Taik anjing muskita ngibul sok tau


-----Original Message-----
From: "muskitawati" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 25 Sep 2010 09:23:27 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] Re: Aafia Siddiqui



> "kim" <kim3h...@...> wrote:
> Dogma islam itu lebih kuat daripada komunis.
> Kecuali pilot kamikaze rela ko'it utk negara,
> Nazi, Komunis tak bisa nandingin muslim buat
> modar demi jihad.

Itu pandangan anda yang subjective.  Janganlah memakai kacamata apa yang anda 
lihat.  Untuk Indonesia, dogma Islam itu terlalu lemah kalo mau dibandingkan 
dengan komunis.

Tanyakan kepada Amerika, dan Amerikalah yang tahu betapa lemahnya Islam di 
Indonesia.  Islam itu cuma superficial, diluarnya saja mengaku Islam, didalam 
hati mereka caci maki.

Bayangin dong, berapa ratus milyard dollar Amerika telah menghamburkan dana 
untuk menjadikan RI menjadi negara Syariah Islam menggantikan Pancasila sejak 
dari zaman Sukarno itu.

Berbagai pemberontakan Islam telah disubsidi oleh Amerika ternyata sia2.

Kalo anda perhatikan sikap Suharto dulu pernah memerangi dan menumpas Islam dan 
organisasi2nya.  Tetapi mendadak ditengah jalan dia stop, dan mendadak Suharto 
naik haji ikut2an jadi Islam.  Sebabnya apa???  Dia dipaksa Amerika, disuruh 
stop menumpas para pendukung dogma Syariah Islam ini, dan akhirnya Suharto 
membuka pintu Golkarnya untuk disusupi lebih banyak unsur Islamnya.

Tapi memang Amerika kecewa, mau menjerumuskan RI menjadi Syariah Islam ternyata 
tidak gampang, lebih gampang jadi komunis daripada jadi negara Syariah Islam.  
Namun Amerika lebih takut kalo RI menjadi komunis, lebih gampang dan 
menyenangkan kalo RI menjadi negara Syariah Islam.

Pemilu yang terakhir ini sebetulnya merupakan pukulan bagi Amerika, partai2 
gurem pendukung Syariah Islam makin pudar pendukungnya, malah para nasionalist 
makin mendominasi Indonesia ini.

Tapi tak perlu kesusu, biar lambat, para pendukung Syariah Islam sekarang sudah 
menyusup kesumsum partai2 nasionalist.  Cuma perlu waktu dua atau tiga periode 
pemilu lagi kira2 Syariah Islam bisa berkuasa mutlak, dan pada saat itulah 
identitas kebangsaan hilang digantikan dengan identitas Islam yang bisa diatur 
dari pusatnya di Arab Saudia dimana headquarter pengendalian Syariah Islam 
mengendalikan Indoesia secara remote.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

















[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke