http://www.indomedia.com/bpost/102006/20/depan/utama2.htm


"Kapan Kita Lebaran?"

Jakarta, BPost
Ada pernyataan menarik dari Menteri Agama Maftuh Basyuni. Meski pemerintah 
telah menetapkan, --sebagaimana yang tercantum dalam kalender-kalender yang 
beredar--, Hari Raya Idul Fitri 1427 H jatuh pada Selasa (24/10), Maftuh 
mengatakan bisa saja keputusan itu berubah. Lebaran tidak pada Selasa namun 
Senin (23/10).

"Bisa saja terjadi ada kemungkinan. Segala kemungkinan itu bisa terjadi. 
Mudah-mudahan saja waktunya sama," ujar Maftuh kepada pers di Jakarta, kemarin. 

Kembali dikatakan Maftuh, keputusan final pemerintah akan ditetapkan dalam 
sidang itsbat, Minggu (22/10). "Kita tunggu saja sidang itsbatnya. Akan tetapi, 
kalau pun ada perbedaan, itu wajar saja," ujarnya. 

Kemungkinan tidak bersatunya umat Islam Indonesia merayakan lebaran membuat 
bingung masyarakat. Seperti yang diungkapkan Aris (32) warga pendatang dari 
Banyuwangi yang kini bertempat tinggal di Kayu Tangi, Banjarmasin. Dia 
menyayangkan sikap pemerintah yang hampir dari tahun ke tahun selalu 
kebingungan dalam menetapkan 1 Syawal.

"Kalau pemerintahnya saja bingung, lha rakyat kecil seperti kami ini harus 
bagaimana. Seharusnya pemerintah tegas dalam menetapkan Idul Fitri. Kenapa 
selalu mendekati hari H, baru dipastikan. Kalau bisa satu minggu sebelumnya 
jadi kita enak mengatur persiapan lebaran, terutama kalau mau mudik," keluh 
Aris.

"Coba kita contoh agama lain, mereka tidak ada yang berbeda-beda. Perbedaan ini 
membuat rakyat bingung, pas lagi puasa ternyata ada yang Shalat Ied. Kalau 
seperti itu, puasa kami jadinya haram atau tidak? Belum lagi soal zakat, kalau 
lewat 1 Syawal jadinya kan hanya sedekah," lanjutnya.

Fadilah (36) warga Pasir Mas, Banjarmasin Barat juga mengaku heran dengan 
pemerintah yang selalu kesulitan menentukan Idul Fitri. Padahal menurutnya, 
pemerintah melalui menteri agama itu memiliki banyak ahli untuk menghitung 
jatuhnya 1 Syawal.

"Tapi nyatanya kok selalu kesulitan. Kalau sekarang sudah mendekati lebaran 
pemerintah juga bingung, sudah pasti kami ikut bingung. Untuk merayakan Idul 
Fitri, keluarga saya selalu berpatokan pada pemerintah. Sebab, jangankan 
menghitung jatuhnya lebaran, menghitung pendapatan untuk beli beras saja 
susah," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin menegaskan ormasnya merayakan 
lebaran pada Senin (23/10). Hal serupa dilakukan umat Hizbut Tahrir Indonesia 
(HTI).

Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) belum bersikap karena masih menunggu pelaksanaan 
rukyatul hilal (melihat bulan dengan mata telanjang). Ormas Islam lainnya, 
Persatuan Islam (Persis) menetapkan lebaran pada Selasa (24/10).

Dari catatan BPost, perbedaan Idul Fitri beberapa kali terjadi di negara ini. 
Tahun 1992 (1412 H), ada yang berhari raya Jumat 3 April 1993 mengikuti Makkah, 
ada yang Sabtu, 4 April 1992 sesuai dengan hasil rukyat NU, dan ada pula yang 
Minggu, 5 April 1992 mendasarkan keputusan pemerintah. Tahun berikutnya adalah 
1993 (1413 H) dan 1994 (1414 H), penetapan awal Syawal juga mengalami perbedaan 
pendapat.

Juga pada 2001. Saat itu masyarakat bahkan dibingungkan sejak awal Ramadhan 
1422 H. Bagaimana tidak, sebagian umat Islam telah memulai Shalat Tarawih pada 
Kamis, 15 November 2001, ternyata pemerintah menetapkan awal puasa pada Sabtu, 
17 November 2001.

Tak hanya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha di negara ini pun pernah mengalami 
perbedaan, yakni pada 2000 (1420 H). Pemerintah yang saat itu dipimpin Presiden 
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menetapkan Hari Raya Qurban pada 16 Maret 2000. 
Sedangkan Nadhlatul Ulama yang juga dipimpin Gus Dur menetapkan pada 17 Maret 
2000. ais/dws


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke