Pagi Leo...,
sebelumnya, gw mo komentari dulu pernyataan lo, di bawah ini: 

gue ngerti bahwa kaum kapitalis itu enggak bertanggung jawab
SEPENUHNYA atas degradasi masyarakat.
 
Nah menurut gw yang miskin ini seharusnya kalimat lo tuh:

gue ngerti bahwa kaum kapitalis itu SEPENUHNYA (SAMA SEKALI) enggak bertanggung 
jawab atas degradasi masyarakat.
 
Oya....lo dulu katanya gak mau berdebat definis proletar, tapi sekarang lo 
nanya juga.
tapi othreh lah, sejauh yang gw pernah denger, gw pernah dikasi tau sama 
seorang mahasiswa proletar yang progresif (cie...cie...progresif?), menurut 
dia, definifis arti kata kaum proletar itu sering kali dideketin dengan kata 
"'working-class" atau kelas pekerja/kaum buruh (benar kata lo), tapi sebenernya 
kalo menurut definisi Karl Marx, kaum proletar atau orang-orang yang 
dikategorikan ke dalam kelas proletar adalah orang yang cuma memiliki 
satu-satunya cara untuk bertahan hidup, yaitu dengan menjual tenaga kerjanya, 
bahkan dapat dikatakan sebagai orang yang menjual dirinya sendiri untuk 
mendapatkan upah. Manganya menurut dia bahwa  perbudakan pun merupakan proses 
proletariatisasi, dimana secara esensi sama-sama menyebabkan KETERIKATAN para 
budak terhadap pemilik budak, sedangkan secara praktek proletariatisasi juga 
menyebabkan KETERGANTUNGAN kaum proletar terhadap kaum kapitalis, cuma bedanya 
para proletariatisasi enggak kentara menggambarkan proses jual-beli manusia oleh
 individu-individu lain dan menjadi harta milik si pemilik budak. makanya 
posisi tersebut membuat mereka sangat tergantung hidupnya pada para kapitalis. 

mangka katanya kaum Proletar kemudian melakukan analisis kelas, bahwa ternyata 
cuma ada dua kelas di dunia ini, dan keduanya tak mungkin terdamaikan sebab 
secara kelas mereka mengalami kontradiksi pokok, yaitu EKONOMI (sebab bagi kaum 
proletar ketertindasan ekonomis-politis adalah ketertindasan superstruktur), 
sementara urusan agama, ideologi dan sosial lainnya cuma masalah BASESTRUCTUR 
yang tak menyebabkan kontradiksi pokok.

Mangka karena kaum proletar dalam keadaan tertindas, yah kalo kata para aktivis 
mah kaum miskin harus melawan, sebab tunduk tertindas, maka bangkit melawan, 
sebab MUNDUR adalah penghianatan. MUNDUR dalam artian baik mundur (mengalah 
secara fisik), atau mundur dalam PEMIKIRAN. dimana kesadaran MATERIAL massa 
proletar yang seharusnya semakin maju seiring kemajuan keran demokrasi yang 
semakin terbuka, jangan sampai dibalikkan ke arah pemahaman IDEALIS seperti 
AGAMA, TUHAN, SETAN, SURGA dan sebagainya, apalagi kalo kaum INTELEKTUALIS yang 
menotabenekan diri sebagai proletar kemudian cuma bisa membawa kelas buruh ini 
pada kesadaran yang mundur seperti KONFLIK AGAMA, itu sungguh-sungguh telah 
biadab, sebab sekalipun para pemeluk agama di dunia ini BERDAMAI, kemiskinan 
dan penindasan terhadap KAUM PROLETARA tidak dijamin MUSNA.

Ingat mari kita sadarin kaum BORJUIS KECIL yang menguasai MILLIS PROLETAR 
supaya membawa KAMI (kaum proletar) tetap berada di jalur perjuangan kami, 
minimal terbebas dari isu-isu kesejahteraan seperti kemiskinan, pencabutan 
subsidi, penindasan globalisasi, buruh migran, kenaikan BBM, mahalnya 
pendidikan, dll. jangan malah kesadaran kami dibawa ke jalan salah seperti 
mempermasalahkan Agama/Tuhan.

Agama cuma masalah BASESTRUCTUR, masalah pokoknya adalah ekonomi dan politik, 
yaitu ALAT PRODUKSI, ketika alat produksi dikuasai sepenuhnya oleh para 
kapitalis. tentulah para kapitalis akan saling "BEREBUT" sesama mereka, dengan 
berbagai MODUS, ya salah satunya adalah dengan menciptakan VONIS-VONIS atau  
KLAIM-KLAIM sosial untuk melakukan PERANG. misalnya vonis-vonis dan klaim-klaim 
agama sesungguhnya hanya diciptakan oleh para BORJUIS yang berebut pengaruh 
demi kelanggengan kapitalnya, dari isu HOLOCAUST (pembantaian Nazi atas 
Yahudi), Perang Irlandia Utara, Palestina, Perang Bosnia, Perang Ambon, hingga 
yang ter-update yaitu Terorisme, semuanya berbasiskan POLITIS atau EKONOMIS 
bukan masalah agama. misalnya perang di Palestina, semuanya cuma bersandar pada 
masalah KEKUASAAN atas TANAH (negara Palestina), para KAPITALIS EROPA sejak 
1948 secara paksa menduduki Palestina, dengan cuma bersandar kepada ALASAN 
KLISE seperti TANAH TERJANJI, yang termaktub dalam TAURAT, atau
 alasan HOLOCOUST, padahal kalo asalan holocoust sekalipun menagapa harus 
Palestina kenapa bukan Jerman?. begitu pula para borjuis Palestina dan Arab 
menggunakan dalil-dalil agama untuk membuat klaim-klaim dan vonis-vonis atas 
tanah Palestina, misalnya dengan menyebutkan sebagai TANAH SUCI KETIGA UMAT 
ISLAM. jadi seolah-olah perang yang ada adalah PERANG AGAMA ISLAM VS YAHUDI, 
padahal pertentangan semua kelas dimana kaum borjuis mempetahankan palestina 
karena semata-mata cadangan kapital yang cukup tinggi misal dari sisi 
pariwisata (wisata ziarah, keilmuan secara kesejarahan/banyak bangunan dan 
tempat yang secara empiris telah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan cadangan 
bahan-bahan galian dan pertambangan energi, terutama minyak bumi). 
inilah yang tidak diakui dan sekaligus dijadikan alat kapitalis untuk 
melunakkan PERLAWANAN KELAS SADAR, yang ada adalah perang sukareala untuk para 
borjuis. 

Mangkanya, posisi kita sebagai kaum proletar yang memiliki visi sejati yang 
memiliki kesadaran kritis-progressif, salah besar jika kita menjebakkan diri 
dalam PERANG WACANA pusaran PEMAHAMAN yang BORJUSITIK pemahaman yang mematikan 
kesadaran kelas pekerja untuk menguasai ekonomi-politik. oleh karena itu 
dimankah posisi kita sebenarnya?dan bagaimanakah kita memahami posisi 
BASESTRUCTURe seperti agama? kenapa kita tidak memanfaatkan agama juga (sperti 
KAPITALIS-BORJUIS) tetapi dengan pemahaman cuma sekadar basestructure dan alat 
perjuangan seperti di AMERIKA LATIN (TEOLOGI PEMBEBASAN), atau REVOLUSI ISLAM 
IRAN (setidaknya bisa merubah tatanan negara dari FEODALISTIK-KAPITALISTIK 
menjadi REPUBLIK, tinggal tugas kaum muda Iran selanjutnya meneruskan revolusi 
menjadi lebih progresif menuju REVOLUSI DEMOKRATIK). 

dan banyak sekali alat kita untuk mencapai tujuan, internet adalah salah 
satunya, meskipun para kapitalis pemilik WEBHOSTING/PROVIDER internet tetap 
diuntungkan oleh sarana ini. tetapi apabila sarana ini sama sekali tidak 
digunakan sebagai alat perjuangan betapa kita berada di abad gelap pergerakan 
modern. 

Ya intinya, kalo lo punya pemahaman yang lebih progressif GW SELAMANYA IKUT 
LO!, (kalopun lo nggak mau gw tetep ikut), tapi kalo ternyata lebih tidak 
progresif, lebih baik ini millis di-blounder-in aja biar KACAU 
SEKALIAN.........HEHEHEH....hehee..
karena apabila member millis ini tetep meng-KAMPANYE-kan pemahaman-pemahaman 
KAPITALISTIK, berarti millis ini musuh kaum PROLETAR! karena terus terang 
ngerugiin kaum proletar!

aduh capek banget neh kepanjangan....
 malum lah proletar TULEN belajar nge-mail walaupun belepotan, dan yang pasti 
NGARANG abis nih gw akui. ya namanya juga gak sekolah tingi-tinggi....Otreh!
NGANTUK ah pulang dulu, abis duit!



Leo Susanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               hello? 
biar gue ngerti apa, bud?
 
 gue ngerti bahwa kaum kapitalis itu enggak bertanggung jawab
 sepenuhnya atas degradasi masyarakat.
 
 gue ngerti kaum proletar itu adalah kelas pekerja. mnrt kamu, kaum
 proletar itu apa?
 
 gue ngerti kelas pekerja itu boleh memiliki properti dan boleh mapan.
 mnrt kamu, kaum proletar itu apa?
 






 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke