Ho ho ho carane mbrantas itu bukan hanya zakat tok,tapi:
1.Ada khalifahnya dulu nanti dia yang memaksakan zakat.Jaman Abu 
Bakar ada perang Yamamah itu untuk memaksa wong sing beling zakat.
2.Wong nimbun gak boleh,bukan gur soal nimbun beras nimbun tanahpun 
dilarang,sekarang kamu beli tanah 5 Ha di Pamulang kan boleh kan? 
nek Islam gak ada itu.
3.Riba gak oleh jadi sumber dana jadi murah soale tanpa bunga.Wong 
naruh dirumah bawah bantal yo rugi juga akhirnya diinvestkan,dus 
roda ekonomi jalan.
4.Oh ya mgurangi timbangan yo dicekel.Ini bukan hanya timbangan 
jeruk termasuk spek dalam suatu borongan proyek.
Dah itu saja kalau bisa sebentar saja ekonomi apik.
Tawangalun.
- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> REFLEKSI:  Hemat saya zakat tidak dapat memberikan solusi permanen 
terhadap kemiskinan ummat [rakyat] karena  didasarkan pada 
belaskasihan orang berada kepada ummat miskin melarat.  Topik zakat 
hangat diingatkan pada bulan puasa.  
> 
> Patut dimnegerti bahwa belaskasihan adalah bukan hak warganegara 
miskin untuk  dapat keluar dari lingkaran setan yang menjerat mereka 
untuk berkehidupan layak.  Penilaian ini timbul karena "sudah 61 
tahun Indonesia Merdeka, dan sudah 61 tahun dilakukan ibadah puasa". 
Tetapi, angka kemiskinan di Indonesia Merdeka tidak berkurang, malah 
bertambah dari tahun ke tahun. Gejala yang sama bisa juga dilihat di 
negeri-negeri lain.
> 
> 
> http://batampos.co.id/index.php?
option=com_content&task=view&id=5246&Itemid=75
> 
> 
>       Zakat, Solusi Problematika Ummat        
>       Jumat, 29 September 2006  
>       Oleh: Kasturi*)
> 
>       Kemiskinan seolah selalu menjadi cerita lama dalam rangkaian 
episode panjang yang tidak kunjung berakhir di negeri ini, bahkan 
menyebut hal yang satu ini, kerap hanya sekedar menjadi bahan 
diskursus serta wacana politik yang sangat laku untuk dijual, Setiap 
orang seolah bergairah untuk membicarakan tentang betapa miskinnya 
negeri ini, negeri yang konon elok rupawan, dengan alamnya yang 
mengundang decak kagum turis - turis manca negara, alamnya yang 
subur menghasilkan tetumbuhan yang menggiurkan, tetapi ternyata 
semuanya itu tinggal sekedar cerita masa lalu. Kemiskinan tetap saja 
menjadi bagian yang belum terpisahkan dari bangsa yang indah ini.
> 
> 
>       Yang lebih mengenaskan adalah, penyakit akut kemiskinan itu 
ternyata telah bersarang di tubuh mayoritas ummat Islam, ia 
menyerang jasad ummat yang sesungguhnya memiliki nilai-nilai 
perjuangan untuk sukses dunia akhirat, tetapi kemudian harus 
mengalami sebuah " bencana "kemiskinan yang sangat dahsyat.
> 
> 
>       Dalam buku World in Figure 2003 yang diterbitkan oleh The 
Economist, dipaparkan tentang Indonesia sebagai negara yang luar 
biasa, negeri terluas nomor 15 di dunia ini, ternyata dikenal 
sebagai pengekspor  coklat dengan peringkat nomor 3 di dunia, 
penghasil sawit terbesar ke 2, dan beragam hasil perkebunan lainnya, 
dari penghasilan tambang, ternyata Indonesia menghasilkan emas ke  8 
di dunia, negeri ini menghasilkan sungguh banyak bauksit, bahan 
bakar minyak, batubara, marmer, nikel dan kandungan mineral lainnya.
> 
> 
>       Luar biasa., demikianlah agaknya yang bisa kita ucapkan 
untuk menunjukkan potensi yang ada di Indonesia, negeri kaya raya. 
Dan keluarbiasaannya ternyata tidak hanya karena potensi yang 
dimilikinya itu saja, paradoks,  itulah kalimat yang tepat untuk 
menggambarkan situasi yang terjadi, dinegeri yang kaya raya ini, 
fakta yang amat jelas memperlihatkan kondisi terkini tentang 
kemiskinan dengan segala ancamannya menghantui  anak negeri.
>       Di buku yang sama di beberkan tentang beban hutang luar 
negeri kita ternyata berada diperingkat 6 didunia, angka korupsi 
menempatkan Indonesia di posisi ke 3 diantara negara di dunia, 
penduduk miskinnya  sebesar  26 % dan pengangguran terbuka berada di 
angka 10 juta. Bukankah ini adalah hal yang sangat luar biasa, 
pernahkah kita membayangkan bahwa kita terlahir dinegeri yang kaya 
raya, tetapi inilah fakta yang sedang terjadi.
> 
> 
>       Belum lagi ketika bencana alam yang silih berganti yang 
menimpa bangsa ini, kebijakan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, 
kenaikan harga BBM, pemutusan hubungan kerja akan ikut menambah 
panjang daftar kemiskinan yang ada, keputusasaan muncul dimana-mana, 
dan pertanyaan yang muncul hanya bak lagunya Ebiet G. Ade, " mengapa 
ini semua terjadi di negeri ini, apakah Tuhan sudah bosan melihat 
tingkah kita ".
> 
> 
>       Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh dua lembaga besar, 
Ford Foundation bekerja sama dengan Universitas Syarif Hidayatullah 
( UIN ) Jakarta  dan PIRAC, memperlihatkan bahwa potensi zakat yang 
ada di Indonesia sangat luar biasa besarnya. Dan ketika dana yang 
sungguh luar biasa besarnya ini terkelola dengan baik, kita akan 
melihat bahwa ummat ini akan kembali berbondong-bondong memasuki 
zaman keemasannya.
> 
> 
>       Sementara Lembaga PIRAC ( Public Interest Research and 
Advocacy Center ) menyebut angka 20 Triliun potensi zakat profesi 
dalam 1 tahun. Untuk itu butuh kesungguhan setiap orang untuk 
membangunkan potensi "raksasa tidur " ini.
>       Dan ini adalah besaran dana yang sangat luar biasa, 
pertanyaanya adalah bagaimana ummat Islam menyikapi potensi yang ada 
sebesar itu, apakah kemudian kita hanya membiarkan angka - angka itu 
diam membisu diatas kertas selamanya, atau ummat Islam melakukan 
action untuk menjemput kegemilangannya dengan membangkitkan potensi 
yang ada itu.
> 
> 
>       Apa yang tidak bisa dilakukan oleh ummat Islam dengan dana 
sebesar itu, sungguh persoalan besar dengan segala kemiskinan dan 
akibat kemiskinan itu, akan mampu diselesaikan dengan pengelolaan 
yang baik terhadap dana Zakat, infaq dan shadaqah yang sebesar itu. 
Ternyata kita harus banyak belajar dari kesuksesan negara tetangga, 
Singapura dan Malaysia yang telah memperlihatkan keinginan dan 
kesungguhan mereka, dalam menggali dan memfaatkan secara optimal 
potensi zakat yang ada disana.
> 
> 
>       Sejarah juga telah mencatat kecemerlangan ummat Islam dimasa 
lalu, ambil saja sebuah sejarah  kegemilangan Islam di bawah 
kekhalifaan  sang mujahid yang sangat fenomenal dalam sejarah, yaitu 
Umar bin Abdul Aziz, ketika Amil-amil zakatnya turun ke lapangan 
untuk menyalurkan zakatnya hingga ke wilayah Afrika, hampir-hampir 
mereka tidak menemukan lagi orang yang bersedia menerima zakat. Lalu 
muncul pertanyaan, apakah ketika itu, sama sekali tidak ada lagi 
orang yang berhak menerima zakat? Sesungguhnya tidak juga demikian, 
hanya saja ummat Islam dimasa itu, telah sampai pada posisi yang 
ideal sebagai ummat yang rahmatan lil Alamin. 
> 
> 
>       Kehidupan sebagai makhluk mulia yang sosial yang utuh, telah 
mengejawantah dalam kehidupan mereka, dimana para orang kaya sangat 
sadar akan kewajiban mereka menunaikan kewajiban mereka dengan 
segala kekayaan yang mereka miliki, dan mereka dengan segala 
ketulusan hati menginfaqkan harta mereka di jalan Allah, disisi 
lain, kaum miskin tidak rela kehormatan diri mereka diinjak-injak 
dengan menjadi peminta-minta dimana-mana. Inilah satu kondisi ummat 
yang ideal, dimana kekayaan bukan menjadi tujuan dari kehidupan 
manusia, namun hanya menjadi jalan menuju sbuah kebahagian abdi 
disisi Alloh SWT.
> 
> 
>       Sesungguhnya kita tidak hanya menjadikan kisah kegemilangan 
kekkhalifaan Umar sebagai satu-satunya model kejayaan ummat, tetapi 
di bagian lain dalam sejarah ummat ini sungguh ternyata banyak 
mereka yang telah menorehkan sejarah panjangnya kegemilangan mereka, 
salah satu yang mereka lakukan ternyata dengan menegakkan dengan 
sungguh-sungguh syariat zakat di kehidupan mereka.
> 
> 
>       Dengan segala kondisi kemiskinan yang sedang menimpa anak 
negeri yang merintih dalam keputusasaan ini, apalagi di berbagai 
media elektronik, dan media cetak kita mendengar kekerasan di rumah 
tangga kaum miskin terjadi, angka kejahatan semakin meningkat, maka 
boleh jadi ini adalah bagian dari multi efek dari kemiskinan yang di 
khawatirkan oleh Syaidina Ali RA. Beliau pernah berujar " kalau saja 
kemiskinan berwujud manusia, maka akan aku perangi sekarang ". 
Artinya efek kemiskinan sudah dipahami sejak lama dalam konsep islam.
>       Bahkan Rasulullah yang agung dalam haditsnya mengatakan, 
bahwa kefakiran itu sangat dekat mengantarkan seseorang kepada 
kekafiran.
> 
> 
>       Hidup di era industri dan teknologi ini, tidak sedikit 
jurang pemisah yang amat dalam terjadi antara sikaya dan si miskin, 
pola pergaulanpun telah membuat segalanya berubah, maka tinggallah 
simiskin sendirian saja menata hidup mereka, kalaupun diangkat dan 
disebut-sebut tentang mereka, maka kebanyakan dijadikan sebagai isu 
untuk kepentingan-kepentingan tertentu saja.
> 
> 
>       Karena itu, saatnyalah zakat kembali diangkat untuk 
kemudiaan dijadikan  sebagai jembatan  emas yang menghubungkan 
antara dua kutub yang berbeda, yang menjadi jembatan antara yang 
kaya dengan kaum miskin, dengan menunaikan kewajiban berzakat 
sebagai muslim yang sejati, 
>       Saatnya ummat Islam bersatu dengan menunaikan zakat dengan 
baik, maka sebentar lagi akan hadir Rumah Sakit gratis buat para 
mustahik, akan muncul wadah pengembangan ekonomi yang membantu 
mengubah mustahik menjadi muzakki, yang mengubah si lemah menjadi 
kuat, sehingga siap pula membantu saudaranya yang lain., dan 
menyelamatkan orang-orang yang putus asa menjadi yakin akan 
pertolongan Allah SwT. 
> 
> 
>       Terakhir, semoga saja dengan kehadiran institusi pengelola 
zakat, baik Badan Amil Zakat maupun Lembaga Amil Zakat ( LAZ ) 
semakin membuat ummat Islam semakin yakin akan kembalinya 
kegemilangan islam, semakin luas kebaikan yang tersebar, dengan 
bangkitnya segala ummat yang ada. tentu saja Sinergi yang terus 
menerus harus terbangun dengan baik diantara kita, sehingga seperti 
ungkapan Abu Syauqi dalam pengantar buku Manusia Muslim Abad 21  
karangan Anis Matta, "  Biarkan mereka terpesona " dengan kerja-
kerja ini.*** 
> 
>       *)Kasturi, Branch Manager Rumah Zakat Indonesia Batam
>      
>   
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke