disini, sebagian junkie ada yang dihukum dan ada juga yang diobati.
misalnya ada junkie yang ketangkep tangan pake drugs, seperti roy marten, dia udah jelas dihukum. tapi, ada juga junkie yang dateng sendiri ke rehab centre, seperti di rsko fatmawati atau di dharmawangsa, dia tidak ditangkap tapi langsung diobati. jadinya, junkie seperti roy tidak bisa mengelak ketika ketangkep basah pake drugs, lalu pake alasan sedang dalam pengobatan, seperti yang dilakukan roy saat ini. kalo sedang dalam pengobatan kan mustinya si junkie ada ke rehab centre. sebetulnya, penanganan junkie yang dipake swiss adalah yang paling baik dan terbukti manjur. dulu, mereka punya taman di zurich yang disebut 'needle park', dimana semua junkie berkumpul lalu disuplai jarum suntik dan heroin oleh pemerintah. udah jelas, heroin yang disuplai pemerintah adalah kwalitas grade A yang berbeda kwalitasnya dengan heroin jalanan. paling tidak, pemerintah punya daftar junkie di swiss. setelah beberapa tahun, needle park ditutup, dan para junkie terdaftar sudah mulai menurun dengan treatment dari pemerintah. mereka lalu bisa bekerja siang hari dan malamnya bisa stone dengan needle dan heroin yang tetap disuplai dari pemerintah. sekarang sudah tidak ada lagi junkie di swiss. sebenernya, junkie kan karena emang mereka pemalas dan nganggur, persis seperti si jusfiq. kalo mereka punya kesibukan otomatis 'lupa' lah dengan drugs. sayangnya, jusfiq bukan di swiss, kesian juga sih, udah tua masih aja jadi junkie. bagaimana indonesia bisa melakukan hal ini? not even in the us, man. --- In [email protected], "Leo Susanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rez, > > soal cocaine, yg menjadi masalah adalah: mau menghukum atau mengobati? > > kalau menghukum sih gampang2 saja, bikin hukum spt Indonesia atau > Thailand. Saya juga enggak terlalu setuju dengan cara Canada yg sampai > bikin center nge-drug, dimana junkies bisa tukar informasi dimana beli > drugs yg murah dan disediain jarum (biar enggak tukar2an) karena bisa > disalahgunakan. > > Saya sih pilih mengobati > > > On Nov 20, 2007 6:52 PM, rezameutia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > yah.., disini sih kedapetan setengah linting ganja kayak fariz bisa > > kena lima tahun, man. > > > > masalah drugs sebenernya emang nggak bisa kompromi, beda dengan ganja > > yang masih 'debatable'. kalo disana kan masalah drugs juga > > 'debatable' karena ada yang masuk kategori 'recreational drugs'. > > > > > > --- In [email protected], "Leo Susanto" <leosusanto@> wrote: > > > > > > tu dia bedanya negara kampret semacam indonesial dan US yg > > > meng-kriminal-kan org2 yg nge-bong dengan Canada atau Netherland. > > > > > > Vice itu musti diregulated bukan-nya dilarang. > > > > > > > > > > > > > > > > > On Nov 20, 2007 5:28 PM, rezameutia <rezameutia@> wrote: > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > > List owner : [EMAIL PROTECTED] > > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
