>10, kim <[email protected]> wrote:
>Wan,

>Dogma islam itu lebih kuat daripada komunis.

>Bayangin aja, karir udah ada dikantong, 
>dan terutama dia itu udah punya beberapa anak. 

gak salah² amat kimhook ngomong..  
selain lebih kuat daripada komunis.. bangga lagi jadi terroris
Dogma emang sesuatu yg gak boleh dipikirkan.... 
bener² absolut brutal !!

http://id.news.yahoo.com/kmps/20100924/tpl-ini-bukan-teror-ini-perintah-allah-81d2141.html

"Ini Bukan Teror, Ini Perintah Allah"

JAKARTA, KOMPAS.com - M Sofyan Tsauri adalah polisi yang memilih 
menjadi teroris. Pangkat terakhirnya brigadir sebelum dipecat pada 2009 
akibat melakukan poligami dan desersi.
 
Tak ada kekecewaan atas pilihan hidupnya itu. Sofyan yang turut 
mendirikan kamp pelatihan kemiliteran teroris di Jantho, justru merasa 
bangga menjadi  teroris. Ia memilih menjadi teroris karena ingin 
menegakkan syariat Islam di Indonesia.
 
Berikut penuturan Sofyan Tsauri alias Abu Ahyass alias Marwan di 
Pengadilan Negeri  (PN) Depok, Jawa Barat, Kamis (23/9/2010) kepada 
Tribunnews.com:
 
Saya bukan penyusup atau intel polisi. Saya adalah buah dari dakwah 
tauhid. Kalau saya susupan, saya tempatnya bukan di dalam sel.
 
Saya ditangkap bersama istri saya. Kalau mau tahu bagaimana saya ditangkap, 
tanya istri saya.
 
Saat penangkapan, suasananya sangat dramatis, ada  tembakan di 
jalan. Saya bukan susupan. Saya sangat  menyayangkan kalau ada yang 
bilang saya intel penyusup.
 
Saya sudah memberikan mereka 28 senjata api dan puluhan ribu peluru.
 Justru saya dikhianati oleh mereka. Saya menjadi kambing hitam atas 
kegagalan jihad di Aceh.
 
Jihad Aceh sudah kami rencanakan. Mungkin mereka tidak cross check 
ke sana. 
Mungkin mereka minim pengetahuannya tentang saya. Bisa dicross 
check ke Polres Depok, siapa saya.
 
Saya itu awalnya ingin menegakkan syariat Islam untuk membawa 
Indonesia ke jalan yang lebih baik. Karena  hanya dengan syariat Islam 
di Indonesia akan menjadi lebih baik.
Tokoh mujahid yang saya suka adalah sosok Dulmatin, dan saya memang 
sengaja mencari tahu keberadaan dia untuk bergabung. Karena Allah, saya 
akhirnya bertemu Dulmatin. Kemudian saya dan beliau ketemu di Aceh, lalu
 mengadakan program latihan di Aceh.
 
Saya ketemu Dulmatin di Aceh akhir 2008 dan awal 2009. Saya waktu 
itu sudah desersi. Saya juga bilang sama Dulmatin kalau saya ini 
desertir polisi karena bulan Juni 2009 dipecat.
 
Banyak rumor beredar, saya dipecat karena sakit hati lalu cari jalan
 lain. Itu salah. Saya sebelum menjadi polisi saya sudah aktif 
berdakwah. Kemudian karena tuntutan, dan panggilan dakwah tauhid saya 
memilih jalan untuk berjihad.
 
Saya tidak merasa dikhiananti korps yang thogut (kepolisian). Saya 
sudah keluar dari polisi, baru saya jadi teroris. Apa yang dilakukan ini
 bukan tindakan teror. Ini adalah ibadah, ini perintah Allah yang wajib.
 
Saya bersama Dulmatin sebulan di Aceh. Berkeliling ke semua wilayah 
Aceh karena kami mengumpulkan  faksi-faksi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di
 sana untuk jihad. Kami cari orang GAM yang mau bertempur kembali.
 
Banyak yang mau ikut. Ada yang berasal dari pesantren,  
mantan-mantan GAM juga ada dan banyak dari beberapa elemen. (Bian 
Harnansa)




 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke