Otak kerbau...

Otak anjing.

Manusia dungu.

Dan pongah kayak  kodok yang menyangka dirinya segede sampi bunting.

Tiap calon presiden berjanji untuk menghormati UUD misalnya, dan
sejumlah janji lain...

Tapi dia berbeda janji dengan calon lain dalam beberapa hal.

Dan semua janji itu, janji yang sama-sama telah diberikan oleh setiap
calon dan janji khusus yang diberikan oleh calon yang terpilih.

Itulah yang bisa dituntut.

Janji yang tidak diberikannnya tidak bisa dituntut.

Heran begini dungu orang ini.

Begini tolol.


--- In [email protected], "hadingrh" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> hehehe.. iya, 
> memang sistem pemilu kita sudah jauh berubah.
> pemilu presiden dan pemilu calon anggota dewanpun berubah.
> 
> tentu saja kalimat ini jadi ngawur: "Anggota DPR itu mengurus
> kepentingan pemilihnya, seperti yang dijanjikannya selama kampanye
> pemilihan umum."
> 
> gak bisa dibayangkan kl dengan anologi yg sama dipake buat pemilu
> presiden.  
> apa presiden hanya bertanggungjawab untuk mengurusi kepentingan 
> konstituen pendukungnya saja? ya gak dong.
> presiden ya untuk rakyat semua.
> 
> jadi, nyatet janji2 calon dewan ntu harus, nagih janji2nya juga harus.
>  tapi bukan saja oleh para pemilihnya saja, tapi rakyat semua yg bukan
> pemilihnya pun sah2 saja nagih janji karena si caleg posisinya sudah
> menjadi wakil rakyat.  karena kinerjanya dan buah pikirannya dalam
> menelorkan produk legislasi secara otomatis dirasakan oleh semua rakyat.
> 
> balik lagi ke topik awal soal kinerja fraksi, dan bagaimana seorang
> dewan harus mengutamakan kepentingan rakyat - bukan kepentingan
> partai, maka harus ada mekanisme yg bisa melepaskan
> ketergantungan/imbal rasa si a-leg terhadap proses keterpilihannya
> sebagai caleg dari sebuah partai.  dan saya sambut gembira ketika ada
> satu partai yg menetapkan sistim skoring untuk menentukan nomor urut
> caleg.  harus menjadi contoh buat partai lain, malah harus distandarkan.
> memang gak bisa begitu saja bebas dari misi/visi partai tapi pada
> kondisi tertentu yg mengharuskan untuk menentukan langkah yg berbeda
> dari langkah partai (yg tidak sesuai dengan nuraninya), maka dia bisa
> saja mengambil langkah yg berbeda.
> dan keberanian untuk bertindak progresif spt itu hanya bisa dilakukan
> oleh orang yg memang unggul dalam intelegensia, emotional quotient dan
> spiritual quotient. caranya adalah dgn proses seleksi yg ketat, dan
> tidak melulu mengandalkan basis masa doang.
>  
> --- In [email protected], ajegile lu <ajegilelu@> wrote:
> >
> > 
> > Serangan letoy. 
> > 
> > Alinea itu untuk nanggapi hadi yang tanya: "gimana kl si caleg yg
> dicoblos ternyata gak masuk sebagai anggota dewan?" 
> > 
> > Jelas fiq? 
> > 
> > Yang pasti, situ nggak bantah alinea yang terakhir. 
> > 
> >
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke