Sebaiknya memang ada peraturan untuk penggunaan pengeras suara di mesjid. Mending kalau tetangga mesjid itu muslim, mungkin masih bisa maklum. coba kalau tetangga nya non muslim , gimana coba ?
Sok pikirin coba, gimana kalau gereja juga pakai pengeras suara di setiap acara ? Lagi puji pujian ya pakai pengeras suara, lagi khorbah di gereja ya pakai pengeras suara, sok ... atuh sekalian rumah ibadah agama lain juga semua pakai pengeras suara sok ... jigana seru tah ! Di sisi kanan masjit lagi ngaji pakai pengeras suara, di samping nya gereja lagi nyanyi Yesus Juru Selamat dengan diiringi Piano juga pakai pengeras suara ! Der ah ! --- In [email protected], ayub <ayubyahya@...> wrote: > > > > percaya ga..?? > suryadharma ali, menteri agama.. 'ngambek-pidato' gara2 lagi asyik pidato > di masjid, mendadak suara azan dhuhurmengauuum... > > > azan boleh mengganggu warga/penduduk tapi ngga boleh ganggu menteri.. > palagi lg pidato.. > kayaknya tuhan tuh takut ama menteri agama kita... > > mantab pan.. LOL > > http://www.islamindonesia.co.id/index.php/hot-news/nasional/1642-menag-ngambek-pidatonya-terhenti-azan > > > > > ________________________________ > From: pinpinyuliansyah <pinpinyuliansyah@...> >  > > > >  > Mau nddak mau , suka nddak suka, saya harus mendengarkan "puji-pujian" > sebelum jam 5 pagi. Puji - pujian yang jauh dari merdu yang keluar dengan > keras dari speaker Masjid. Kemudian dilanjutkan dengan suara adzan subuh yang > memekakan telinga. jauh dari merdu. > > Sekitar jam 11.30... kembali itu speaker memuntahkan suara keras. Kali ini > biasanya judulnya adalah pembacaan ayat ayat suci alquran sebelum adzan > dhuhur. Dilanjutkan dengan Adzan dhuhur. Dan ini berulang di waktu ashar, > dengan "puncak" kebisingan biasanya sebelum maghrib, antara maghrib dan Isya > kembali ceramah harian lewat speaker, dilanjutkan oleh adzan isya. > > Sok ... maksud nya gimana coba ? Apakah dengan mengeluarkan semua suara dari > speaker masjid dengan suara keras kemudian berduyun dutun orang masuk Islam > gituh ? Atau yang nddak shoat kemudian berduyun duyun jadi shalat gituh ? > > Kenapa nddak meniru Masjid kayak di Masjid Sultan Singapore, pengeras > suaranya nyaris minimal, dan untuk ceramah atau apa gitu, diadakan di ruang > tertutup , pakai pengeras suara memang, namun hanya terdengar bagi orang yang > ada di dalam ruangan. > > Atau ... kalau anda tinggal di Bandung, coba anda putar radio KLCBS ... dan > masih dengan perangkat audio anda, coba anda denger radio dangdut ? Kerasa > nddak beda nya ? Trible nya ? Bass nya ? Trus coba perhatikan bagaimana warna > suara penyiarnya, speed dari ucapannya, dan bagaimana terdengar di telinganya > ? "radio mahal" biasanya memperhatikan output sound nya dengan detail, dan > penyiar nya nddak terlalu banyak ngomong. "Radio rakyat jelata" biasanya > treable nya kenceng ! Suara penyiarnya dibuat genit, ngomongnya panjaaaaaangg > dan suka banyak "menyapa" si anu di anu, si anu di anu, salam dari mamah anu > buat mamah ini, salam dari mang anu buat siapa, terus "Jreng ! Jreng !" > ditancap itu lagu dangdut dengan suara keras yang nantinya diterima sama > radio - radio yang biasanya ada di warung tegal atawa pos satpam. > > Kalau anda mau jualan "bat keperkasaan lelaki" atawa iklan "Tabib ajaib anu" > atawa iklan Panu, iklan kurap, ... maka tentu memilih radio yang "kenceng". > Namun kalau anda mau mempromosikan hotel bintang 5 atawa rokok yang membidik > segmen SES "A", maka anda akan memilih stasiun radio yang "cool", "Calm" .... > > Saya nddak ngerti, apakah Islam akan "dipasarkan" seperti obat panu dan kurap > atawa seperti iklan menambah perkasa bagi pria, ... atau apa nddak sebaiknya > dikemas dengan kemasan yang lebih rapih, lebih cool gitu lho ... > > Kumaha tah ? > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/
