http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=37790&ik=2

      Gorok Istri, Suami 'Harakiri'   
     
      Minggu 2 September 2007, Jam: 6:12:00   
     
      BEKASI (Pos Kota) - Di tengah kehidupan yang serba sulit saat ini, 
masalah kecil dalam rumahtangga bisa berakibat fatal. Diduga sering cekcok 
karena masalah ekonomi, seorang suami jadi gelap mata. Ia nekat menggorok leher 
sang istri hingga tewas di Kampung Blendung RT 018/06 Desa Kedung Pengawas, 
Babelan, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/8) malam. 

      Setelah menggorok leher Anah, 30, dengan pisau yang sama sang suami 
Wardani alias Bonar, 35, berupaya bunuh diri dengan harakiri (menusukan pisau 
ke perut hingga ususnya terburai) serta meminum cairan racun serangga. 
Beruntung pelaku masih dapat diselamatkan warga dan dilarikan ke RSCM. Ia 
menjalani perawatan intensif dan dijaga ketat petugas. 

      Meski tempat kejadian perkara (TKP) ada di Babelan, pasangan suami istri 
ini sebenarnya tinggal di Kampung Pedaengan RT 014/08 Kelurahan Penggilingan, 
Cakung Jakarta Timur. Anah, karyawan pabrik sabun PT Sayap Mas Utama di Cakung 
dikenal sebagai anak kembar. Keluarganya menguburkan jenazahnya pada, Sabtu 
(1/9) siang. 

      Informasi yang dihimpun Pos Kota, sekitar pukul 20:30 suami-istri yang 
telah dikaruniai tiga anak, bertandang ke rumah Panggih, 40, dan Tinah, 35, 
yang merupakan kakak dari Anah. "Memang antara keduanya lagi ada masalah, 
terutama Wardani yang kurang cocok dengan orangtua saya," tutur Tinah. 

      Setelah berbincang-bincang sekitar 30 menit, Anah dan Wardani pamit 
pulang. Namun tak berapa lama kemudian, keduanya balik lagi ke rumah Panggih. 
"Istrinya ngaku saat membawa motor, Wardani uring-uringan dan sering mau 
nabrak," terang Tinah, yang menyebutkan akhirnya keduanya pun menginap dan 
tidur di ruang tamu. 

      DENGAR SUARA NGOROK 
      Sekitar pukul 23:30, Panggih, yang terjaga dari tidur mendengar ada suara 
orang ngorok. "Saya tegur Bonar, kenapa luh," jelas Panggih. Namun tidak ada 
jawaban, malah terdengar suara ngorok yang kedengarannya makin keras. 

      Ingin tahu apa yang terjadi, Panggih pun ke luar kamar dan menyalakan 
lampu ruang tamu. Alangkah kagetnya dia saat melihat Bonar tertancap pisau di 
perut dan mulutnya berbusa, sedangkan adik iparnya Anah, tertelungkup dengan 
leher menganga dan darah membasahi lantai. 

      Melihat hal itu, Panggih menjerit minta tolong. Jeritan Panggih pun 
membuat warga sekitar berdatangan ke rumahnya. Melihat pemandangan yang 
mengenaskan itu, warga berteriak-teriak di antaranya menghubungi polisi. Dalam 
waktu singkat, ratusan warga berkerumun di rumah Panggih. Melihat Bonar masih 
hidup dengan usus terburai, warga segera membawanya ke RSUD Bekasi. 

      Anggota Polsek Babelan dan Polres Bekasi yang datang kemudian segera 
mengamankan lokasi. Setelah memeriksa jenazah Anah, polisi kemudian mengirimnya 
ke RSCM untuk diotopsi. Wardani sendiri setelah mendapat pertolongan pertama di 
RSUD Bekasi akhirnya dirujuk ke RSCM karena lukanya cukup parah. 

      Sedangkan, suasana berduka tampak di rumah Anah di Penggilingan, Cakung. 
Selama ini keluarga ini tinggal di rumah yang berdempetan dengan orangtuanya H. 
Romlah serta kakak Asmari. Dari pernikahan dengan Bonar, Anah mempunyai tiga 
anak yakni Ayu, 13, Fian, 4, dan Nanda, 1. Menurut Asmari, Bonar sendiri 
dikenal sebagai salah seorang wartawan di tabloit Opini Publik. 

      Kanit Polsek Babelan Iptu Suprianto menuturkan, pihaknya belum bisa 
meminta keterangan keluarga dan pelaku yang masih menjalani perawatan intesif 
karena sekarat di ruang khusus RSCM.  


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke