Kalau saja hamas mau pasukan PBB di taruh di Gaza tentu masalahnya 
ndak berkepanjangan dan sampai Israel menyerang Gaza seperti 
sekarang. Jangan pasukan PBB ditempatkan di Gaza, wong orang-orang 
Fatah yang sebangsanya sendiri saja mau dibasmi karena tidak sejalan 
dengan tujuan mereka apalagi pasukan PBB.

Para pemimpin Arab, Wakil-wakil di PBB dan Pemimpin UE dll, sudah 
berusaha sekuat tenaga agar wilayah Palestina menjadi damai. Sekarang 
hanya satu batu kerikil yang menghalangi perdamaian yaitu hamas. 
Jalan keluarnya hanya satu yaitu menghancurkan hamas.  

Mari kita semua jadi saksi setelah hamas keok, dan Fatah kembali 
menguasai Gaza apakah Palestina bisa kembali damai. Setelah tidak ada 
roket-roket yang ditembakkan ke Israel dan bom-bom bunuh diri oleh 
orang Palestina di Israel, apakah Israel masih akan menyerang 
Palestina?

Kematian banyak-banyak manusia di Palestina adalah tragedi 
kemanusiaan itu betul. Tapi perlu ada penyelidikan internasional 
untuk memastikan apakah benar selama ini menjadikan rakyat Palestina 
sebagai tameng hidup atau tidak?



 

 

--- In [email protected], "gsuryana" <gsury...@...> wrote:
>
> Anda tetap tidak pernah bisa mengerti bahwa Israel biadab.
> Silahkan klik googlemap dan ketik lagi israel, dan perbesar 
gazastrip bila 
> perlu ketik melalui Rafah, dan perhatikan luas gazastrip, total 
luas gaza 
> strip secara total termasuk kelompok Abbas kurang lebih 300 Km², 
dengan kata 
> lain tidak lebih besar dari kota Bogor ( bukan kabupaten Bogor ), 
dan bila 
> memang ada kelompok radikal semodel Hamas PBB bisa saja mengirim 
pasukannya 
> ( pasukan PBB ) dari negara netral untuk menjaga agar Hamas tidak 
mengirim 
> roket. ( bila Lebanon bisa menjadi tenang dengan pasukan dari PBB 
mengapa 
> tidak dicoba di Palestina ? )
> 
> Perbatasan didekat dengan mesir panjangnya kurang lebih hanya 10 
Km, bila 
> memang membuat terowongan bisa dibilang sangat mudah untuk di 
antisipasi, 
> jadi masih sangat banyak solusi untuk menekan Hamas untuk tidak 
mengirim 
> roket/mortir.
> Dan mohon di lihat dengan teliti, luas gaza yang berpendudup sd 2 
juta, bisa 
> dibilang wilayah yang paling padat di dunia.
> ( Bogor kota berpenduduk 700 ribu jiwa, penduduk kabupaten bogor 
sekitar 2,7 
> juta ), luas kebun raya Bogor kurang lebih 100 Ha, luas kuburan 
cina gunung 
> gadung ( sialan banget para mayat cina ini, termasuk makam kakekdan 
nenekku 
> yang akan di kremasi nanti ) 100 Ha.
> Bila anda menghitung korban nyawa sebagai statistik semata, 
silahkan 
> bayangkan kehidupan para pengungsi yang tidak didukung oleh mandi 
cuci kakus 
> yang memadai, tempat tinggal yang tidak memadai dan makanan yang 
tidak 
> memadai, listrik yang tidak ada.............dan adalah sebuah 
kebiadaban 
> bila membela israel karena hamas dianggap teroris semata.
> 
> Klik lagi melalui wikipedia Israel, bagaimana negara ini berdiri 
berdasarkan 
> pemberian Inggris dan mPek Be Bek yang memberi mandat kemerdekaan 
Israel 
> sedang tanah tersebut memang sudah berpenduduk diatas jutaan jiwa, 
dan 
> sekarang mereka terusir kesana sini karena tanahnya di mandat kan 
ke Israel.
> 
> Sekarang anda bayangkan bila anda berada diposisi masyarakat 
Palestina, dan 
> silahkan lihat bencana banjir di Indonesia..........diserbu oleh 
air saja 
> sudah banyak yang keleleran kena penyakit ( kulit diare dan 
demam ), apalagi 
> perang..apapun alasannya, apalagi perang Israel - Hamas yang bisa 
dibilang 
> secuil dibandingkan dengan masyarakat Palestina yang tinggal 
didalam kota 
> yang sempit.
> 
> Masyarakat Indonesia dalam berdemo terlalu membawa faktor Agama, 
sedang 
> didalam kenyataannya adalah faktor kemanusiaan....
> 
> 
> sur.
> ps.
> Dalam hal ini sekali lagi Israel sudah tidak memiliki 
prikemanusiaan, dan 
> biadab sekali
> Korban yang jatuh dari pihak sipil jauh lebih banyak dibandingkan 
dengan 
> target israel untuk 'membunuh' kelompok Hamas.
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "ki_sabdopalon" <ki_sabdopa...@...>
> 
> 
> > Itu sudah dilakukan bos. Bahkan pernah ada kesepakatan genjatan
> > senjata. Tapi selama genjatan senjata tetep saja hamas menembakkan
> > roketnya.
> >
> > Susah deh berurusan dengan hamas. Kalau dari dulu hamas selalu
> > mengikuti kesepakatan dan Israel yang melanggar kesepakatan, maka
> > Mesir dan para pemimpin Liga Arab akan mati-matian membela hamas 
dan
> > bertindak terhadap Israel.
> > Tapi karena hamas yang selalu cari perkara, makanya para pemimpin
> > Liga Arab susah menentukan sikap dan bertindak terhadap Israel.
> >
> > Herannya lagi ini TVOne, dalam sebuah wawancara dengan seorang 
warga
> > Mesir yang memberi komentar bahwa mereka sudah biasa dengan 
situasi
> > perang di Gaza karena antara hamas dan fatah juga sering terjadi
> > peperangan. Langsung terjemahannya dihentikan dan reporternya
> > memberikan kesimpulan wawancara yang tidak sesuai dengan apa yang
> > dikatakan oleh warga Mesir tersebut.
> >
> > Kesimpulannya TVOne seolah-olah berusaha menggiring opini publik
> > bahwa semua adalah salah Israel dan hamas adalah organisasi 
pejuang
> > yang berusaha melindungi rakyatnya.
> >
> >
> > --- In [email protected], "gsuryana" <gsuryana@> wrote:
> >>
> >> From: "ki_sabdopalon" <ki_sabdopalon@>
> >> >
> >> > Sekarang coba pikir siapa yang gila. Tentara Israel atau hamas.
> >> > Taktik perang dengan mengorbankan rakyat wanita dan anak-anak
> > sendiri
> >> > untuk mencapai tujuan adalah taktik perang yang lumrah bagi
> >> > organisasi teroris semacam hamas. Mereka tidak punya belas
> > kasihan
> >> > bahkan kepada rakyat sendiri.
> >> +++++
> >> Yang gila tetap saja Israel, karena untuk menekan Hamas, bisa
> > melalui
> >> tekanan mPek Be Bek, Ingris, Amerika, RRT dan negara negara UE
> >> lainnya, aku yakin dengan solusi ini Hammas tidak bisa tidak tak
> > akan
> >> mengirim mortir dan roket ke wilayah Israel.
> >>
> >> sur.
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke