Anggota PGI atau bukan, tidak ada larangan bagi tiap gereja untuk
melakukan kristenisasi, seperti juga adalah hak tiap orang Islam untuk
melakukan dakwah...

Agar jelas: 

adalah hak tiap orang untuk menyebarkan agamanya, adalah hak tiap
orang untuk meninggalkan agamanya...

Tapi ajaran Islam yang memang buas, ganas, kejam, keji lagi biadab itu
TIDAK membiakran orang Islam lain untuk jadi murtad.



--- In [EMAIL PROTECTED], Klentheng Hawani <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

Om Chodjim, ini beneran ya om....

Saya kristen (setidaknya sampai hr ini, esok entahlah). Kelg saya
cukup aktif di gereja. Termasuk pelayanan2 sosial, tp sejauh ini dlm
setiap pelayanan sosial, apakah itu pengobatan gratis, pembagian
sandang pangan dsb, tidak ada iming2 sama sekali untuk masuk kristen.
Bahkan lokasi pengobatan gratis misalnya memang masih di dalam
kompleks gereja, meskipun bukan di gedung tempat ibadah biasa
dilakukan, tetapi di kompleks aula yg biasanya sehari2 dipake rapat,
latihan paduan suara, sekolah minggu anak2 dll. 
Selama ini sih fine2 saja, meskipun pernah pihak kecamatan menyarankan
mbok lokasinya jgn di gereja krn banyak orang yg mau berobat jd ragu2
kesana...(nah lho ini akibat propaganda siapa), tp setelah panitia
tanya apa pihak kecamatan punya alternatif lokasi lain yg lbh bagus,
camatnya ga bisa jawab. Ya sudah sampai hr ini kegiatannya masih di
kompleks gereja.

Kalo saya boleh tau, itu gereja mana, atau kelompok mana om Chodjim,
saya yakin kalo gereja2 anggota PGI kecil sekali kemungkinannya utk
berbuat demikian. Repotnya di kristen itu banyak aliran dan ga
semuanya mau gabung di PGI.

Salam,

Achmad Chodjim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                     
 
Saya sebenarya malas menanggapi yang demikian ini.  Mengapa? Karena
hal ini tidak memecahkan masalah kehidupan bersama untuk  membangun
bangsa di NKRI ini. Tapi tetap saja saya terpancing ikut menanggapi, 
khususnya poin kedua. :)
  
 Khusus poin kedua, memang ini terjadi di banyak  tempat. Jadi, ini
bukan persoalan "emang rada dableg", tapi ini kenyataan dan  saya kira
merupakan cara yang ampuh untuk menarik anggota baru di negara-negara
 berkembang atau yang setipe Indonesia. Pembantu RT kami yang lalu
(pRT pulang  sore), senantiasa bercerita kepada istri saya bahwa
hidupnya sekarang lumayan  karena ada bantuan berupa mi, roti, beras.
Ia tidak dikristenkan secara  mentah-mentah, tentunya. Istri saya juga
sebatas mengingatkan bahwa dalam hidup  ini agar tidak menukar
keyakinan dengan pemberian. Mengingat HAM, jadi tak  pernah lebih dari
sewajarnya dalam tata krama pergaulan.
  
 PRT bercerita bahwa bila ia ingin mendapatkan  bantuan lebih
sebaiknya "datang ke gereja... di hari... ". Cuma pemberitahuan  dan
bukan paksaan...
  
 Tetapi, sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri  sebagai pembantu
di rumah kami, ia sudah berkalung salib. Apakah ia sudah  menjadi
Kristen? Wallahu a'lam! Hanya Tuhan dan dirinya yang tahu.
  
 Wasalam,
 chodjim
  
  
    ----- 





 Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com

--- End forwarded message ---




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke