Tidak ada kegelisahan Achmad Chodjim dihadapan perbuatan camat yang
telah berbuat salah itu, yaitu mengurus urusan yang bukan urusannnya.

Seperti Darwin Bahar juga yang  tidak menunjukkan kegelisahannnya
melihat polisi dan tentara membanngun mesjid di Papua...

Sekali lagi: 

beda orang Islam fundementalis dan orang Islam tipikal yang moderat
itu tidak banyak: mereka tidak gelisah dihadapan campur tangann negara
dalam urusan agama, yang di Indoneisa yang bermayoritas Islam sinoniml
hakekatnya dengan penindasan minoritas oleh mayoritas Islam.

Yang mengherankan saya adalah bahwa ada orang Nasrani yang percaya
bahwa Achmad Chodjim  dan Darwin Bahar itu betul-betul orang moderat.

Sekali lagi: 

Islam itu hanya bisa moderat bila mereka bersedia bersikap rasional
dan menerima kenyataan bahwa al-Musahf itu TIDAK berbukti berisi Allah.


--- In [EMAIL PROTECTED], "Achmad Chodjim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Bung PB,

"Ke dua, pendeta/penginjil2 nya emang rada dableg. Mosok nginjili
orang pake iming2 (duit/plesiran)."
======================================================== 

Saya sebenarya malas menanggapi yang demikian ini. Mengapa? Karena hal
ini tidak memecahkan masalah kehidupan bersama untuk membangun bangsa
di NKRI ini. Tapi tetap saja saya terpancing ikut menanggapi,
khususnya poin kedua. :)

Khusus poin kedua, memang ini terjadi di banyak tempat. Jadi, ini
bukan persoalan "emang rada dableg", tapi ini kenyataan dan saya kira
merupakan cara yang ampuh untuk menarik anggota baru di negara-negara
berkembang atau yang setipe Indonesia. Pembantu RT kami yang lalu (pRT
pulang sore), senantiasa bercerita kepada istri saya bahwa hidupnya
sekarang lumayan karena ada bantuan berupa mi, roti, beras. Ia tidak
dikristenkan secara mentah-mentah, tentunya. Istri saya juga sebatas
mengingatkan bahwa dalam hidup ini agar tidak menukar keyakinan dengan
pemberian. Mengingat HAM, jadi tak pernah lebih dari sewajarnya dalam
tata krama pergaulan.

PRT bercerita bahwa bila ia ingin mendapatkan bantuan lebih sebaiknya
"datang ke gereja... di hari... ". Cuma pemberitahuan dan bukan paksaan...

Tetapi, sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pembantu di
rumah kami, ia sudah berkalung salib. Apakah ia sudah menjadi Kristen?
Wallahu a'lam! Hanya Tuhan dan dirinya yang tahu.

Wasalam,
chodjim


  ----- Original Message ----- 
  From: Pemerhati Bangsa 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, October 08, 2007 7:24 AM
  Subject: [apakabar] Re: Republika: 20 Warga Diislamkan Lagi



        Koran Provokator Republika wrote: 
        Sebelumnya, ratusan warga tersebut sempat dibaptis oleh
pimpinan salah 
        satu golongan agma Kristen, dengan embel-embel uang Rp 40 ribu
dan 
        rekreasi gratis. Data dari Divisi Anti Pemurtadan (DAP) Forum
Ulamam 
        Umat Indonesia (FUUI), menunjukkan, 103 warga Muslim dari tiga 
        kecamatan itu sempat diajak rekreasi ke lokasi pemandian air
panas 
        Ranca Walini, Kecamatan Rancabali, Kab Bandung, 11 September
2007. 
       


  PB: Ada 4 analisis.

  Pertama, koran provokator ini ngibul atau memelintir berita, persis
spt yg terjadi kpd 3 ibu2 di Indramayu yg akhirnya masuk penjara gara2
ngajak anak2 muslim plesiran ke Dufan, ancol 'tanpa ijin' ortu muslim
(investigasi di lapangan membuktikan justru lain dgn yg diberitakan).

  Ke dua, pendeta/penginjil2 nya emang rada dableg. Mosok nginjili
orang pake iming2 (duit/plesiran).

  Recent Activity
    a..  12New Members
  Visit Your Group 
  Ads on Yahoo!
  Learn more now.

  Reach customers

  searching for you.

  Y! Messenger
  Files to share?

  Send up to 1GB of

  files in an IM.

  Yahoo! Groups
  Beauty & Fashion

  Connect & share

  tips and advice.
  .

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke