Maaf ya mas Rahmi Budi,
kalau tidak salah Ekonomi adalah bangunan bawah (=bangunan dasar
= basis=basic structure) sedangkan Politik,Ideologi,Kebudayaan,Agama
dll. itu adalah bangunan atas ( =superstructure ). 
Apa saya yg salah ?








--- In [email protected], rahmi budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pagi Leo...,
> sebelumnya, gw mo komentari dulu pernyataan lo, di bawah ini: 
> 
> gue ngerti bahwa kaum kapitalis itu enggak bertanggung jawab
> SEPENUHNYA atas degradasi masyarakat.
>  
> Nah menurut gw yang miskin ini seharusnya kalimat lo tuh:
> 
> gue ngerti bahwa kaum kapitalis itu SEPENUHNYA (SAMA SEKALI) enggak
bertanggung jawab atas degradasi masyarakat.
>  
> Oya....lo dulu katanya gak mau berdebat definis proletar, tapi
sekarang lo nanya juga.
> tapi othreh lah, sejauh yang gw pernah denger, gw pernah dikasi tau
sama seorang mahasiswa proletar yang progresif
(cie...cie...progresif?), menurut dia, definifis arti kata kaum
proletar itu sering kali dideketin dengan kata "'working-class" atau
kelas pekerja/kaum buruh (benar kata lo), tapi sebenernya kalo menurut
definisi Karl Marx, kaum proletar atau orang-orang yang dikategorikan
ke dalam kelas proletar adalah orang yang cuma memiliki satu-satunya
cara untuk bertahan hidup, yaitu dengan menjual tenaga kerjanya,
bahkan dapat dikatakan sebagai orang yang menjual dirinya sendiri
untuk mendapatkan upah. Manganya menurut dia bahwa  perbudakan pun
merupakan proses proletariatisasi, dimana secara esensi sama-sama
menyebabkan KETERIKATAN para budak terhadap pemilik budak, sedangkan
secara praktek proletariatisasi juga menyebabkan KETERGANTUNGAN kaum
proletar terhadap kaum kapitalis, cuma bedanya para proletariatisasi
enggak kentara menggambarkan proses jual-beli manusia oleh
>  individu-individu lain dan menjadi harta milik si pemilik budak.
makanya posisi tersebut membuat mereka sangat tergantung hidupnya pada
para kapitalis. 
> 
> mangka katanya kaum Proletar kemudian melakukan analisis kelas,
bahwa ternyata cuma ada dua kelas di dunia ini, dan keduanya tak
mungkin terdamaikan sebab secara kelas mereka mengalami kontradiksi
pokok, yaitu EKONOMI (sebab bagi kaum proletar ketertindasan
ekonomis-politis adalah ketertindasan superstruktur), sementara urusan
agama, ideologi dan sosial lainnya cuma masalah BASESTRUCTUR yang tak
menyebabkan kontradiksi pokok.
> 
> Mangka karena kaum proletar dalam keadaan tertindas, yah kalo kata
para aktivis mah kaum miskin harus melawan, sebab tunduk tertindas,
maka bangkit melawan, sebab MUNDUR adalah penghianatan. MUNDUR dalam
artian baik mundur (mengalah secara fisik), atau mundur dalam
PEMIKIRAN. dimana kesadaran MATERIAL massa proletar yang seharusnya
semakin maju seiring kemajuan keran demokrasi yang semakin terbuka,
jangan sampai dibalikkan ke arah pemahaman IDEALIS seperti AGAMA,
TUHAN, SETAN, SURGA dan sebagainya, apalagi kalo kaum INTELEKTUALIS
yang menotabenekan diri sebagai proletar kemudian cuma bisa membawa
kelas buruh ini pada kesadaran yang mundur seperti KONFLIK AGAMA, itu
sungguh-sungguh telah biadab, sebab sekalipun para pemeluk agama di
dunia ini BERDAMAI, kemiskinan dan penindasan terhadap KAUM PROLETARA
tidak dijamin MUSNA.
> 
> Ingat mari kita sadarin kaum BORJUIS KECIL yang menguasai MILLIS
PROLETAR supaya membawa KAMI (kaum proletar) tetap berada di jalur
perjuangan kami, minimal terbebas dari isu-isu kesejahteraan seperti
kemiskinan, pencabutan subsidi, penindasan globalisasi, buruh migran,
kenaikan BBM, mahalnya pendidikan, dll. jangan malah kesadaran kami
dibawa ke jalan salah seperti mempermasalahkan Agama/Tuhan.
> 
> Agama cuma masalah BASESTRUCTUR, masalah pokoknya adalah ekonomi dan
politik, yaitu ALAT PRODUKSI, ketika alat produksi dikuasai sepenuhnya
oleh para kapitalis. tentulah para kapitalis akan saling "BEREBUT"
sesama mereka, dengan berbagai MODUS, ya salah satunya adalah dengan
menciptakan VONIS-VONIS atau  KLAIM-KLAIM sosial untuk melakukan
PERANG. misalnya vonis-vonis dan klaim-klaim agama sesungguhnya hanya
diciptakan oleh para BORJUIS yang berebut pengaruh demi kelanggengan
kapitalnya, dari isu HOLOCAUST (pembantaian Nazi atas Yahudi), Perang
Irlandia Utara, Palestina, Perang Bosnia, Perang Ambon, hingga yang
ter-update yaitu Terorisme, semuanya berbasiskan POLITIS atau EKONOMIS
bukan masalah agama. misalnya perang di Palestina, semuanya cuma
bersandar pada masalah KEKUASAAN atas TANAH (negara Palestina), para
KAPITALIS EROPA sejak 1948 secara paksa menduduki Palestina, dengan
cuma bersandar kepada ALASAN KLISE seperti TANAH TERJANJI, yang
termaktub dalam TAURAT, atau
>  alasan HOLOCOUST, padahal kalo asalan holocoust sekalipun menagapa
harus Palestina kenapa bukan Jerman?. begitu pula para borjuis
Palestina dan Arab menggunakan dalil-dalil agama untuk membuat
klaim-klaim dan vonis-vonis atas tanah Palestina, misalnya dengan
menyebutkan sebagai TANAH SUCI KETIGA UMAT ISLAM. jadi seolah-olah
perang yang ada adalah PERANG AGAMA ISLAM VS YAHUDI, padahal
pertentangan semua kelas dimana kaum borjuis mempetahankan palestina
karena semata-mata cadangan kapital yang cukup tinggi misal dari sisi
pariwisata (wisata ziarah, keilmuan secara kesejarahan/banyak bangunan
dan tempat yang secara empiris telah ada sejak ribuan tahun lalu,
bahkan cadangan bahan-bahan galian dan pertambangan energi, terutama
minyak bumi). 
> inilah yang tidak diakui dan sekaligus dijadikan alat kapitalis
untuk melunakkan PERLAWANAN KELAS SADAR, yang ada adalah perang
sukareala untuk para borjuis. 
> 
> Mangkanya, posisi kita sebagai kaum proletar yang memiliki visi
sejati yang memiliki kesadaran kritis-progressif, salah besar jika
kita menjebakkan diri dalam PERANG WACANA pusaran PEMAHAMAN yang
BORJUSITIK pemahaman yang mematikan kesadaran kelas pekerja untuk
menguasai ekonomi-politik. oleh karena itu dimankah posisi kita
sebenarnya?dan bagaimanakah kita memahami posisi BASESTRUCTURe seperti
agama? kenapa kita tidak memanfaatkan agama juga (sperti
KAPITALIS-BORJUIS) tetapi dengan pemahaman cuma sekadar basestructure
dan alat perjuangan seperti di AMERIKA LATIN (TEOLOGI PEMBEBASAN),
atau REVOLUSI ISLAM IRAN (setidaknya bisa merubah tatanan negara dari
FEODALISTIK-KAPITALISTIK menjadi REPUBLIK, tinggal tugas kaum muda
Iran selanjutnya meneruskan revolusi menjadi lebih progresif menuju
REVOLUSI DEMOKRATIK). 
> 
> dan banyak sekali alat kita untuk mencapai tujuan, internet adalah
salah satunya, meskipun para kapitalis pemilik WEBHOSTING/PROVIDER
internet tetap diuntungkan oleh sarana ini. tetapi apabila sarana ini
sama sekali tidak digunakan sebagai alat perjuangan betapa kita berada
di abad gelap pergerakan modern. 
> 
> Ya intinya, kalo lo punya pemahaman yang lebih progressif GW
SELAMANYA IKUT LO!, (kalopun lo nggak mau gw tetep ikut), tapi kalo
ternyata lebih tidak progresif, lebih baik ini millis di-blounder-in
aja biar KACAU SEKALIAN.........HEHEHEH....hehee..
> karena apabila member millis ini tetep meng-KAMPANYE-kan
pemahaman-pemahaman KAPITALISTIK, berarti millis ini musuh kaum
PROLETAR! karena terus terang ngerugiin kaum proletar!
> 
> aduh capek banget neh kepanjangan....
>  malum lah proletar TULEN belajar nge-mail walaupun belepotan, dan
yang pasti NGARANG abis nih gw akui. ya namanya juga gak sekolah
tingi-tinggi....Otreh!
> NGANTUK ah pulang dulu, abis duit!
> 
> 
> 
> Leo Susanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                              
hello? biar gue ngerti apa, bud?
>  
>  gue ngerti bahwa kaum kapitalis itu enggak bertanggung jawab
>  sepenuhnya atas degradasi masyarakat.
>  
>  gue ngerti kaum proletar itu adalah kelas pekerja. mnrt kamu, kaum
>  proletar itu apa?
>  
>  gue ngerti kelas pekerja itu boleh memiliki properti dan boleh mapan.
>  mnrt kamu, kaum proletar itu apa?
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke