http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=9232

Selasa, 11 Sept 2007,

Laboratorium Nuklir Batan Meledak 

Empat Peneliti Luka Serius
JAKARTA - Sebuah ledakan terjadi di dalam laboratorium milik Badan Tenaga 
Nuklir Nasional (Batan) di Jalan Raya Cisauk, Serpong, Tangerang, kemarin. 
Ledakan yang terjadi pukul 15.23 itu mengakibatkan empat peneliti mengalami 
cedera serius dan luka bakar sehingga dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta. 

Dari pengamatan Radar Banten (Grup Jawa Pos) di lokasi, ledakan tersebut 
tergolong hebat. Sebab, kerusakannya cukup parah, terutama di lantai satu, 
tepatnya di Laboratorium Nuklir Cristal Growsing gedung 17 Batan. Ruang lab 
berukuran 6 x 10 meter itu porak poranda dan tampak dipenuhi pecahan kaca, 
alat-alat penelitian, dan cairan kimia. 

Luka yang diderita korban pun cukup parah. Tak kurang dari empat orang 
mengalami luka serius akibat ledakan tersebut. Luka yang mereka alami terdapat 
di kaki, tangan, dan tubuh. Diduga, mereka terkena semburan bahan kimia yang 
meledak dan juga terkena pecahan kaca sehingga mengalami luka cukup serius.

Mereka adalah peneliti utama Prof Munawir Zulkarnaen, 55, peneliti utama Dr 
Fuji Oentoro, 49, peneliti ahli Agus Sujatno, 35, dan pelaksana peneliti Ir 
Sanda Msi, 40. Sekitar pukul 20.00 tadi malam, Ir Sanda diizinkan pulang. Sejam 
kemudian, disusul Ir Agus Wijanto.

Kepala Batan Hudi Hastowo didampingi Kepala Pusat Bahan Teknologi Industri 
Nuklir Batan Ridwan dan Kapolres Tangerang AKBP Toni Hermanto dalam keterangan 
persnya di gedung 90 Batan, lantai 4, menyebutkan, ledakan itu terjadi saat 
petugas laboratorium dan para peneliti tengah melakukan uji laboratorium bahan 
bakar biodiesel nonradiasi. 

Hudi mengatakan, pihaknya belum dapat mengetahui lebih lanjut penyebab ledakan. 
Sebab, salah seorang peneliti utama, Prof Munawir Zulkarnaen, turut menjadi 
korban peristiwa mengenaskan itu. "Kita masih menunggu beliau pulih, baru bisa 
dimintai keterangan," ujarnya.

Dugaan sementara, lanjut Hudi, ledakan itu disebabkan pembebasan gas bertekanan 
tinggi pada zat kimia yang tengah diuji coba oleh keempat peneliti tersebut. 
Dipaparkan, ketika para pegawai bersiap-siap pulang, tiba-tiba kompleks 
penelitian itu dikejutkan dengan suara ledakan yang cukup keras dari Lab Kimia 
Gedung No 71 Batan. Salah seorang saksi mata bernama Praswat, 38, segera 
memberikan pertolongan kepada keempat korban. Sebelum dilarikan ke RS 
Fatmawati, terang Hudi, para korban sempat mendapat pertolongan tim medis Batan.

Untuk mengetahui kepastian penyebab ledakan tersebut, pihaknya menyerahkan 
kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan. 

Sementara itu, para wartawan kesulitan mendekati lokasi ledakan karena tidak 
diperbolehkan masuk ke lokasi kejadian. Akibatnya, mereka pun kesulitan 
mengabadikan lokasi ledakan tersebut.

Insiden di pusat penelitian nuklir itu, menurut Hudi, dipastikan tidak 
mengganggu reaktor nuklir yang ada di kawasan tersebut. Namun, ledakan itu 
mengakibatkan penolakan terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga 
Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jawa Tengah, akan semakin kuat.

Kepala Batan Hudi Hastowo saat dihubungi tadi malam menjelaskan bahwa ledakan 
terjadi di gedung 71. "Reaktor di Batan aman. Jaraknya dari gedung reaktor 
sekitar 300 meter," jelasnya.

Hudi juga menegaskan, tidak ada zat radioaktif yang dipakai di laboratorium 
yang meledak. Karena itu, tidak perlu dikhawatirkan ada bahaya radiasi 
pascaledakan. "Di lab tersebut tidak ada zat radioaktif. Penelitian di sana 
juga tidak ada kaitannya dengan kerja reaktor," terangnya.

Hudi mengakui ledakan di Batan akan memengaruhi anggapan masyarakat terhadap 
rencana pembangunan PLTN Muria. Apalagi, Batan merupakan lembaga yang ditunjuk 
untuk menyiapkan perangkat teknis pembangunan PLTN tersebut. "Tentu akan ada 
dampaknya. Tapi, kegiatan teknis di Batan tentu terus berjalan," katanya.

Menristek Kusmayanto Kadiman saat mengunjungi lokasi ledakan di Serpong 
mengatakan, kejadian di gedung 71 itu dalam rangka uji coba alat baru 
penelitian biofuel, tak ada hubungannya dengan nuklir. "Ledakan itu terjadi di 
luar batas kuning reaktor sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan ada pengaruh 
radiasi nuklir dan semacamnya terhadap masyarakat," ujarnya. 

Kapolres Metro Tiga Raksa Tangerang AKBP Toni Harmanto mengatakan, penyebab 
ledakan yang terjadi di Puspitek Tangerang itu masih dalam penyelidikan. 
"Informasi yang diperoleh, pihak Puslabfor Mabes Polri akan datang besok (hari 
ini, Red) untuk menyisir sekaligus menyelidiki lokasi mengenai 
penyebab-penyebab terjadinya ledakan," terang Harmanto tadi malam. Ketika 
didesak mengenai dugaan sementara terhadap kasus tersebut, Harmanto 
berkomentar, "Tunggu sampai besok sajalah, keterangannya lebih akurat,"

Ledakan di Batan itu juga langsung direspons Ketua Umum Dewan Tanfid DPP Partai 
Kebangkitan Bangsa A. Muhaimin Iskandar. PKB memang selama ini getol menolak 
pembangunan PLTN di Muria. "Ledakan di Batan itu menunjukkan SDM kita belum 
layak menangani teknologi nuklir," kata Muhaimin.

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu menambahkan, terjadinya ledakan di Batan 
juga menambah derajat ketidakpercayaan masyarakat terhadap kemampuan ahli 
nuklir Indonesia membangun PLTN. "Jadi, sebaiknya pembangunan PLTN ditunda 
sampai pemerintah bisa meyakinkan masyarakat bahwa Indonesia benar-benar sudah 
siap," ujarnya.

Muhaimin mengingatkan, ledakan itu harus dimaknai sebagai peringatan dini agar 
pembangunan PLTN tidak dilanjutkan. "Peringatan ini jangan diabaikan. Jangan 
sampai terjadi ledakan yang lebih dahsyat gara-gara ingin gagah-gagahan 
memiliki PLTN," jelasnya. (tom/jid/jpnn) 



[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke