Sekedar untuk nimbrung saya ulang:
Amnesty International itu didirikan oleh orang kafir...
Human Right Watch juga...
Palang Merah juga...
Medecins Sans Frontières dll. itu juga didirikan oleh orang
kafir...
Organisasi karitatif seperti Misereor, CCFD, Oxfam dll. itu juga
didirikan oleh orang kafir...
Yang bergegas membantu korban tsunami juga banyakan orang
kafir...
Sebaliknya yang ribut-ribut hingga duh bisingnya soal kartun
satirik itu ya orang Islam.
Dan saya ingat baju peragawati (Claudia Shäffer?) yang ditulisi
dengan ayat al-Mushag yang juga bikin ribut orang Islam dulu...
Soal 'The Satanic Verses" nggak usah
Mari kita akui dengan jujur: ajaran dan budaya Islam itu sungguh
busuk.
Dan perlu perbaikan.
Dan biar nggak lupa saya ulang pula: mengakui ada yang busuk
diajaran dan budaya Islam itu bukanlahperbuatan,hina, tapi adalah
langkah pertama untuk mencari jalan untuk memperbaikinya.
On 13 Feb 2006, at 7:44, loekyh wrote:
> --- In [EMAIL PROTECTED], "helsing744" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > << Saudara Loecky, sedari awal sebenarnya saya menaruh hormat pada
> > anda, tapi semakin lama tulisan2 anda soal islam (umat islam) itu
> > semakin tendensius, kita menghormati orang lain kan karena orang
> > tersebut pantas untuk mendapatkan respect, komentar anda diatas,
> > lepas dari benar atau tidak, karena itu hanya spekulasi pikiran anda
> > sendiri (kejadian itu sendiri hanya spekulasi "andai2 anda" saja)
> > yang hanya merupakan provokasi terhadap umat islam dan non islam
> > untuk kian gencar saling menyerang dan menelanjangi "agama" masing2.
>
> L: Maaf sekali jika anda tersinggung. Saya sama sekali tak bermaksud
> mengkritik sembarang muslim karena SECARA INDIVIDUAL dan dilihat dari
> prilaku THD LINGKUNGAN LOKAL (khususnya internal antar muslim), banyak
> muslim yang sangat baik dan banyak di antaranya yg saya yakin jauh
> lebih baik dari saya.
>
> Tetapi dilihat dari aspek KEHIDUPAN BERSAMA dan dilihat dari prilaku
> mayoritas muslim thd lingkungan global, terutama KEPEKAAN THD BERBAGAI
> MASALAH ANTAR KOMUNITAS, saya sangat gregetan dengan 'diam'-nya para
> muslim yg baik-baik tsb. Mis. gregetan ke sikap lembek mereka thd
> muslim yang pro-kekerasan dan cenderung brainwashing. Jika kelompok
> muslim yg anti-kekerasan ini 'diam' terus, saya berpendapat memang
> komunitas muslim perlu didorong dan dikritik dari luar agar
> memperbaiki diri.
>
> 'Diam' di sini bukan hanys diartikan suara mereka 'lembek', ttp juga
> TAK ADIL ketika menyikapi suatu masalah global. Begitu banyaknya kasus-
> kasus pelanggaran HAM (di Sudan, Zinbwabe, Amerika Selatan, Korut,
> dsb), begitu banyaknya pelecehan agama (di luar Islam), begitu
> banyaknya pemerintah otoriter yang MENJAJAH RAKYAT-nya sendiri, dsb,
> para muslim dan negara-negara yang mengklaim negara Islam (mis.
> negara2 OKI) seolah-olah tak melihatnya, seolah-olah berbicara "Itu
> bukan urusan saya".
>
> Ini sangat kontras dg sikap individual2 dan pemerintah2 di Uni Eropa
> dan AS yg begitu tanggap thd semua kejadian di seluruh dunia. Para
> individu2 ini tak sanggup menutup mata thd kelaparan, penindasan,
> pelanggaran HAM, dsb, yang dilakukan di negara-negara di seluruh
> dunia, termasuk di NEGARANYA SENDIRI, sehingga yg mengkritik negara
> mereka bukan hanya pihak luar, ttp juga pihak dalam. Di sini saya
> melihat komunitas yang BISA MENERIMA KRITIK DARI LUAR dan dari dalam.
>
> Aspek komunitas muslim terbiasa bersuara 'TAK ADIL' thd masalah2
> global inilah yang mendorong komentar saya dalam postingan yg anda
> tanggapi. Seandainya pemerintah-pemerintah yg mengklaim dari negara
> Islam memang tak mampu bersuara dan rakyatnya tak berani mengkritik
> negara sendiri umtuk lebih tanggap ke masalah di luar Islam, sebagian
> rakyat negara2 Islam tsb seharusnya bisa membantu umat manusia (tidak
> harus muslim) di seluruh dunia secara pribadi atau lewat lembaga2
> swasta (NGO-NGO).
>
> Jika tidak demikian, saya akan terus menganggap kelompok muslim sbg
> komunitas yg tak bisa bersikap sosial thd komunitas lain, kecuali thd
> kelompok sendiri sehingga harus dibantu dari luar untuk megkritik
> sikap 'diam' tsb. Juga sikap 'diam' ini memperkuat anggapan orang di
> luar komunitas muslim bahwa selain muslim tak biasa bersikap kritis
> (apalagi dikritik), mereka diajar ('brainwashed'?) untuk saling-
> membantu antara sesama muslim saja dan berprinsip:"Why should we care
> others?" ke non-muslim.
>
> Salam
>
>
>
>
>
>
>
> Milis 3D (Yahoogroups, Forum Apakabar dan homepage Apakabar)
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/