Ni orang jelas berotak anjing...

Yang disalahkannya adalah Hamas pada hal yang membunuhi anak-anak dan
perempuan itu adalah serdadu israel...

Bangsat.


--- In [email protected], "ki_sabdopalon" <ki_sabdopa...@...>
wrote:
>
> Orang Jawa bilang "Becik ketithik ala ketoro" artinya apa yang baik 
> dan buruk akhirnya akan ketahuan.
> 
> Kalau Israel ada melakukan kesalahan akhirnya pasti akan kena 
> hukuman. Demikian juga hamas. Kita tunggu saja.
> 
> Yang jelas bila hamas terus menerus menolak syarat-syarat penghentian 
> serangan dari Israel yaitu penghentian serangan roket ke Israel dan 
> penempatan pengawas PBB di Gaza untuk mengawasi penyelundupan senjata 
> ke hamas, maka mau tidak mau Israel akan terus menyerang sampai orang 
> hamas habis.
> 
> Bolehlah orang-orang hamas kalau mau bertempur mati-matian karena 
> teriming-iming surga tapi ya mbok jangan berlindung di tengah-tengah 
> pemukiman penduduk. Apalagi menembakkan roket dari rumah-rumah 
> penduduk. Itu kan namanya mau ngajak mati seluruh penduduk Gaza. Bagi 
> tentara Israel sendiri, perang adalah perang. Darimana musuh 
> menyerang akan diserang balik. 
> 
> Banyak sudah korban rakyat Gaza, hamas tetap tidak mau menyerah. 
> Secara logika militer hamas tidak akan menang bagaimanapun caranya 
> dengan kekuatan militer yang dimilkinya. Hamas sepertinya masih 
> berharap tekanan internasional akan berhasil menghentikan serangan 
> Israel. Hamas pasti ingin supaya lebih banyak lagi korban rakyat 
> Palestina kalau perlu sampi 5000 atau 10000 orang wanita dan anak-
> anak tewas supaya tekanan makin kuat dan akhirnya hamas menang secara 
> moral.
> 
> Coba pemerintahan mana dalam perang manapun yang demikian banyak 
> rakyatnya dibiarkan mati oleh musuh kecuali dalam perang dengan 
> pemerintahan teroris seperti hamas.
> 
> 
> --- In [email protected], "gsuryana" <gsuryana@> wrote:
> >
> > Anda termasuk manusia biadab, menyalahkan hamas yang disebut 
> teroris, dan 
> > melawan teroris dengan membunuhi masyarakat adalah tindakan yang 
> lebih dari 
> > teroris lakukan.
> > Apakah anda sudah membuka googlemap mengenai besarnya Gazastrip ?
> > Apakah anda pernah membayangkan sebagai masyarakat biasa yang tidak 
> bisa 
> > berbuat banyak, jangankan untuk berlindung, untuk mengetahui aman 
> dan 
> > tidaknya saja tidak jelas.
> > Apakah anda sudah yakin bahwa mPek Be Bek didukung dengan negara 
> besar tidak 
> > bisa menangani masalah Hamas yang jumlahnya sangat jauh lebih 
> sedikit 
> > dibandingkan dengan tentara Israel ?
> > Apakah anda pernah membayangkan apa yang akan terjadi secara 
> psikologis 
> > kepada para korban remaja dan anak yang tidak menjadi mayat sedang 
> mereka 
> > kehilangan sanak kerabat ?, balas dendam............
> > Apakah anda pernah membayangkan para pengungsi Palestina yang 
> tinggal di 
> > Lebanon/Yordania yang kehidupannya sendiri tidak pasti ?
> > 
> > Israel saat ini sudah sangat biadab, dan itu sudah dibuktikan 
> dibanyak 
> > negara didunia, karena apa yang dilakukan oleh Israel adalah 
> genocide.
> > 
> > Tanah yang sekarang menjadi Israel sudah jelas di isi oleh 
> masyarakat 
> > Palestina ( prulalis pula ), dan sekarang masyarakatnya tinggal 
> mirip di 
> > camp konsentrasi ( ini yang dikatakan oleh Vatican setelah 3 hari 
> Israel 
> > menyerbu Gaza ).
> > 
> > sur.
> > ----- Original Message ----- 
> > From: "ki_sabdopalon" <ki_sabdopalon@>
> > 
> > Kalau saja hamas mau pasukan PBB di taruh di Gaza tentu masalahnya
> > ndak berkepanjangan dan sampai Israel menyerang Gaza seperti
> > sekarang. Jangan pasukan PBB ditempatkan di Gaza, wong orang-orang
> > Fatah yang sebangsanya sendiri saja mau dibasmi karena tidak sejalan
> > dengan tujuan mereka apalagi pasukan PBB.
> > 
> > Para pemimpin Arab, Wakil-wakil di PBB dan Pemimpin UE dll, sudah
> > berusaha sekuat tenaga agar wilayah Palestina menjadi damai. 
> Sekarang
> > hanya satu batu kerikil yang menghalangi perdamaian yaitu hamas.
> > Jalan keluarnya hanya satu yaitu menghancurkan hamas.
> > 
> > Mari kita semua jadi saksi setelah hamas keok, dan Fatah kembali
> > menguasai Gaza apakah Palestina bisa kembali damai. Setelah tidak 
> ada
> > roket-roket yang ditembakkan ke Israel dan bom-bom bunuh diri oleh
> > orang Palestina di Israel, apakah Israel masih akan menyerang
> > Palestina?
> > 
> > Kematian banyak-banyak manusia di Palestina adalah tragedi
> > kemanusiaan itu betul. Tapi perlu ada penyelidikan internasional
> > untuk memastikan apakah benar selama ini menjadikan rakyat Palestina
> > sebagai tameng hidup atau tidak?
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "gsuryana" <gsuryana@> wrote:
> > >
> > > Anda tetap tidak pernah bisa mengerti bahwa Israel biadab.
> > > Silahkan klik googlemap dan ketik lagi israel, dan perbesar
> > gazastrip bila
> > > perlu ketik melalui Rafah, dan perhatikan luas gazastrip, total
> > luas gaza
> > > strip secara total termasuk kelompok Abbas kurang lebih 300 Kmâ•¡,
> > dengan kata
> > > lain tidak lebih besar dari kota Bogor ( bukan kabupaten Bogor ),
> > dan bila
> > > memang ada kelompok radikal semodel Hamas PBB bisa saja mengirim
> > pasukannya
> > > ( pasukan PBB ) dari negara netral untuk menjaga agar Hamas tidak
> > mengirim
> > > roket. ( bila Lebanon bisa menjadi tenang dengan pasukan dari PBB
> > mengapa
> > > tidak dicoba di Palestina ? )
> > >
> > > Perbatasan didekat dengan mesir panjangnya kurang lebih hanya 10
> > Km, bila
> > > memang membuat terowongan bisa dibilang sangat mudah untuk di
> > antisipasi,
> > > jadi masih sangat banyak solusi untuk menekan Hamas untuk tidak
> > mengirim
> > > roket/mortir.
> > > Dan mohon di lihat dengan teliti, luas gaza yang berpendudup sd 2
> > juta, bisa
> > > dibilang wilayah yang paling padat di dunia.
> > > ( Bogor kota berpenduduk 700 ribu jiwa, penduduk kabupaten bogor
> > sekitar 2,7
> > > juta ), luas kebun raya Bogor kurang lebih 100 Ha, luas kuburan
> > cina gunung
> > > gadung ( sialan banget para mayat cina ini, termasuk makam 
> kakekdan
> > nenekku
> > > yang akan di kremasi nanti ) 100 Ha.
> > > Bila anda menghitung korban nyawa sebagai statistik semata,
> > silahkan
> > > bayangkan kehidupan para pengungsi yang tidak didukung oleh mandi
> > cuci kakus
> > > yang memadai, tempat tinggal yang tidak memadai dan makanan yang
> > tidak
> > > memadai, listrik yang tidak ada.............dan adalah sebuah
> > kebiadaban
> > > bila membela israel karena hamas dianggap teroris semata.
> > >
> > > Klik lagi melalui wikipedia Israel, bagaimana negara ini berdiri
> > berdasarkan
> > > pemberian Inggris dan mPek Be Bek yang memberi mandat kemerdekaan
> > Israel
> > > sedang tanah tersebut memang sudah berpenduduk diatas jutaan jiwa,
> > dan
> > > sekarang mereka terusir kesana sini karena tanahnya di mandat kan
> > ke Israel.
> > >
> > > Sekarang anda bayangkan bila anda berada diposisi masyarakat
> > Palestina, dan
> > > silahkan lihat bencana banjir di Indonesia..........diserbu oleh
> > air saja
> > > sudah banyak yang keleleran kena penyakit ( kulit diare dan
> > demam ), apalagi
> > > perang..apapun alasannya, apalagi perang Israel - Hamas yang bisa
> > dibilang
> > > secuil dibandingkan dengan masyarakat Palestina yang tinggal
> > didalam kota
> > > yang sempit.
> > >
> > > Masyarakat Indonesia dalam berdemo terlalu membawa faktor Agama,
> > sedang
> > > didalam kenyataannya adalah faktor kemanusiaan....
> > >
> > >
> > > sur.
> > > ps.
> > > Dalam hal ini sekali lagi Israel sudah tidak memiliki
> > prikemanusiaan, dan
> > > biadab sekali
> > > Korban yang jatuh dari pihak sipil jauh lebih banyak dibandingkan
> > dengan
> > > target israel untuk 'membunuh' kelompok Hamas.
> > >
> > > ----- Original Message ----- 
> > > From: "ki_sabdopalon" <ki_sabdopalon@>
> > >
> > >
> > > > Itu sudah dilakukan bos. Bahkan pernah ada kesepakatan genjatan
> > > > senjata. Tapi selama genjatan senjata tetep saja hamas 
> menembakkan
> > > > roketnya.
> > > >
> > > > Susah deh berurusan dengan hamas. Kalau dari dulu hamas selalu
> > > > mengikuti kesepakatan dan Israel yang melanggar kesepakatan, 
> maka
> > > > Mesir dan para pemimpin Liga Arab akan mati-matian membela hamas
> > dan
> > > > bertindak terhadap Israel.
> > > > Tapi karena hamas yang selalu cari perkara, makanya para 
> pemimpin
> > > > Liga Arab susah menentukan sikap dan bertindak terhadap Israel.
> > > >
> > > > Herannya lagi ini TVOne, dalam sebuah wawancara dengan seorang
> > warga
> > > > Mesir yang memberi komentar bahwa mereka sudah biasa dengan
> > situasi
> > > > perang di Gaza karena antara hamas dan fatah juga sering terjadi
> > > > peperangan. Langsung terjemahannya dihentikan dan reporternya
> > > > memberikan kesimpulan wawancara yang tidak sesuai dengan apa 
> yang
> > > > dikatakan oleh warga Mesir tersebut.
> > > >
> > > > Kesimpulannya TVOne seolah-olah berusaha menggiring opini publik
> > > > bahwa semua adalah salah Israel dan hamas adalah organisasi
> > pejuang
> > > > yang berusaha melindungi rakyatnya.
> > > >
> > > >
> > > > --- In [email protected], "gsuryana" <gsuryana@> wrote:
> > > >>
> > > >> From: "ki_sabdopalon" <ki_sabdopalon@>
> > > >> >
> > > >> > Sekarang coba pikir siapa yang gila. Tentara Israel atau 
> hamas.
> > > >> > Taktik perang dengan mengorbankan rakyat wanita dan anak-anak
> > > > sendiri
> > > >> > untuk mencapai tujuan adalah taktik perang yang lumrah bagi
> > > >> > organisasi teroris semacam hamas. Mereka tidak punya belas
> > > > kasihan
> > > >> > bahkan kepada rakyat sendiri.
> > > >> +++++
> > > >> Yang gila tetap saja Israel, karena untuk menekan Hamas, bisa
> > > > melalui
> > > >> tekanan mPek Be Bek, Ingris, Amerika, RRT dan negara negara UE
> > > >> lainnya, aku yakin dengan solusi ini Hammas tidak bisa tidak 
> tak
> > > > akan
> > > >> mengirim mortir dan roket ke wilayah Israel.
> > > >>
> > > >> sur.
> > >
> >
>



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke