Dipo yang nggak waras yang tidak tahu cara kerja parlement dan mau menghapsukan fraksi...
--- In [email protected], ajegile lu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Hapus fraksi, tingkatin kinerja komisi. > Yang pasti, jusfiq nggak bisa bantah alinea terakhir. > > --- hadingrh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > hehehe.. iya, > > memang sistem pemilu kita sudah jauh berubah. > > pemilu presiden dan pemilu calon anggota dewanpun berubah. > > > > tentu saja kalimat ini jadi ngawur: "Anggota DPR itu mengurus > > kepentingan pemilihnya, seperti yang dijanjikannya selama kampanye > > pemilihan umum." > > > > gak bisa dibayangkan kl dengan anologi yg sama dipake buat pemilu > > presiden. > > > > apa presiden hanya bertanggungjawab untuk mengurusi kepentingan > > konstituen pendukungnya saja? ya gak dong. > > presiden ya untuk rakyat semua. > > > > jadi, nyatet janji2 calon dewan ntu harus, nagih janji2nya juga harus. > > tapi bukan saja oleh para pemilihnya saja, tapi rakyat semua yg bukan > > pemilihnya pun sah2 saja nagih janji karena si caleg posisinya sudah > > menjadi wakil rakyat. karena kinerjanya dan buah pikirannya dalam > > menelorkan produk legislasi secara otomatis dirasakan oleh semua rakyat. > > > > balik lagi ke topik awal soal kinerja fraksi, dan bagaimana seorang > > dewan harus mengutamakan kepentingan rakyat - bukan kepentingan > > partai, maka harus ada mekanisme yg bisa melepaskan > > ketergantungan/ imbal rasa si a-leg terhadap proses keterpilihannya > > sebagai caleg dari sebuah partai. dan saya sambut gembira ketika ada > > satu partai yg menetapkan sistim skoring untuk menentukan nomor urut > > caleg. harus menjadi contoh buat partai lain, malah harus distandarkan. > > memang gak bisa begitu saja bebas dari misi/visi partai tapi pada > > kondisi tertentu yg mengharuskan untuk menentukan langkah yg berbeda > > dari langkah partai (yg tidak sesuai dengan nuraninya), maka dia bisa > > saja mengambil langkah yg berbeda. > > dan keberanian untuk bertindak progresif spt itu hanya bisa dilakukan > > oleh orang yg memang unggul dalam intelegensia, emotional quotient dan > > spiritual quotient. caranya adalah dgn proses seleksi yg ketat, dan > > tidak melulu mengandalkan basis masa doang. > > > > > > --- ajegile lu <ajegilelu@> wrote: > > > > Serangan letoy. > > > > Alinea itu untuk nanggapi hadi yang tanya: "gimana kl si caleg yg > > dicoblos ternyata gak masuk sebagai anggota dewan?" > > > > Jelas fiq? > > > > Yang pasti, situ nggak bantah alinea yang terakhir. > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
