Kucing aja, jenis peliharaan Muhammad klo gw kasi daging babi dimakan... :D
gp 2010/8/24 Tawangalun <[email protected]> > > > Dasarnya dari mana dulu kok nganggap Yesus superior? > Mbok dipikir coba: > 1.Yesus gagal tdk diakui bangsanya sendiri,padahal target nya Yesus itu > domba yg hilang dari Israel,kok dapetnya Grepe? > Nabi saya diakui oleh bangsanya,bahkan dijadikan Rojo. > 2.Muridnya aja kianat,ketika ditangkap Romawi anak buahnya lari kocar > kacir,dipersidangan gak ada yg nungguin,padahal Amrozy aja ditungguin. > Nabi saya pas perang Uhud anak buahnya rela menjadi tameng hidup biar Nabi > gak terkena panah. > 3.Yesus dulu gak menamai ajarannya bernama Kristen tapi kok agama ini > sekarang bernama Kristen,jadi agama besar ini bukan buatan Dia,jadi bukan > Dia yg hebat. > Nama agama yg dibawa Nabi Islam sesuai dg nama yg ada didalam Kitab. > La opo supernya sing dibikin patung gur pakai cawed itu? > > Shalom, > Tawangalun. > > > --- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>, siap murtad > <islamic.invas...@...> wrote: > > > > > > > > WHAT IF MUHAMMAD HARUS AKUI ISA AL-MASIH LEBIH SUPERIOR ? > > > > > > > > > > > > > > Teman > > saya, seorang ayah Muslim terpelajar telah memberi nama ISA bagi > > anaknya. Saya, ex Muslim lalu bertanya kenapa nama itu yang menjadi > > pilihannya dan bukan nama nabi yang lebih besar lagi? Sang ayah > > menjawab: âSiapa lainnya? Itu kan salah satu nabi yang punya nama > > terbesar dalam Quran. Sekalipun dia tidak diatas Nabi Muhammad, namun > > dia kan tidak dilebihi oleh siapapun lainnyaâ . Hah! Saya jadi > > terperangah mendengar pendapatnya! > > > > > > Dulu saya tidak tahu, maka > > terperangah. Kini saya bukan hanya tahu, namun saya â" tidak seperti > > ayahnya si-Isa ituâ" malah duluan mengambil langkah lebih meninggalkan > > Islam setelah tahu apa kata Muhammad tentang Yesus. Dulu, sebagaimana > > Muslim nominal lainnya saya hanya TAHU bahwa Isa lahir ajaib tanpa ayah, > > bisa menyembuhkan orang sakit kusta, menghidup-kan orang mati, dan naik > > ke sorga. Ya, sampai disitu saja, yang praktis-praktis  saja, > > > dan semua yang diketahui secuil-secuil ini tidak berdampak bagi > > keinginan-tahu saya yang lebih tinggi lagi. Ini mendatangkan pertanyaan > > serius, sebab apa yang diketahui oleh saya dan Muslim kebanyakan itu > > sesungguhnya sudah sangat-sangat ajaib bahkan dahsyat! Jadi kenapa berita > ajaib ini tak berdampak bagi Muslim? > > > > Bukankah bilamana ada orang jaman > > sekarang yang lahir tanpa ayah saja, akan gemparlah dunia dengan > > pemberitaan-pemberitaan sejagad, interview dan ulasan-ulasannya dari > > pelbagai segi, serta mendatangkan berbondong-bondong para ahli medis > > dari panca negara untuk menelusuri keajaiban tsb? DNA dan fisiologi-nya, > > kiprah dan ucapannya, semuanya akan menjadi pusat penyelidikan. Apalagi > > bila TERFAKTA bahwa ia dengan tumpangan tangannya bisa menyembuhkan > > HIV/AIDS, cancer dan lain-lain penyakit yang tak tersembuhkan (seperti > > halnya penyakit kusta yang tak tersembuhkan dijaman tsb). Dan ketika > > TERFAKTA lagi diarena publik, bahwa ada mayat dari orang-orang matipun > > bisa dibangkitkannya, maka apa kata-orang â"Muslim dan non-Muslim > tentang > > > orang yang satu ini? > > > > Inilah analogi dan qias yang sama > > dalam agama Islam, dimana Isa sedikitnya DIPERCAYAI sedemikian itulah > > oleh para Muslim karena mempercayai pernyataan Muhammad yang diwahyukan > > Allah. Tetapi aneh bahwa kepercayaan tersebut tidak memberi dampak > > apapun dan tidak mengusik hati nurani mereka untuk bertindak menelusuri > > pernyataan dahsyat tsb. demi memuaskan rasa ingin tahunya agar > > mendapatkan detailnya dan keuntungan-keuntungan yang menyertainya. > > Tampaknya ada sesuatu yang tidak waras disini. Ada semacam kerudung yang > > mentabiri hati dan pikiran dan kemauan mereka. Bahkan tampaknya ada > semacam ketakutan > > mereka yang tersembunyi untuk memper-cayai secara terbuka apa yang > > terfakta. Lalu teman Muslim kita hanya berkata, bahwa mereka cukup > > mempercayai Muhammad dan Quran yang dibawanya⦠> > > > > Baik, dan bagus, bila Anda percaya > > kepada seorang super-hero seperti Muhammad. Namun bilamana super hero > > ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat > > daripadanyaâ"yaitu yang dinamainya sendiri âIsa Almasihâ â"maka apa > yang > > dapat Anda katakan? Bukankah Muhammad sama menempatkan dirinya seperti > > apa yang dikatakan juga oleh Nabi Yahya tentang diri-sendiri? Keduanya > > sama mengakui bahwa ia bukanlah Mesias, melainkan suara yang memberi > > peringatan: > > YAHYA: âAku bukan Mesias⦠"Akulah suara orang yang berseru-seru di > padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhanâ (Yohanes 1:20,23) > > > > (MUHAMMAD): âAku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan > aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) > terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku > dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" > (Surat 46:9, penekanan penulis). > > > Menurut Alkitab maupun Quran, untuk > > dirujukkan kepada jatidiri-nya seorang Sang Mesias, ia mutlak harus > > mengetahui isi-hati orang atau hal-hal ghaib! Dan kemesiasan inilah â" > > dalam diri Isa Al-Masih -- yang akan ditampakkan kepada Anda lewat > > tulisan ini, demi menyingkirkan kain tabir antara HATI dan AKAL waras > > kita, karena bagaimanapun Mesias yang satu ini TAHU akan isi hati Anda > > dan saya. > > > > > > Muhammad mengajukan paling tidak ada > > 17 keajaiban adikodrati Isa Almasih --yang tidak ada tolok bandingnya > > atau kesamaan-nya dengan dirinya-- yang telah menjadi acuan imannya bagi > > setiap pengikutnya, namun yang telah dicampakkan sebagai aset kurang > > berharga selama ini oleh Muslim! Padahal itu adalah apa yang telah > > diwahyukan dan diakui oleh Muhammad dan yang dikatakan dari mulutnya > > sendiri tentang superioritas Almasih Putra Maryam. Inilah diantaranya. > > HANYA ISA YANG DIKATAKAN LAHIR DARI ZAT ROH, YAITU DARI KALIMAT ALLAH DAN > ROH DARIPADANYA (Surat 4:171). > > > > Zat apakah itu? Kalimat Allah dan Roh dari Allah? > > Pernyataan ini meruntuhkan posisi > > Ulama Islam yang mau menegaskan bahwa Isa Al-Masih itu âtidak bersifat > > ilahiâ . Berunsurkan Roh dari Allah sekaligus menjelaskan bahwa Isa > > memilik gen/ DNA yang tidak sama dengan > > manusia biasa seperti Musa dan Muhammad. Muslim kebanyakan beranggapan > > bahwa Roh itu adalah zatnya mahkluk ciptaan semisal malaikat, setan, > > iblis, jin dan arwah. Sebagian Muslim lainnya, dalam ketidak pastian, > > juga beranggapan bahwa roh itu adalah semacam nafas > > yang ditiupkan dari Allah demi menghidupkan manusia. Tetapi Muhammad > > sendiri sebenarnya bingung akan roh Allah ini, sampai-sampai terjadi > > inkonsistensi yang fatal. Sebab Quran menghadirkan jenis tiupan roh > > kerahim Maryam sekaligus apa adanya (Surat 21:91), tetapi ada pula jenis > lain dimana Allah meniupkannya sebagian saja > > (Surat 66:12). Itu sebabnya Muhammad menjadi sasaran olok-olokan orang > > Yahudi yang sering men-test kenabiannya dengan mengajukan pertanyaan > > tentang apa/siapa roh-roh itu sesungguhnya. Dan mereka  mendapati dia > tidak bisa menjawabnya, sehingga Allah perlu membantunya bukan dengan > penjelasan, tetapi dengan kontra-penjelasan terhadap roh, melalui âwahyu > praktisâ bagi Muhammad yang setiap orang yang kepepet juga bisa > mendalilkannya: > > > > > > âDan mereka > > bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan > > Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Surat > > 17:85). > > Andaikata Muhammad > > bisa membaca Alkitab, Ia tidak akan bingung dan menghindar, melainkan > > akan dicerahkan dengan wahyu yang paling pertama ditulis tentang > > kejadian alam semesta. Yaitu ketika jagad raya masih kosong belum ada > > ciptaan apapun, maka Roh Allah telah hadir dengan FirmanNya (Kejadian > > 1:1-3), menandai bahwa Roh Allah berlainan dengan roh ciptaan lainnya. > > Dan ini dipahami oleh semua nabi-nabi dan semua orang Yahudi yang > > menguji Muhammad. Itu sebabnya Yesus juga telah mengatakan: âAllah itu > Roh > > > dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan > > kebenaran" (Yohanes 4:24). Ayat yang otentik ini terkorup dan > > dikosongkan dari Quran, sehingga tidak ada referensi apapun bagi Muslim > > untuk memahaminya secara benar, kecuali berspekulasi bahwa semua jenis > > Ruh itu hanyalah mahkluk ciptaan. Padahal Roh-Nya Allah sendiri itulah > > Roh Kudus (Rohulqudus, Roh Kebenaran) yang ada dalam diri Elohim sendiri > > bersama dengan Kalimat (Firman)-Nya. Alkitab dengan jelas menyampaikan > > bahwa Roh-Nya keluar dari dirinya Elohim sendiri (Yohanes > > 15:26), dan Ia samasekali bukan asessoris-ruh, Jibril dll ruh-ciptaan > > yang diluar diri Tuhan (Camkan bahwa ini sama pula dengan âKalimatNyaâ > > > yang melekat dalam diri Elohim, re. Yohanes 8:42, dan 1:1). > > > > Agar jelas > > pembedaan Jibril dengan Roh Kudus, maka Yesus telah dengan sengaja > > menempatkan Roh Kudus sebagai pusat keberadaan kekudusan Tuhan yang > > sakral yang tidak boleh dihujat sebagaimana layaknya orang menghujat > > malaikat. Sebab Ruh yang satu ini khusus dating untuk menolong menerangi > > hati kita dengan menanamkan kebenaranNya yang menghidupkan: > > âSebab itu Aku > > berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi > > hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuniâ (Matius 12:31). > > > Hanya dengan peran Roh Kudus dari > > Elohim inilah Anda dapat memperoleh kehidupan yang kekal, sehingga Yesus > > berkata bahwa tak ada orang yang dapat masuk kesorga tanpa kelahiran > > baru dalam Roh-Nya. > > Percayalah, Surat 4:171 tidak akan > > bisa dipahami oleh ulama Islam manapun bila berangkat dengan asumsi roh > > ciptaan, kecuali akan berakhir pada surat penghentian pencaharian > > tentang roh dalam Surat 17:85! Tetapi Roh Allah dengan iringan > > KalimatNya yang disampaikan kedalam rahim Maryam itulah yang menjadikan > > Isa-Al-Masih itu tampil sebagai model hidup sempurna ditengah-tengah > > manusia berdosa, dan ia selalu berwahyu! Sebaliknya Quran mengatakan > > bahwa semua manusia termasuk Adam, berasal dari dunia, dari debu tanah, > > dan tidak lahir dari Roh Allah, melainkan tercipta dari zat-zat dunia > > dengan formasi yang paling sulit dipahami. Sebab Muhammad menegas-kan > > bahwa formasi kejadian manusia berasal dari saripati dari tanah, lalu > menjadi air mani, menjadi segumpal daging, menjadi tulang belulang, lalu > dibungkus dengan daging, lalu menjadi mahkluk yang berbentuk lain, kemudian > sesudah itu > > manusia akan menemui ajalnya (lihat Surat 23:12-15). Selama 14 abad dan > > seterusnya, agaknya tak akan ada sarjana medis & biologi Islam yang > > berani mengadopsi dan mengajarkan formasi kejadian manusia seperti apa > > yang sudah dipahami Muhammad dari sorga. > > HANYA ISA YANG MAMPU BERFIRMAN LANGSUNG SEJAK DARI BAYI (Surat 19:29-34), > BUKAN SEJAK MEMULAI KERASULANNYA. > > Muslim membaca di Quran dan mungkin > > mengagumi bahwa Isa Almasih sudah bisa berbicara sejak dalam buaian. Itu > > saja. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa itu berarti dia sudah menjadi > > Nabi, berwahyu, dan terutus sejak hadir dibumi! (ayat 30). Dan > > ajaibnya, ia tidak membutuhkan malaikat Jibril untuk pewahyuan. Ia > > sendiri adalah inkarnasi dari Kalimat Allah dan Roh daripada-Nya. Setiap > > kata yang diucapkan Isa disembarang waktu adalah wahyu dari > > perintah-perintah dan janji-janji Allah. Isa bukan nabi yang pada satu > > ketika berkata-kata dalam pewahyuan tetapi pada ketika yang lain > > berkata-kata secara non-wahyu, seperti nabi selainnya. > > Karena selalu wahyu, maka > > Isa selalu BENAR, dalam segala perkataanNya maupun perbuatanNya, > > disetiap ruang dan waktu. Sebaliknya Muhammad dan lain-lain nabi yang > > adalah manusia yang terbatas, akan sesekali terjebak dalam kekeliruan, > > kelemahan dan dosa. Perhatikan bahwa ada rujukan unik Putra Maryam ini > dalam Quran Surat 19:34, yaitu sebagai âKebenaranâ (al-Haqq) dimana dalam > gelar ini terlihat dengan jelas âdiri Allah sendiriâ , karena gelar > al-Haqq memang dimunculkan beberapa kali dalam Quran sebagai atribut dan > nama Allah. > > > Dan jikalau sumber Al-Masih > > adalah âkebenaranâ , maka Ia sendiri adalah âKebenaranâ itu, karena > > > hanya Kebenaran yang dapat keluar dari âKebenaranâ . Barangsiapa yang > > melihat kepada Al-Masih ia dapat melihat Kalimat Allah yang hidup dan > > selalu berfirman dalam kebenaran-Nya, walau dalam wujud insani. > > SETELAH > > MUSA, HANYA ISA YANG KELAHIRANNYA DIDAHULUI SESAAT OLEH SEORANG NABI > > LAINNYA, YAITU YAHYA, YANG KHUSUS DIUTUS UNTUK MEMBENARKAN ISA SEBAGAI > > KALIMAT ALLAH (Surat 3:39) > > Mungkin sekilas teman Muslim tidak > > heran dengan kesaksian Yahya yang satu ini. Namun kesaksian ini sangat > > dramatis karena Yahya sebagai Nabi seangkatannya Isa telah membenarkan > > Isa secara langsung pada ruang dan waktu yang sama, tidak lewat nubuatan > > nabi yang jauh jarak fisiknya dan jamannya! Hal ini sampai diperlukan > > Tuhan demi memperteguh kesaksian Yahya agar > > tidak disalah-pahami atau diplesetkan alamatnya kepada nabi-nabi lain > > yang bukan sosoknya! Sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa kehadiran > > dua nabi besar yang saling berdampingan dalam satu kurun waktu, adalah > > TANDA yang teramat penting dari Allah bagi manusia. Dan ini hanya > > terjadi pada Musa (didampingi Harun), dan Isa (didampingi Yahya). > > Seorang Harun yang âmencorongkanâ > > suara seorang Musa; begitu pula seorang Yahya yang âmenterompetkanâ > > kedatangan seorang Isa, merupakan catatan sejarah kenabian yang tiada > > dua, yang mengajarkan kepada kita untuk melihat secara mendalam bahwa > > Nabi-nabi besar Musa dan Isa yang dipercayakan untuk âmembawaâ Taurat > > dan Injil, haruslah dipersaksikan dengan kencang > > oleh sesama Nabi seangkatannya secara langsung, muka dengan muka. Tidak > > cukup bila ia klaim kenabiannya sendirian. Dan Yahya bersaksi dimuka > > umum, membenarkan Isa sebagai Kalimat dari Allah (Surat 3:39). > > KEBERADAAN ISA DINYATAKAN SUCI OLEH MALAIKAT (Surat 19:19) > > Dialah satu-satunya nabi yang dinyatakan suci Murni (zakiy), tanpa cela > dosa (faultless) dan tidak berbuat dosa (sinless) walau hanya kekeliruan > kecil sekalipun. > > Apabila kita menyelidiki Quran dan > > kata-kata Muhammad, kita tidak akan menemukan adanya ayat dan tanda yang > > menyatakan Isa berdusta, berzina, merampok harta, budak atau istri > > orang, atau berbuat dosa apapun sehingga perlu minta pengampunan Allah. > > Dan ini sungguh berbeda dengan nabi-nabi lainnya. Muhammad harus angkat > > topi kepada kekudusan Isa yang selalu disertai dengan RuhKudus. Muhammad > > sadar akan dirinya yang tak luput dari dosa dan berkata: âSetiap anak > > Adam yang baru lahir disentuh oleh setan⦠kecuali Maryam dan anaknyaâ > > (Shahih Bukhari 1493). Ia tahu dirinya pernah disentuh setan, dan ia > > orang berdosa (Surat 47:19 dll), sehingga harus minta ampunan Allah > > dengan lirih: âDemi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada > Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kaliâ (Shahih Bukhari 1732). > > > Banyak orang --Muslim non-Muslim--bertanya-tanya, dosa apakah yang > dilakukan Muhammad sebegitu intense-nya sehingga > > praktis setiap 15 menit dari waktu-sadarnya (bukan waktu tidur) > > Muhammad harus minta ampun dan bertobat? DAN kenapa sesudah seharian > > âbertobat 70 kaliâ , ia tidak tobat-tobatnya mengulangi siklus > > âberdosaâ"bertobat-berdosaâ hari kehari? Apakah dia tidak maksum > (terjaga > > > dalam kekudusan) sehingga harus jatuh bangun dalam gelimang dosa sampai > > kepada detik terakhir hayatnya, ketika mana ia juga masih harus berdoa: > > âWahai Tuhan! Ampunilah saya!â (Bukhari 1573). Suatu guilty feeling > yang paling tragis yang pernah dicatat dalam sejarah. > > > KEPADA ISA-LAH ALLAH BERSABDA LANGSUNG (Surat 3:55, 5:110), BUKAN VIA > JIBRIL ATAU DALAM MIMPI. > > Pembacaan pada Quran jelas > > mengungkapkan bahwa SEMUA nabi-nabi Israel tidak membutuhkan Jibril > > untuk mendapatkan wahyu Tuhan. Malaikat Gabriel hanya dikirim untuk > > ditampilkan dalam urusan-urusan ad-hoc dan seketika, bukan yang > > terus membisikkan pewahyuan sepanjang kenabian (lalu kadang-kadang tak > > muncul menjadikannya bolak-balik tidak efisien). Para nabi Israel > > mendapatkannya dari Tuhan yang berbicara sendiri. Bahkan ada dua Nabi > > yang diakui Muhammad kepada siapa Allah bersabda langsung, yaitu Musa > > (Surat 4:164) dan Isa (didunia Surat 3:48 dll, dan diakhirat Surat > > 5:116). Muhammad sendiri tidak tercatat sebagai nabi yang berbicara > > dengan Allah kecuali lewat Jibril saja. Ini menjadikan Quran hanya > > sebentuk hasil dikte-an satu arah. Tak ada pertanyaan apapun yang dapat > > diajukan Muhammad kepada Allah. Sebaliknya Nabi-nabi Israel semuanya > > bisa bertanya dan bercakap dengan Tuhan dan sebaliknya, sehingga > > interaktif dan memuaskan pemahaman hambaNya. Sulit untuk Muslim > > menjawab, kenapa Allah menampilkan diri dan bisa saling berdialog hanya > kepada > > > pembawa Taurat dan Injil, dan tidak kepada pembawa Quran. Diskriminasi > > Allah? Atau memang lain ke-allah-an yang disembahnya? > > NAMA ISA DENGAN GELAR ALMASIH DIBERIKAN OLEH ALLAH LEWAT MALAIKAT (Surat > 3:45) BUKAN OLEH ORANG TUA ATAU KAKEKNYA. > > âMuhammadâ adalah nama dunia, yang > > diberikan oleh sang kakek, dan dipakai dengan nyaman oleh Muhammad > > seterusnya. Tetapi Muslim tidak satupun bertanya, kenapa sang Nabi tidak > > memilih memakai nama atau gelar surgawinya sebegitu ia mulai > > dianugerahkan oleh Allah SWT? Kenapa Muhammad tidak meniru Abraham yang > > menghargai pemberian Tuhan dan langsung menggantikan nama duniawinya > > (Abram) menjadi Abraham? (Kejadian 17:5). Bukankah kepada Muhammad telah > > Allah berikan nama âAhmadâ melalui pewahyuan Quran Surat 61:6? > > > Sebaliknya dengan nama Isa, Muhammad > > sigap menggantikan namanya! Walau nama ini tidak pernah dikenal oleh > > Nasrani manapun 600 tahun sebelum Muhammad, tetapi Muhammad bersikukuh > > menggantikan nama âYesusâ (nama yang disampai-kan malaikat Tuhan) > > menjadi ISA, suatu nama-asing yang tak tercarikan apa maknanya, > > sekalipun oleh Muhammad. Padahal Yesus adalah nama ilahiah > > yang berarti âYahweh menyelamat-kanâ . Kenapa Muhammad bermain atas > nama > > > Isa sementara tidak menyentuh nama Ahmad-nya sendiri? Kembali Muslim > > kelu dan tidak bertanya apapun tentang perlakuan Muhammad yang kurang > > pantas terhadap Yesus. Masalahnya adalah: Atas otoritas siapakah maka > > Muhammad berwenang menggantikan nama ilahiah > > Yesus yang disampaikan berkali-kali oleh malaikat Gabriel, dan yang > > disebut sebagai âNama diatas segala namaâ (Filipi 2:9); nama yang > sudah > > dipanggil-panggil oleh jutaan manusia (Kristen maupun non Kristen) 600 > > tahun sebelumnya, dan yang sudah DIABSAHKAN SEJARAH dalam palang yang > > tertulis diatas kayu salib: > > âDan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, > bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." > > Banyak orang Yahudi (para saksi) yang membaca tulisan itu, sebab tempat > di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis > dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunaniâ (Yohanes 19:19-20). > > > Bukalah nalar lebar-lebar dan > > bertanyalah secara obyektif dari kacamata surga: nama manakah yang lebih > > superior, Yesus atau Muhammad atau Ahmad? Sekalipun begitu jelas, namun > > Muslim tetap beranggapan bahwa perlakuan Muhammad yang mencoreng nama > > Yesus itu wajar-wajar saja, sementara corengan gambar karikatur yang > dikenakan kepada Muhammad dianggap hujatan selangit! > > Selanjutnya, Isa juga disebut âAlmasihâ (Mesias, > > > sosok yang diurapi Allah) sebanyak 11 kali didalam Quran untuk > > dikhususkan kepada Dia seorang, tidak kepada nabi manapun lainnya! Suatu > > gelar yang lagi-lagi tidak pernah menggoda hati orang-orang Muslim > > untuk sesaat menyelidiki kenapa Muhammad kembali âmengosongkanâ makna > > dari gelar yang begitu serius itu, walau diulang-ulangnya sampai 11x > > dalam Quran tanpa penjelasan? > > Tetapi Yesus sendiri telah > > memperkenalkan diriNya sebagai âYang Diurapiâ ketika Ia membaca dalam > > rumah ibadat di Nazaret. Ia menjelaskan apa makna sejati dari gelar yang > > Nabi Yahya dan lain-lain nabi tak akan berani menyandangnya, yaitu > > âRoh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia > > telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan Kabar Baik ⦠memberitakan > > pembebasan ⦠(memberi) penglihatan ⦠memberitahukan Tahun Rahmat > Tuhan > > telah datangâ ! (Lukas 4:18,19). > > Jadi Al-Masih yang diurapi Allah adalah sosok yang menjadi âSpiritual > Kingâ , > > > yang memberi maklumat Rahmat Pembebasan/ Juru Selamat/Juru Syafaat bagi > > orang seisi dunia. Betapa mencengangkan yang tidak ditelusuri Muslim > > ini! > > HANYA ISA SATU-SATUNYA YANG DIPERKUAT OLEH ROHULQUDUS (Surat 2:87 dan > 253) > > Ini hebat, tetapi kurang dipeduli atau > > > disadari Muslim. Padahal dari sudut pandangan Islam sendiri, Isa tidak > > cukup dilahirkan dari Roh Allah saja, namun juga selalu âdiperkuat > lagiâ > > oleh Rohulqudus! Suatu pengertian kerohanian âtingkat tinggiâ > (surgawi) > > > yang tidak tercernakan, namun kembali tidak diambil banyak pusing oleh > > Muslim. Kenapa? Sebagian karena tidak tahu apa itu Rohulqudus persisnya, > > sebagian lainnya karena tidak mau melihat sosok Isa yang terlalu super > > melebihi Muhammad. Namun apapun sikap dan pemahaman Muslim, Quran > > jugalah yang menempatkan Isa-Al-Masih sebagai satu-satunya sosok yang > > mendapatkan penyertaan yang melekat dari Rohulqudus, tidak Muhammad atau > lainnya. Ini yang menjadikan âkonten-esensi-Isaâ berbeda dengan para nabi > selainnya, yang menjadikannya paling berkekuasaan di dunia dan alam akhirat. > > > Sedih tapi benar bahwa Muslim dan para ulamanya telah dibingungkan > selamanya > > (lihat Surat 18:75) tentang siapa sosoknya Rohulqudus yang satu ini. > > Apa ia âRoh Allahâ dalam artian ruh ciptaan yang lain lagi? Atau > Jibril > > yang mewahyu? (padahal Isa sebagai Kalimat Allah tidak membutuhkan agen > > pewahyuan antara). Apakah ia ruh yang berasal dari hembusan nafas Allah? > > Atau malah nafasnya Jibril? Atau jangan-jangan ia Roh Allah sendiri (The > Spirit of God) yang bersama-sama dengan Kalimat Allah yang masuk kerahim > Maryam seperti yang tertulis dalam Quran Surat 4:171? > > Sebagian Sarjana Muslim (al. Ibnu > > Arabi) menafsirkan Roh ini bahwa Allah menyertakan kepada Isa satu Roh > > yang berkuasa meniupkan kehidupan kepada benda mati. Sehingga hanya Isa > > saja yang berkuasa untuk memberi hidup. Ini berarti Isa juga memberi > > kehidupan kepada manusia, itu sebabnya Isa didunia berkuasa menghidupkan > > orang mati, dan kelak dihari kiamat bersamaan dengan tiupan terompet > > nafiri dari malaikat akan membangkitkan orang-orang mati untuk diadili > > (awas bukan terompet yang membangkitkan, melainkan otoritas Isa > > Al-Masih!). > > HANYA ISA YANG DIPERLENGKAPI DENGAN > > KUASA MUJIZAT KESEMBUHAN YANG DAHSYAT, TERMASUK MENGHIDUPKAN ORANG MATI > > (Surat 3:49, 5:110), SUATU KUASA YANG HANYA DIPUNYAI ALLAH (Surat > > 46:33). > > Sebutkan, dan tak ada penyakit yang > > tidak bisa disembuhkan Yesus! Penyakit-penyakit yang ada bukan sembarang > > penyakit, melainkan antara lain sopak (kusta) yang pada zamannya > > merupakan penyakit yang paling aib, berbahaya, dan mengerikan, karena > > sangat menular dan tidak ada obatnya. Penyakit lain seperti kelumpuhan, > > bisu, tuli, dan bahkan buta secara genetik dari dalam rahim ibunya, > > hingga kepada sejumlah kematian. Ini diluar jangkauan pengobatan > > manusia. Dan kematian yang dihidupkan-Nya kembali juga bukan sembarang > > kematian, melainkan termasuk mayat yang sudah jadi bangkai didalam > > kuburan! > > Sekalipun > > Quran sepertinya menyebutkan mujizat Isa dengan hormat, namun tidak > > banyak Muslim sadar bahwa penyebutan dalam pewahyuan itu jauh dari > > layak. Muhammad kembali disini memperlihatkan ketidak-etis-annya > > sekaligus ceroboh. Banyak ahli menyesalkan karena Jibril dan Muhammad > > telah mereduksikan kehebatan mujizat Isa dengan mengosongkan SAMASEKALI > llatar belakang kejadiannya. Mereka bukan hanya mengkortingkan ratusan > > mujizat dan 30-an jenis mujizat Isa menjadi hanya sepuluh (Surat 3:49; > > 5:110, misalnya tidak termasuk mujizat usir setan, air jadi anggur, > > berjalan diatas air, menghentikan badai dan gelombang dll), namun juga > > tidak ada satupun mujizat Isa dijelaskan Muhammad dalam konteks subyek > > dan obyek, setting kejadian, dan latar belakang faktualnya, khususnya > Firman Yesus telah dihilangkan dari pretext-nya. > > Firman > > Allah yang interaktif antara Yesus dengan sipenderita yang menyangkut > > kelayakan iman untuk mendapatkan mujizat-Nya, serta kata-kata penting > > Yesus untuk kehidupan baru dari seorang yang disembuhkan itu, justru > > dikosongkan (dikorup) dari Quran! Padahal itu adalah satu-satunya > > keterangan yang paling berharga untuk membawa pemahaman mendalam > > terhadap maksud dan tujuan Yesus dalam bermujizat adikodrati!  > > Dengan menyensor kejadian detail dan background mujizat, maka Muhammad > hanya menyodorkan semacam âlist daftar mujizatâ yang tidak memberi > kesempatan bagi Muslim untuk menyidik apa sebab dan hakekat Isa berkenan > melakukan setiap mujizatNya yang menggentarkan itu. Dan apa dampak dan > perubahan > > > iman yang terjadi pada diri sang-obyek, dan apa pesan Yesus khusus > > kepada sang-obyek, sekaligus untuk pembelajaran bagi para saksi mata. > > Semuanya telah dikosongkan Muhammad, sehingga Muslim dibutakan lebih > > jauh tentang kesosokan Al-Masih yang sesungguhnya. Mujizat Isa hanya > > ditempatkan sebagai sebentuk ringkasan maklumat tentang judulnya magic > show yang menarik tanpa pesan-pesan ilahi! > > Sebagai tambahan dari penyunatan teks atas background dan kejadiannya, > Jibril dan Muhammad masih mencoba menyunat kuasa > > mujizat Isa, seolah-olah itu terjadi hanya karena IZIN ALLAH semata > > (Surat 5:110). Padahal semua detail kejadiannya (yang disembunyikan > > Quran) tidak satupun memperlihatkan unsur âizin Allahâ yang perlu > > dimintakan oleh Al-Masih, melainkan Ia sendirilah yang menggulirkan > > kuasa mujizat dari diriNya sendiri! Lihat betapa Yesus menampik sempalan > > Quran tentang izin-izinan tsb, dengan hanya berkata: Aku mau, Jadilah! > > âMaka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud > menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan > aku." > > > Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku > mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada > kustanya (Matius 8:2-3). > > HANYA ISA YANG MEMPUNYAI KAPASITAS UNTUK MENCIPTA MAHKLUK HIDUP DARI > BENDA MATI (Surat 3:49). > > Tidak ada sosok lain yang mungkin > > memiliki kapasitas ini, sebab seluruh manusia dari segala abad percaya > > bahwa otoritas begini hanya ada pada Allah. Dan Muhammadpun sama mengakui > hal > > ini sebagai kebenaran-besi (Surat 22:73; 32:9). Tetapi anehnya, > > Muhammad juga mengakui bahwa Isa berkuasa pula meniupkan nafas yang > > menghidupkan burung, yang berarti berdaya-cipta. Ini semata berasal dari > > âKalimat Allahâ yang memiliki Creating Word yang berdaya cipta > > âJADILAH!â maka terjadilah. Per definisi, siapapun yang mempunyainya, > > Dia-lah yang disebut Tuhan, sang Pencipta! > > Alkitab tidak berkisah tentang > > burung-burungan yang dihidupkan. Itu tidak mempunyai nilai pelayanan > > kepada kemanusiaan melainkan lebih merupakan suatu magic show > > bagi egonya. Tetapi kuasa menghidupkan diatas kodrat kematian telah > > dinyatakan Yesus dengan membangkitkan orang mati dan diriNya sendiri. > > Kuasa atas kodrat-alam juga dinyatakan Yesus ketika hendak menyelamatkan > > murid-muridNya dengan menghardik badai dan gelombang danau yang > > bergelora sehingga terdiam seketika. Murid-murid terperangah dan > > bertanya sendiri-sendiri: âSiapakah gerangan orang ini, sehingga angin > > dan danaupun taat kepadaNya?â > > Jadi adakah sosok dunia yang lebih > > superior daripada Al-Masih Putra Maryam? Adakah satu manusia yang berani > > mengklaim diri mahakuasa? Tetapi Yesus berkata: "Aku adalah Alfa dan > Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, > Yang Mahakuasa" (Wahyu 1:8). > > Dan Injil kembali menegaskan apa yang dikaburkan Quran: > > âSegala sesuatu dijadikan oleh Dia > > (sang Firman) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari > > segala yang telah dijadikanâ (Yohanes 1:3). > > > HANYA ISA YANG DIAKUI MENGETAHUI > > HAL-HAL GAIB: APA YANG DIMAKAN MANUSIA DAN APA YANG DISIMPAN DIRUMAH Ini > > dikatakan lurus oleh Muhammad, tanpa usah penafsiran apapun dalam Surat > > 3:49b. Muhammad bahkan meneruskan pengetahuan adikodrati Isa itu sampai > > kepada pengetahuan tentang hari H nya kiamat (Surat 43:61), yang dia > > sendiri juga tidak mengetahuinya. Hal-hal yang gaib hanya kepunyaan > > Allah semata, karena "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang > mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah" (Surat 27:65, juga 5:109, > > 10:20). Seiring dengan itu, Injil juga menegaskan bahwa itulah > > kepunyaan Yesus: â⦠sebab Ia (Yesus) tahu apa yang ada didalam hati > > manusiaâ (Yohanes 2:25). Dan Murid-muridNya mengakui dihadapanNya: > > âSekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatuâ¦â > > (Yohanes16:30). > > Seperti telah dikatakan diatas, bila > > anda percaya kepada seorang super-hero seperti Muhammad, namun ketika > > super hero ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat > > daripada-nyaâ"yaitu yang bernama Isa Almasihâ"maka Anda harus berani > > mengambil sikap, bukan masa bodoh. Murid-murid Nabi Yahya juga mengambil > > sikap tatkala Yahya mengakui bahwa dia bukan Mesias dan sekalian > > bersaksi: âDia yang datang kemudian daripadaku, Membuka tali > kasutnyapun > > aku tidak layakâ ⦠Maka berturut-turut murid Yahya meninggalkan > dirinya > > (yang notabene Nabi besar!) dan menjadi pengikut Yesus (Yohanes 1:35 > > ff). > > Kini Muhammad berbuat hal yang sama. Ia berkata: > > âAku (Muhammad) tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah > ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib â¦â (Surat 6:50a, > juga 7:188). > > > Muhammad berkata benar, sama seperti Yahya yang mengakui dirinya kalah > superior terhadap Isa Al-Masih, maka kini apa yang harus Anda lakukan? > Berbuat hal yang sama seperti pengikut-pengikut Yahya? Anda harus mengambil > sikap! > > Mungkin Anda akan bertanya sendiri: > > Kenapa Muhammad mengakui superioritas Yesus atas dirinya? Karena rendah > > hati? Lebih tepatnya: karena terpaksa harus merendah jikalau berhadapan > > dengan Yesus! KebesaranNya difaktakan dalam Alkitab dan direferensikan > > oleh Quran sebagai wahyu, implisit maupun explicit! Tetapi > > pengikut-pengikut Muhammad dikemudian hari mencoba menyodorkan aHadis > > Nabi yang dikisahkan dari rantaian mulut kemulut, sehingga kisah > > pengakuan inferioritas Muhammadpun menjadi terkabur, malah berubah > > menjadi âkeunggulanâ bagi Muhammad diatas Yesus! Muhammad yang dalam > > Al-Quran mengakui dirinya tidak berkuasa mujizat (Surat 17:59, 10:20, > > 29:50 dll), tiba-tiba muncul di Hadis dengan kisah kisah Muhammad yang > > penuh dengan mujizat-mujizat yang menirukan mujizat Yesus. > > Karena begitu banyaknya plintiran > > Islamik, maka semuanya perlu dikritisi secara cermat dan wajar. Tak ada > > orang yang mau didustai. Akhirnya kita akan menyadari juga bahwa > > Muhammad lahir dan mati persis seperti Anda > > dan saya. Sejarahnya saja yang membuat setiap orang berbeda dengan > > selainnya, namun ia tetap manusia terbatas, berdosa, tanpa mujizat, > > tanpa nubuat atau perangkat adikodrati-ilahi manapun! Taqiyya > (dusta-halal > > agama), slogan dan retorika yang banyak diteriakkan berulang-ulang oleh > > dunia lama-lama memang bisa membuat sesuatu yang aspal (asli tapi > > palsu) diterima sebagai âkebenaran-rasionalâ ! Awasilah. > > > HANYA ISA YANG MAMPU MENURUNKAN MAKANAN/ HIDANGAN DARI LANGIT (Surat > 5:114) > > Ini bukan hidangan biasa melainkan > > hidangan Firdaus tak ada dua⦠Padahal Quran berkata hanya dari > > Allah-sajalah semua makanan dan minuman itu diperoleh manusia (Surat > > 26:79). Bandingkan dengan Yesus yang memberi makan 5000 orang (dalam > > Injil) dan Musa yang melaluinya Allah menurunkan roti manna dari sorga > > (dalam Taurat). Semestinya Muhammad kebagian mujizat untuk sedikitnya > > dapat mensejajarkan dirinya dalam poros kenabian besar. Tetapi makanan > > langit ini bukan sekedar makanan bagi yang lapar perutnya, melainkan > > symbol tentang pemeliharaan Tuhan yang MEMBERI HIDUP. Maka Ilah-ilah > > yang tidak memberi hidup harus dibedakan dengan cara yang paling > > dimengerti oleh anak-anak manusia, yaitu tidak memberi âmakanan > langitâ . > > > Dan Ilah-ilah memang tidak memiliki makanan dari Sang Hidup. > > Maka Muslim perlu menyidik dan > > bertanya kritis, kenapa selama 40 tahun Musa memimpin bangsanya dipadang > > belantara namun tidak usah melakukan perang demi menjarah harta musuh > > agar bisa bertahan hidup? Sementara Muhammad sejak hijrah ke Medina > > tidak bisa bertahan, kecuali harus mencari akal dan dalil-dalil agama > untuk menyerang dan berperang demi dapat merampok dan menjarah > > caravan kafilah dan harta para Quraysi dan Yahudi bagi survival para > > pengikutnya. Jangan cepat-cepat menuduh ini âfitnah orientalisâ . Saya > > > bukan orientalis dan bukan mengarang sejarah, tetapi petobat yang > > menunjuk dan melaporkan sejarah peperangan Muhammad dari sumber-sumber > > Islam sendiri. [NB.Lihat Hadis-hadis shahih, Sirat, dll termasuk Sejarah > > Hidup Muhammad oleh Imam Muhammad bin Abd Al-Wahab. Tampak betapa > > Muhammad berdalih terhadap kecaman masyarakat luas yang menggemparkan > > atas perang yang dilancarkannya secara dadakan-licik pada bulan suci > > (yang tradisinya mengharamkan perang). Ia yang tidak taat akan > > bulan-bulan haram (bulan suci tanpa perang) justru mendalilkan Allah > > sebagai sumber pencetus perang! (lihat Surat 2:217)]. > > HANYA > > ISA YANG DIBERI GELAR KEBESARAN YANG SUPERLATIF, YAITU SOSOK YANG > > TERKEMUKA BAIK DIDUNIA MAUPUN DI AlAM AKHIRAT (Surat 3:45) > > Banyak penulis Islam enggan mengupas > > ayat ini secara semestinya, lalu memperlakukan kekuasaan Isa di sini > > hanya simbolis saja. Tampaknya ayatnya beresiko dan sensitive karena > > berpotensi mengancam posisi Muhammad. Tetapi inilah penunjukkan Allah > > yang secara partikular dikenakan hanya kepada Isa Al-Masih, bukan kepada > > para muqarrabin secara general. Yaitu sebuah gelar Rajawi dengan > kekuasaan rohani yang paling besar, mengatasi ruang dan waktu. > > Mengatasi ruang, karena paling terkemuka baik di bumi, di Firdaus, di > Sorga atau di alam akhirat semua. > > Dan mengatasi waktu, > > karena paling terkemuka sekarang dibumi ini maupun kelak diakhirat. > > Jadi penafsiran yang benar seharusnya mencakupkan kekuasaan Isa itu > > sebagai kekuasaan kosmik domain semesta, termasuk seluruh waktu yang > > ada, persis seperti yang disebutkan dalam Injil, > > "Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan > > segala kuasa di sorga dan di bumiâ , dan â Aku adalah Alfa dan Omega, > > Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, > > Yang Mahakuasa" (Matius 28:18, Wahyu 1:8). > > Itu sebabnya seluruh manusia harus berurusan dengan Isa, saat dulu, kini > dan nanti, sebab Ia sedang ada diantara kita, dan kelak akan datang kembali > ke dunia untuk penghakiman akhir. > > ISA > > SATU-SATUNYA DINYATAKAN SEBAGAI PEMBUAT HUKUM (LEGISLATIF), BUKAN > > PELAKSANA HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN. DIA MENGUBAH HUKUM-HUKUM > > TAURAT DENGAN CARA MENGHALALKAN DARI APA-APA YANG DIHARAMKAN UNTUK > > MANUSIA (Surat 3:50) > > Ini ayat dahsyat! Ini betul-betul > > disebutkan oleh Quran secara lurus dan bukan oleh tafsiran dan > > plintiran-plintiran lidah dari kaum penyesat. Siapa yang sanggup > > mengubah hukum Tuhan? Nabi mana yang berani mengklaim âporsi-nya > Allahâ > > yang paling vital? Apa Muhammad main-main dan tidak bertanggung jawab > > atas apa yang dilontarkannya yang langsung bersinggungan dengan mandat > > dan hukum Allah? Bila Muhammad serius atas ayat ini, maka seluruh Muslim > > harus berani mengakui bahwa sekali Isa turut menetapkan hukum-nya > > Tuhan, maka hukum dan Kabar-Baik Injil-Nya pasti ditetapkannya TERJAGA, > > alias mustahil InjilNya hilang terpalsu! Itu sebabnya Yesus bersabda > > sesuatu yang paling mengguncang kalbu: > > âLangit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu > (Lukas 21:33). > > > Muhammad hanya mentok menyatakan > > dirinya sebagai pemberi peringatan (tentang hukum-hukum Tuhan). Tetapi > > Isa yang adalah Kalimat Allah adalah pula penetap hukum, sehingga kelak > > dihari kiamat Ia pula yang ditetapkan sebagai Hakim Yang Adil. Itu > > sebabnya pada bagian akhir dari ayat ini Muhammad harus menyaksikan > > bahwa Isa menyerukan dua perintah hukum, bukan satu, yaitu âbertakwalah > > > kepada Allahâ , DAN âtaatlah kepadakuâ (Isa). > > > ISA MAMPU MENTRANFORMASI/MENGUBAH HATI PENGIKUT-PENGIKUTNYA MENJADI > MANUSIA BARU (Surat 3:55, 5:82). > > Oleh ajaran firman dan kuasa Isa Almasih, para pengikut Isa Al-Masih > dimampukan untuk merubah ahlak kafir menjadi: > > 1. Orang-orang yang diatas orang-orang kafir hingga kiamat. > > 2. Orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang > beriman. > > 3. Orang-orang yang tidak sombong, rasa santun dan kasih sayang. > > > Ujud kasih mampu ditanamkan Isa ke > > dalam hati pengikut-pengikutNya sehingga berdaya, betul-betul berdaya > > mengubah akhlak dan perilaku hidup mereka ditengah hingar-bingar > > korupsi, nafsu kuasa, kesombongan, dusta, fitnah, kekerasan dan > > kebencian manusia terhadap sesamanya. > > ISA SENDIRI (BERSAMA IBUNYA) ADALAH TANDA (AYAT) YANG BESAR BAGI SEMESTA > ALAM (Surat 19:21, 21:91, 23:50) > > Muhammad berasal dari tanah dan > > kembali ketanah. Juga ibunya dan bapanya. Tetapi Isa lahir tanpa > > pembuahan benih manusia dan tanpa saripati debu dan tanah.  Ia > > > adalah inkarnasi Rohullah dan Kalimatullah, sebuah tanda semesta yang > > namun dihampa-kan Muslim dalam kehidupan berimannya. Isa-lah, yang > > sebegitu lahir tidak menangis karena luput dari sentuhan setan. Bukan > karena setan lengah menyentuhnya, melainkan takut. Berlainan dengan Muhammad > yang hanya mampu minta perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan > bisikannya yang tersembunyi (Surat 113, 114), Yesus justru menengking > > setan yang coba-coba mempengaruhi diriNya atau menguasai pengikut-Nya. > > Tak satupun manusia ditakuti setan, kecuali Yesus itulah. Ia bersabda: > > âEnyahlah engkau, hai Iblisâ . Dan terjadilah itu. Bahkan para > > pengikutNya juga âmewarisiâ kuasaNya untuk mengusir setan dan iblis. > > Karena Dialah Ayatollah sejati yang ditakuti setan. > > Sekarang mari kita mengajak teman Muslim untuk bertanya amat kritis, > âKenapa > > > Jibril dan Muhammad dalam Quran dan Hadis tidak pernah menceritakan > > kasus pertarungan Yesus dengan setan, roh jahat, dan iblis, padahal > > Muhammadpun sering berurusan dan was-was dengan setan dan jin?â > > Kasusnya banyak dan terbuka disaksikan oleh penduduk lokal. Mustahil > > Jibril atau Muhammad tidak tahu akan hal ini, dan tidak sadar bahwa > > peperangan terbesar dari seorang Nabi Tuhan adalah melawan roh setan dan > > iblis dalam segala manifestasinya.  Jikalau setan sempat ditakuti > Muhammad itu (sehingga minta perlindungan Allah atau mewaspadai ayat-ayat > setan > > > agar jangan tersisip kembali dalam Quran), maka tidakkah Muhammad dan > > Jibril berkepentingan memberitakan apa yang dihasilkan Isa ketika > > berhadapan dengan setan? Paling tidak Jibril & Muhammad dengan mudah > > dapat menambahkan satu mujizat tambahan kedalam daftar-mujizat-mujizat > > Isa (dalam Surat 3:49, 5:110) karena kasusnya tergolong mutawatir > > (tersaksi luas dan absah). > > Quran kini menjadi cacat tanpa > > mencakupkan kisah setan-setan yang terusir dari hadirat Isa-Almasih! Ada > > sesuatu yang tidak beres disini. Tampaknya ada semacam allergi/ > > kekhawatiran ruh Jibril untuk menceritakan ruh-ruh lain yang dikalahkan > > Yesus. Ini bukan pendapat penulis, melainkan pengungkapan Yesus sendiri > > kepada kita, bahwa Beelzebul (penghulu setan) tidak akan melawan > > dirinya atau memecahkan kerajaannya sendiri: > > âJikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, > bagaimana kerajaannya dapat bertahan? â (Lukas 11:18). > > > Jadi > > sangat penting bagi setiap umat manusia untuk menyelidiki secara cermat > > bagaimana suatu ruh meresponi ruh lainya. Sebab mereka sangat licin > > menyamar dan menggelapkan. Tuhan mengingatkan kita berkali-kali untuk > > tidak gagal menguji roh yang belum teruji. Dan sejak kapan Muhammad dan > > Muslim sudah menguji jibril? Bukankah semula (digua Hira) Muhammad-pun > > merasa bahwa ia didatangi oleh ruh jahat yang menteror dengan mencekik > > dirinya (sebelum dikalem-kan oleh Khadijah)? Datang menteror tanpa > > memperkenalkan diri, dan pergi tanpa pamit, itukah kultur dari malaikat > > Tuhan yang sangat arif lagi mengetahui? Dan ketika Anda merasa kurang > > yakin dengan ruh ini dan ingin mengujinya, ia sudah terlebih dulu > > mencegat Anda dengan kata-kata yang didesign untuk menciutkan bahkan > > menghentikan niat Anda: "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah > kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Surat 17:85). Tetapi Injil > berkata sebaliknya untuk mendorong keterbukaan: > > âJanganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah > mereka berasal dari Tuhan; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul > dan pergi ke seluruh duniaâ (Yohanes 4:1). > > âSebab > > > orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang > > menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, > > sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal > yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan > kebenaran (2 Korintus 11:13-15). > > KEPULANGAN ISA DARI DUNIA ADALAH DIANGKAT OLEH ALLAH SENDIRI KEPADANYA > (Surat 3:55 dan 4:158). > > Kenapa Allah sendiri mengangkat diri > > Isa kepadaNya? Ya, karena Isa lahir dari Roh Allah dan KalimatNya, dan > > bukan dari saripati debu tanah yang akan kembali ke tanah. Roh Allah > > âkembaliâ (baca: melekat) kepada Allah. Ini secara sempurna melengkapi > > > keberadaan Isa dalam kerohanian yang ilahiah: (1) DILAHIRKAN sebagai > > penjelmaan âKalimat dari Allahâ ; (2) HIDUP dengan selalu diperkuat > oleh > > Rohulqudus; dan (3) BERPULANG diangkat Allah sendiri kesisiNya (Surat > > 4:158, 3:55). > > Jadi tampak jelas bahwa seluruh > > aspek kelahiran hingga kepulangan Isa tidaklah tunduk pada kodrat alam. > > Dan sekarang inipun Ia hidup dan berada disurga bersama Tuhan Elohim. > > Sedangkan Muhammad seperti nabi-nabi lainnya dalam Quran, tinggal dialam > > barzakh menunggu penghakiman Allah. > > HANYA > > ISA YANG DIJADIKAN ALLAH SEBAGAI TANDA DAN SAKSI BAGI HARI KIAMAT. ILMU > > TENTANG KIAMAT HANYA ADA PADA SISI ALLAH (Surat 4:159, 33:63, 31:34). > > TETAPI HANYA KEPADA ISA DIBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT (Surat > > 43:61) > > Hari Kebangkitan, hari > > Penghakiman, tidak terelakkan. Orang-orang Muslim amat takut menghadapi > > penghakiman ini karena tak ada kepastian Syafaat yang membela mereka. > > Namun ada banyak orang-orang bodoh yang hidup dengan masa bodoh, tidak > > mau melihat tanda-tandanya yang berpusat pada Isa Al-Masih. Padahal > > Ia-lah yang akan datang sebagai Hakim Agung. Maka tidakkah Muslim akan > > heran, kenapa Al-Masih yang akan datang kembali bersama para malaikatNya > > , dan tidak nabi lainnya? Ya, sebab Ia akan menghancurkan yang > > anti-Al-Masih dan akan memisahkan âdombaâ dengan âkambingâ (Matius > > 25:31-46). Inilah mandat Rajawi yang diberikan > > Allah kepada Isa Almasih untuk menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil > > dihari Penghakiman. Ia menjadi Juru Selamat, Syafaat bagi setiap yang > > beriman kepadaNya, tetapi mengadakan pembalasan terhadap semua orang > > yang mengingkari InjilNya (2 Tesalonika 1:7-9). > > â¦.. > > > Teman-teman Muslim, > > Maaf atas sejumlah kata-kata kami > > yang tidak Anda berkenan atasnya. Itulah yang selalu terjadi ketika > > orang tidak berkata-kata dalam jalur yang menjadikan Quran, Muhammad dan > > Islam itu superlative. Namun seluruh berita di atas adalah sebagian > > wahyu Allah SWT sendiri yang menunjukkan ke-supremasi-an jatidiri Isa > > Almasih. Ia dirujukkan tidak semata-mata sebagai sosok nabi-manusia, > > melainkan juga sosoknya ROH ALLAH & FIRMAN DARI PADANYA! Injil > > menerangkan lebih jauh bahwa âPada mulanya adlah Firman, Firman itu > > bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ⦠Firman itu > telah > > menjadi manusiaâ (Yohanes 1:1, 14). > > > Nabi Muhammad sendiri diperintahkan > > Allah untuk tidak ragu-ragu mencari Firman kebenaran Allah yang pasti > > kepada para Ahli-kitab: > > âMAKA > > > JIKA KAMU (MUHAMMAD) BERADA DALAM KERAGUAN-RAGUAN TENTANG APA YANG KAMI > > TURUNKAN KEPADAMU, MAKA TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA > > KITAB SEBELUM KAMU. SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEBENARAN KEPADAMU DARI > > TUHANMUA, SEBAB ITU JANGANLAH SEKALI-KALI KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG > > RAGU-RAGU (Surat 10:94). > > AYAT ini sungguh telah dan > > terus mendatangkan keresahan kepada banyak orang-orang Muslim dan para > > Ulama terpelajar sejak dahulu. Ditambah kini dengan ayat-ayat pengakuan > > dari Muhammad bahwa Al-Masih Putra Maryam benar lebih superior daripada > > dirinya, semuanya ini cukup untuk menggugah hati dan pikiran Muslim > > bahwa Al-Quran itu bukanlah sebuah finalitas. Pepatah Tiongkok > > mengatakan âDiatas Thai San ada Thai Sanâ (diatas gunung tinggi ada > > gunung yang lebih tinggi lagiâ ) berlaku disini. Didunia ini masih ada > > Thai San lain. Selain Quran dan Muhammad, masih ada Alkitab, dan masih > > ada Yesus yang selalu berkata benar (zakiy dan al-Haaq). Selama ini > > banyak mitos dan retorika yang terus ditiupkan oleh orang-orang yang mau > > mengecil-ngecilkan hakekat dan peran Yesus, tetapi segera tampak bahwa > > tiupan yang bersifat taqiyya itu distorted dan unfinished. > > Yang kabur, bengkok dan patah-patah tak bisa direkonsiliasikan dengan > > kebenaran yang lurus dan tuntas, kecuali diplintir-plintirkan.  Tak ada > pilihan baik, Muhammad harus dan telah mengakui Isa dan menggandengnya dalam > Quran, juga dalam Hadis. Dengan penuh rasa hormat > > > (atau penyesalan?) beliau harus mengklaim dirinya sebagai nabi yang > > âpaling dekat dengan Isa Putera Maryam di dunia dan akhiratâ > > (HS.Bukhari1501). > > > > Kini saatnya Anda perlu bersikap, dan sikap ini akan menentukan seluruh > kehidupan Anda kedepan, selamanya! Jump to top > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
