Kalau aktivis INGI ikut 'masuk struktur" saya nggak heran. (Saya pernah demostrasi sendirian dihadepan pertumuan INGI di Zeist (negeri Belada) dengan T-shirt betuliskan: "INGI ngeloco rame-rame" dan "INGI = masturbasi kolektif". Buyng Nasution sewot, tapi tidak dendam, dan Yap Thiam Hien geleng-geleng kepala. Yang berreaksi rada positif Bilal yang bilang: Bagus ada orang kayak Jusfiq yang terus menyampaikan kritik...)
Yang mengagetkan (dan mengecewakan serta menyedihkan) saya adalah Indro Tjahyono (SKEPHI) yang masuk jadi "staf ahli' menteri...). Benernya sudah ada pertanda: ketika Pronk ngasi duit untuk SKEPHI, tu organsisasi malah pecah karena berebut duit... Sejak itu saya nggak mau lagi (ikut) nyariin duit buat NGO... --- In [email protected], "suhendra_de" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [email protected], "utusan.allah" > <kesayangan.allah@> wrote: > > > > Mungkin.. > > > > Ada kemungkinan apa yang anda katakan: > > > Untuk bisa meruntuhkan kubu mereka kudu ada kekuatan peruntuh.. > > > > Dan kekuatan itu tidak ada. > > > > Partai politkk lagi asyik berbagai isi khasanah negara > > > > Dan yang namanya civil society nggak kelihatan batang hidungnya. > > > > Ya, memang belum ada kekuatan alternatif yang bisa diandalkan. > Sebenarnya sudah ada bekas aktivis yang 'masuk struktur', > orang-orang SKEPHI, bekas aktivis INGI, beberapa pendiri PRD. > Tapi modusnya masih yang dulu juga, seperti jaman Soe Hok Gie. > Masuk struktur, eh nggak jadi reformis, malah terbawa arus. > Atau belum punya kekuatan, mengubah arus. > Yang namanya aktivis pemuda, juga masih brantakan. > > > > > --- In [email protected], "suhendra_de" <suhendra_de@> wrote: > > > > > > Tajuk Radio DW Jerman: > > > Meninggalnya Mantan Presiden Jendral Soeharto > > > > > > > > > Tentang orang yang meninggal sebaiknya kita diam, atau kalau > > > berbicara hanya yang baik-baik saja. Begitu kata satu pepatah. > Jika > > > demikian halnya, bab terakhir tentang kisah mantan presiden > Indonesia > > > Jendral Suharto bisa cepat rampung ditulis. > > > > > > Tapi kenyataannya, justru terlalu banyak hal yang dulu didiamkan > > > selama tiga dekade masa pemerintahan tangan besinya dengan bantuan > > > militer. Juga sebagian besar fakta perebutan kekuasaan dan aksi > > > kekerasan tahun 60-an, yang membawa Soeharto ke tampuk kekuasaan, > > > masih belum terungkap sampai sekarang. > > > > > > Sekalipun Jendral Soeharto selama masa pemerintahan otoriternya > > > bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran berat hak asasi > manusia, > > > sampai sekarang ia tidak pernah diminta pertanggung jawaban. Semua > > > upaya menghadapkannya ke pengadilan gagal, antara lain karena > alasan > > > kesehatan yang diajukan para pengacaranya. > > > > > > Sampai meninggal, pengaruh Soeharto ternyata tetap kuat untuk > > > menghindari proses hukum. > > > > > > Orang bisa berargumentasi bahwa demokrasi di Indonesia pasca > Soeharto > > > masih terlalu lemah untuk bisa menggiring bekas presidennya ke > > > pengadilan. Namun jangan dilupakan, banyak negara demokrasi besar > > > seperti Amerika Serikat dan Jerman yang juga lama menutup mata dan > > > berdiam diri. > > > > > > Soeharto, yang di kalangan internasional dijuluki The Smiling > > > General, naik ke tampuk kekuasaan dengan dukungan Barat untuk > > > menghindari kaum komunis menguasai Indonesia. Sebuah skenario yang > > > cocok dengan situasi perang dingin kala itu. > > > > > > Soeharto dianggap sebagai tokoh penting penentang bahaya > komunisme di > > > Asia Tenggara. Sehingga negara-negara Barat mendiamkan peristiwa- > > > peristiwa buruk yang mengiringi masa kekuasaannya. > > > > > > Indonesia mengalami masa bersimbah darah akhir tahun 60-an. > Ratusan > > > ribu anggota Partai Komunis Indonesia, dan orang-orang yang > dicurigai > > > dekat dengan gerakan komunis, jadi korban militer. > > > > > > Memang sampai sekarang tidak terbukti bahwa Soeharto memerintahkan > > > sendiri pengejaran buas terhadap mereka, namun faktanya adalah, ia > > > yang mengendalikan aparat militer ketika itu. > > > > > > Pada tahun-tahun selanjutnya, ribuan pengeritik rejim ditahan > tanpa > > > proses pengadilan dan dibuang ke pulau Buru. Terhadap gerakan > makar > > > di Aceh dan Papua dilakukan aksi pembersihan. Dan di Timor-Timur, > > > sampai 200.000 orang tewas selama masa pendudukan oleh militer > > > Indonesia. Barulah ketika Indonesia terkena dampak krisis moneter > > > Asia, kekuasaan klan Soeharto mulai luntur. Dan ia akhirnya > terpaksa > > > mengundurkan diri. > > > > > > Sampai sekarang, Indonesia masih menanggung beban berat warisan > masa > > > kekuasaan Soeharto: sistem birokrasi yang korup, kelompok militer > > > yang sangat dominan, dan masa lalu penuh kekerasan yang belum juga > > > terungkap. > > > > > > Dengan latar belakang ini, boleh dibilang hampir sebuah mukjijat, > > > bahwa negara multi-etnis ini bisa menemukan jalan kembali menuju > > > demokrasi. Walaupun Soeharto dan para pendukungnya telah > > > menjerumuskan negara kaya bahan mentah ini ke dalam krisis ekonomi > > > yang parah. > > > > > > Indonesia sampai sekarang tetap menjadi mitra negara-negara Barat > > > yang bisa dipercaya. Fanatisme fundamentalistis tetap tidak bisa > > > meluas di negara muslim terbesar dunia ini. Ini juga bisa dicatat > > > sebagai sebuah keajaiban kecil, dan menunjukkan kematangan > demokrasi. > > > > > > Apakah ada hal yang baik juga selama pemerintahan Soeharto? Selama > > > kekuasaan tangan besinya ekonomi Indonesia berkembang pesat. > > > Masyarakat miskin juga bisa menikmati sedikit berkah kemajuan > > > ekonomi. Dengan stabilitas politik dan ekonomi, Indonesia > berkembang > > > menjadi macan kecil Asia Tenggara. Investor asing datang > berbondong- > > > bondong. Tapi secepat mereka datang, secepat itu pula mereka > hengkang > > > saat krisis moneter melanda. > > > > > > Mungkin, dengan meninggalnya Soeharto, barulah masyarakat > Indonesia > > > bisa membahas lagi masa lalunya. Banyak hal yang perlu > dibicarakan, > > > sekalipun mantan penguasa itu tidak akan duduk lagi dibangku > tergugat. > > > > > > http://www.dw-world.de/dw/article/0,2144,3091633,00.html > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
