Hanya Ambonlah satu2nya yg responnya negatip,lainnya do seneng je.

Shalom,
Tawangalun.

- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Tawang,
> 
> Cerita-cerita mulaf ini hanya berfaedah kaum goblok, atau mereka 
yang mau digoblokan, karena tidak membawa perubahan pada kehidupan 
sehari-hari  umat yang miskin bin melarat, cerita-cerita ini ialah 
untuk meninabobokan mereka, bukan untuk mencerdaskan.
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: tawangalun 
>   To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] 
>   Sent: Saturday, September 27, 2008 11:05 PM
>   Subject: [proletar] Mualaf Paulus F.Tengker dari Manado
> 
> 
>   Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama 
>   saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga 
>   penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja 
>   Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang 
penginjil 
>   Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama 
& 
>   direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi 
>   Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan 
kuliah ke 
>   sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno -
 
>   Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke 
Manado, 
>   juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang 
terkemuka, 
>   banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira 
Cinta 
>   Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari 
masyarakat 
>   Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik. Selama kuliah 
saya 
>   juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & 
>   Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya 
bekerja 
>   sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang 
bertobat 
>   masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang 
dari 
>   desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan 
sepertinya 
>   sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, 
>   maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk 
mereka. 
>   Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: "Hamba Tuhan yang 
kembali, 
>   mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk 
Kristen" 
>   dsb. 
>   Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna 
>   sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur'an & 
>   Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah 
>   Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan 
>   untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu & foto-
foto 
>   palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar 
bekas 
>   tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga 
mengajari 
>   mereka membaca Al-Qur'an yang akan dipakai untuk menohok orang-
orang 
>   Islam yang sedang kami injili & berusaha membantah kami. Beberapa 
>   kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya 
merupakan 
>   hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu 
ada, 
>   tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut 
>   mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di 
>   Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, 
>   gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman 
tak 
>   beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme 
didesa-
>   desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar). Bahkan 
saya 
>   sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata 
seumur-
>   hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang 
>   paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan 
cara 
>   yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami 
>   rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat 
>   &canggih.Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar 
>   mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya 
>   Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya. Saya jalani terus 
>   pekerjaan ini hingga tamat kuliah & akhirnya saya dinobatkan 
sebagai 
>   pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka 
tugas 
>   ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-
Qur'an, 
>   Hadist & buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, 
>   Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan 
saya. 
>   Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling 
>   menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam 
pandangan 
>   Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji & 
>   mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke 
rumah 
>   dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih & Ustad itu 
tak 
>   pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya 
>   seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa 
mengaji & 
>   hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika 
kali 
>   ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam. 
> 
>   Sayapun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam 
yang 
>   bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-
tempat 
>   keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil 
>   kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal & kaum gay. Yang kami 
>   target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks 
>   independent, para pengunjung diskotek & kafe yang menyambi, baik 
itu 
>   gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. 
>   Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan 
yang 
>   teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah 
>   mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para 
penginjil 
>   yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi 
memimpin 
>   kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja 
>   rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil 
di 
>   tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak 
>   mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya 
pengunjung 
>   diskotik & kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di 
>   Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab 
inilah 
>   cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam 
>   kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan 
>   kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun, 
kami 
>   sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang 
sering 
>   ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah 
membaca 
>   artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian 
Kompas 
>   edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, disana diceritakan dengan 
>   gamblang betapa penyebaran & mafia narkoba sudah menyebar sangat 
>   pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, 
TNI, 
>   pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung & mafianya 
bekerja 
>   sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu & ini 
sangat 
>   sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & 
>   sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia & Bandar yang ingin 
>   mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk 
menjaring 
>   domba Kristus baru & menyesatkan generasi muda Islam! 
> 
>   Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhanpun banyak 
yang 
>   memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar 
adanya. 
>   Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya 
>   diri &, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah 
kondisi 
>   dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah 
Kesaksian 
>   yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, sayapun tahu 
>   persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, 
>   sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan 
para 
>   Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar 
itu 
>   adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang 
melebihi 
>   nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk 
penginjilan, 
>   mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja 
untuk 
>   memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan & untuk diedarkan 
>   guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai 
>   ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu 
>   Gembala Tuhan dari luar kota. Kamipun biasa ketemu & ngobrol-
ngobrol 
>   dibeberapa pub malam terkenal yang pasti 
>   dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke 
>   Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top 
>   Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf 
Roni 
>   (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert 
Lumoindang, & 
>   Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah 
melakukan 
>   pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salahsatu pub 
>   terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami "dating" dengan 
>   mereka, "mandi suci bersama" istilahnya. Kalau masalah skandal 
seks 
>   antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja & Gembalanya, saya 
tak 
>   tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para 
Gembala 
>   Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani 
>   beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta 
diurapi 
>   secara khusus. Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-
domba 
>   baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan & para pekerja malam. 
>   Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang 
>   mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami 
>   sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. 
> 
>   Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan 
>   mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai 
mereka 
>   tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng 
ke 
>   kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat 
fatal 
>   bagi Gereja!. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk 
berpura-
>   pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-
pura 
>   disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris & percaya 
itu 
>   mukjizat. Kamipun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus 
di 
>   tempat-tempat keramat & angker di Surabaya sebelum acara 
penyembuhan 
>   Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali & 
skenario 
>   betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia 
>   dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat 
yang 
>   luar biasa, lain kali saja?!, Biasanya para penginjil malamlah 
yang 
>   bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, 
kami 
>   tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus 
>   kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu 
>   terdengar spektakuler & sulit dipercaya, tetapi saya beritahukan 
>   kepada anda semua: SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR 
ADANYA, 
>   SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA 
>   BETHEL GEREJA BETHANY GEREJA NEHEMIA GEREJA SIDANG JEMAAT 
PANTEKOSTA 
>   GEREJA ABDIEL Bagi umat Kristiani atau para Gembala & pelayan 
>   Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut & 
sulit 
>   mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: 
SEMUA 
>   ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah 
juga 
>   saksi hidup lainnya. 
> 
>   Mengapa Saya Masuk Islam? 
>   Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya 
baca, 
>   karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati & 
>   sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya 
>   masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang 
Islam, 
>   karena saya selalu menganggap & diajarkan oleh Gereja bahwa orang-
>   orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, 
>   terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat & penuh dosa. 
Ajaran 
>   Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat & umatnya kalau tidak kita 
>   hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam 
>   benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui 
>   ajaran kebencian kepada ajaran Islam & umatnya ini merupakan 
>   pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani 
>   sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah 
>   minggu & jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau 
>   Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali. 
Saya 
>   akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar 
biasa 
>   & beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah 
jalan 
>   hidup saya menuju kebenaran sejati. 
> 
>   Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum'at tanggal 11 Januari 
>   2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus 
>   disuatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus 
menemui 
>   saya, dengan senyumNya yang agung!, saya bahagia sekali, ini 
adalah 
>   mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari 
ujung 
>   kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung 
>   dibanding foto & gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi 
sesaat 
>   kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab 
Palestina 
>   mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: "Kalian ini siapa?" 
> 
>   Saya menjawab: "Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!" 
>   Dia bertanya lagi : "Mana Tuhannya?" Tuhan Yesus 
menyela : "Akulah 
>   Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia & Dunia!, siapakah engkau 
>   wahai pria asing?" Pria Yahudi itu berkata : "Akulah Isa Al-
Masih, & 
>   engkau bukanlah diriku!" Saya menyela : "Wahai engkau orang 
Yahudi 
>   ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu dihadapan Tuhanku!" 
Pria 
>   Yahudi itu berkata : "Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah 
>   Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!" 
>   Tuhan Yesus berkata : "Engkau akan kujadikan domba hina karena 
>   telah menghina Tuhanmu!" Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata & 
sungguh 
>   ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api & dia 
menyemburkannya 
>   kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa 
karena 
>   berani menghina Tuhan Yesus!. Keajaiban keduapun terjadi!, pria 
>   Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang 
apapun & 
>   dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada 
Tuhan 
>   Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan & wujudnya tiba-tiba 
>   berubah!, kedua telinganya memanjang..dari mulutnya keluar gigi 
>   taring..& dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah 
>   mengerikan!...lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah 
>   tombak seperti garpu!...TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI 
INI 
>   BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!. 
> 
>   Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa 
>   orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis 
itu 
>   lalu lari terbirit-birit!...Kemudian ada kejadian ajaib lainnya 
>   terjadi, Gereja Megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, 
lalu 
>   berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang 
sangat 
>   tandus. Saya yang kaget & tak percaya melihat kejadian ini lalu 
>   dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: "Siapakah 
>   engkau sebenarnya?" Pria itu menjawab : "Akulah Isa Al-Masih, 
hamba 
>   Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat 
>   lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus". Saya berkata : "Bukankah 
>   engkau telah mati dikayu salib & telah berkorban demi menebus 
dosa 
>   umat manusia?" Nabi Isa Al-Masih menjawab: "Bukan seperti itu 
>   kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis & para pengikutnya 
>   yang telah berusaha mencelakakanku tadi & sekarang dia telah 
terlihat 
>   wujud aslinya".. 
> 
>   Saya berkata : "Maksud tuan, Iblis tadi itu..., jadi selama 
ini?.." 
>   Nabi Isa Al-Masih menukas : "Sudahlah, maukah engkau tahu 
kebenaran 
>   Ilahi sejati?" 
>   > Saya menjawab : "Jika itu ada saya bersedia.." Nabi Isa Al-
Masih 
>   menjawab : "Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau 
harus 
>   berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup 
miskin, 
>   kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?" 
>   Saya menjawab : "..emmmmm" (tak bisa berkata-kata) Nabi Isa Al-
>   Masih berkata : "Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana 
yang 
>   telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali 
ke 
>   muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. 
>   Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika 
engkau 
>   ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah 
memiliki 
>   catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan 
>   pikiran & hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-
>   orang yang diilhami Iblis & para pengikutnya. Kalau engkau mau 
>   mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, 
tepat 
>   esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!" 
Lalu 
>   pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap 
>   salamnya orang Islam..kemudian pergi...sayapun lalu 
terbangun....hari 
>   telah pagi...saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa 
yang 
>   akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini 
hari 
>   Jum'at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi 
>   saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam 
Jum'at 
>   pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu 
>   barangkali..
> 
>   Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-
tiba 
>   saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak 
pernah 
>   saya baca....betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum 
>   yakin betul... Ketika perjalanan menuju kantor saya di 
sekretariat 
>   Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di 
>   kawasan Jl. HR Muhammad - Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun 
>   kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya 
benci? 
>   Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma 
kebetulan 
>   saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi 
kapan 
>   saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang 
pria 
>   menghardik saya & meminta dengan kasar dompet & HP saya!, saya 
kaget, 
>   panik campur takut, lalu saya berlari ke arah...Mesjid & masuk ke 
>   sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang yang mau 
menodong 
>   sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 
>   11.30..mendekati jamnya shalat Jum'at, saya perhatikan sekitar 
>   saya...orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum'at..saya 
ini 
>   ada di mesjid...mimpi saya...pesan orang Yahudi yang mengaku 
sebagai 
>   Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu....saya bingung lalu saya tak 
>   sadarkan diri.... Ketika tersadar..saya berada disebuah ruangan 
>   Mesjid rupanya..& ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan 
saya 
>   tadi itu pingsan...saya lalu berdiri..tiba-tiba hati ini ingin 
>   menangis..menjerit.."Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan 
>   bagiku!"...Pak Tua itu kaget & bertanya: "ada apa nak?", lalu 
saya 
>   ceritakan semua mimpi saya tadi malam & kejadian yang saya alami, 
>   juga siapa saya & apa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan 
saya 
>   dalam usaha memerangi & memperdaya agama Islam beserta umatnya. 
> 
>   Bapak Tua itu berkata: "Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, 
boleh 
>   percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang 
>   baik....sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang" 
>   Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak 
enak 
>   badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 
16.00 
>   sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada 
>   pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri 
masuk 
>   & berkata: "pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui 
tentang 
>   agama Islam sebenarnya!".
> 
>   Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi 
panjang 
>   lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang & menyatakan 
pada 
>   pak tua bahwa diskusi ini belum selesai & akan kami sambung esok 
>   pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap 
pagi 
>   sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi 
saya 
>   mampir ke Mesjid tersebut & kami berdiskusi Islam - Kristen. 
Akhirnya 
>   setelah yakin dengan seyakin- yakinnya, setelah mendapat 
penjelasan 
>   panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari 
saya 
>   yang sangat Ilahiah & Alkitabiah menurut saya, ternyata 
dinyatakan 
>   tidak berargumen & berdasar oleh pak tua & beberapa jemaatnya 
yang 
>   ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya 
mengetahui 
>   bahwa pak tua ternyata fasih & hapal beberapa bagian dari 
Alkitab, 
>   mengetahui sejarah Gereja & penulisan Alkitab, yang beliau 
tunjukkan 
>   dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut 
>   beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang 
>   lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan 
dibuku-
>   buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali 
>   dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya 
pelajari. 
>   Saya jadi ragu & bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap 
sakral 
>   oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih 
>   setelah pak tua menunjukkan & memperbandingkan versi Alkitab 
cetakan 
>   tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan 
tahun 
>   1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa 
>   memiliki perbedaan & revisi di sana-sini tanpa penjelasan di 
edisi 
>   baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata 
>   bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi 
juga 
>   merubah makna & arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya 
yakin 
>   bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan & 
>   merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup & 
penggenap 
>   itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata 
juga 
>   menghargai & menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang 
>   dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu & kitab-
kitab 
>   sucinya. Persamaan kisah & sejarah agama dalam Alkitab & Al-
Qur'an, 
>   yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-
>   Qur'an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang 
itu 
>   dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi 
kembali 
>   ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam. Penjelasan Pak 
Tua & 
>   jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga 
mencoba 
>   mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa 
diskusi 
>   ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan 
& 
>   ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari 
>   bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga 
>   pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam 
yang 
>   saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan 
menawarkan 
>   jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah 
saya 
>   & akan mengurapi serta mensucikan buku- buku Islam yang saya 
miliki 
>   agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan- rekan Gembala ini 
>   terasa kontras & tidak sepadan dengan sikap Pak Tua & jemaatnya 
di 
>   mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut 
>   dibesarkan & dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus 
>   segera mengambil keputus-an..setelah melalui berbagai 
pertimbangan 
>   yang matang, menimbang segala resikonya... Akhirnya sudah mantap 
& 
>   sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam... 
> 
>   Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya 
berikrar 
>   DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA 
>   MUHAMMADARRASULULLAH SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN 
SAYA 
>   BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH. 
>   Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat 
>   Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena 
ketika 
>   mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk 
Islam, 
>   mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya 
sebagai 
>   anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa 
Islam 
>   & menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga 
>   memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan 
pembantu 
>   saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui 
saya 
>   lagi & menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya & saya 
tidak 
>   diperkenan-kan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan 
dalam 
>   surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau 
dibunuh 
>   oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana 
penebus 
>   dosa saya kepada Tuhan Yesus.. Naudzubillah.!!!..Ya Allah..!!! 
>   maafkan keluarga saya ini.mereka berkata begini karena mereka 
tidak 
>   mengerti hakekat Ketuhananmu yang sesungguhnya... (edit ulang 
kiriman 
>   dari Pak Sritomo Premier Oil)
> 
>   Shalom,
>   Tawangalun.
> 
> 
> 
>    
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke