Bayangkan kalo umat Nonislam menyerang atau membakar 1 mesjid yg tidak punya izin saja, belum ribuan mesjid yg kagak ada izin, dan enak saja membangun dengan bebas.......................
Bayangkan saja pencuri Sandal di Mesjid, sama Muslim yang baru habis sholat langsung dihajar babak belur oleh jamaah tersebut yg baru saja selesai sholat???? bisa dibayangkan bukan, kalo perilaku mereka yg baru saja sholat udah ngamuk luar biasa terhadap si pencuri sandal, apalagi kalo yg BAKAR QURAN, meski yg bakar Quran udah beli dan bayar Quran yg dia beli, wong barange dewe, sekarepe dia dunk kalo mau bakar, sobek, YG PENTING itu BARANG UDAH DIBAYAR................ jangan udah MENJARAH, KAGAK BAYAR, MAIN HANCUR2in, eh malah akhirnya dipake sendiri lagi, BARANG HARAM itu namanya............................. Memang Ajaran KASIH dari Tuhan YESUS Kristus menjadi Bukti mana AJARAN yg BERASAL dari TUHAN SEJATI...................................... Yang maling Keyboard gereja saja dimaafkan, yg maling soundystem saja dimaafkan, apalagi kalo cuma maling sandal, gue yakin 200% TIDAK AKAN DIGEBUKIN sampai BABAK BELUR oleh ORANG Kristen, karena ingat ajaran KASIH dari Tuhan YESUS. Sejak Reformasi, Lebih dari 700 Gereja Diserang Perisai.net - DATA Forum Komunikasi Kristiani Jakarta menyebutkan, ada sekitar 1.200 penyerangan terhadap gereja sejak Indonesia merdeka, di mana 700-an terjadi pada era Reformasi atau setelah Soeharto terjungkal. "Di zaman Soekarno, hanya pernah terjadi dua gereja yang dibakar. Itu pun di lokasi yang dikuasai oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)," ujar Ketua Umum FKKJ Theophilus Bela kepada Sinar Harapan, Senin. Saat Soeharto mengambil alih kepemimpinan, antara tahun 1967-1969, total gereja yang mengalami penyerangan sekitar 10 buah. Namun begitu Surat Keputusan Bersama Dua Menteri tentang Pendirian Rumah Ibadah dikeluarkan tahun 1969, sejak itu intimidasi dan teror terhadap gereja meningkat tajam dan mencapai puncak menjelang masa kejatuhan Soeharto. Total gereja yang mengalami penyerangan, termasuk pembakaran, antara tahun 1969-1998 mencapai sekitar 460. Sementara itu, masuk era Reformasi hingga September 2010, jumlah penyerangan mencapai lebih dari 700. Meski antara tahun 2007-2009 mengalami penurunan jumlah serangan, pada tahun 2010 ada kecenderungan naik. Mayoritas terjadi di Jawa Barat. "Kalau dahulu, mayoritas terjadi di Jawa Timur. Untungnya kita punya sosok seperti Gur Dur saat itu," ungkap Theo. Jawa Timur sebagai basis Nahdlatul Ulama masih bisa menghargai sosok Gus Dur sebagai pemimpin mereka yang memiliki perspektif pluralis. Sementara saat ini, tren penyerangan mayoritas terjadi di Jawa Barat di mana sosok pluralis tak ada di sana. Di samping itu, dari sejarahnya, Jawa Barat juga pernah menjadi basis kekuatan DI/TII. "Perber Dua Menteri itu harus dicabut. Itu biang keroknya," ujar Theo. Desakan pencabutan Perber Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Tahun 2006 yang mengatur tentang Pendirian Rumah Ibadah tersebut juga digulirkan oleh Gerakan Peduli Pluralisme, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Kaukus Pancasila, dan berbagai kalanggan lainnya. Politikus PDIP Gayus Lumbun, dalam sebuah diskusi di Jakarta Selasa pagi, mengatakan Perber harus dicabut karena secara sah sudah menghalangi kebebasan untuk beribadah. Selain itu, Gayus mengusulkan agar dibentuk Undang-undang Kerukunan beragama. Ketua DPRD Papua Barat Jimmy Demianus Idji secara terpisah dalam dialog yang digelar di GPP di Jakarta hari ini mengatakan rakyat Papua Barat akan melakukan razia terhadap pembangunan tempat ibadah di wilayah itu jika pemerintah tak tegas menyikapi kasus HKBP Bekasi. Razia juga akan melakukan razia di daerah Minahasa. [] Sinar Harapan [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
