> Artinya, hanya mereka yang mampu memenuhi kebutuhan pokok yang bisa beramal > soleh. Dalam doa2 untuk orang islam saat meninggal : " Semoga arwahnya diterima sesuai dengan amal2 nya "... jadi orang miskin yg tdk pernah beramal tidak akan diterima ??
> Padahal, prinsip agama Islam mengajarkan bahwa manusia itu sama dihadapan > Allah. Betul nich ajaran islam seperti ini ?? ... kenapa di Quran ada ajaran orang kafir dan yahudi harus dibantai ?? Manusia di hadapan Allah derajatnya sama ?... bukankah ini prinsipnya HAM ? kenapa islam sulit menerima HAM ?... selalu ngotot dgn Syari'ah Islam > Kesimpulannya, puasa adalah jenjang amal perbuatan manusia yang cenderung > mengarah dari buruk menjadi lebih baik. Kenapa masih ada teror di Bali, Mumbai ?? > Jika hidup dan kehidupan seseorang hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu perut > dan nafsu syahwat, maka nyaris tidak ada perbedaan antara manusia (yang punya > akal) dengan hewan (yang tidak punya akal). Kenyataannya... perbuatan orang yg berpuasa malah lebih kejam dari hewan.. menjarah, melarang membuat patung, melarang ummat ahmadiyah beribadah ... dll Ajaran islam masih perlu dicurigai ... AY --- On Wed, 12/10/08, rezameutia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: rezameutia <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [proletar] Hmm... To: [email protected] Date: Wednesday, December 10, 2008, 10:47 PM Puasa Senin-Kamis. Manusia secara sunatullah mempunyai 4 kebutuhan utama yang menjadi potensi dasar yang dibawa sejak lahir. Ke 4 kebutuhan utama itu adalah: jasmani, intelektual, spiritual, dan sosial. Filsuf barat Abraham Maslow membagi kebutuhan-kebutuhan manusia dari yang paling rendah, 'basic needs' (makan, minum), 'secondary needs', hingga tingkat yang tidak nyata yang disebut 'self transcendence' (keinginan bermanfaat bagi orang lain). Dengan kata lain, kebutuhan manusia ada yang 'rendah, ada pula yang 'menengah', dan 'tinggi'. Hanya manusia-manusia yang sudah memenuhi kebutuhan 'rendah' nya saja yang bisa memenuhi kebutuhan 'tinggi' nya. Artinya, hanya mereka yang mampu memenuhi kebutuhan pokok yang bisa beramal soleh. So?! Kalo gitu, hanya orang kaya lah yang bisa memiliki peluang paling besar masuk surga. Padahal, prinsip agama Islam mengajarkan bahwa manusia itu sama dihadapan Allah. Manusia yang mulia adalah manusia taqwa dan amal ibadahnya. Perbedaan 4 kebutuhan dalam Islam dan Abraham Maslow, berdasarkan niat (nawaitu), perjuangan (mujahadah), sabar, dan istiqomah (teguh dalam pendirian karena benar). Sebab itu dalam Islam, tingkat jenjang manusia 4 kebutuhan manusia bukan dilihat dari kemampuan material seperti Abraham Maslow, tetapi berdasarkan pada niat (nawaitu), perjuangan (mujahadah), sabar, dan istiqomah (teguh dalam pendirian karena benar). Sehingga itulah dalam prinsip ajaran Islam, semua manusia (tanpa dilihat satus sosial) dapat leluasa menaiki jenjang demi jenjang menuju tingkat yang lebih baik. Karena ketiga syarat itu (nawaitu, mujahadah, istiqomah) bisa dimiliki oleh siapa saja. Puasa sebagai media latih keempat kebutuhan manusia tersebut, mengajarkan kepada kita untuk bergerak secara simultan dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik. Puasa dua kali seminggu (Senin - Kamis) adalah media latih praktik langsung untuk mengendalikan nafsu manusia dan melatih jiwa sosial terhadap sesama. Secara medis, pencernaan yang istirahat berpengaruh terhadap pacu jantung yang tidak berdetak secara keras. Disamping itu, kegemukan adalah ancaman terhadap kesehatan dan sangat rentan dengan kematian, apakah karena jantungan atau sebab lain yang disebabkan kegemukan. Puasa, bila dikaji secara medis, secara langsung telah memperlakukan tubuh dengan mencontoh tata cara makan dan minum dan tidak memanjakan tubuh manusia dengan menumpuk makanan. Oleh karena itu, alat pencernaan makanan seseorang yang terbiasa puasa, daya kerjanya tentu lebih stabil karena memang sudah teratur dan terukur. Disamping itu, puasa tidak saja menahan lapar dan haus, melainkan secara psikologis dituntut untuk menahan hawa nafsu yang sering menggoda manusia. Sehingga dalam perspektif sosial, puasa juga mendidik orang memiliki rasa peduli terhadap sesama. Dengan menahan rasa lapar dan haus, orang berpuasa tentunya dapat merasakan kelaparan dan kehausan kaum dhuafa hingga mendorongnya mau meringankan beban orang lain. Sehingga, refleksi dalam berpuasa semakin jelas, tidak hanya melatih diri berdisiplin secara jasmaniah tetapi juga disiplin rohaniah. Kepedulian sosial orang yang ikhlas berpuasa dan solidaritasnya kemasyarakatannya tinggi untuk berbagi pertolongan dan bantuan. Sesuai dengan ajaran Islam, memerintahkan manusia agar senantiasa berderma, menahan marah (sabar), berlapang dada (memberi maaf), dan segera bertaubat jika berbuat kesalahan. Kesimpulannya, puasa adalah jenjang amal perbuatan manusia yang cenderung mengarah dari buruk menjadi lebih baik. Dalam esensi puasa Senin - Kamis merupakan kebutuhan universal, semakin terjaga kesehatannya secara jasmaniah dan mentalnya secara spiritual, karena kebajikan merupakan kebutuhan semua orang sepanjang masa. Jika hidup dan kehidupan seseorang hanya untuk memenuhi kebutuhan nafsu perut dan nafsu syahwat, maka nyaris tidak ada perbedaan antara manusia (yang punya akal) dengan hewan (yang tidak punya akal). ============ == [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
