Masih ada yang bilang Indonesia itu negara sekuler, artinya negara
yang memisahkan urusan agama dari urusan negara?

Hari Raya Idul Fitri saja diurus oleh negara.

Dan ada berapa orang Nasrani yang memang rata-rata punya mental cacing
yang bisanya melata doang, yang memprotes ikut campurnya negara dalam
urusan agama ini?

Atau hari Natal juga kudu diurus negara: tanggal 25 Desember atau
tanggal 6 Januari?


---

Republika Online | http://www.republika.co.id   

Kamis, 11 Oktober 2007
Pemerintah Tetapkan Lebaran Sabtu
Jakarta-RoL--  Pemerintah melalui Departemen Agama (Depag) dalam
sidang isbat akhirnya menetapkan 1 Syawal 1428 Hijriah jatuh pada hari
Sabtu (13/10). 

Keputusan penetapan awal Syawal ditetapkan melalul sidang isbat
dipimpin oleh Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni di kantor Depag di
Jakarta, Kamis malam.  Sidang kali ini dihadiri oleh Menteri Kominfo
Muhammad Nuh, Menristek Kusmayanto Kadiman, Ketua MUI Ma`ruf Amin dan
para wakil umat Islam, seperti para wakil ormas Islam antara lain
pengurus NU, pengurus Muhammadiyah, serta sejumlah ormas Islam lainnya
termasuk perwakilan negara sahabat.

Keputusan Menag tentang 1 Syawal tertuang dalam surat nomor 109/2007
tentang penetapan 1 Syawal 1428 H. Ketua Badan Hisab dan Rukyat yang
juga Direktur Urusan Agama Islam Depag Mukhtar Ilyas menyampaikan
hasil rukyat dengan menyebutkan bahwa hasil pemantauan di 40 lokasi
antara lain dari Banda Aceh hingga Jayapura semua melaporklan tidak
melihat hilal.

Pertemuan akhir bulan dan awal bulan baru menjelang Syawal jatuh pada
hari Kamis (11/10) atau 29 Ramadhan pukul 12.02 WIB, sehingga saat
matahari terbenam posisi hilal di sebagian wilayah Indonesia Timur
masih di bawah ufuk, kecuali di Indonesia bagian Tengah dan Barat
sudah di atas ufuk antara 0 derajat 30 menit sampai 0 derajat 45
menit, kata Mukhtar Ilyas.

Dengan demikian bulan Ramadhan, kata Mukhtar, digenapkan menjadi 30
hari (istikmal) dan 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu 13 Oktober 2007.
Namun sebelumnya, PP Muhammadiyah telah mengumumkan Idul Fitri jatuh
pada hari Jumat tanggal 12 Oktober 2007.

Perwakilan Muhamamdiyah yang hadir pada sidang isbat mengatakan
Muhammdiyah tetap akan melaksanakan Idul Fitri dan pihak meminta
pemerintah untuk tetap mengayomi mereka yang melaksanakan Idul Fitri
pada hari Jumat. Sedangkan perwakilan NU pada sidang isbat mengatakan
dalam perhitungan di kalender NU, 1 Syawal jatuh pada Sabtu 13 Oktober
2007.

Namun pihaknya tidak mengumumkan penetapan 1 Syawal atau lebaran pada
hari Sabtu, melainkan NU lebih mengindahkan rekomendasi keputusan
Majelis Ulama yang mengajak semua umat Islam menunggu keputusan 1
Syawal setelah sidang isbat selesai sehingga hasil keputusan sidang
yang diselenggarkan pemerintah akan diikuti para nahdliyin di seluruh
Indonesia. 

Sementara itu, salah seorang utusan dari organisasi Islam lainnya Amin
Azizi dari Al Wasliyah meminta semua umat Islam yang merayakan Idul
Fitri pada hari Jumat untuk tidak memprovokasi umat Islam lainnya
dengan menyebut bahwa haram hukumnya berpuasa pada saat lebaran.
"Karena kalau masalah ini diangkat, persatuan umat Islam akan rapuh,"
katanya.

Menteri Agama usai sidang isbat kepada pers mengatakan kita sudah
biasa menghadapi perbedaan-perbedaan ini.  Perbedaaan ini muncul
akibat perbedaan metodologi penentuan awal 1 Syawal.  Namun Menag
mengingatkan agar di masa mendatang perbedaan yang ada ini diupayakan
dapat dihilangkan melalui penyamaan persepsi baik tentang metodologi
maupun kriteria penentuan 1 Syawal nanti.

Para pakar dari organisasi massa Islam seperti NU dan Muhammadiyah
telah mempunyai komitmen yang sama untuk mencari titik temu dan
menghilangkan perbedaan-perbedaan yang ada selama ini dengan cara para
pakar ahli hisab dan rukyat dari masing-masing ormas tersebut
melakukan pertemuan secara berkala dengan melibatkan para pakar
astronomi sehingga ditemukan metodologi yang tepat untuk menentukan 1
Syawal demikian Maftuh Basyuni. antara/mim ()




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke