Sebenarnya tidak perlu menulis panjang lebar, bagi manusia yang membutuhkan sosok 'yg tidak ada dan maha kuasa' maka dibutuhkan agama, sedang bagi yang sudah terbuka matahatinya, maka disaat membutuhkan sosok ' yang tidak ada dan maha kuasa ' tersebut cukup datang ke psikoloog/psikiater dan bisa juga dengan meng ganja secukupnya, maka sosok 'yang tidak ada dan maha kuasa' bisa didapat. Aku bukan karena dari prol saja bisa menjadi seperti ini, aku sering mikir mengapa di Europa masyarakatnya semakin sedikit yang ke gereja, sedang di sisi lain kehidupan masyarakatnya tetap teratur rapi taat hukum, jadi dengan hidup seperti itu sudah dipastikan 'beragama'
Mengenai sosok Yesus, jujur saja terlalu banyak sudut pandang yang bisa dipakai untuk mengenalnya, dan untuk belajarnya minimal sekolah dengan waktu yang cukup lama sampai lulus. Dan sayangnya Kristen jebolan Amerika meng aduk aduk demi materi sehingga untuk menjadi pendeta saja cukup asal bisa cuap cuap baca ayat seenak jidatnya.....lha kebayang umat zombie nya jadi apa, dan sialnya jarang yang berfikir kritis. sur. ----- Original Message ----- From: "camarmerah" <[EMAIL PROTECTED]> > Satu: Itu kan elu Sur, cina lepek yang udah gaul di prols taunan, > bukan kresten cino-kresten-melu-kolonial yang masih berserakan di > Indonesia. > > Dua: Apa sih lebihnya kehidupan Yesus ketimbang lain-lain orang yang > bisa diverifikasi dengan jelas kehidupannya? Apakah Yesus lebih > brilian daripada Gandhi? > > Tiga: Andaipun Yesus itu memang faktual pernah hidup (keterangan baca > nomor 6), apakah iya, berdasarkan akal sehat dan nalar yang wajar, > Yesus itu sosok luar binasa yang bikin anggur dari jembut kuda, ngasih > makan orang banyak pake peuyeum bandung, bangkitin orang ngigo, jalan > di atas trotoar becek, dan lain-lain? Kan itu dongeng namanya? Lantas > mengulangi nomor 2, apa sih istimewanya Yesus? Sekadar memberontak > terhadap penindasan mah dari zaman Spartacus juga kita udah punya > ceritanya. Tokoh yang mbalelo terhadap kekuasaan dan bahkan > norma-norma yang berlaku juga ada Diogenes. Bahkan keberadaan > Spartacus dan Diogenes masih lebih bisa diverifikasi dan dibuktikan. > > Empat: Ini yang terpenting, apakah iya, manusia mesti membutuhkan > sosok contoh panutan hidup? Apakah iya, kebaikan manusia tergantung > dari dongeng-dongeng tentang kebaikan? Apakah iya, manusia akan jadi > jahat bukan kepalang tanpa dongeng Yesus Musa Muhammad Nuh Kwan Im dan > kawan-kawannya? Kan ini perpanjangan dari insult to human dignity yang > tempo hari. Ini penghinaan terhadap martabat manusia. Ini pelecehan. > Ini penistaan. Ini perendahan. Dan sedihnya dilakukan oleh manusia > sendiri. > > Lima: Kalau gejala kenabian pada dasarnya tidak ada bedanya dengan > gejala-gejala penyakit Skizofrenia, bukankah secara logis artinya ada > kemungkinan para nabi-nabi itu pada dasarnya memang Skizofren? Kalau > Yesus dan Muhammad munculnya di zaman sekarang ini, bukankah nasibnya > akan sama saja dengan Lia Eden dan Ahmad Moshaddeq dan Aulia Allah dan > kawan-kawan? Lalu sebagai manusia yang berakal dan tidak mikir pake > belahan pantat (melainkan belahan otak), kok ya mau menggumuli > ketololan demi ketololan seorang Skizofren? > > Enam: Sebagai catatan, bukan berarti gua mengklaim atau mendukung > teori bahwa Yesus itu fiktif. Managuatau dan managuapeduli kalo soal > itu. Dan karena gua gak tau faktanya begimana, maka (seperti di nomor > 3 tadi) gua tetep menyediakan kemungkinan bahwa Yesus itu memang tokoh > faktual. Cuma, lagi, dongeng-dongeng seputar dirinya itu; apa lebih > bagus dari dongeng Mesir kuno? Apa lebih bagus dari dongeng > Prometheus? Lucifer (yang asli sebelum disembelih Kresten)? Bahkan > mungkin dongeng Nyai Ontosoroh juga masih lebih bagus ketimbang > dongeng (tentang) Muhammad atau Yesus beserta tuhan-tuhannya. > > > camarmerah > > --- In [email protected], "gsuryana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Yesus fiktif dan tidaknya sudah tidak menjadi masalah lagi, sama > seperti >> tidak menjadi masalahnya apakah Yesus mati di salib dan tidak nya, sama >> dengan Yesus kawin dan tidaknya, >> Sama dengan hari lahir dibulan Desember dan tidaknya, karena setelah > sekian >> lama yang diambil dari kisah Yesus hanyalah pola pikir dan cara nya > didalam >> mengarungi hidup ini. >> Memang untuk Kristen jebolan Amerika ( saat ini Kristen Amerika sedang >> melakukan kolonialisme gaya baru ), kisah Yesus adalah kisah nyata > sesuai >> dengan tertulis di Alkitab. >> >> sur. > > > > ------------------------------------ > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
