Hanya Ambonlah satu2nya yg responnya negatip,lainnya do seneng je. Shalom, Tawangalun.
- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Tawang, > > Cerita-cerita mulaf ini hanya berfaedah kaum goblok, atau mereka yang mau digoblokan, karena tidak membawa perubahan pada kehidupan sehari-hari umat yang miskin bin melarat, cerita-cerita ini ialah untuk meninabobokan mereka, bukan untuk mencerdaskan. > > > ----- Original Message ----- > From: tawangalun > To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] > Sent: Saturday, September 27, 2008 11:05 PM > Subject: [proletar] Mualaf Paulus F.Tengker dari Manado > > > Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama > saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga > penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja > Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil > Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & > direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi > Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke > sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno - > Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, > juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, > banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira Cinta > Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat > Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik. Selama kuliah saya > juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & > Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja > sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat > masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari > desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya > sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, > maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. > Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: "Hamba Tuhan yang kembali, > mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen" > dsb. > Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna > sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur'an & > Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah > Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan > untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu & foto- foto > palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas > tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari > mereka membaca Al-Qur'an yang akan dipakai untuk menohok orang- orang > Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah kami. Beberapa > kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan > hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, > tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut > mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di > Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, > gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak > beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa- > desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar). Bahkan saya > sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur- > hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang > paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara > yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami > rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat > &canggih.Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar > mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya > Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya. Saya jalani terus > pekerjaan ini hingga tamat kuliah & akhirnya saya dinobatkan sebagai > pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas > ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al- Qur'an, > Hadist & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, > Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya. > Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling > menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan > Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji & > mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah > dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & Ustad itu tak > pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya > seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji & > hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali > ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam. > > Sayapun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang > bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat- tempat > keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil > kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal & kaum gay. Yang kami > target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks > independent, para pengunjung diskotek & kafe yang menyambi, baik itu > gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. > Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang > teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah > mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil > yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin > kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja > rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di > tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak > mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung > diskotik & kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di > Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah > cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam > kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan > kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun, kami > sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering > ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca > artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas > edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, disana diceritakan dengan > gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat > pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, > pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung & mafianya bekerja > sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini sangat > sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & > sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar yang ingin > mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring > domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam! > > Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhanpun banyak yang > memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. > Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya > diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi > dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian > yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, sayapun tahu > persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, > sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para > Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu > adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi > nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, > mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk > memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan & untuk diedarkan > guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai > ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu > Gembala Tuhan dari luar kota. Kamipun biasa ketemu & ngobrol- ngobrol > dibeberapa pub malam terkenal yang pasti > dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke > Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top > Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni > (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, & > Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan > pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salahsatu pub > terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami "dating" dengan > mereka, "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau masalah skandal seks > antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya tak > tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala > Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani > beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi > secara khusus. Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba- domba > baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam. > Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang > mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami > sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. > > Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan > mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka > tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke > kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal > bagi Gereja!. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura- > pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura- pura > disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris & percaya itu > mukjizat. Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di > tempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan > Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali & skenario > betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia > dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang > luar biasa, lain kali saja?!, Biasanya para penginjil malamlah yang > bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, kami > tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus > kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu > terdengar spektakuler & sulit dipercaya, tetapi saya beritahukan > kepada anda semua: SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, > SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA > BETHEL GEREJA BETHANY GEREJA NEHEMIA GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA > GEREJA ABDIEL Bagi umat Kristiani atau para Gembala & pelayan > Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & sulit > mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA > ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah juga > saksi hidup lainnya. > > Mengapa Saya Masuk Islam? > Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, > karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & > sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya > masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, > karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang- > orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, > terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa. Ajaran > Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & umatnya kalau tidak kita > hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam > benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui > ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan > pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani > sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah > minggu & jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau > Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali. Saya > akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa > & beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan > hidup saya menuju kebenaran sejati. > > Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum'at tanggal 11 Januari > 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus > disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui > saya, dengan senyumNya yang agung!, saya bahagia sekali, ini adalah > mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung > kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung > dibanding foto & gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat > kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina > mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: "Kalian ini siapa?" > > Saya menjawab: "Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!" > Dia bertanya lagi : "Mana Tuhannya?" Tuhan Yesus menyela : "Akulah > Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah engkau > wahai pria asing?" Pria Yahudi itu berkata : "Akulah Isa Al- Masih, & > engkau bukanlah diriku!" Saya menyela : "Wahai engkau orang Yahudi > ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu dihadapan Tuhanku!" Pria > Yahudi itu berkata : "Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah > Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!" > Tuhan Yesus berkata : "Engkau akan kujadikan domba hina karena > telah menghina Tuhanmu!" Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & sungguh > ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia menyemburkannya > kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena > berani menghina Tuhan Yesus!. Keajaiban keduapun terjadi!, pria > Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang apapun & > dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan > Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba > berubah!, kedua telinganya memanjang..dari mulutnya keluar gigi > taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah > mengerikan!...lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah > tombak seperti garpu!...TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI > BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!. > > Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa > orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu > lalu lari terbirit-birit!...Kemudian ada kejadian ajaib lainnya > terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu > berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat > tandus. Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu > dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: "Siapakah > engkau sebenarnya?" Pria itu menjawab : "Akulah Isa Al-Masih, hamba > Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat > lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus". Saya berkata : "Bukankah > engkau telah mati dikayu salib & telah berkorban demi menebus dosa > umat manusia?" Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Bukan seperti itu > kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para pengikutnya > yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah terlihat > wujud aslinya".. > > Saya berkata : "Maksud tuan, Iblis tadi itu..., jadi selama ini?.." > Nabi Isa Al-Masih menukas : "Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran > Ilahi sejati?" > > Saya menjawab : "Jika itu ada saya bersedia.." Nabi Isa Al- Masih > menjawab : "Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus > berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, > kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?" > Saya menjawab : "..emmmmm" (tak bisa berkata-kata) Nabi Isa Al- > Masih berkata : "Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang > telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke > muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. > Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau > ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki > catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan > pikiran & hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang- > orang yang diilhami Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau > mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat > esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!" Lalu > pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap > salamnya orang Islam..kemudian pergi...sayapun lalu terbangun....hari > telah pagi...saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa yang > akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari > Jum'at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi > saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum'at > pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu > barangkali.. > > Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba- tiba > saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah > saya baca....betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum > yakin betul... Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat > Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di > kawasan Jl. HR Muhammad - Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun > kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? > Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan > saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi kapan > saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang pria > menghardik saya & meminta dengan kasar dompet & HP saya!, saya kaget, > panik campur takut, lalu saya berlari ke arah...Mesjid & masuk ke > sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang yang mau menodong > sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam > 11.30..mendekati jamnya shalat Jum'at, saya perhatikan sekitar > saya...orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum'at..saya ini > ada di mesjid...mimpi saya...pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai > Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu....saya bingung lalu saya tak > sadarkan diri.... Ketika tersadar..saya berada disebuah ruangan > Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya > tadi itu pingsan...saya lalu berdiri..tiba-tiba hati ini ingin > menangis..menjerit.."Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan > bagiku!"...Pak Tua itu kaget & bertanya: "ada apa nak?", lalu saya > ceritakan semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, > juga siapa saya & apa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya > dalam usaha memerangi & memperdaya agama Islam beserta umatnya. > > Bapak Tua itu berkata: "Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh > percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang > baik....sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang" > Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak > badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 > sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada > pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk > & berkata: "pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui tentang > agama Islam sebenarnya!". > > Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang > lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang & menyatakan pada > pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung esok > pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi > sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya > mampir ke Mesjid tersebut & kami berdiskusi Islam - Kristen. Akhirnya > setelah yakin dengan seyakin- yakinnya, setelah mendapat penjelasan > panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya > yang sangat Ilahiah & Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan > tidak berargumen & berdasar oleh pak tua & beberapa jemaatnya yang > ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui > bahwa pak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari Alkitab, > mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan > dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut > beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang > lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku- > buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali > dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. > Saya jadi ragu & bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral > oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih > setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi Alkitab cetakan > tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun > 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa > memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi > baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata > bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga > merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin > bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan & > merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & penggenap > itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga > menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang > dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab- kitab > sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al- Qur'an, > yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al- > Qur'an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu > dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali > ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam. Penjelasan Pak Tua & > jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba > mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi > ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan & > ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari > bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga > pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang > saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan > jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya > & akan mengurapi serta mensucikan buku- buku Islam yang saya miliki > agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan- rekan Gembala ini > terasa kontras & tidak sepadan dengan sikap Pak Tua & jemaatnya di > mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut > dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus > segera mengambil keputus-an..setelah melalui berbagai pertimbangan > yang matang, menimbang segala resikonya... Akhirnya sudah mantap & > sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam... > > Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar > DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA > MUHAMMADARRASULULLAH SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA > BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH. > Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat > Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika > mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, > mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai > anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam > & menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga > memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu > saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya > lagi & menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya & saya tidak > diperkenan-kan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam > surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh > oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus > dosa saya kepada Tuhan Yesus.. Naudzubillah.!!!..Ya Allah..!!! > maafkan keluarga saya ini.mereka berkata begini karena mereka tidak > mengerti hakekat Ketuhananmu yang sesungguhnya... (edit ulang kiriman > dari Pak Sritomo Premier Oil) > > Shalom, > Tawangalun. > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
