Reflkesi: Pengalaman adalah guru terbaik, demikian kata sebuah ucapan kata-kata 
mutiara. Pemakaran daerah selama ini tidak membawa faedah apa-apa bagi rakyat 
setempat yang daerahnya dimekarkan, selain menciptakan raja-raja kecil baru 
yang ditugaskan langsung atau tidak langung untuk menjilat keatas dan 
menginjak-injak kebawah sesuai instruksi yang diberikan. Yang dijilat adalah 
petingginya yang bertahtata di pusat kekuasaan, dan yang diinjak-injak adalah 
hak-hak rakyat setempat. ´Politik kolonial [devide et impera] biasanya begitu. 

http://www.suarapembaruan.com/News/2007/08/25/Nasional/nas01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Pemerintah Harus Berperan dalam Seleksi Pemekaran Wilayah
[JAKARTA] Munculnya wilayah-wilayah baru hasil pemekaran, yang banyak dilandasi 
alasan primordial, seperti kesatuan etnis, dan agama, yang mengancam masa depan 
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seharusnya dicegah. Pemerintah dan 
DPR masih kurang selektif dalam membahas setiap usulan pemekaran wilayah. 

"Undang-undang pemekaran dibahas DPR dan pemerintah. Kalau DPR kurang teliti 
maka pemerintah harus lebih selektif karena pemerintah punya anggaran dan 
sumber daya manusia yang bisa mengecek ke daerah," kata Agus Condro Prayitno, 
anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(FPDI-P), di Jakarta, Jumat (24/8). 

Dikatakan, pemerintah yang lebih selektif tersebut mengingat peran dan posisi 
DPR sebagai lembaga politik mempunyai keragaman kepentingan dan ideologi agar 
semua pemekaran tersebut masih dalam kerangka NKRI. Bila perlu dibentuk sebuah 
Dewan Otonomi Daerah yang mempunyai parameter dalam menilai suatu daerah layak 
dimekarkan atau tidak mengingat pemekaran wilayah saat ini lebih banyak 
menuruti aspirasi dari daerah yang seharusnya dikaji lebih mendalam. 

"Apakah betul itu aspirasi rakyat, atau sekedar aspirasi segelintir elit 
politik lokal, yang ingin jadi kepala daerah, pimpinan DPRD, atau jabatan 
lainnya kan kita belum mengerti. Rakyat sekarang mudah dimobilisir untuk 
menyatakan sesuatu," ucapnya. 

Apalagi, kata dia, ada ada kecenderungan pemekaran wilayah didasari alasan 
kesatuan etnis, dan kesatuan agama. "Kalau pemekaran didorong alasan-alasan 
yang sifatnya primordial seperti itu, bisa mengancam NKRI ke depan," ujarnya. 

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Amanat 
Nasional (FPAN), Sayuti Asyathri, dan Saifullah Mashum, anggota Komisi II DPR 
dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), terkait perlunya seleksi dalam pemekaran 
wilayah. Apalagi, saat ini banyak ketergantungan wilayah pemekaran tersebut 
pada alokasi anggaran dari pemerintah pusat. Untuk itu perlu penguatan di 
daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). 

"Harus didorong munculnya inisiatif dan kreatifitas dari daerah-daerah baru itu 
untuk memperkuat PAD, dalam memajukan masyarakatnya. 

"Mutlak diperlukan karena bisa jadi pintu masuk tidak terkendalinya otonomi 
daerah, dan runtuhnya negara. Untuk itu pemerintah seharusnya segera melakukan 
revisi PP 129 Tahun 2000 tentang Pembentukan dan Penggabungan Daerah Otonom," 
kata Sayuti. 

Dikatakan, kalau hanya berdasarkan PP yang ada maka syarat-syarat pemekaran 
wilayah sangat longgar, dan daerah-daerah ti- dak bisa disalahkan apabila 
daerah berlomba memekarkan wilayahnya. 

Saifullah menambahkan perlunya visi pemerataan pembangunan di seluruh daerah 
sehingga pemekaran tidak saja dila- kukan tanpa tujuan yang jelas. [B-14] 


Last modified: 25/8/07 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke