SUARA KARYA
PERTEMUAN PENGUSAHA-BURUH
Apindo Dinilai Hanya Rangkul Elite
Kamis, 11 Mei 2006
JAKARTA (Suara Karya): Pertemuan bipartit antara pengusaha dan
pekerja pada Jumat besok (12/5) tak lebih dari sekadar lobi di tingkat elite.
Itu gamblang tercermin, kata Sekjen Asosiasi Serikat Pekerja
(Aspek) Indonesia Yanuar Rizky, dari undangan yang hanya disebar Asosiasi
Pengusaha Indonesia (Apindo) kepada serikat pekerja berskala besar. "Yang
diajak terlibat hanya mereka yang di tingkat konfederasi saja," ujar Yanuar, di
Jakarta, kemarin.
Menurut Yanuar, upaya mempertemukan pengusaha dan pekerja dalam
forum informal itu belum terlihat akan membawa manfaat bagi kepentingan buruh
secara keseluruhan. "Entah kalau untuk para elite buruh," katanya di Jakarta,
kemarin.
Yanuar juga mengingatkan elite-elite buruh agar berhati-hati
terhadap upaya semacam yang digagas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu.
Tapi dia tidak menjelaskan secara konkret alasan harus berhati-hati.
Menurut Yanuar, kalau memang ingin mencari solusi atas kisruh
rencana revisi UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, kenapa tidak sekalian
saja digelar pertemuan akbar lewat forum terbuka yang melibatkan semua pihak.
Dia beralasan, persoalan yang dihadapi saat ini bukan sekadar masalah
perburuhan dan tenaga kerja. "Inti masalah yang sesungguhnya ialah persoalan
ekonomi." katanya.
Yanuar menilai, perhelatan yang diprakarsai Apindo merupakan upaya
penyelesaian masalah yang dibingkai secara politik. Itu karena serikat-serikat
buruh yang diikutsertakan praktis mereka yang hanya mempunyai opsi politik.
Kondisi seperti itu juga mencerminkan tersumbatnya pertumbuhan generasi baru
aktivis pekerja. "Toh dia-dia juga yang muncul," ujarnya.
Mendahului hasil kajian UU No 13 tahun 2003 yang dilakukan lima
perguruan tinggi, pihak pengusaha dan pekerja berencana mengadakan pertemuan
bipartit. Ketua Umum Apindo Sofyan Wanandi mengemukakan, pengusaha dan pekerja
akan berjalan sendiri karena ini menyangkut kepentingan keduanya. "Jadi, tidak
akan menunggu hasil kajian dari lima perguruan tinggi," ujar dia.
Pada pertemuan bipartit tersebut, lanjut Sofyan Wanandi, akan
dibicarakan apa yang menjadi prioritas kepentingan pengusaha dan pekerja. Dan,
berupaya mencari jalan keluar persoalan UU No 13 tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan.
Sementara itu di bagian lain, Direktur ILO Indonesia, Alan Boulton
mengemukakan, untuk menyelesaikan persoalan buruh di Indonesia, harus bisa
ditarik titik temu antara mereka yang terkait dengan masalah ini. Yakni,
pemerintah, pengusaha, serta buruh itu sendiri. Menurut dia, semua kepentingan
harus bisa terakomodasi.
Alan Boulton menjabarkan, dari sisi pengusaha sudah barang tentu
menginginkan produktivitas yang tinggi. Sementara, pihak buruh tentunya juga
mempunyai keinginan. "Buruh tentunya berkepentingan untuk memperoleh upah
memadai, perlindungan, serta keselamatan kerja yang layak," kata dia.
Menurut Alan Boulton, sesungguhnya kepentingan-kepentingan itu
saling mendukung satu sama lain. Karenanya harus dicari titik keseimbangan
antara pengusaha dan pekerja. Guna mencapai hal itu, Alan Boulton berpendapat,
ketiganya (pemerintah, pengusaha, dan pekerja--Red) harus duduk bersama dalam
satu meja perundingan. (Budi Seno)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/