CENDRAWASIH POS
Sabtu,21 Oktober 2006








































































































BIN Lobi Kongres AS 

*Untuk Diskusikan Masalah Papua, Aceh dan Soal Munir 

JAKARTA-Lobi Badan Intelejen Negara (BIN) mengalir sampai ke Kongres Amerika 
Serikat (AS). Badan yang kini dipimpin Syamsir Siregar tersebut telah mendekati 
Kongres AS untuk mendiskusikan soal Munir, hubungan kerja sama militer 
Indonesia-AS, masalah Aceh, dan Papua. 

"Keterangan ini semakin jelas dari kunjungan kami ke Kongres AS," kata 
Koordinator Badan Pekerja Kontras, Usman Hamid, yang saat ini sedang berada di 
AS mendampingi Suciwati melalui email. 

Sebelum berangkat ke AS, Usman memang sudah pernah mengatakan bahwa dirinya 
pernah mendengar jikalau BIN melobi Kongres AS soal Munir. "Ternyata ini 
benar," lanjutnya. 

Makanya salah satu tujuan mereka bertemu Kongres untuk meng-counter informasi 
yang didapatkan Kongres jikalau keterangan yang disampaikan BIN soal Munir 
tidak benar. 

Keterangan adanya lobi BIN itu didapatkan Usman saat dia bersama Suciwati 
mendatangi satu per satu perwakilan anggota Kongres AS baik dari kalangan 
demokrat dan republikan di Washington D.C Rabu lalu. 

Saat itu yang mereka temui adalah Mc Dermott, Patrick Kennedy, Wolf, dan Kirk. 
Dalam lobinya itu, BIN bukan hanya untuk kasus tewasnya Munir, tapi juga soal 
Papua dan Aceh. 

Alih-alih lobi BIN itu berhasil, menurut mereka, sejumlah anggota Kongres AS 
masih terus mempertanyakan kasus ini dan menyayangkan belum adanya respon atas 
surat yang pernah dikirim kepada Presiden SBY. Pada 9 November 2005, 68 anggota 
Kongres AS memang mengirimkan surat kepada Presiden SBY mempertanyakan 
keseriusan pemerintah dalam menuntaskan kasus Munir. 

Tak berhenti di sini, pada Kamis lalu, giliran Suciwati mendatangi gedung 
parlemen AS. Di sana dia menemui kalangan senator, antara lain Jonah Blank dan 
Tim Rieser. "Seperti di Kongres, kalangan senator juga membenarkan kehadiran 
perwakilan BIN pasca pemulihan hubungan militer AS-Indonesia," lanjut Usman. 

Sejumlah kebijakan luar negeri AS, termasuk kebijakan ekonomi, kerja sama 
keamanan militer dengan Indonesia memerlukan dukungan anggota Kongres AS. Lobi 
yang dilakukan Usman dan Suciwati pada Kongres dan senat AS pada gilirannya 
memang bisa berdampak pada sikap AS terhadap Indonesia. Kamis lalu itu mereka 
juga berkunjung ke State Department AS. 

Kemarin mereka kembali ke New York untuk mengadakan pertemuan dengan Pelapor 
Khusus PBB untuk Extra Judicial Executions Philips Alston. Dia juga dikenal 
sebagai profesor hukum dan HAM di Universitas New York. 

Harapannya, seperti yang sudah dilakukan Hina Jilani (Perwakilan Khusus Sekjen 
PBB) dan Leandro Despouy (pelapor khusus pembela HAM), Philips Alston juga 
menulis surat pada pemerintah Indonesia tentang kasus Munir. "Lebih dari itu 
supaya Indonesia mengundang dua pejabat PBB itu sekaligus untuk membantu 
pengusutan kasus Munir," lanjutnya. 

Di Jakarta, Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengatakan jika tanpa ada tekanan 
sekalipun pihaknya akan tetap menuntaskan kasus ini. "Ini perhatian kita, tanpa 
perlu desakan kita akan tuntaskan. Masa kita biarkan kejahatan? Pembunuhan 
lagi, tapi ini butuh pembuktian," katanya. (naz)


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke