Justru yang penting yang tidak diangkat Achmad Chodjim ini: camat yang telah menyalah gunakan kekuasaannnya untuk menindas kebebasan orang untuk murtad, hak yang dijamin oleh piagam PBB..
camat yang telah menyalah gunakan kekuasaannnya untuk menindas minorits Nasrani untuk melakukan kristenisasi... Yang dimasaalahkan Achmad Chodjim justru masaalah "iming-iming" yang dengan rajin ditiup gede-gede oleh Islam fundementalis dengan contoh bekas pembantu rumah tangganya yang juga tidak pasti kena iming-iming (sekali lagi: orang Nasrani punya budaya caritas yang memang tidak berkembang didunia Islam yang rajin membunuh, berbunuhan dan saling menindas......). Jadi: jelas apa yang penting buat Achmad Chodjim. --- In [EMAIL PROTECTED], "Achmad Chodjim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya ulang, "memang tidak ada yang salah koq Om JH". Saya tidak menyalahkan pemberian uang atau plesiran dalam rangka kristenisasi. Bahkan sewaktu saya di SLTA di kota Malang, saya biasa diajak plesiran oleh mereka, koq. Waktu itu misi kristenisasi di 1970-an, salah satunya diselenggarakan oleh Frienship Student Centre dari USA yang berlokasi di Jl. Retawu No. 4, Malang. Saya rutin seminggu 2x ikut belajar bahasa Inggris di situ. Gratis.. hehehe.... Tentu bahasa Inggrisnya ya yang berkaitan dengan kisah-kisah Alkitab. Lalu, sebulan sekali ada acara rekreasi gratis.... Saya pun berterima kasih kpd mereka, atas jasa baiknya mengajari bahasa Inggris tanpa biaya sepeser pun. Nah, yang saya angkat bukan "kristenisasinya" itu Om JH. Saya angkat adanya fakta model iming-iming yang disangkal itu. That is all! Masalah camat, sengaja saya diam karena saya tak terlalu tertarik berita-berita yang diangkat oleh koran di Indonesia. Makanya, saya tak pernah menanggapi lemparan berita dari koran, apa pun isinya.... Dalam hal ini saya memilih "silent is gold" daripada nimbrung tapi saya ragu kebenarannya. Tabik, chodjim ----- Original Message ----- From: utusan.allah To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, October 10, 2007 1:45 PM Subject: [apakabar] Re: Republika: 20 Warga Diislamkan Lagi Dan apa kata Pemerhati Bangsa? "Ke dua, pendeta/penginjil2 nya emang rada dableg. Mosok nginjili orang pake iming2 (duit/plesiran)." Jadi dengan ceritanya (yang nota bene tidak pasti akurat itu) tentang pembantunya yang dapat bantuan roti dll. dari gereja itu Achmad Chodjim hakekatnya mendukung omongan dungu "Pemerhati Bangsa"... Saya ulang: TIDAK ada yang salah dengan memberikan duit atau plesiran dalam rangka kristenisasi. Selama tidak ada paksaan. Bila ada orang India yang masuk Kristen karena dibantu Ibu Teresa juga tidak ada yang salah. Sekali lagi, yang tidak boleh adalah paksaan. Dan yang tidak boleh adalah camat yang ikut-ikut mengurus urusan agama. Yang salah adalah orang Nasrani ( dan Achmad Chodjim) yang diam dihadapan camat yang telah menyalah gunakan kekuasaannya itu. --- In [EMAIL PROTECTED], "Achmad Chodjim" <chodjim@> wrote: > > Saudara Emang, > > Dalam tulisan saya tak ada bau sama sekali untuk menyalahkan bagi-bagi supermie dan ngajak ke gereja. Coba, baca kembali dengan cermat tulisan saya. Apa yang saya tuturkan hanyalah menanggapi Sdr. PeBe untuk poin kedua analisisnya. Nggak lebih dari itu, koq! > > Wasalam, > chodjim > --- End forwarded message --- Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
