Ini seperti berita sebelumnya yang saya tulis, tidak satupu ada negara didunia yang mau ikut dalam peacekeeping, karena Libanon menyatakan tidak mampu melucuti Hesbollah dan meminta peacekeeping dibawah PBB yang melakukannya. Tentu saja tidak mungkin karena Hesbollah adalah urusan dalam negeri Libanon murni bahkan Hesbollah mempunyai menteri dalam kabinet Libanon sehingga bagaimana mungkin tidak bisa dilucuti?
Ulur waktu, Israel terus maju. Beirut jatuh, dan kota2 lain juga jatuh. Air tidak ada, listrik tak ada, makanan tidak ada, semua supplay ditutup jalannya dan Hesbollah akan mati secara alamiah dengan berjalannya waktu tanpa perlu membuang peluru. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://www.gatra.com/artikel.php?id=96821 > > > RI Tak Akan Kirim Pasukan Multinasional ke Lebanon > > > Jakarta, 4 Agustus 2006 15:36 > Pemerintah Indonesia tidak akan mengirimkan pasukan multinasional ke Lebanon dan Palestina, kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Desra Percaya kepada wartawan di Gedung Departemen Luar Negeri, Jakarta, Jum`at (4/8). > > "Indonesia tidak akan mengirimkan pasukan multinasional ke Palestina dan Lebanon. Indonesia hanya akan berpartisipasi jika pasukan yang dikirim berupa pasukan penjaga perdamaian berbaret biru. Jika pasukan multinasional, tidak," kata Desra. > > Menurut dia, saat ini pembahasan mengenai hal itu masih tarik-ulur di Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). > > "Indonesia akan menanti perkembangan yang terjadi selanjutnya, tentang jenis pasukan yang akan dikirim dan mandatnya," katanya. > > Jika pasukan yang disepakati adalah pasukan pemelihara perdamaian yang berbaret biru, kata Desra, maka Indonesia akan berkontribusi mengirimkan satu batalion yang kabarnya telah disiapkan TNI. > > Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda semenara itu mengatakan tindakan yang akan diambil Pemerintah Indonesia akan sangat tergantung pada keputusan DK PBB dalam menetapkan gencatan senjata. > > "Ya atau tidak (gencatan senjata --Red). Kalau gencatan senjata ditentukan maka pasukan perdamaian jenis apa yang disepakati," katanya. > > Wirajuda mengatakan, jika pasukan yang disepakati berupa pasukan multinasional maka komandonya bukan di bawah pengawasan PBB. > > Indonesia, kata dia, tidak akan mengambil bagian dalam pasukan multinasional karena pasukan multinasional memiliki kewenangan yang lebih besar termasuk memerangi pihak-pihak yang melawan terhadap gencatan senjata. > > "Kalau bukan di bawah pengawasan PBB bisa jadi negara yang kuat atau berkuasa yang menentukan kebijakan, dan hal itu belum tentu sesuai dengan kebijakan kita," ujarnya. > > Pasukan multinasional dipersenjatai dengan senjata berat sedangkan pasukan perdamaian hanya senjata untuk bela diri. > > "Contoh misalnya, kalau pasukan multinasional yang dipersenjatai dengan senjata berat itu memerangi Hezbollah maka lebih runyamlah kira-kira," katanya. > > Oleh karena itu, lanjut Wirajuda, Indonesia akan mengikuti secara cermat jenis mandat dan pasukan yang disepakati DK PBB. [EL, Ant] > > > [Non-text portions of this message have been removed] > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
