Salah besar kalau masih menyangka orang bergolput semata karena tidak ada 
partai yang seaspirasi dengannya. Banyak orang memutuskan jadi golput karena 
sadar bahwa "suaranya" disalahgunakan untuk membuat keadaan bertambah berat. 
Rakyat merasa ditipu mentah-mentah. 

Sekedar perasaan? Enggak. Hitung punya hitung, berapa kali sudah penipuan 
seperti ini terjadi? Sekali? Duakali? Enggak juga. Lebih. 

Di jaman Orba saja 7 kali. Hasilnya, rakyat negara ini bukan cuma harus 
mengencangkan ikat di pinggang, tapi bahkan melilitkan ikat di sekujur 
tubuhnya. Berulangkali pemilu diadakan, sebanyak itu pula rakyat ditipu. 
Janji-janji perbaikan tak pernah terbutki. Sebaliknya, utang tambah menjulang, 
kehidupan orang banyak terus dipersulit. 

Jadi, jangan lagi tipu rakyat dengan bujukan memilih si polan atau mendukung 
partai pelangi akan membuat keadaan lebih baik. Padahal, rakyat ngalami sendiri 
kok, orang / partai yang dipilih selalu melupakan kata-katanya sendiri. 
Meninggalkan orang-orang yang dibujuknya. Pengalaman ini bukan sekali duakali 
tapi berulang-ulang dalam kurun 5 tahunan. 

Kalau penipuan terjadi berulang-ulang seperti itu artinya ada yang nggak beres 
dengan sistem yang bekerja di masyarakat. Ketidakberesan itu ternyata dimulai 
dari sistem pemungutan suara yang tidak menghargai 'suara' rakyat kecuali 
jumlahnya. Rakyat (ini manusia lho) cuma dijadikan angka. 

Sialnya lagi, untuk diakui sebagai angka pun orang harus memenuhi syarat, yaitu 
memilih salahsatu peserta kontes. Kalau memilih lebih dari satu (abstain) 
dengan enaknya sistem menempatkan dia sebagai 'suara rusak', bukan sebagai 
suara rakyat. 

Lantas, bagaimana nasib suara pemilih yang dijadikan angka itu? Ya sial juga, 
cuma menjadi pijakan para bajing untuk berlompatan masuk ke dalam lingkar 
kekuasaan, titik 

Kalau masuk lingkar kekuasaannya saja dengan cara melecehkan kemanusiaan, 
jangan heran dengan berlahirannya peraturan yang antikemanusiaan. 

Jadi, selama sistem pemilu yang tidak manusiawi itu masih digunakan 
berulang-ulang, mustahil bisa menghasilkan kebijakan yang manusiawi; sistem 
kemasyarakatan yang manusiawi - menurut ujar-ujar para tetua, melakukan cara 
yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda, itu bukan gak cerdas 
apalagi cuma tolol, tapi insanity sudah. Minimal hilang kesadaran. 

Bersyukurlah, masih banyak dan semakin banyak rakyat Indonesia yang sadar 
tentang sia-sianya ritual yang hasilnya begitu lagi begitu lagi sehingga 
keadaan bertambah buruk. 

Kalau partai-partai yakin bisa memperbaiki keadaan dari Merauka ke Sabang, 
mestinya nggak perlu takut ditinggalkan rakyat. Kalau tetap ngotot ketakutan, 
ada cara mengatasinya. Yaitu, perbaiki kehidupan partai masing-masing. Benahi 
perilaku anggotanya di parlemen yang dihidupi dengan uang rakyat. Perlihatkan 
tanggungjawab partai terhadap rakyat, minimal tanggungjawab kepada pemilih / 
kontituen. 

Semoga usulan buat golput itu bukan lantaran partai-partai takut kalah pemilu; 
mau menang tapi nggak siap kalah. Tapi semata karena belum terbuka mata hatinya 
(atau ndableg; buktinya nggak mau tau kalau golput itu bukan dan tidak bisa 
jadi partai). 

Bagaimanapun, terimakasih usulannya. Tapi, enggaklah. Membujuk orang ikut 
aturan pemilu yang nggak manusiawi, itu nggak sayang sama rakyat namanya. 


ajeg= 


--- Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> kalau mau disediakan  kolom buat Golputer   secara resmi ada 
> caranya
> 
> yg pertama   bikin partai golput .. dan ikut
> pemilu...... ......... ....( in iyg paling saya anjurkan , kalau 
> dulu kan gak boleh bikion partailain, jadi golput cara dulu sah 
> ...kalau sekarang mah sorry ya  .suruh bikin partai sesuai 
> aspirasi gak mau, terus bilang aspirasi gak tersalur oleh partai
> yg ada.. gak fair lah itu)
>
> cara kedua  tentuin aja  cara khas nyoblos ( spt dulu arief 
> Budiman bikin ) misal coblos dgn coretan panjang.
>
> nah   kalau mau tahu berapa jumlah pendukun gmu taruh  saksi di 
> semua    TPS   .. hitung sendiri brp pengikutnya
> 
> kalau cara pertama langsungdi hitun oleh PPS .. lebih bagus
>
> mau coba yg mana di pemilu depan ??
>
> Ikut sistim...dan akan di hitung
> atau diluar sistim  ya hitung sendiri pengikut mu
>
> Gak repot kan
>
> cara lain  .. ini sraan sy kemarin.. bpilih dri 11000 caleg yg 
> ada .. yg ornagnya sesuai dgn kriteria anda .. minta para 
> golputer plilih mrk..
> gak setuju ya gak papa .. namanya usl konstruktip aja kok...
>
> saya ingin negara ini jadi lebih baik .. karena para pemilihjadi 
> pintar utk memilih ornagyg amanah ..itu aja kok motivasi saya.
>
> gak milih itu  maaf  pilihan gak cerdas
>
> milih semabarangan adalahkemungkinan besar pilihan tolol
>
> HS 





      

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke