba ibn Rabia, yang pada waktu itu ada di > > antara > > > orang-orang yang hijrah pertama. Ia adalah salah seorang wanita lajang > > yang > > > terbaik dari (kaum) Quraysh. Ketika Allah Yang Maha Terpuji menurunkan > > > dalam kitab-Nya apa yang diwahyukan-Nya mengenai Zayd ibn Haritha, > > > Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama > > bapak-bapak > > > mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak > > > mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) > > > saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu (Sura 33:5) orang-orang > > dalam > > > posisi ini ditelusuri kembali kepada para bapa mereka. bila ayahnya > tidak > > > diketahui, mereka ditelusuri kepada maula mereka. > > > > > > Sahla bint Suhayl yang adalah istri dari Abu hudhayfa, dan seorang > dari > > > suku Amr ibn Luayy, menemui utusan Allah, semoga Allah memberkatinya > dan > > > mengaruniakannya damai, dan berkata, Wahai Utusan Allah! Kami > menganggap > > > Salim sebagai anak dan ia masuk untuk melihatku sedang aku tidak > > > berkerudung. Kami hanya mempunyai satu kamar, jadi apa pendapatmu > > mengenai > > > situasi ini? Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya > > > damai, berkata, Berilah ia minum lima kali dari susumu dan ia akan > > menjadi > > > muhrim dengan itu. Ia kemudian memandangnya sebagai anak asuh. Aisha > > umm > > > al-muminin mengambil hal itu sebagai preseden untuk pria manapun yang > ia > > > inginkan agar dapat menemuinya. Ia memerintahkan saudarinya, Umm > Kulthum > > > bint Abi Bakr as-Siddiq dan putri-putri saudara laki-lakinya untuk > > menyusui > > > pria manapun yang ia inginkan untuk menemuinya. Para istri Nabi, semoga > > > Allah memberkatinya dan memberinya damai, menolak membiarkan siapapun > > > menemui mereka dengan cara menyusui seperti itu. Mereka berkata, > Tidak! > > > Demi Allah! Menurut kami apa yang diperintahkan Utusan Allah (SAW) > untuk > > > dilakukan Sahla bint Suhayl hanyalah sebuah pelepasan berkenaan > menyusui > > > Salim. Tidak! Demi Allah! Tidak seorangpun boleh mendatangi kami dengan > > > menyusui seperti itu! > > > Inilah yang dipikirkan para istri Nabi (SAW) mengenai menyusui orang > > yang > > > lebih tua. > > > > > > Buku 30, Nomor 30.2.13: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik bahwa Abdullah ibn Dinar berkata, > > > Seorang pria menemui Abdullah ibn Umar ketika aku bersamanya di suatu > > > tempat dimana penghakiman diberikan dan menanyainya tentang menyusui > > orang > > > yang lebih tua. Abdullah ibn Umar menjawab, Seorang pria menemui Umar > > ibn > > > al-Khattab dan berkata, aku mempunyai seorang budak perempuan dan aku > > > biasa berhubungan badan dengannya. Istriku pergi kepadanya dan > > menyusuinya. > > > Ketika aku menemui gadis itu, istriku mengatakan padaku agar > > berhati-hati, > > > karena ia telah menyusuinya! Umar mengatakan kepadanya UNTUK MEMUKULI > > > ISTRINYA dan menemui budak perempuan itu karena persaudaraan melalui > > > menyusui hanyalah melalui menyusui yang lebih muda. > > > > > > Buku 30, Nomor 30.2.14: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa seorang > > > pria berkata kepada Abu Musa al-Ashari, Aku minum susu dari payudara > > > istriku dan susu itu masuk ke dalam perutku. Abu Musa berkata, aku > > hanya > > > berpendapat bahwa ia haram bagimu. Abdullah ibn Masud berkata, > Lihatlah > > > pendapat apa yang kau berikan kepada orang itu. Abu Musa berkata, > lalu > > > apa pendapatmu? Abdullah ibn Masud berkata, Persaudaraan melalui > > menyusui > > > hanya ada dalam dua tahun pertama. Abu Musa berkata, Jangan tanyai > aku > > > apapun sementara orang terpelajar ini ada di antara kamu. > > > > > > Marilah kita menyimpulkan data yang ada. > > > Muhammad memerintahkan seorang wanita yang sudah menikah untuk menyusui > > > anak adopsi suaminya, walaupun faktanya anak laki-laki itu telah > mencapai > > > pubertas. > > > Aisha mengambil hal ini sebagai sarana agar ia dapat menyusui laki-laki > > > yang ia inginkan untuk mempuyai akses kepadanya. > > > Aisha menasehatkan saudarinya dan keponakan-keponakannya untuk > melakukan > > > hal yang sama sehingga mengijinkan pria-pria untuk menemui mereka. > > > Istri-istri Muhammad menentang praktik ini, mengklaim bahwa Muhammad > > > memerintahkan hal ini hanya untuk Sahla. > > > Orang-orang lain seperti Umar dan Ibn Masud menyatakan bahwa > kekerabatan > > > dibatasi dengan menyusui seorang anak selama dua tahun pertama. Setelah > > > itu, susu hanya menjadi makanan bagi anak. > > > Umar memerintahkan seorang pria untuk memukuli istrinya karena telah > > > menyusui seorang budak perempuan dengan tujuan menjadikan budak > perempuan > > > itu haram bagi suaminya. > > > Apapun interpretasi Aisha, Umar dan Ibn Masud terhadap perintah > Muhammad > > > kemudian (benar atau tidak), faktanya Muhammad memerintahkan seorang > > wanita > > > untuk menyusui seorang pria muda, dan ini adalah praktik yang memalukan > > dan > > > menjijikkan. > > > > > > Islam Dan Praktik Netekin Orang Dewasa > > > Hadith mencatat bagaimana Muhammad mengijinkan dilakukannya praktik > yang > > > memalukan. Muhammad mengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria > > muda > > > yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat > > > terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana > > > istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini > > > menceritakannya secara terperinci. > > > Sahih Muslim > > > > > > Buku 008, Nomor 3424: > > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) menceritakan bahwa Sahla > bint > > > Suhail menemui Rasul Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku > > > melihat pada wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kekesalan) ketika Salim > > (yang > > > adalah seorang sekutu) masuk ke dalam (rumah kami), dan kemudian Rasul > > > Allah (SAW) berkata: Susuilah dia. Wanita itu berkata: Bagaimana saya > > harus > > > menyusuinya karena ia adalah seorang pria dewasa? Utusan Allah (SAW) > > > tersenyum dan berkata: aku sudah tahu kalau ia adalah seorang pria > muda. > > > Amr telah membuat tambahan ini dalam narasinya bahwa ia berpartisipasi > > > dalam Perang Badr dan dalam narasi Ibn Umar (perkataannya adalah): > > Utusan > > > Allah (SAW) tertawa. > > > > > > Buku 008, Nomor 3425: > > > Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya) melaporkan bahwa Salim, > budak > > > Abu Hudhaifa yang telah dimerdekakan, tinggal dengannya dan keluarganya > > > dalam rumah mereka. Ia (yaitu anak perempuan Suhail menemui Rasul Allah > > > (SAW) dan berkata: Salim telah mencapai (pubertas) seperti halnya pria > > > dewasa, dan ia mengerti apa yang mereka mengerti, dan ia masuk ke rumah > > > kami dengan bebas, bagaimanapun, aku melihat ada sesuatu (yang > > mendatangkan > > > kemarahan) di hati Abu Hudhaifa, dan Rasul Allah (SAW) berkata > kepadanya: > > > Susuilah dia dan kamu akan menjadi haram baginya, dan (kemarahan) yang > > > dirasakan Abu Hudhaifa dalam hatinya akan hilang. Ia pulang dan > berkata: > > > Jadi aku menyusuinya, dan apa (yang ada) di hati Abu Hudhaifa > menghilang. > > > > > > Buku 008, Nomor 3427: > > > Umm Salama berkata kepada Aisha (kiranya Allah berkenan kepadanya): > > > Seorang remaja pria di ambang pubertas datang kepadamu. Bagaimanapun, > aku > > > tidak suka ia mendatangiku, dan Aisha (kiranya Allah berkenan > > kepadanya) > > > berkata: Tidakkah engkau melihat dalam diri Utusan Allah (SAW) sebuah > > > teladan untukmu? Ia juga berkata: Istri Abu Hudhaifa berkata: Wahai > > Utusan > > > Allah, Salim datang kepadaku dan sekarang ia adalah seorang (dewasa), > dan > > > ada sesuatu yang (membuat marah) dalam pikiran Abu Hudhaifa mengenai > dia, > > > dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah dia (sehingga ia menjadi anak > > > asuhmu), dan dengan demikian ia dapat datang kepadamu (dengan bebas). > > > > > > Buku 008, Nomor 3428: > > > Zainab anak perempuan Abu Salama mengisahkan: Aku mendengar Umm Salama, > > > istri Rasul Allah (SAW) berkata kepada Aisha: Demi Allah, aku tidak > > suka > > > terlihat oleh seorang remaja pria yang telah melewati masa pengasuhan, > > dan > > > ia (Aisha) berkata: Mengapa demikian? Sahla anak perempuan Suhail > > menemui > > > Utusan Allah (SAW) dan berkata: Wahai Utusan Allah, aku bersumpah demi > > > Allah bahwa aku melihat di wajah Abu Hudhaifa (tanda-tanda kemarahan) > > saat > > > Salim masuk (ke dalam rumah), dan Utusan Allah (SAW) berkata: Susuilah > > dia. > > > Ia (Sahla bint Suhail) berkata: Ia berjanggut. Tetapi nabi (sekali > lagi) > > > berkata: Susuilah dia, dan itu akan menghilangkan (ekspresi kemarahan) > > yang > > > ada di wajah Abu Hudhaifa. Ia berkata: (Aku melakukannya) dan, demi > > Allah, > > > aku tidak lagi melihat (tanda-tanda kemarahan) di wajah Abu Hudhaifa. > > > Muwatta Imam Malik > > > > > > Buku 30, Nomor 30.1.8: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari nafi bahwa Safiyya bint Abi > > > Ubayd mengatakan padanya bahwa Hafsa, umm al-muminin, mengutus Asim ibn > > > Abdullah ibn Sad kepada saudarinya Fatima bint Umar ibn al-Khattab agar > > > disusuinya sepuluh kali sehingga ia dapat masuk untuk melihatnya. Ia > > > melakukannya, sehingga ia dapat masuk untuk menemuinya (perempuan itu). > > > > > > Buku 30, Nomor 30.2.12: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Ibn Shihab bahwa ia ditanyai > > > mengenai menyusui orang yang lebih tua. Ia berkata: Urwa ibn az-Zubayr > > > memberitahuku bahwa Abu Hudhayfa ibn Utba ibn Rabia, salah seorang > > sahabat > > > Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, yang > hadir > > > di Badr, mengadopsi Salim (yang disebut Salim, mawla dari Abu Hudhayfa) > > > seperti Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya damai, > > > mengadopsi Zayd ibn Haritha. Ia menganggapnya sebagai putranya, dan Abu > > > Hudhayfa menikahkannya dengan saudara perempuan dari saudara > > laki-lakinya, > > > Fatima bint al-Walid ibn Utba ibn Rabia, yang pada waktu itu ada di > > antara > > > orang-orang yang hijrah pertama. Ia adalah salah seorang wanita lajang > > yang > > > terbaik dari (kaum) Quraysh. Ketika Allah Yang Maha Terpuji menurunkan > > > dalam kitab-Nya apa yang diwahyukan-Nya mengenai Zayd ibn Haritha, > > > Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama > > bapak-bapak > > > mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak > > > mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) > > > saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu (Sura 33:5) orang-orang > > dalam > > > posisi ini ditelusuri kembali kepada para bapa mereka. bila ayahnya > tidak > > > diketahui, mereka ditelusuri kepada maula mereka. > > > > > > Sahla bint Suhayl yang adalah istri dari Abu hudhayfa, dan seorang > dari > > > suku Amr ibn Luayy, menemui utusan Allah, semoga Allah memberkatinya > dan > > > mengaruniakannya damai, dan berkata, Wahai Utusan Allah! Kami > menganggap > > > Salim sebagai anak dan ia masuk untuk melihatku sedang aku tidak > > > berkerudung. Kami hanya mempunyai satu kamar, jadi apa pendapatmu > > mengenai > > > situasi ini? Utusan Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya > > > damai, berkata, Berilah ia minum lima kali dari susumu dan ia akan > > menjadi > > > muhrim dengan itu. Ia kemudian memandangnya sebagai anak asuh. Aisha > > umm > > > al-muminin mengambil hal itu sebagai preseden untuk pria manapun yang > ia > > > inginkan agar dapat menemuinya. Ia memerintahkan saudarinya, Umm > Kulthum > > > bint Abi Bakr as-Siddiq dan putri-putri saudara laki-lakinya untuk > > menyusui > > > pria manapun yang ia inginkan untuk menemuinya. Para istri Nabi, semoga > > > Allah memberkatinya dan memberinya damai, menolak membiarkan siapapun > > > menemui mereka dengan cara menyusui seperti itu. Mereka berkata, > Tidak! > > > Demi Allah! Menurut kami apa yang diperintahkan Utusan Allah (SAW) > untuk > > > dilakukan Sahla bint Suhayl hanyalah sebuah pelepasan berkenaan > menyusui > > > Salim. Tidak! Demi Allah! Tidak seorangpun boleh mendatangi kami dengan > > > menyusui seperti itu! > > > Inilah yang dipikirkan para istri Nabi (SAW) mengenai menyusui orang > > yang > > > lebih tua. > > > > > > Buku 30, Nomor 30.2.13: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik bahwa Abdullah ibn Dinar berkata, > > > Seorang pria menemui Abdullah ibn Umar ketika aku bersamanya di suatu > > > tempat dimana penghakiman diberikan dan menanyainya tentang menyusui > > orang > > > yang lebih tua. Abdullah ibn Umar menjawab, Seorang pria menemui Umar > > ibn > > > al-Khattab dan berkata, aku mempunyai seorang budak perempuan dan aku > > > biasa berhubungan badan dengannya. Istriku pergi kepadanya dan > > menyusuinya. > > > Ketika aku menemui gadis itu, istriku mengatakan padaku agar > > berhati-hati, > > > karena ia telah menyusuinya! Umar mengatakan kepadanya UNTUK MEMUKULI > > > ISTRINYA dan menemui budak perempuan itu karena persaudaraan melalui > > > menyusui hanyalah melalui menyusui yang lebih muda. > > > > > > Buku 30, Nomor 30.2.14: > > > Yahya menceritakan padaku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa seorang > > > pria berkata kepada Abu Musa al-Ashari, Aku minum susu dari payudara > > > istriku dan susu itu masuk ke dalam perutku. Abu Musa berkata, aku > > hanya > > > berpendapat bahwa ia haram bagimu. Abdullah ibn Masud berkata, > Lihatlah > > > pendapat apa yang kau berikan kepada orang itu. Abu Musa berkata, > lalu > > > apa pendapatmu? Abdullah ibn Masud berkata, Persaudaraan melalui > > menyusui > > > hanya ada dalam dua tahun pertama. > > > Abu Musa berkata, Jangan tanyai aku apapun sementara orang terpelajar > > ini > > > ada di antara kamu. > > > Marilah kita menyimpulkan data yang ada. > > > Muhammad memerintahkan seorang wanita yang sudah menikah untuk menyusui > > > anak adopsi suaminya, walaupun faktanya anak laki-laki itu telah > mencapai > > > pubertas. > > > Aisha mengambil hal ini sebagai sarana agar ia dapat menyusui laki-laki > > > yang ia inginkan untuk mempuyai akses kepadanya. > > > Aisha menasehatkan saudarinya dan keponakan-keponakannya untuk > melakukan > > > hal yang sama sehingga mengijinkan pria-pria untuk menemui mereka. > > > Istri-istri Muhammad menentang praktik ini, mengklaim bahwa Muhammad > > > memerintahkan hal ini hanya untuk Sahla. > > > > > > Orang-orang lain seperti Umar dan Ibn Masud menyatakan bahwa > kekerabatan > > > dibatasi dengan menyusui seorang anak selama dua tahun pertama. Setelah > > > itu, susu hanya menjadi makanan bagi anak. > > > Umar memerintahkan seorang pria untuk memukuli istrinya karena telah > > > menyusui seorang budak perempuan dengan tujuan menjadikan budak > perempuan > > > itu haram bagi suaminya. > > > Apapun interpretasi Aisha, Umar dan Ibn Masud terhadap perintah > Muhammad > > > kemudian (benar atau tidak), faktanya Muhammad memerintahkan seorang > > wanita > > > untuk menyusui seorang pria muda, dan ini adalah praktik yang memalukan > > dan > > > menjijikkan. > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > Post message: [email protected] > > Subscribe : [email protected] > > Unsubscribe : [email protected] > > List owner : [email protected] > > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > Post message: [email protected] > Subscribe : [email protected] > Unsubscribe : [email protected] > List owner : [email protected] > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
