Untung saya bukan tipe pemilih; tidak memilih di orde baru, tidak juga 
di orde reformasi. Jadi, saya tidak termasuk yang harus disalahkan 
jusfiq :)

Tapi, saya juga tidak suka jusfiq menyalah-nyalahkan orang banyak 
begitu saja. Apalagi yang disalahkan adalah mereka yang katanya kena 
dikibuli & dijadikan tumbal agar anggota dewan dapat menikmati 
kehidupan serba nyaman. Tidak etis menyalahkan orang yang sedang 
menderita kesusahan, sekalipun karena ulah sendiri.

Dalam hal ini, yang salah - dan pantas disalahkan - hanyalah para elit 
politik yang tidak memberi pendidikan politik secara benar. Malah ada 
kecenderungan para elit politik sengaja membiarkan masyarakat tetap 
miskin dan buta politik supaya dapat ditunggangi setiap saat.

Kriminalisasi sosial-politik semacam ini terbukti menjadi pola yang 
sangat ampuh bagi partai-partai kaya dalam menghadapi pemilu. Hebatnya 
lagi, banyak orang politik yang memahami politik benar-benar sebagai 
ilmu menipu tingkat tinggi!

Orang-orang yang memelihara kejahatan politik itulah yang harus 
disalahkan. Bukan masyarakat yang karena miskin & kurang pengetahuan 
hanya bisa memupuk harapan dari pemilu ke pemilu - yang katanya 
merupakan satu-satunya mekanisme perubahan secara damai. Jadi, kenapa 
harus menyalahkan orang-orang yang mencari damai?

Jangan salah bidik apalagi salah tembak!

From: "hadjar_wish" <[EMAIL PROTECTED]>

: Saya kira banyak orang Indonesia tahu pengurasan dan pemborosan uang
: negara yang dilakukan oleh orang-orang yang telah mereka pilih
: sebagai wakil mùereka di berbagai Dewan sementara kerja wakil mereka
: itu tidak kelihatan banyak hasilnya...
:
: 'Studi banding' yang sering mereka lakukan jelas artinya "pakansi
: dengan uang negara"
:
: Lalu gaji yang begitu besar, plus uang tunjangan ini itu yang mereka
: terima tiap bulan...
:
: (Berapa juta rupiah gaji seorang profesor di Universitas negeri di
: Indonesia?)
:
: Yang saya lihat - dan saya salahkan - adalah para pemilih yang
: ternyata telah dikibuli oleh wakil mereka tapi tidak berbuat apa-apa
: menuntut janji wakil mereka.
:
:
: --- In [EMAIL PROTECTED], "Gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
: >
: > Apa hal ini tidak dikarenakan oleh Presiden yang terpilih langsung
: > sedang di parlemen tidak mendapat suara memadai ?, sehingga untuk
: > 'membantu' kinerja Presiden dalam hal ini eksekutif maka parlemen
: > 'harus' dininabobo kan, kemudian berita di sebar bahwa parlemen
: > tidak peduli dengan kondisi negara yang masih labil.
: >
: >
: (...)





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke