http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=320949&kat_id=23
Rabu, 23 Januari 2008 21:40:00 Harga Sembako Merangkak Naik Laporan: Reini Susanti Bandung-RoL--Dalam sepekan ini, harga sejumlah komoditi bahan pokok meningkat tajam. Akibatnya, tak sedikit masyarakat yang menjerit dan menarik ikat pinggang untuk mengirit sebisa mungkin. Harga di beberapa pasar tradisional dan modern seperti Ujungberung dan Cicadas menyebutkan beberapa komoditi naik hingga 30 persen dalam sepekan. Seperti harga terigu untuk berbagai kelas. Tepung Segitiga Biru naik dari Rp 9.100 per kg menjadi Rp 11.850 per kg. Tepung Cakra Kembar naik dari Rp 9.600 per kg menjadi Rp 12.400 per kg, sedangkan kunci biru naik dari Rp 8.650 per kg menjadi Rp 11.550 per kg. Sedangkan di eceran harga bisa mencapai Rp. 15.000 per kg. ''Saya jual Rp 15.000 per kg untuk terigu kelas 1,'' ujar salah satu pedagang pengecer di Cibiru, Hesti Mariam (28 tahun). Harga jual yang diberlakukannya terhitung standar, karena di warung lain harga terigu kualitas satu bisa mencapai Rp 17 ribu per kg. Sedangkan harga minyak goring di pasar modern dan tradisional Rp 10.600 per kg atau naik sekitar Rp 500 per kg dalam sepekan, harga kedelai menjadi Rp 9.000 per kg, dan telur ayam menjadi Rp 10.700 per kg. Sayuran yang sebelumnya diprediksi tidak akan mengalami kenaikan karena terkait dengan musim hujan, ikut naik. Misalnya harga kentang dari Rp 3.700 per kg menjadi Rp 4.700 per kg. Begitupun dengan buncis yang asalnya Rp 3.000 per kg menjadi Rp 4.000 per kg. Jagung manis pun demikian dari Rp 3.000 per kg menjadi Rp 4.000 per kg. Tak hanya itu, cabe merah, cengek pun ikutan naik dalam sepekan ini. Kenaikan tersebut membuat warga mengencangkan ikat pinggang. Deni Hartono meminta isterinya untuk mengatur uang agar keperluan sehari-hari tercukupi. Untuk saat ini gizi seadanya pun tidak masalah yang penting tidak lapar. ''Isteri saya menyiasati sejumlah masakan agar cukup, saya pun berhenti makan diluar dan memilih bawa makanan dari rumah,'' ujar pegawai Pemkot Bandung ini menjelaskan. Hal serupa disampaikan pegawai pemda lainnya, Euis. Ia mengaku syok dengan harga yang terus melambung. Setiap malam ia selalu kepikiran apakah uang belanja yang selama ini dianggarkan cukup. Biasanya dalam sebulan ia menghabiskan uang Rp 1 juta untuk keperluan makan dirinya dan empat orang anaknya. Namun belum akhir bulan, uang belanjanya kini tinggal Rp 50 ribu. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu (Apegti) Jabar, Hendra W Saputra, beberapa distributor melaporkan penjualan mereka turun akibat harga naik. Konsumen dari kalangan pengusaha IKM menurunkan volume penjualannya skeitar 18-20 persen. Hendra mengaku belum mengetahui secara pasti alasan kenaikan komoditi. Ia memperkirakan pasokan sagu sebagai bahan baku pembuat tepung terigu dari negara-negara importer menipis. Selain itu kalangan pengecer maupun distributor juga memanfaatkan momentum awal tahun untuk menaikkan harga jual sebelum terjadi gejolak ekonomi yang lebih parah. Kasi Pengadaan dan Penyaluran Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jabar, Bambang Kusnadi mengatakan, kenaikan terjadi karena sentimen atas resesi yang terjadi di luar negeri akibat minyak dunia yang tinggi. Faktor eksternal ini, masih akan terjadi selama ada ketergantungan terhadap produk-produk impor. ''Jika harga minyak dunia naik, dan harga di negara asalnya naik, dengan sendirinya harga di Indonesia ikutan naik,'' ungkap dia. Para pengusaha, sambung dia, khawatir kenaikan harga minyak dunia ini akan memicu kenaikan harga BBM. Untu antisipasi keperluan modal yang tentunya akan meningkat seiring dengan BBM, maka pengusaha menaikkan harga jualnya duluan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan keadaan ekonomi masyarakat yang daya belinya belum pulih. Dengan pendapatan yang tetap, konsumen semakin terbebani. Sedangkan sejumlah pedagang di Pasar Ujungberung mengaku tidak tahu kenapa harga naik begitu cepat. Mereka memperkirakan harga tinggi karena pasokan yang berkurang. Meskipun pasokan ke jongkonya masih normal, begitu pembeli. [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
