REFLEKSI: Apakah wapres melawak atau mendongen dengan cerita 1001 malam?


KOMPAS
Senin, 01 Oktober 2007

Tidak Ada Alasan Kalah dari India dan Vietnam 




Jakarta, Kompas - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, tidak ada 
alasan bagi Indonesia untuk kalah maju dibandingkan dengan India atau Vietnam. 
Persoalannya tinggal terletak pada kepercayaan diri. 

Berbicara pada acara buka puasa bersama pengusaha di kediaman Ketua Umum Kamar 
Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mohamad S Hidayat, Minggu (30/9), Wapres 
mengatakan, bangsa Indonesia harus percaya pada kemampuannya sendiri. Apalagi 
Indonesia memiliki semua yang dibutuhkan negara untuk membangun, yakni minyak 
bumi, tambang, dan komoditas pertanian. 

"Kalau ada kesalahan kita selama ini adalah kita terlalu bergantung pada bangsa 
lain. Berpuluh-puluh tahun kita selalu menunggu datangnya bantuan asing dulu 
untuk bisa membangun," kata Wapres. 

Dengan sikap seperti itu, menurut Jusuf Kalla, bangsa ini kemudian tidak 
memiliki kemampuan untuk membangun negaranya sendiri. Bahkan sampai saat ini 
terkadang masih muncul keraguan bahwa putra-putra Indonesia mampu melaksanakan 
proyek pembangunan. 

Jusuf Kalla mengambil contoh pembangunan bandar udara di Makassar. Semula ada 
keinginan untuk menyerahkan proyek itu kepada pengusaha asing. Ketika ia minta 
untuk diberikan kepada pengusaha lokal, ternyata mereka mampu dan kualitasnya 
tidak kalah dengan pengusaha asing. 

Menurut Wapres, sekarang ini justru pengusaha Indonesia harus mampu berkiprah 
di ajang internasional. "Satu lagi kelemahan kita sebagai bangsa, yaitu kalau 
ada pengusaha Indonesia yang menanamkan modalnya di luar negeri, buru-buru 
dikatakan pelarian modal. Padahal pengusaha India bangga kalau banyak 
perusahaan yang ada di luar India," kata Wapres. 

Delapan persen 

Namun, Wapres optimistis bahwa dengan peran serta semua pihak, perekonomian 
Indonesia akan bisa berkembang lebih pesat. Bahkan ia percaya tahun depan 
perekonomian Indonesia akan tumbuh 8 persen. 

"Kalau kita tidak bisa tumbuh 8 atau 9 persen tahun depan, itu berarti ada yang 
salah dengan bangsa kita ini," kata Wapres Jusuf Kalla. 

Kuncinya, menurut Wapres, bergantung pada kepercayaan diri bangsa ini. Ia 
mengajak para pengusaha untuk tidak ragu akan kemampuannya. 

Menurut Jusuf Kalla, salah satu indikator yang bisa dipakai untuk bisa melihat 
bergeraknya kegiatan ekonomi adalah dari lalu lintas barang. "Coba lihat lalu 
lalang trailer (truk gandeng) yang membawa peti kemas. Nyaris tidak pernah 
berhenti truk-truk itu. Semua itu menunjukkan adanya kegiatan ekonomi. Salah 
besar kalau dikatakan sektor riil belum berjalan," kata Wapres. 

Wapres meminta kalangan pengusaha untuk juga memerhatikan masyarakat bawah. 
Terutama pengusaha yang bergerak di bidang pembangunan perumahan diingatkan 
untuk tidak hanya berorientasi kepada kalangan atas. 

Ketimpangan sosial yang terus dibiarkan akan menjadi bumerang bagi pembangunan 
yang dilakukan. (tom)


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke