http://www.suarapembaruan.com/News/2006/05/17/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY 
Perbaikan Sekolah Rusak, Sumbar Butuh Rp 500 Miliar
[PADANG] Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) membutuhkan dana 
sekitar Rp 500 miliar lebih untuk memperbaiki sekitar 6.000 sekolah rusak yang 
tersebar di 19 kabupaten/kota di provinsi ini. Upaya perbaikan sekolah rusak 
tersebut, akan membutuhkan waktu lima tahun. 

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi ketika meninjau pelaksanaan 
ujian nasional (UN) di Kota Padang, Selasa (16/5). Disebutkan, dalam pertemuan 
sebelumnya, disepakati persentase dana yang akan dianggarkan provinsi, 
kabupaten/ kota dan pemerintah pusat. 

Dalam kaitan itu kata Gubernur, akan diadakan terlebih dahulu pertemuan antara 
Pemprov dengan bupati/wali kota seprovinsi itu untuk membahas secara menyeluruh 
persoalan kerusakan bangunan dan ruang kelas sekolah yang rusak atau tidak 
layak sehingga diperoleh data aktual jumlah sekolah rusak. ''Setelah 
diinventarisir, akan ditemukan total dana pasti yang dibutuhkan untuk 
perbaikan. Termasuk sekolah yang berada di daerah-daerah terisolir," kata 
Gamawan. 

Gubernur juga menyebutkan pada tahun ini Pemprov sudah menganggarkan dana Rp3,7 
miliar untuk penambahan jam pelajaran bagi siswa kelas III Sekolah Menegah Atas 
(SMA) dan sederajat baik negeri maupun swasta. "Jadi, alokasi dana provinsi itu 
akan kita beri kepada masing-masing sekolah untuk menambah jam pelajaran 
sehingga kemampuan siswa kelas III SMA yang akan datang, bisa meningkat," 
jelasnya. 


Bertahap 

Sedangkan dari Manado, Sulawesi Utara (Sulut) dilaporkan, sebanyak 3.920 ruang 
kelas di 2.754 sekolah dasar dan SMP negeri , swasta dan sederajat di Sulut 
hingga saat ini rusak berat. Sekolah rusak yang harus segera diperbaiki 
tersebut, tersebar di sembilan kabupaten/kota di Sulut. 

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulut Drs A 
Lomban pada acara penandatangan nota kesepahaman rehabilitasi sekolah rusak 
antara Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo dan Gubernur 
Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang, Wakil Gubernur Freddy Sualang dan kalangan 
DPRD Sulut serta bupati dan wali kota, berikut Ketua DPRD se-Sulut di Manado, 
Selasa (16/5). Dalam acara tersebut, Mendiknas menyerahkan bantuan Rp 4 miliar 
untuk sekolah yang rusak akibat bencana banjir Februari lalu, berikut 100 ribu 
buku bagi para siswa dari sekolah itu. 

Gubernur Sarundajang mengatakan prihatin dengan banyaknya sekolah rusak itu, 
demikian pula dengan banyaknya bangunan sekolah terutama ruang kelas tidak 
memadai. Padahal, untuk menghasilkan peserta didik yang bermutu, fasilitas 
ruang belajar harus memadai. Pemprov Sulut sendiri telah 

Mendiknas Bambang Sudibyo mengatakan, dalam MoU yang telah ditandatangani 
dengan gubernur dan bupati dan wali kota serta DPRD, untuk merehabilitasi ruang 
kelas yang rusak berat, pemerintah pusat akan membiayai 50 persen, provinsi 15 
persen dan Kabupaten dan Kota 35 persen. Ia mengatakan, pemerintah pusat akan 
mengalokasikan dana Rp 196 miliar untuk pembangunan pendidikan di Sulut melalui 
dana dekonsentrasi dan Dana Alokasi Khusus (DAK), dan akan dilakukan bertahap. 

Mendiknas juga menyatakan, ke depan, sekolah yang dibutuhkan adalah sekolah 
kejuruan, bukan sekolah umum. ''Kita berharap, sekolah menengah kejuruan (SMK) 
70 persen dan sekolah menengah atas (SMA) hanya 30 persen, yang saat ini masih 
terbalik, yakni 70 persen SMA dan SMK hanya 30 persen. [BO/136/A-22] 


Last modified: 17/5/06 

++++

http://www.suarapembaruan.com/News/2006/05/17/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
PT KA Alami Kerugian Rp 1 Miliar 
[SURABAYA] PT Kereta Api Daerah Opersi 8 Surabaya menderita kerugian sementara 
sekitar Rp 1 miliar akibat kasus tergulingnya rangkaian gerbong ketel berisi 
bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar setelah jalan mundur sepanjang 
50 kilometer dari Bangil sampai Stasion Depo Sidotopo, Surabaya, Jawa Timur, 
Jumat (12/5) dini hari. 

Kerugian itu meliputi kerusakan rel kereta, kerusakan gerbong, serta tumpahnya 
BBM di emplasemen stasiun. 

Hal itu disampaikan oleh Humas PT KA Daops 8 Surabaya, Sudarsono kepada 
wartawan, Selasa (16/5). 

Sudarsono mengatakan, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan PT 
Pertamina untuk melakukan perhitungan bersama karena BBM yang gagal dikirim ke 
Malang. BBM yang gagal terkirim terdiri dari 10 gerbong premium dan 3 gerbong 
solar. 


Pemeriksaan Intensif 

Sudarsono mengatakan, dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan PT Kereta 
Api terhadap Masinis Tri Iswitoyo dan pembantu masinis Abdurrahman , keduanya 
dianggap lalai ketika menjalankan tugas sehingga kereta berjalan mundur. 

Dijelaskan rangkaian 23 gerbong ketel isi BBM Premium dan Solar dari Stasiun 
Benteng Surabaya dalam perjalanan ke Malang. Sampai di Stasiun Bangil berhenti 
untuk memisahkan menjadi lima gerbong. 

Pada saat Masinis Tri Iswitpyo dan pembantu Masinis Abdurrahman turun untuk 
melakukan musyawarah untuk memecah menjadi lima rangkaian gerbong, ternyata 
kereta gerbong ketel minyak ini berjalan maju menuju Malang. 

Sampai di Stasiun Wonokerto kemudian berhenti karena jalannya menanjak, 
kemudian kereta turun kembali menuju Surabaya melewati 10 stasiun dan delapan 
shelter (pemberhetian kereta komuter) serta melewati 100 pintu perlintasan 
kereta api. 

Di dalam lokomotif terdapat seorang perempuan, Milla Rosa (25) yang diduga 
mengalami gangguan jiwa. Setelah diperiksa di Polres Surabaya Timur, kemudian 
dikirim ke RS Jiwa Menur untuk mengetahui benar atau tidaknya Milla Rosa 
menderita gangguan jiwa. [029] 


Last modified: 16/5/06 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
You can search right from your browser? It's easy and it's free.  See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke