Mau nddak mau , suka nddak suka, saya harus mendengarkan "puji-pujian" sebelum 
jam 5 pagi. Puji - pujian yang jauh dari merdu yang keluar dengan keras dari 
speaker Masjid. Kemudian dilanjutkan dengan suara adzan subuh yang memekakan 
telinga. jauh dari merdu.

Sekitar jam 11.30... kembali itu speaker memuntahkan suara keras. Kali ini 
biasanya judulnya adalah pembacaan ayat ayat suci alquran sebelum adzan dhuhur. 
Dilanjutkan dengan Adzan dhuhur. Dan ini berulang di waktu ashar, dengan 
"puncak" kebisingan biasanya sebelum maghrib, antara maghrib dan Isya kembali 
ceramah harian lewat speaker, dilanjutkan oleh adzan isya.

Sok ... maksud nya gimana coba ? Apakah dengan mengeluarkan semua suara dari 
speaker masjid dengan suara keras kemudian berduyun dutun orang masuk Islam 
gituh ? Atau yang nddak shoat kemudian berduyun duyun jadi shalat gituh ?

Kenapa nddak meniru Masjid kayak di Masjid Sultan Singapore, pengeras suaranya 
nyaris minimal, dan untuk ceramah atau apa gitu, diadakan di ruang tertutup , 
pakai pengeras suara memang, namun hanya terdengar bagi orang yang ada di dalam 
ruangan.

Atau ... kalau anda tinggal di Bandung, coba anda putar radio KLCBS ... dan 
masih dengan perangkat audio anda, coba anda denger radio dangdut ? Kerasa 
nddak beda nya ? Trible nya ? Bass nya ? Trus coba perhatikan bagaimana warna 
suara penyiarnya, speed dari ucapannya, dan bagaimana terdengar di telinganya ? 
"radio mahal" biasanya memperhatikan output sound nya dengan detail, dan 
penyiar nya nddak terlalu banyak ngomong. "Radio rakyat jelata" biasanya 
treable nya kenceng ! Suara penyiarnya dibuat genit, ngomongnya panjaaaaaangg 
dan suka banyak "menyapa" si anu di anu, si anu di anu, salam dari mamah anu 
buat mamah ini, salam dari mang anu buat siapa, terus "Jreng ! Jreng !" 
ditancap itu lagu dangdut dengan suara keras yang nantinya diterima sama radio 
- radio yang biasanya ada di warung tegal atawa pos satpam.

Kalau anda mau jualan "bat keperkasaan lelaki" atawa iklan "Tabib ajaib anu" 
atawa iklan Panu, iklan kurap, ... maka tentu memilih radio yang "kenceng". 
Namun kalau anda mau mempromosikan hotel bintang 5 atawa rokok yang membidik 
segmen SES "A", maka anda akan memilih stasiun radio yang "cool", "Calm" .... 

Saya nddak ngerti, apakah Islam akan "dipasarkan" seperti obat panu dan kurap 
atawa seperti iklan menambah perkasa bagi pria, ... atau apa nddak sebaiknya 
dikemas dengan kemasan yang lebih rapih, lebih cool gitu lho ...

Kumaha tah ?



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Kirim email ke