Pendapat lain mengenai Adam a.s, seuntai kopas-an.
Silahkan juga disimak

Assalamu 'alaikum wr, wb.


Bagaimana pendapat ustad tentang beberapa buku karangan Ust. Agus
Mustafa yang saat ini banyak beredar di masyarakat seperti "Ternyata
Adam Dilahirkan" dan sebagainya. Dalam buku yang sama disimpulkan - jika
tidak salah - karena Nabi Adam dilahirkan sehingga Nabi Adam bukanlah
manusia pertama dan beberapa kesimpulan lainnya.

Jazakumullahu khairan.

Wassalaamu'alaikum wr, wb.

Calling

Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sekilas kami pernah membaca buku itu. Pengarangnya agak bersemangat
dengan tesisnya bahwa Nabi Adam 'alaihissalam bukan manusia pertama.
Juga bahwa beliau tidak diciptakan langsung dari tanah, melainkan lewat
proses kelahiran seperti umumnya manusia.

Kalau dilihat dari dalil-dalil yang dikemukakan, boleh dibilang tidak
ada yang salah. Mengapa tidak ada yang salah? Karena dalil-dalil itu
berupa ayat Al-Quran. Siapa yang menyalahkan ayat Al-Quran?

Yang kurang tepat justru dalam melakukan penyimpulan dalil ayat Al-Quran
itu sendiri. Di dalam istilah para ulama, menarik kesimpulan dari
dalil-dalil itu disebut dengan istilah istidlal. Yaitu proses mengambil
kesimpulan dari ayat Al-Quran dan Al-Hadits, di mana keduanya adalah
sumber utama ajaran Islam.

Maka kalau boleh kami memberikan sedikit garis bawah, setidaknya ada
tiga kejanggalan utama dari tesisnya.

Kejanggalan Pertama:

Kejanggalan pertama adalah ketika dalil berupa ayat Al-Quran
dikemukakan, kita sama sekali tidak dikenalkan dengan tafsir dari ulama
mufassirin yang muktabar.

Ayat-ayat Al-Quran yang dikemukakan tiba-tiba ditarik kesimpulannya
begitu saja, tanpa pernah tengok kanan atau tengok kiri lagi. Ibarat
orang menyeberang jalan, dengan sangat yakinnya penulis buku itu
ngeloyor ke tengah jalan

Padahal biasanya para ulama setiap kali beristidlal, selalu menampilkan
komentar para ahli tafsir yang muktamad dan aqwal (pendapat) para ahli
ilmu lainnya, sebelum bicara tentang pendapat dirinya sendiri. Jadi dari
sisi metodologi, kelihatan bahwa penulisan buku itu tidak memenuhi
kaidah ilmiyah.

Kejanggalan Kedua

Kejanggalan ini agak parah, yaitu tidak ada satu pun hadits Nabi SAW
yang dicantumkan sebagai dalil. Nyaris tidak ada satu pun hadits shahih
yang dijadikan dalil. Entah apa motivasi penulisnya. tapi yang jelas
keterangan detail, tegas, shahih dan eksplisit tentang Nabi Adam sebagai
manusia pertama ada di dalam hadits-hadits nabawi. Di antaranya

"Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu (diciptakan)
dari tanah." (HR Bukhari)

Kami tidak menuduhnya penganut inkarussunnah, namun amat mengherankan
bila ada sebuah buku tentang Islam, terlebih terkait dengan tema aqidah
yang cukup berat, tetapi sama sekali tidak mencantumkan hadits nabawi.

Entahlah bila pengarangnya memang menghindari penggunaan hadits nabawi.
Tetapi yang jelas, hadits nabawi adalah salah satu sumber rujukan ajaran
Islam yang utama. Meninggalkan keterangan hadits nabi tentu bukan
tindakan yang dibenarkan.

Kejanggalan Ketiga

Buku itu sama sekali tidak mencantumkan pendapat para ulama aqidah,
khususnya dalam tesis bahwa Nabi Adam as dilahirkan dan bukan manusia
pertama. Setidaknya, penulis buku itu mencantumkan siapa saja orang yang
berpendapat sama dengan dirinya. Sayangnya hal itu tidak dilakukannya.
Apalagi kutipan pendapat para ulama aqidah yang menentang pendapatnya,
sama sekali tidak ada.

Apa yang dikemukakan boleh dibilang sebuah bentuk penafsiran ayat
Al-Quran murni hanya dengan ra'yu dan meninggalkan ilmu tafsir, hadits
serta aqwal para fuqaha yang muktabar.

Ayat Yang Ditafsirkan Lewat Akal

Di antara ayat Al-Quran yang biasanya dijadikan sebagai bahan landasan
logika aneh yang dikembangkan adalah ayat berikut ini:

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti
(penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah
berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS.
Ali Imran (3): 59)

Kalau kita pernah belajar tentang ilmu tafsir, meski tidak menguasai
sepenuhnya, namun seharusnya kita tahu bahwa ayat ini turun untuk
membantah keyakinan orang nasrani. Allah SWT mematahkan argumentasi
mereka dengan menggunakan qiyas, bahwa penciptaan Nabi Isa yang lahir
tanpa ayah adalah suatu hal yang bukan mustahil. Sebab Nabi Adam bahkan
lahir tanpa ayah dan ibu. Ada kemiripan antara keduanya, meski bukan
berarti sama persis.

Sayangnya, penulis buku itu malah menjadikan ayat ini di luar tujuan dan
konteksnya. Padahal tidak ada satu pun kitab tafsir yang mengatakan
demikian. Entah dari mana dia mendapatkan pemikiran seperti itu. Dia
malah mengatakan bukan Nabi Isa yang kasusnya mirip Nabi Adam, tetapi
justru Nabi Adam yang harus ikut keadaan Nabi Isa, yaitu punya ibu dan
dilahirkan oleh seorang ibu.

Padahal jelas-jelas Allah mengatakan bahwa kasus kelahiran Nabi Isa itu
ada kemiripan dengan kasus Nabi Adam, bukan kasus Nabi Adam seperti
kasus Nabi Isa. Dan titik kemiripannya adalah bahwa nabi Adam tercipta
tanpa ayah, bahkan tanpa ibu.

Logika yang dikembangkan memang agak aneh dan janggal. Dan lucunya,
penulis buku itu sama sekali tidak melengkapi logika yang dibangun
sendiri. Seharusnya dia menuliskan juga tentang siapakah ibu Nabi Adam
serta hal-hal yang dialami pasca kelahirannya. Dan tidak ada keterangan
bahwa setelah itu, orang-orang menuduh ibu Nabi Adam itu sebagai wanita
pezina. Juga tidak dijelaskan bahwa saat masih bayi, Nabi Adam bisa
bicara seperti orang dewasa.

Logika yang dikembangkannya justru dipungkirinya sendiri. Kalau benar
Nabi Adam mengalami proses seperti Nabi Isa, maka seharusnya ibunya Nabi
Adam (kalau memang ada) sebelumnya harus didatangi Jibril yang
mengabarkan kehamilannya, lalu dia hamil dan merintih kesakitan saat
melahirkan, kemudian diperintahan untuk memakan buah kurma muda
(ruthab), lalu kembali ke masyarakat dan dihina sebagai wanita pezina,
kemudian Adam pun seharusnya bisa bicara meski masih bayi. Karena Maryam
ibu Nabi Isa mengalami semua proses itu.

Tetapi karena yang dikejar memang bukan itu, melainkan hanya ingin
sekedar menguatkan keyakinannya bahwa Nabi Adam itu tidak diciptakan
langsung oleh Allah dari tanah dan bukan manusia pertama, maka dia tidak
sadar bahwa logika itu sendiri sebenarnya punya konsekuensi yang pasti
tidak disetujuinya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc
Salam,
nDeboost

--- In [email protected], "Roman Proteus" <pt_kas...@...> wrote:
>
> Bung Richan,
>
> Kenapa bingung dengan pendirian saya? Dalam iman Islam memang Adam dan
Hawa manusia pertama, namun setelah membaca buku karangan Bp Agus (lupa
terusan namanya) penafsiran manusia pertama bukan sesempit itu
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: "wawan" selarasmi...@...
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 29 Sep 2010 12:19:59
> To: [email protected]
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Big Bang Bung Richan Re: [proletar] Re: Allahnya si Prof
Tawangalun
>
>
> secara definitif
>
> persamaan Alexander Alexandrovich Friedman ttg big bang didasarkan
atas teori relativitas einstein...
>
> mungkin bisa ditanyakan kepada einstein saja apakah dia baca
al-quran...
>
>
> --- In [email protected], Richan S richansitumorang@ wrote:
> >
> >   saya bingung sekali dengan pendirian pak roman,
> > manusia pertama sudah jelas dalam imani Islam, Yakni Adam dan Siti
Hawa.
> > ada apa sehingga anda bisa menggabungkan big-bang dengan Penciptaan
6 Masa.
> > Membuat tafsiran enggak ada salahnya, tetapi kalo melenceng dari
> > dasarnya tentu bukan tafsiran namanya..melainkan penyimpangan yang
> > melecehkan Quran itu sendiri.
> >
> >
> > rs
> >
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke