Kucing aja, jenis peliharaan Muhammad klo gw kasi daging babi dimakan... :D

gp

2010/8/24 Tawangalun <[email protected]>

>
>
> Dasarnya dari mana dulu kok nganggap Yesus superior?
> Mbok dipikir coba:
> 1.Yesus gagal tdk diakui bangsanya sendiri,padahal target nya Yesus itu
> domba yg hilang dari Israel,kok dapetnya Grepe?
> Nabi saya diakui oleh bangsanya,bahkan dijadikan Rojo.
> 2.Muridnya aja kianat,ketika ditangkap Romawi anak buahnya lari kocar
> kacir,dipersidangan gak ada yg nungguin,padahal Amrozy aja ditungguin.
> Nabi saya pas perang Uhud anak buahnya rela menjadi tameng hidup biar Nabi
> gak terkena panah.
> 3.Yesus dulu gak menamai ajarannya bernama Kristen tapi kok agama ini
> sekarang bernama Kristen,jadi agama besar ini bukan buatan Dia,jadi bukan
> Dia yg hebat.
> Nama agama yg dibawa Nabi Islam sesuai dg nama yg ada didalam Kitab.
> La opo supernya sing dibikin patung gur pakai cawed itu?
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
>
> --- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>, siap murtad
> <islamic.invas...@...> wrote:
> >
> >
> >
> > WHAT IF MUHAMMAD HARUS AKUI ISA AL-MASIH LEBIH SUPERIOR ?
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Teman
> > saya, seorang ayah Muslim terpelajar telah memberi nama ISA bagi
> > anaknya. Saya, ex Muslim lalu bertanya kenapa nama itu yang menjadi
> > pilihannya dan bukan nama nabi yang lebih besar lagi? Sang ayah
> > menjawab: “Siapa lainnya? Itu kan salah satu nabi yang punya nama
> > terbesar dalam Quran. Sekalipun dia tidak diatas Nabi Muhammad, namun
> > dia kan tidak dilebihi oleh siapapun lainnya†. Hah! Saya jadi
> > terperangah mendengar pendapatnya!
> >
> >
> > Dulu saya tidak tahu, maka
> > terperangah. Kini saya bukan hanya tahu, namun saya â€" tidak seperti
> > ayahnya si-Isa ituâ€" malah duluan mengambil langkah lebih meninggalkan
> > Islam setelah tahu apa kata Muhammad tentang Yesus. Dulu, sebagaimana
> > Muslim nominal lainnya saya hanya TAHU bahwa Isa lahir ajaib tanpa ayah,
> > bisa menyembuhkan orang sakit kusta, menghidup-kan orang mati, dan naik
> > ke sorga. Ya, sampai disitu saja, yang praktis-praktis  saja,
>
> > dan semua yang diketahui secuil-secuil ini tidak berdampak bagi
> > keinginan-tahu saya yang lebih tinggi lagi. Ini mendatangkan pertanyaan
> > serius, sebab apa yang diketahui oleh saya dan Muslim kebanyakan itu
> > sesungguhnya sudah sangat-sangat ajaib bahkan dahsyat! Jadi kenapa berita
> ajaib ini tak berdampak bagi Muslim?
> >
> > Bukankah bilamana ada orang jaman
> > sekarang yang lahir tanpa ayah saja, akan gemparlah dunia dengan
> > pemberitaan-pemberitaan sejagad, interview dan ulasan-ulasannya dari
> > pelbagai segi, serta mendatangkan berbondong-bondong para ahli medis
> > dari panca negara untuk menelusuri keajaiban tsb? DNA dan fisiologi-nya,
> > kiprah dan ucapannya, semuanya akan menjadi pusat penyelidikan. Apalagi
> > bila TERFAKTA bahwa ia dengan tumpangan tangannya bisa menyembuhkan
> > HIV/AIDS, cancer dan lain-lain penyakit yang tak tersembuhkan (seperti
> > halnya penyakit kusta yang tak tersembuhkan dijaman tsb). Dan ketika
> > TERFAKTA lagi diarena publik, bahwa ada mayat dari orang-orang matipun
> > bisa dibangkitkannya, maka apa kata-orang â€"Muslim dan non-Muslim
> tentang
>
> > orang yang satu ini?
> >
> > Inilah analogi dan qias yang sama
> > dalam agama Islam, dimana Isa sedikitnya DIPERCAYAI sedemikian itulah
> > oleh para Muslim karena mempercayai pernyataan Muhammad yang diwahyukan
> > Allah. Tetapi aneh bahwa kepercayaan tersebut tidak memberi dampak
> > apapun dan tidak mengusik hati nurani mereka untuk bertindak menelusuri
> > pernyataan dahsyat tsb. demi memuaskan rasa ingin tahunya agar
> > mendapatkan detailnya dan keuntungan-keuntungan yang menyertainya.
> > Tampaknya ada sesuatu yang tidak waras disini. Ada semacam kerudung yang
> > mentabiri hati dan pikiran dan kemauan mereka. Bahkan tampaknya ada
> semacam ketakutan
> > mereka yang tersembunyi untuk memper-cayai secara terbuka apa yang
> > terfakta. Lalu teman Muslim kita hanya berkata, bahwa mereka cukup
> > mempercayai Muhammad dan Quran yang dibawanya…
>
> >
> > Baik, dan bagus, bila Anda percaya
> > kepada seorang super-hero seperti Muhammad. Namun bilamana super hero
> > ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat
> > daripadanyaâ€"yaitu yang dinamainya sendiri “Isa Almasih†â€"maka apa
> yang
> > dapat Anda katakan? Bukankah Muhammad sama menempatkan dirinya seperti
> > apa yang dikatakan juga oleh Nabi Yahya tentang diri-sendiri? Keduanya
> > sama mengakui bahwa ia bukanlah Mesias, melainkan suara yang memberi
> > peringatan:
> > YAHYA: “Aku bukan Mesias… "Akulah suara orang yang berseru-seru di
> padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan†(Yohanes 1:20,23)
> >
> > (MUHAMMAD): “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan
> aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula)
> terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku
> dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan"
> (Surat 46:9, penekanan penulis).
>
> > Menurut Alkitab maupun Quran, untuk
> > dirujukkan kepada jatidiri-nya seorang Sang Mesias, ia mutlak harus
> > mengetahui isi-hati orang atau hal-hal ghaib! Dan kemesiasan inilah â€"
> > dalam diri Isa Al-Masih -- yang akan ditampakkan kepada Anda lewat
> > tulisan ini, demi menyingkirkan kain tabir antara HATI dan AKAL waras
> > kita, karena bagaimanapun Mesias yang satu ini TAHU akan isi hati Anda
> > dan saya.
> >
> >
> > Muhammad mengajukan paling tidak ada
> > 17 keajaiban adikodrati Isa Almasih --yang tidak ada tolok bandingnya
> > atau kesamaan-nya dengan dirinya-- yang telah menjadi acuan imannya bagi
> > setiap pengikutnya, namun yang telah dicampakkan sebagai aset kurang
> > berharga selama ini oleh Muslim! Padahal itu adalah apa yang telah
> > diwahyukan dan diakui oleh Muhammad dan yang dikatakan dari mulutnya
> > sendiri tentang superioritas Almasih Putra Maryam. Inilah diantaranya.
> > HANYA ISA YANG DIKATAKAN LAHIR DARI ZAT ROH, YAITU DARI KALIMAT ALLAH DAN
> ROH DARIPADANYA (Surat 4:171).
> >
> > Zat apakah itu? Kalimat Allah dan Roh dari Allah?
> > Pernyataan ini meruntuhkan posisi
> > Ulama Islam yang mau menegaskan bahwa Isa Al-Masih itu “tidak bersifat
> > ilahi†. Berunsurkan Roh dari Allah sekaligus menjelaskan bahwa Isa
> > memilik gen/ DNA yang tidak sama dengan
> > manusia biasa seperti Musa dan Muhammad. Muslim kebanyakan beranggapan
> > bahwa Roh itu adalah zatnya mahkluk ciptaan semisal malaikat, setan,
> > iblis, jin dan arwah. Sebagian Muslim lainnya, dalam ketidak pastian,
> > juga beranggapan bahwa roh itu adalah semacam nafas
> > yang ditiupkan dari Allah demi menghidupkan manusia. Tetapi Muhammad
> > sendiri sebenarnya bingung akan roh Allah ini, sampai-sampai terjadi
> > inkonsistensi yang fatal. Sebab Quran menghadirkan jenis tiupan roh
> > kerahim Maryam sekaligus apa adanya (Surat 21:91), tetapi ada pula jenis
> lain dimana Allah meniupkannya sebagian saja
> > (Surat 66:12). Itu sebabnya Muhammad menjadi sasaran olok-olokan orang
> > Yahudi yang sering men-test kenabiannya dengan mengajukan pertanyaan
> > tentang apa/siapa roh-roh itu sesungguhnya. Dan mereka  mendapati dia
> tidak bisa menjawabnya, sehingga Allah perlu membantunya bukan dengan
> penjelasan, tetapi dengan kontra-penjelasan terhadap roh, melalui “wahyu
> praktis†bagi Muhammad yang setiap orang yang kepepet juga bisa
> mendalilkannya:
> >
> >
> > “Dan mereka
> > bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan
> > Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Surat
> > 17:85).
> > Andaikata Muhammad
> > bisa membaca Alkitab, Ia tidak akan bingung dan menghindar, melainkan
> > akan dicerahkan dengan wahyu yang paling pertama ditulis tentang
> > kejadian alam semesta. Yaitu ketika jagad raya masih kosong belum ada
> > ciptaan apapun, maka Roh Allah telah hadir dengan FirmanNya (Kejadian
> > 1:1-3), menandai bahwa Roh Allah berlainan dengan roh ciptaan lainnya.
> > Dan ini dipahami oleh semua nabi-nabi dan semua orang Yahudi yang
> > menguji Muhammad. Itu sebabnya Yesus juga telah mengatakan: “Allah itu
> Roh
>
> > dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
> > kebenaran" (Yohanes 4:24). Ayat yang otentik ini terkorup dan
> > dikosongkan dari Quran, sehingga tidak ada referensi apapun bagi Muslim
> > untuk memahaminya secara benar, kecuali berspekulasi bahwa semua jenis
> > Ruh itu hanyalah mahkluk ciptaan. Padahal Roh-Nya Allah sendiri itulah
> > Roh Kudus (Rohulqudus, Roh Kebenaran) yang ada dalam diri Elohim sendiri
> > bersama dengan Kalimat (Firman)-Nya. Alkitab dengan jelas menyampaikan
> > bahwa Roh-Nya keluar dari dirinya Elohim sendiri (Yohanes
> > 15:26), dan Ia samasekali bukan asessoris-ruh, Jibril dll ruh-ciptaan
> > yang diluar diri Tuhan (Camkan bahwa ini sama pula dengan “KalimatNyaâ€
>
> > yang melekat dalam diri Elohim, re. Yohanes 8:42, dan 1:1).
> >
> > Agar jelas
> > pembedaan Jibril dengan Roh Kudus, maka Yesus telah dengan sengaja
> > menempatkan Roh Kudus sebagai pusat keberadaan kekudusan Tuhan yang
> > sakral yang tidak boleh dihujat sebagaimana layaknya orang menghujat
> > malaikat. Sebab Ruh yang satu ini khusus dating untuk menolong menerangi
> > hati kita dengan menanamkan kebenaranNya yang menghidupkan:
> > “Sebab itu Aku
> > berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi
> > hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni†(Matius 12:31).
>
> > Hanya dengan peran Roh Kudus dari
> > Elohim inilah Anda dapat memperoleh kehidupan yang kekal, sehingga Yesus
> > berkata bahwa tak ada orang yang dapat masuk kesorga tanpa kelahiran
> > baru dalam Roh-Nya.
> > Percayalah, Surat 4:171 tidak akan
> > bisa dipahami oleh ulama Islam manapun bila berangkat dengan asumsi roh
> > ciptaan, kecuali akan berakhir pada surat penghentian pencaharian
> > tentang roh dalam Surat 17:85! Tetapi Roh Allah dengan iringan
> > KalimatNya yang disampaikan kedalam rahim Maryam itulah yang menjadikan
> > Isa-Al-Masih itu tampil sebagai model hidup sempurna ditengah-tengah
> > manusia berdosa, dan ia selalu berwahyu! Sebaliknya Quran mengatakan
> > bahwa semua manusia termasuk Adam, berasal dari dunia, dari debu tanah,
> > dan tidak lahir dari Roh Allah, melainkan tercipta dari zat-zat dunia
> > dengan formasi yang paling sulit dipahami. Sebab Muhammad menegas-kan
> > bahwa formasi kejadian manusia berasal dari saripati dari tanah, lalu
> menjadi air mani, menjadi segumpal daging, menjadi tulang belulang, lalu
> dibungkus dengan daging, lalu menjadi mahkluk yang berbentuk lain, kemudian
> sesudah itu
> > manusia akan menemui ajalnya (lihat Surat 23:12-15). Selama 14 abad dan
> > seterusnya, agaknya tak akan ada sarjana medis & biologi Islam yang
> > berani mengadopsi dan mengajarkan formasi kejadian manusia seperti apa
> > yang sudah dipahami Muhammad dari sorga.
> > HANYA ISA YANG MAMPU BERFIRMAN LANGSUNG SEJAK DARI BAYI (Surat 19:29-34),
> BUKAN SEJAK MEMULAI KERASULANNYA.
> > Muslim membaca di Quran dan mungkin
> > mengagumi bahwa Isa Almasih sudah bisa berbicara sejak dalam buaian. Itu
> > saja. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa itu berarti dia sudah menjadi
> > Nabi, berwahyu, dan terutus sejak hadir dibumi! (ayat 30). Dan
> > ajaibnya, ia tidak membutuhkan malaikat Jibril untuk pewahyuan. Ia
> > sendiri adalah inkarnasi dari Kalimat Allah dan Roh daripada-Nya. Setiap
> > kata yang diucapkan Isa disembarang waktu adalah wahyu dari
> > perintah-perintah dan janji-janji Allah. Isa bukan nabi yang pada satu
> > ketika berkata-kata dalam pewahyuan tetapi pada ketika yang lain
> > berkata-kata secara non-wahyu, seperti nabi selainnya.
> > Karena selalu wahyu, maka
> > Isa selalu BENAR, dalam segala perkataanNya maupun perbuatanNya,
> > disetiap ruang dan waktu. Sebaliknya Muhammad dan lain-lain nabi yang
> > adalah manusia yang terbatas, akan sesekali terjebak dalam kekeliruan,
> > kelemahan dan dosa. Perhatikan bahwa ada rujukan unik Putra Maryam ini
> dalam Quran Surat 19:34, yaitu sebagai “Kebenaran†(al-Haqq) dimana dalam
> gelar ini terlihat dengan jelas “diri Allah sendiri†, karena gelar
> al-Haqq memang dimunculkan beberapa kali dalam Quran sebagai atribut dan
> nama Allah.
>
> > Dan jikalau sumber Al-Masih
> > adalah “kebenaran†, maka Ia sendiri adalah “Kebenaran†itu, karena
>
> > hanya Kebenaran yang dapat keluar dari “Kebenaran†. Barangsiapa yang
> > melihat kepada Al-Masih ia dapat melihat Kalimat Allah yang hidup dan
> > selalu berfirman dalam kebenaran-Nya, walau dalam wujud insani.
> > SETELAH
> > MUSA, HANYA ISA YANG KELAHIRANNYA DIDAHULUI SESAAT OLEH SEORANG NABI
> > LAINNYA, YAITU YAHYA, YANG KHUSUS DIUTUS UNTUK MEMBENARKAN ISA SEBAGAI
> > KALIMAT ALLAH (Surat 3:39)
> > Mungkin sekilas teman Muslim tidak
> > heran dengan kesaksian Yahya yang satu ini. Namun kesaksian ini sangat
> > dramatis karena Yahya sebagai Nabi seangkatannya Isa telah membenarkan
> > Isa secara langsung pada ruang dan waktu yang sama, tidak lewat nubuatan
> > nabi yang jauh jarak fisiknya dan jamannya! Hal ini sampai diperlukan
> > Tuhan demi memperteguh kesaksian Yahya agar
> > tidak disalah-pahami atau diplesetkan alamatnya kepada nabi-nabi lain
> > yang bukan sosoknya! Sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa kehadiran
> > dua nabi besar yang saling berdampingan dalam satu kurun waktu, adalah
> > TANDA yang teramat penting dari Allah bagi manusia. Dan ini hanya
> > terjadi pada Musa (didampingi Harun), dan Isa (didampingi Yahya).
> > Seorang Harun yang “mencorongkanâ€
> > suara seorang Musa; begitu pula seorang Yahya yang “menterompetkanâ€
> > kedatangan seorang Isa, merupakan catatan sejarah kenabian yang tiada
> > dua, yang mengajarkan kepada kita untuk melihat secara mendalam bahwa
> > Nabi-nabi besar Musa dan Isa yang dipercayakan untuk “membawa†Taurat
> > dan Injil, haruslah dipersaksikan dengan kencang
> > oleh sesama Nabi seangkatannya secara langsung, muka dengan muka. Tidak
> > cukup bila ia klaim kenabiannya sendirian. Dan Yahya bersaksi dimuka
> > umum, membenarkan Isa sebagai Kalimat dari Allah (Surat 3:39).
> > KEBERADAAN ISA DINYATAKAN SUCI OLEH MALAIKAT (Surat 19:19)
> > Dialah satu-satunya nabi yang dinyatakan suci Murni (zakiy), tanpa cela
> dosa (faultless) dan tidak berbuat dosa (sinless) walau hanya kekeliruan
> kecil sekalipun.
> > Apabila kita menyelidiki Quran dan
> > kata-kata Muhammad, kita tidak akan menemukan adanya ayat dan tanda yang
> > menyatakan Isa berdusta, berzina, merampok harta, budak atau istri
> > orang, atau berbuat dosa apapun sehingga perlu minta pengampunan Allah.
> > Dan ini sungguh berbeda dengan nabi-nabi lainnya. Muhammad harus angkat
> > topi kepada kekudusan Isa yang selalu disertai dengan RuhKudus. Muhammad
> > sadar akan dirinya yang tak luput dari dosa dan berkata: “Setiap anak
> > Adam yang baru lahir disentuh oleh setan… kecuali Maryam dan anaknyaâ€
> > (Shahih Bukhari 1493). Ia tahu dirinya pernah disentuh setan, dan ia
> > orang berdosa (Surat 47:19 dll), sehingga harus minta ampunan Allah
> > dengan lirih: “Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada
> Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kali†(Shahih Bukhari 1732).
>
> > Banyak orang --Muslim non-Muslim--bertanya-tanya, dosa apakah yang
> dilakukan Muhammad sebegitu intense-nya sehingga
> > praktis setiap 15 menit dari waktu-sadarnya (bukan waktu tidur)
> > Muhammad harus minta ampun dan bertobat? DAN kenapa sesudah seharian
> > “bertobat 70 kali†, ia tidak tobat-tobatnya mengulangi siklus
> > “berdosaâ€"bertobat-berdosa†hari kehari? Apakah dia tidak maksum
> (terjaga
>
> > dalam kekudusan) sehingga harus jatuh bangun dalam gelimang dosa sampai
> > kepada detik terakhir hayatnya, ketika mana ia juga masih harus berdoa:
> > “Wahai Tuhan! Ampunilah saya!†(Bukhari 1573). Suatu guilty feeling
> yang paling tragis yang pernah dicatat dalam sejarah.
>
> > KEPADA ISA-LAH ALLAH BERSABDA LANGSUNG (Surat 3:55, 5:110), BUKAN VIA
> JIBRIL ATAU DALAM MIMPI.
> > Pembacaan pada Quran jelas
> > mengungkapkan bahwa SEMUA nabi-nabi Israel tidak membutuhkan Jibril
> > untuk mendapatkan wahyu Tuhan. Malaikat Gabriel hanya dikirim untuk
> > ditampilkan dalam urusan-urusan ad-hoc dan seketika, bukan yang
> > terus membisikkan pewahyuan sepanjang kenabian (lalu kadang-kadang tak
> > muncul menjadikannya bolak-balik tidak efisien). Para nabi Israel
> > mendapatkannya dari Tuhan yang berbicara sendiri. Bahkan ada dua Nabi
> > yang diakui Muhammad kepada siapa Allah bersabda langsung, yaitu Musa
> > (Surat 4:164) dan Isa (didunia Surat 3:48 dll, dan diakhirat Surat
> > 5:116). Muhammad sendiri tidak tercatat sebagai nabi yang berbicara
> > dengan Allah kecuali lewat Jibril saja. Ini menjadikan Quran hanya
> > sebentuk hasil dikte-an satu arah. Tak ada pertanyaan apapun yang dapat
> > diajukan Muhammad kepada Allah. Sebaliknya Nabi-nabi Israel semuanya
> > bisa bertanya dan bercakap dengan Tuhan dan sebaliknya, sehingga
> > interaktif dan memuaskan pemahaman hambaNya. Sulit untuk Muslim
> > menjawab, kenapa Allah menampilkan diri dan bisa saling berdialog hanyaÂ
> kepada
>
> > pembawa Taurat dan Injil, dan tidak kepada pembawa Quran. Diskriminasi
> > Allah? Atau memang lain ke-allah-an yang disembahnya?
> > NAMA ISA DENGAN GELAR ALMASIH DIBERIKAN OLEH ALLAH LEWAT MALAIKAT (Surat
> 3:45) BUKAN OLEH ORANG TUA ATAU KAKEKNYA.
> > “Muhammad†adalah nama dunia, yang
> > diberikan oleh sang kakek, dan dipakai dengan nyaman oleh Muhammad
> > seterusnya. Tetapi Muslim tidak satupun bertanya, kenapa sang Nabi tidak
> > memilih memakai nama atau gelar surgawinya sebegitu ia mulai
> > dianugerahkan oleh Allah SWT? Kenapa Muhammad tidak meniru Abraham yang
> > menghargai pemberian Tuhan dan langsung menggantikan nama duniawinya
> > (Abram) menjadi Abraham? (Kejadian 17:5). Bukankah kepada Muhammad telah
> > Allah berikan nama “Ahmad†melalui pewahyuan Quran Surat 61:6?
>
> > Sebaliknya dengan nama Isa, Muhammad
> > sigap menggantikan namanya! Walau nama ini tidak pernah dikenal oleh
> > Nasrani manapun 600 tahun sebelum Muhammad, tetapi Muhammad bersikukuh
> > menggantikan nama “Yesus†(nama yang disampai-kan malaikat Tuhan)
> > menjadi ISA, suatu nama-asing yang tak tercarikan apa maknanya,
> > sekalipun oleh Muhammad. Padahal Yesus adalah nama ilahiah
> > yang berarti “Yahweh menyelamat-kan†. Kenapa Muhammad bermain atas
> nama
>
> > Isa sementara tidak menyentuh nama Ahmad-nya sendiri? Kembali Muslim
> > kelu dan tidak bertanya apapun tentang perlakuan Muhammad yang kurang
> > pantas terhadap Yesus. Masalahnya adalah: Atas otoritas siapakah maka
> > Muhammad berwenang menggantikan nama ilahiah
> > Yesus yang disampaikan berkali-kali oleh malaikat Gabriel, dan yang
> > disebut sebagai “Nama diatas segala nama†(Filipi 2:9); nama yang
> sudah
> > dipanggil-panggil oleh jutaan manusia (Kristen maupun non Kristen) 600
> > tahun sebelumnya, dan yang sudah DIABSAHKAN SEJARAH dalam palang yang
> > tertulis diatas kayu salib:
> > “Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu,
> bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
> > Banyak orang Yahudi (para saksi) yang membaca tulisan itu, sebab tempat
> di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis
> dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani†(Yohanes 19:19-20).
>
> > Bukalah nalar lebar-lebar dan
> > bertanyalah secara obyektif dari kacamata surga: nama manakah yang lebih
> > superior, Yesus atau Muhammad atau Ahmad? Sekalipun begitu jelas, namun
> > Muslim tetap beranggapan bahwa perlakuan Muhammad yang mencoreng nama
> > Yesus itu wajar-wajar saja, sementara corengan gambar karikatur yang
> dikenakan kepada Muhammad dianggap hujatan selangit!
> > Selanjutnya, Isa juga disebut “Almasih†(Mesias,
>
> > sosok yang diurapi Allah) sebanyak 11 kali didalam Quran untuk
> > dikhususkan kepada Dia seorang, tidak kepada nabi manapun lainnya! Suatu
> > gelar yang lagi-lagi tidak pernah menggoda hati orang-orang Muslim
> > untuk sesaat menyelidiki kenapa Muhammad kembali “mengosongkan†makna
> > dari gelar yang begitu serius itu, walau diulang-ulangnya sampai 11x
> > dalam Quran tanpa penjelasan?
> > Tetapi Yesus sendiri telah
> > memperkenalkan diriNya sebagai “Yang Diurapi†ketika Ia membaca dalam
> > rumah ibadat di Nazaret. Ia menjelaskan apa makna sejati dari gelar yang
> > Nabi Yahya dan lain-lain nabi tak akan berani menyandangnya, yaitu
> > “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia
> > telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan Kabar Baik … memberitakan
> > pembebasan … (memberi) penglihatan … memberitahukan Tahun Rahmat
> Tuhan
> > telah datang†! (Lukas 4:18,19).
> > Jadi Al-Masih yang diurapi Allah adalah sosok yang menjadi “Spiritual
> King†,
>
> > yang memberi maklumat Rahmat Pembebasan/ Juru Selamat/Juru Syafaat bagi
> > orang seisi dunia. Betapa mencengangkan yang tidak ditelusuri Muslim
> > ini!
> > HANYA ISA SATU-SATUNYA YANG DIPERKUAT OLEH ROHULQUDUS (Surat 2:87 dan
> 253)
> > Ini hebat, tetapi kurang dipeduli  atau
>
> > disadari Muslim. Padahal dari sudut pandangan Islam sendiri, Isa tidak
> > cukup dilahirkan dari Roh Allah saja, namun juga selalu “diperkuat
> lagiâ€
> > oleh Rohulqudus! Suatu pengertian kerohanian “tingkat tinggiâ€
> (surgawi)
>
> > yang tidak tercernakan, namun kembali tidak diambil banyak pusing oleh
> > Muslim. Kenapa? Sebagian karena tidak tahu apa itu Rohulqudus persisnya,
> > sebagian lainnya karena tidak mau melihat sosok Isa yang terlalu super
> > melebihi Muhammad. Namun apapun sikap dan pemahaman Muslim, Quran
> > jugalah yang menempatkan Isa-Al-Masih sebagai satu-satunya sosok yang
> > mendapatkan penyertaan yang melekat dari Rohulqudus, tidak Muhammad atau
> lainnya. Ini yang menjadikan “konten-esensi-Isa†berbeda dengan para nabi
> selainnya, yang menjadikannya paling berkekuasaan di dunia dan alam akhirat.
>
> > Sedih tapi benar bahwa Muslim dan para ulamanya telah dibingungkan
> selamanya
> > (lihat Surat 18:75) tentang siapa sosoknya Rohulqudus yang satu ini.
> > Apa ia “Roh Allah†dalam artian ruh ciptaan yang lain lagi? Atau
> Jibril
> > yang mewahyu? (padahal Isa sebagai Kalimat Allah tidak membutuhkan agen
> > pewahyuan antara). Apakah ia ruh yang berasal dari hembusan nafas Allah?
> > Atau malah nafasnya Jibril? Atau jangan-jangan ia Roh Allah sendiri (The
> Spirit of God) yang bersama-sama dengan Kalimat Allah yang masuk kerahim
> Maryam seperti yang tertulis dalam Quran Surat 4:171?
> > Sebagian Sarjana Muslim (al. Ibnu
> > Arabi) menafsirkan Roh ini bahwa Allah menyertakan kepada Isa satu Roh
> > yang berkuasa meniupkan kehidupan kepada benda mati. Sehingga hanya Isa
> > saja yang berkuasa untuk memberi hidup. Ini berarti Isa juga memberi
> > kehidupan kepada manusia, itu sebabnya Isa didunia berkuasa menghidupkan
> > orang mati, dan kelak dihari kiamat bersamaan dengan tiupan terompet
> > nafiri dari malaikat akan membangkitkan orang-orang mati untuk diadili
> > (awas bukan terompet yang membangkitkan, melainkan otoritas Isa
> > Al-Masih!).
> > HANYA ISA YANG DIPERLENGKAPI DENGAN
> > KUASA MUJIZAT KESEMBUHAN YANG DAHSYAT, TERMASUK MENGHIDUPKAN ORANG MATI
> > (Surat 3:49, 5:110), SUATU KUASA YANG HANYA DIPUNYAI ALLAH (Surat
> > 46:33).
> > Sebutkan, dan tak ada penyakit yang
> > tidak bisa disembuhkan Yesus! Penyakit-penyakit yang ada bukan sembarang
> > penyakit, melainkan antara lain sopak (kusta) yang pada zamannya
> > merupakan penyakit yang paling aib, berbahaya, dan mengerikan, karena
> > sangat menular dan tidak ada obatnya. Penyakit lain seperti kelumpuhan,
> > bisu, tuli, dan bahkan buta secara genetik dari dalam rahim ibunya,
> > hingga kepada sejumlah kematian. Ini diluar jangkauan pengobatan
> > manusia. Dan kematian yang dihidupkan-Nya kembali juga bukan sembarang
> > kematian, melainkan termasuk mayat yang sudah jadi bangkai didalam
> > kuburan!
> > Sekalipun
> > Quran sepertinya menyebutkan mujizat Isa dengan hormat, namun tidak
> > banyak Muslim sadar bahwa penyebutan dalam pewahyuan itu jauh dari
> > layak. Muhammad kembali disini memperlihatkan ketidak-etis-annya
> > sekaligus ceroboh. Banyak ahli menyesalkan karena Jibril dan Muhammad
> > telah mereduksikan kehebatan mujizat Isa dengan mengosongkan SAMASEKALI
> llatar belakang kejadiannya. Mereka bukan hanya mengkortingkan ratusan
> > mujizat dan 30-an jenis mujizat Isa menjadi hanya sepuluh (Surat 3:49;
> > 5:110, misalnya tidak termasuk mujizat usir setan, air jadi anggur,
> > berjalan diatas air, menghentikan badai dan gelombang dll), namun juga
> > tidak ada satupun mujizat Isa dijelaskan Muhammad dalam konteks subyek
> > dan obyek, setting kejadian, dan latar belakang faktualnya, khususnya
> Firman Yesus telah dihilangkan dari pretext-nya.
> > Firman
> > Allah yang interaktif antara Yesus dengan sipenderita yang menyangkut
> > kelayakan iman untuk mendapatkan mujizat-Nya, serta kata-kata penting
> > Yesus untuk kehidupan baru dari seorang yang disembuhkan itu, justru
> > dikosongkan (dikorup) dari Quran! Padahal itu adalah satu-satunya
> > keterangan yang paling berharga untuk membawa pemahaman mendalam
> > terhadap maksud dan tujuan Yesus dalam bermujizat adikodrati! Â
> > Dengan menyensor kejadian detail dan background mujizat, maka Muhammad
> hanya menyodorkan semacam “list daftar mujizat†yang tidak memberi
> kesempatan bagi Muslim untuk menyidik apa sebab dan hakekat Isa berkenan
> melakukan setiap mujizatNya yang menggentarkan itu. Dan apa dampak dan
> perubahan
>
> > iman yang terjadi pada diri sang-obyek, dan apa pesan Yesus khusus
> > kepada sang-obyek, sekaligus untuk pembelajaran bagi para saksi mata.
> > Semuanya telah dikosongkan Muhammad, sehingga Muslim dibutakan lebih
> > jauh tentang kesosokan Al-Masih yang sesungguhnya. Mujizat Isa hanya
> > ditempatkan sebagai sebentuk ringkasan maklumat tentang judulnya magic
> show yang menarik tanpa pesan-pesan ilahi!
> > Sebagai tambahan dari penyunatan teks atas background dan kejadiannya,
> Jibril dan Muhammad masih mencoba menyunat kuasa
> > mujizat Isa, seolah-olah itu terjadi hanya karena IZIN ALLAH semata
> > (Surat 5:110). Padahal semua detail kejadiannya (yang disembunyikan
> > Quran) tidak satupun memperlihatkan unsur “izin Allah†yang perlu
> > dimintakan oleh Al-Masih, melainkan Ia sendirilah yang menggulirkan
> > kuasa mujizat dari diriNya sendiri! Lihat betapa Yesus menampik sempalan
> > Quran tentang izin-izinan tsb, dengan hanya berkata: Aku mau, Jadilah!
> > “Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud
> menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan
> aku."
>
> > Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku
> mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada
> kustanya (Matius 8:2-3).
> > HANYA ISA YANG MEMPUNYAI KAPASITAS UNTUK MENCIPTA MAHKLUK HIDUP DARI
> BENDA MATI (Surat 3:49).
> > Tidak ada sosok lain yang mungkin
> > memiliki kapasitas ini, sebab seluruh manusia dari segala abad percaya
> > bahwa otoritas begini hanya ada pada Allah. Dan Muhammadpun sama mengakui
> hal
> > ini sebagai kebenaran-besi (Surat 22:73; 32:9). Tetapi anehnya,
> > Muhammad juga mengakui bahwa Isa berkuasa pula meniupkan nafas yang
> > menghidupkan burung, yang berarti berdaya-cipta. Ini semata berasal dari
> > “Kalimat Allah†yang memiliki Creating Word yang berdaya cipta
> > “JADILAH!†maka terjadilah. Per definisi, siapapun yang mempunyainya,
> > Dia-lah yang disebut Tuhan, sang Pencipta!
> > Alkitab tidak berkisah tentang
> > burung-burungan yang dihidupkan. Itu tidak mempunyai nilai pelayanan
> > kepada kemanusiaan melainkan lebih merupakan suatu magic show
> > bagi egonya. Tetapi kuasa menghidupkan diatas kodrat kematian telah
> > dinyatakan Yesus dengan membangkitkan orang mati dan diriNya sendiri.
> > Kuasa atas kodrat-alam juga dinyatakan Yesus ketika hendak menyelamatkan
> > murid-muridNya dengan menghardik badai dan gelombang danau yang
> > bergelora sehingga terdiam seketika. Murid-murid terperangah dan
> > bertanya sendiri-sendiri: “Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin
> > dan danaupun taat kepadaNya?â€
> > Jadi adakah sosok dunia yang lebih
> > superior daripada Al-Masih Putra Maryam? Adakah satu manusia yang berani
> > mengklaim diri mahakuasa? Tetapi Yesus berkata: "Aku adalah Alfa dan
> Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang,
> Yang Mahakuasa" (Wahyu 1:8).
> > Dan Injil kembali menegaskan apa yang dikaburkan Quran:
> > “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia
> > (sang Firman) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari
> > segala yang telah dijadikan†(Yohanes 1:3).
>
> > HANYA ISA YANG DIAKUI MENGETAHUI
> > HAL-HAL GAIB: APA YANG DIMAKAN MANUSIA DAN APA YANG DISIMPAN DIRUMAH Ini
> > dikatakan lurus oleh Muhammad, tanpa usah penafsiran apapun dalam Surat
> > 3:49b. Muhammad bahkan meneruskan pengetahuan adikodrati Isa itu sampai
> > kepada pengetahuan tentang hari H nya kiamat (Surat 43:61), yang dia
> > sendiri juga tidak mengetahuinya. Hal-hal yang gaib hanya kepunyaan
> > Allah semata, karena "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
> mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah" (Surat 27:65, juga 5:109,
> > 10:20). Seiring dengan itu, Injil juga menegaskan bahwa itulah
> > kepunyaan Yesus: “… sebab Ia (Yesus) tahu apa yang ada didalam hati
> > manusia†(Yohanes 2:25). Dan Murid-muridNya mengakui dihadapanNya:
> > “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu…â€
> > (Yohanes16:30).
> > Seperti telah dikatakan diatas, bila
> > anda percaya kepada seorang super-hero seperti Muhammad, namun ketika
> > super hero ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat
> > daripada-nyaâ€"yaitu yang bernama Isa Almasihâ€"maka Anda harus berani
> > mengambil sikap, bukan masa bodoh. Murid-murid Nabi Yahya juga mengambil
> > sikap tatkala Yahya mengakui bahwa dia bukan Mesias dan sekalian
> > bersaksi: “Dia yang datang kemudian daripadaku, Membuka tali
> kasutnyapun
> > aku tidak layak†… Maka berturut-turut murid Yahya meninggalkan
> dirinya
> > (yang notabene Nabi besar!) dan menjadi pengikut Yesus (Yohanes 1:35
> > ff).
> > Kini Muhammad berbuat hal yang sama. Ia berkata:
> > “Aku (Muhammad) tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah
> ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib …†(Surat 6:50a,
> juga 7:188).
>
> > Muhammad berkata benar, sama seperti Yahya yang mengakui dirinya kalah
> superior terhadap Isa Al-Masih, maka kini apa yang harus Anda lakukan?
> Berbuat hal yang sama seperti pengikut-pengikut Yahya? Anda harus mengambil
> sikap!
> > Mungkin Anda akan bertanya sendiri:
> > Kenapa Muhammad mengakui superioritas Yesus atas dirinya? Karena rendah
> > hati? Lebih tepatnya: karena terpaksa harus merendah jikalau berhadapan
> > dengan Yesus! KebesaranNya difaktakan dalam Alkitab dan direferensikan
> > oleh Quran sebagai wahyu, implisit maupun explicit! Tetapi
> > pengikut-pengikut Muhammad dikemudian hari mencoba menyodorkan aHadis
> > Nabi yang dikisahkan dari rantaian mulut kemulut, sehingga kisah
> > pengakuan inferioritas Muhammadpun menjadi terkabur, malah berubah
> > menjadi “keunggulan†bagi Muhammad diatas Yesus! Muhammad yang dalam
> > Al-Quran mengakui dirinya tidak berkuasa mujizat (Surat 17:59, 10:20,
> > 29:50 dll), tiba-tiba muncul di Hadis dengan kisah kisah Muhammad yang
> > penuh dengan mujizat-mujizat yang menirukan mujizat Yesus.
> > Karena begitu banyaknya plintiran
> > Islamik, maka semuanya perlu dikritisi secara cermat dan wajar. Tak ada
> > orang yang mau didustai. Akhirnya kita akan menyadari juga bahwa
> > Muhammad lahir dan mati persis seperti Anda
> > dan saya. Sejarahnya saja yang membuat setiap orang berbeda dengan
> > selainnya, namun ia tetap manusia terbatas, berdosa, tanpa mujizat,
> > tanpa nubuat atau perangkat adikodrati-ilahi manapun! Taqiyya
> (dusta-halal
> > agama), slogan dan retorika yang banyak diteriakkan berulang-ulang oleh
> > dunia lama-lama memang bisa membuat sesuatu yang aspal (asli tapi
> > palsu) diterima sebagai “kebenaran-rasional†! Awasilah.
>
> > HANYA ISA YANG MAMPU MENURUNKAN MAKANAN/ HIDANGAN DARI LANGIT (Surat
> 5:114)
> > Ini bukan hidangan biasa melainkan
> > hidangan Firdaus tak ada dua… Padahal Quran berkata hanya dari
> > Allah-sajalah semua makanan dan minuman itu diperoleh manusia (Surat
> > 26:79). Bandingkan dengan Yesus yang memberi makan 5000 orang (dalam
> > Injil) dan Musa yang melaluinya Allah menurunkan roti manna dari sorga
> > (dalam Taurat). Semestinya Muhammad kebagian mujizat untuk sedikitnya
> > dapat mensejajarkan dirinya dalam poros kenabian besar. Tetapi makanan
> > langit ini bukan sekedar makanan bagi yang lapar perutnya, melainkan
> > symbol tentang pemeliharaan Tuhan yang MEMBERI HIDUP. Maka Ilah-ilah
> > yang tidak memberi hidup harus dibedakan dengan cara yang paling
> > dimengerti oleh anak-anak manusia, yaitu tidak memberi “makanan
> langit†.
>
> > Dan Ilah-ilah memang tidak memiliki makanan dari Sang Hidup.
> > Maka Muslim perlu menyidik dan
> > bertanya kritis, kenapa selama 40 tahun Musa memimpin bangsanya dipadang
> > belantara namun tidak usah melakukan perang demi menjarah harta musuh
> > agar bisa bertahan hidup? Sementara Muhammad sejak hijrah ke Medina
> > tidak bisa bertahan, kecuali harus mencari akal dan dalil-dalil agama
> untuk menyerang dan berperang demi dapat merampok dan menjarah
> > caravan kafilah dan harta para Quraysi dan Yahudi bagi survival para
> > pengikutnya. Jangan cepat-cepat menuduh ini “fitnah orientalis†. Saya
>
> > bukan orientalis dan bukan mengarang sejarah, tetapi petobat yang
> > menunjuk dan melaporkan sejarah peperangan Muhammad dari sumber-sumber
> > Islam sendiri. [NB.Lihat Hadis-hadis shahih, Sirat, dll termasuk Sejarah
> > Hidup Muhammad oleh Imam Muhammad bin Abd Al-Wahab. Tampak betapa
> > Muhammad berdalih terhadap kecaman masyarakat luas yang menggemparkan
> > atas perang yang dilancarkannya secara dadakan-licik pada bulan suci
> > (yang tradisinya mengharamkan perang). Ia yang tidak taat akan
> > bulan-bulan haram (bulan suci tanpa perang) justru mendalilkan Allah
> > sebagai sumber pencetus perang! (lihat Surat 2:217)].
> > HANYA
> > ISA YANG DIBERI GELAR KEBESARAN YANG SUPERLATIF, YAITU SOSOK YANG
> > TERKEMUKA BAIK DIDUNIA MAUPUN DI AlAM AKHIRAT (Surat 3:45)
> > Banyak penulis Islam enggan mengupas
> > ayat ini secara semestinya, lalu memperlakukan kekuasaan Isa di sini
> > hanya simbolis saja. Tampaknya ayatnya beresiko dan sensitive karena
> > berpotensi mengancam posisi Muhammad. Tetapi inilah penunjukkan Allah
> > yang secara partikular dikenakan hanya kepada Isa Al-Masih, bukan kepada
> > para muqarrabin secara general. Yaitu sebuah gelar Rajawi dengan
> kekuasaan rohani yang paling besar, mengatasi ruang dan waktu.
> > Mengatasi ruang, karena paling terkemuka baik di bumi, di Firdaus, di
> Sorga atau di alam akhirat semua.
> > Dan mengatasi waktu,
> > karena paling terkemuka sekarang dibumi ini maupun kelak diakhirat.
> > Jadi penafsiran yang benar seharusnya mencakupkan kekuasaan Isa itu
> > sebagai kekuasaan kosmik domain semesta, termasuk seluruh waktu yang
> > ada, persis seperti yang disebutkan dalam Injil,
> > "Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan
> > segala kuasa di sorga dan di bumi†, dan “ Aku adalah Alfa dan Omega,
> > Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang,
> > Yang Mahakuasa" (Matius 28:18, Wahyu 1:8).
> > Itu sebabnya seluruh manusia harus berurusan dengan Isa, saat dulu, kini
> dan nanti, sebab Ia sedang ada diantara kita, dan kelak akan datang kembali
> ke dunia untuk penghakiman akhir.
> > ISA
> > SATU-SATUNYA DINYATAKAN SEBAGAI PEMBUAT HUKUM (LEGISLATIF), BUKAN
> > PELAKSANA HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN. DIA MENGUBAH HUKUM-HUKUM
> > TAURAT DENGAN CARA MENGHALALKAN DARI APA-APA YANG DIHARAMKAN UNTUK
> > MANUSIA (Surat 3:50)
> > Ini ayat dahsyat! Ini betul-betul
> > disebutkan oleh Quran secara lurus dan bukan oleh tafsiran dan
> > plintiran-plintiran lidah dari kaum penyesat. Siapa yang sanggup
> > mengubah hukum Tuhan? Nabi mana yang berani mengklaim “porsi-nya
> Allahâ€
> > yang paling vital? Apa Muhammad main-main dan tidak bertanggung jawab
> > atas apa yang dilontarkannya yang langsung bersinggungan dengan mandat
> > dan hukum Allah? Bila Muhammad serius atas ayat ini, maka seluruh Muslim
> > harus berani mengakui bahwa sekali Isa turut menetapkan hukum-nya
> > Tuhan, maka hukum dan Kabar-Baik Injil-Nya pasti ditetapkannya TERJAGA,
> > alias mustahil InjilNya hilang terpalsu! Itu sebabnya Yesus bersabda
> > sesuatu yang paling mengguncang kalbu:
> > “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu
> (Lukas 21:33).
>
> > Muhammad hanya mentok menyatakan
> > dirinya sebagai pemberi peringatan (tentang hukum-hukum Tuhan). Tetapi
> > Isa yang adalah Kalimat Allah adalah pula penetap hukum, sehingga kelak
> > dihari kiamat Ia pula yang ditetapkan sebagai Hakim Yang Adil. Itu
> > sebabnya pada bagian akhir dari ayat ini Muhammad harus menyaksikan
> > bahwa Isa menyerukan dua perintah hukum, bukan satu, yaitu “bertakwalah
>
> > kepada Allah†, DAN “taatlah kepadaku†(Isa).
>
> > ISA MAMPU MENTRANFORMASI/MENGUBAH HATI PENGIKUT-PENGIKUTNYA MENJADI
> MANUSIA BARU (Surat 3:55, 5:82).
> > Oleh ajaran firman dan kuasa Isa Almasih, para pengikut Isa Al-Masih
> dimampukan untuk merubah ahlak kafir menjadi:
> > 1.  Orang-orang yang diatas orang-orang kafir hingga kiamat.
> > 2.  Orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang
> beriman.
> > 3.  Orang-orang yang tidak sombong, rasa santun dan kasih sayang.
>
> > Ujud kasih mampu ditanamkan Isa ke
> > dalam hati pengikut-pengikutNya sehingga berdaya, betul-betul berdaya
> > mengubah akhlak dan perilaku hidup mereka ditengah hingar-bingar
> > korupsi, nafsu kuasa, kesombongan, dusta, fitnah, kekerasan dan
> > kebencian manusia terhadap sesamanya.
> > ISA SENDIRI (BERSAMA IBUNYA) ADALAH TANDA (AYAT) YANG BESAR BAGI SEMESTA
> ALAM (Surat 19:21, 21:91, 23:50)
> > Muhammad berasal dari tanah dan
> > kembali ketanah. Juga ibunya dan bapanya. Tetapi Isa lahir tanpa
> > pembuahan benih manusia dan tanpa saripati debu dan tanah. Â Ia
>
> > adalah inkarnasi Rohullah dan Kalimatullah, sebuah tanda semesta yang
> > namun dihampa-kan Muslim dalam kehidupan berimannya. Isa-lah, yang
> > sebegitu lahir tidak menangis karena luput dari sentuhan setan. Bukan
> karena setan lengah menyentuhnya, melainkan takut. Berlainan dengan Muhammad
> yang hanya mampu minta perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan
> bisikannya yang tersembunyi (Surat 113, 114), Yesus justru menengking
> > setan yang coba-coba mempengaruhi diriNya atau menguasai pengikut-Nya.
> > Tak satupun manusia ditakuti setan, kecuali Yesus itulah. Ia bersabda:
> > “Enyahlah engkau, hai Iblis†. Dan terjadilah itu. Bahkan para
> > pengikutNya juga “mewarisi†kuasaNya untuk mengusir setan dan iblis.
> > Karena Dialah Ayatollah sejati yang ditakuti setan.
> > Sekarang mari kita mengajak teman Muslim untuk bertanya amat kritis,
> “Kenapa
>
> > Jibril dan Muhammad dalam Quran dan Hadis tidak pernah menceritakan
> > kasus pertarungan Yesus dengan setan, roh jahat, dan iblis, padahal
> > Muhammadpun sering berurusan dan was-was dengan setan dan jin?â€
> > Kasusnya banyak dan terbuka disaksikan oleh penduduk lokal. Mustahil
> > Jibril atau Muhammad tidak tahu akan hal ini, dan tidak sadar bahwa
> > peperangan terbesar dari seorang Nabi Tuhan adalah melawan roh setan dan
> > iblis dalam segala manifestasinya. Â Jikalau setan sempat ditakuti
> Muhammad itu (sehingga minta perlindungan Allah atau mewaspadai ayat-ayat
> setan
>
> > agar jangan tersisip kembali dalam Quran), maka tidakkah Muhammad dan
> > Jibril berkepentingan memberitakan apa yang dihasilkan Isa ketika
> > berhadapan dengan setan? Paling tidak Jibril & Muhammad dengan mudah
> > dapat menambahkan satu mujizat tambahan kedalam daftar-mujizat-mujizat
> > Isa (dalam Surat 3:49, 5:110) karena kasusnya tergolong mutawatir
> > (tersaksi luas dan absah).
> > Quran kini menjadi cacat tanpa
> > mencakupkan kisah setan-setan yang terusir dari hadirat Isa-Almasih! Ada
> > sesuatu yang tidak beres disini. Tampaknya ada semacam allergi/
> > kekhawatiran ruh Jibril untuk menceritakan ruh-ruh lain yang dikalahkan
> > Yesus. Ini bukan pendapat penulis, melainkan pengungkapan Yesus sendiri
> > kepada kita, bahwa Beelzebul (penghulu setan) tidak akan melawan
> > dirinya atau memecahkan kerajaannya sendiri:
> > “Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri,
> bagaimana kerajaannya dapat bertahan? “ (Lukas 11:18).
>
> > Jadi
> > sangat penting bagi setiap umat manusia untuk menyelidiki secara cermat
> > bagaimana suatu ruh meresponi ruh lainya. Sebab mereka sangat licin
> > menyamar dan menggelapkan. Tuhan mengingatkan kita berkali-kali untuk
> > tidak gagal menguji roh yang belum teruji. Dan sejak kapan Muhammad dan
> > Muslim sudah menguji jibril? Bukankah semula (digua Hira) Muhammad-pun
> > merasa bahwa ia didatangi oleh ruh jahat yang menteror dengan mencekik
> > dirinya (sebelum dikalem-kan oleh Khadijah)? Datang menteror tanpa
> > memperkenalkan diri, dan pergi tanpa pamit, itukah kultur dari malaikat
> > Tuhan yang sangat arif lagi mengetahui? Dan ketika Anda merasa kurang
> > yakin dengan ruh ini dan ingin mengujinya, ia sudah terlebih dulu
> > mencegat Anda dengan kata-kata yang didesign untuk menciutkan bahkan
> > menghentikan niat Anda: "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah
> kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Surat 17:85). Tetapi Injil
> berkata sebaliknya untuk mendorong keterbukaan:
> > “Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah
> mereka berasal dari Tuhan; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul
> dan pergi ke seluruh dunia†(Yohanes 4:1).
> > “Sebab
>
> > orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang
> > menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan,
> > sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal
> yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan
> kebenaran (2 Korintus 11:13-15).
> > KEPULANGAN ISA DARI DUNIA ADALAH DIANGKAT OLEH ALLAH SENDIRI KEPADANYA
> (Surat 3:55 dan 4:158).
> > Kenapa Allah sendiri mengangkat diri
> > Isa kepadaNya? Ya, karena Isa lahir dari Roh Allah dan KalimatNya, dan
> > bukan dari saripati debu tanah yang akan kembali ke tanah. Roh Allah
> > “kembali†(baca: melekat) kepada Allah. Ini secara sempurna melengkapi
>
> > keberadaan Isa dalam kerohanian yang ilahiah: (1) DILAHIRKAN sebagai
> > penjelmaan “Kalimat dari Allah†; (2) HIDUP dengan selalu diperkuat
> oleh
> > Rohulqudus; dan (3) BERPULANG diangkat Allah sendiri kesisiNya (Surat
> > 4:158, 3:55).
> > Jadi tampak jelas bahwa seluruh
> > aspek kelahiran hingga kepulangan Isa tidaklah tunduk pada kodrat alam.
> > Dan sekarang inipun Ia hidup dan berada disurga bersama Tuhan Elohim.
> > Sedangkan Muhammad seperti nabi-nabi lainnya dalam Quran, tinggal dialam
> > barzakh menunggu penghakiman Allah.
> > HANYA
> > ISA YANG DIJADIKAN ALLAH SEBAGAI TANDA DAN SAKSI BAGI HARI KIAMAT. ILMU
> > TENTANG KIAMAT HANYA ADA PADA SISI ALLAH (Surat 4:159, 33:63, 31:34).
> > TETAPI HANYA KEPADA ISA DIBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT (Surat
> > 43:61)
> > Hari Kebangkitan, hari
> > Penghakiman, tidak terelakkan. Orang-orang Muslim amat takut menghadapi
> > penghakiman ini karena tak ada kepastian Syafaat yang membela mereka.
> > Namun ada banyak orang-orang bodoh yang hidup dengan masa bodoh, tidak
> > mau melihat tanda-tandanya yang berpusat pada Isa Al-Masih. Padahal
> > Ia-lah yang akan datang sebagai Hakim Agung. Maka tidakkah Muslim akan
> > heran, kenapa Al-Masih yang akan datang kembali bersama para malaikatNya
> > , dan tidak nabi lainnya? Ya, sebab Ia akan menghancurkan yang
> > anti-Al-Masih dan akan memisahkan “domba†dengan “kambing†(Matius
> > 25:31-46). Inilah mandat Rajawi yang diberikan
> > Allah kepada Isa Almasih untuk menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil
> > dihari Penghakiman. Ia menjadi Juru Selamat, Syafaat bagi setiap yang
> > beriman kepadaNya, tetapi mengadakan pembalasan terhadap semua orang
> > yang mengingkari InjilNya (2 Tesalonika 1:7-9).
> > …..
>
> > Teman-teman Muslim,
> > Maaf atas sejumlah kata-kata kami
> > yang tidak Anda berkenan atasnya. Itulah yang selalu terjadi ketika
> > orang tidak berkata-kata dalam jalur yang menjadikan Quran, Muhammad dan
> > Islam itu superlative. Namun seluruh berita di atas adalah sebagian
> > wahyu Allah SWT sendiri yang menunjukkan ke-supremasi-an jatidiri Isa
> > Almasih. Ia dirujukkan tidak semata-mata sebagai sosok nabi-manusia,
> > melainkan juga sosoknya ROH ALLAH & FIRMAN DARI PADANYA! Injil
> > menerangkan lebih jauh bahwa “Pada mulanya adlah Firman, Firman itu
> > bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah … Firman itu
> telah
> > menjadi manusia†(Yohanes 1:1, 14).
>
> > Nabi Muhammad sendiri diperintahkan
> > Allah untuk tidak ragu-ragu mencari Firman kebenaran Allah yang pasti
> > kepada para Ahli-kitab:
> > “MAKA
>
> > JIKA KAMU (MUHAMMAD) BERADA DALAM KERAGUAN-RAGUAN TENTANG APA YANG KAMI
> > TURUNKAN KEPADAMU, MAKA TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA
> > KITAB SEBELUM KAMU. SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEBENARAN KEPADAMU DARI
> > TUHANMUA, SEBAB ITU JANGANLAH SEKALI-KALI KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG
> > RAGU-RAGU (Surat 10:94).
> > AYAT ini sungguh telah dan
> > terus mendatangkan keresahan kepada banyak orang-orang Muslim dan para
> > Ulama terpelajar sejak dahulu. Ditambah kini dengan ayat-ayat pengakuan
> > dari Muhammad bahwa Al-Masih Putra Maryam benar lebih superior daripada
> > dirinya, semuanya ini cukup untuk menggugah hati dan pikiran Muslim
> > bahwa Al-Quran itu bukanlah sebuah finalitas. Pepatah Tiongkok
> > mengatakan “Diatas Thai San ada Thai San†(diatas gunung tinggi ada
> > gunung yang lebih tinggi lagi†) berlaku disini. Didunia ini masih ada
> > Thai San lain. Selain Quran dan Muhammad, masih ada Alkitab, dan masih
> > ada Yesus yang selalu berkata benar (zakiy dan al-Haaq). Selama ini
> > banyak mitos dan retorika yang terus ditiupkan oleh orang-orang yang mau
> > mengecil-ngecilkan hakekat dan peran Yesus, tetapi segera tampak bahwa
> > tiupan yang bersifat taqiyya itu distorted dan unfinished.
> > Yang kabur, bengkok dan patah-patah tak bisa direkonsiliasikan dengan
> > kebenaran yang lurus dan tuntas, kecuali diplintir-plintirkan. Â Tak ada
> pilihan baik, Muhammad harus dan telah mengakui Isa dan menggandengnya dalam
> Quran, juga dalam Hadis. Dengan penuh rasa hormat
>
> > (atau penyesalan?) beliau harus mengklaim dirinya sebagai nabi yang
> > “paling dekat dengan Isa Putera Maryam di dunia dan akhiratâ€
> > (HS.Bukhari1501).
> >
> > Kini saatnya Anda perlu bersikap, dan sikap ini akan menentukan seluruh
> kehidupan Anda kedepan, selamanya! Jump to top
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke