Tajuk Radio DW Jerman:
Meninggalnya Mantan Presiden Jendral Soeharto

Tentang orang yang meninggal sebaiknya kita diam, atau kalau
berbicara hanya yang baik-baik saja. Begitu kata satu pepatah. Jika
demikian halnya, bab terakhir tentang kisah mantan presiden Indonesia
Jendral Suharto bisa cepat rampung ditulis.

Tapi kenyataannya, justru terlalu banyak hal yang dulu didiamkan
selama tiga dekade masa pemerintahan tangan besinya dengan bantuan
militer. Juga sebagian besar fakta perebutan kekuasaan dan aksi
kekerasan tahun 60-an, yang membawa Soeharto ke tampuk kekuasaan,
masih belum terungkap sampai sekarang.

Sekalipun Jendral Soeharto selama masa pemerintahan otoriternya
bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran berat hak asasi manusia,
sampai sekarang ia tidak pernah diminta pertanggung jawaban. Semua
upaya menghadapkannya ke pengadilan gagal, antara lain karena alasan
kesehatan yang diajukan para pengacaranya.

Sampai meninggal, pengaruh Soeharto ternyata tetap kuat untuk
menghindari proses hukum.

Orang bisa berargumentasi bahwa demokrasi di Indonesia pasca Soeharto
masih terlalu lemah untuk bisa menggiring bekas presidennya ke
pengadilan. Namun jangan dilupakan, banyak negara demokrasi besar
seperti Amerika Serikat dan Jerman yang juga lama menutup mata dan
berdiam diri.

Soeharto, yang di kalangan internasional dijuluki The Smiling
General, naik ke tampuk kekuasaan dengan dukungan Barat untuk
menghindari kaum komunis menguasai Indonesia. Sebuah skenario yang
cocok dengan situasi perang dingin kala itu.

Soeharto dianggap sebagai tokoh penting penentang bahaya komunisme di
Asia Tenggara. Sehingga negara-negara Barat mendiamkan peristiwa-
peristiwa buruk yang mengiringi masa kekuasaannya.

Indonesia mengalami masa bersimbah darah akhir tahun 60-an. Ratusan
ribu anggota Partai Komunis Indonesia, dan orang-orang yang dicurigai
dekat dengan gerakan komunis, jadi korban militer.

Memang sampai sekarang tidak terbukti bahwa Soeharto memerintahkan
sendiri pengejaran buas terhadap mereka, namun faktanya adalah, ia
yang mengendalikan aparat militer ketika itu.

Pada tahun-tahun selanjutnya, ribuan pengeritik rejim ditahan tanpa
proses pengadilan dan dibuang ke pulau Buru. Terhadap gerakan makar
di Aceh dan Papua dilakukan aksi pembersihan. Dan di Timor-Timur,
sampai 200.000 orang tewas selama masa pendudukan oleh militer
Indonesia. Barulah ketika Indonesia terkena dampak krisis moneter
Asia, kekuasaan klan Soeharto mulai luntur. Dan ia akhirnya terpaksa
mengundurkan diri.

Sampai sekarang, Indonesia masih menanggung beban berat warisan masa
kekuasaan Soeharto: sistem birokrasi yang korup, kelompok militer
yang sangat dominan, dan masa lalu penuh kekerasan yang belum juga
terungkap.

Dengan latar belakang ini, boleh dibilang hampir sebuah mukjijat,
bahwa negara multi-etnis ini bisa menemukan jalan kembali menuju
demokrasi. Walaupun Soeharto dan para pendukungnya telah
menjerumuskan negara kaya bahan mentah ini ke dalam krisis ekonomi
yang parah.

Indonesia sampai sekarang tetap menjadi mitra negara-negara Barat
yang bisa dipercaya. Fanatisme fundamentalistis tetap tidak bisa
meluas di negara muslim terbesar dunia ini. Ini juga bisa dicatat
sebagai sebuah keajaiban kecil, dan menunjukkan kematangan demokrasi.

Apakah ada hal yang baik juga selama pemerintahan Soeharto? Selama
kekuasaan tangan besinya ekonomi Indonesia berkembang pesat.
Masyarakat miskin juga bisa menikmati sedikit berkah kemajuan
ekonomi. Dengan stabilitas politik dan ekonomi, Indonesia berkembang
menjadi macan kecil Asia Tenggara. Investor asing datang berbondong-
bondong. Tapi secepat mereka datang, secepat itu pula mereka hengkang
saat krisis moneter melanda.

Mungkin, dengan meninggalnya Soeharto, barulah masyarakat Indonesia
bisa membahas lagi masa lalunya. Banyak hal yang perlu dibicarakan,
sekalipun mantan penguasa itu tidak akan duduk lagi dibangku tergugat.

http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,3091633,00.html




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke