Assalamu'alaikum.
nDeboost kutip penggalan uraian Ustadz Syarwat (dulu di Eramuslim) yang
disertakan (sebelumnya) dibawah, yakni jawaban mengenai fikiran Bp. Agus
Mustafa yg di kopas dari Eramuslim

".....................Kejanggalan Kedua

Kejanggalan ini agak parah, yaitu tidak ada satu pun hadits Nabi SAW
yang dicantumkan sebagai dalil. Nyaris tidak ada satu pun hadits shahih
yang dijadikan dalil. Entah apa motivasi penulisnya. tapi yang jelas
keterangan detail, tegas, shahih dan eksplisit tentang Nabi Adam sebagai
manusia pertama ada di dalam hadits-hadits nabawi. Di antaranya

"SESUNGUHNYA MANUSIA ITU BERASAL DARI ADAM DAN ADAM ITU (DICIPTAKAN)
DARI TANAH." (HR Bukhari)

Kami tidak menuduhnya penganut inkarussunnah, namun amat mengherankan
bila ada sebuah buku tentang Islam, terlebih terkait dengan tema aqidah
yang cukup berat, tetapi sama sekali tidak mencantumkan hadits nabawi.
.................................."

Jadi perpenggalan diatas termaktub hadis Rasulullah saw mengenai
penciptaan meskipun TIDAK disertakan data (spt. vol. buku, nomer
hadistnya).

Mengenai ".......Kalau ngotot meyakini adam itu terjadi dari tanah
dengan proses
sim  salabim artinya kita menentang sunatullah, sudah jelas semua ini
program
yang dibuat secara detail sehingga semua melalui proses, gak ada cerita 
terjadi
dalam sekejap....... " nDeboost ambil lagi penggalan dibawah

"................Di antara ayat Al-Quran yang biasanya dijadikan sebagai
bahan
landasan logika aneh yang dikembangkan adalah ayat berikut ini:

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti
(penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah
berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS.
Ali Imran (3): 59) ............"

Silahkan perhatikan kalimat  "...Sesungguhnya (penciptaan) Isa
.....seperti
(penciptaan) Adam...." Lanjutannya "Jadilah".... .
Kita tahu kan penciptaan Isa perlu waktu (=proses) selama dikandung
ibunya hingga Isa a.s lahir adalah standard manusia? Dan dalam hal ini
anda benar, bukannya simsalabim.
Wallahu'alam.

Saya setuju bahwa menafsirkan Al Qur'an itu sulit, silahkan kalau ada
kesempatan baca bukunya Prof. Dr. Nashruddin Baidan "Metode Penafsiran
Al Qur'an" (alamat e-mail penerbit [email protected] 0274381542)
namun Rasulullah saw diberi atutorisasi oleh Allah swt utk itu termasuk
menjelaskan/menyampaikan kepada ummatnya.

Salam.
nDeboost

--- In [email protected], "Roman Proteus" <pt_kas...@...> wrote:
>
> Oom Deboost
>
> Komentar percakapan di bawah soal buku Agus Mustafa
>
> Pertama, setau saya hadits tidak membahas penciptaan alam semesta,
lebih kepada hubungan antar manusia berupa hukum dan tatakrama
>
> Kedua, menafsirkan Quran itu sulit, bahasanya tingkat tinggi, jadi
asal tidak negatif maka tafsiran yang seiring sains tidak ada salahnya,
yang pasti Islam tidak menentang sains dan tidak anti sains
>
> Kalau ngotot meyakini adam itu terjadi dari tanah dengan proses sim
salabim artinya kita menentang sunatullah, sudah jelas semua ini program
yang dibuat secara detail sehingga semua melalui proses, gak ada cerita
terjadi dalam sekejap
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: "ndeboost" rambitese...@...
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 30 Sep 2010 01:21:41
> To: [email protected]
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Big Bang Bung Richan Re: [proletar] Re: Allahnya si Prof
Tawangalun
>
> Tak kirain mau ngerespons kopasan nDeboost.
>
> --- In [email protected], "great.pretender2000"
great.pretender2000@ wrote:
> >
> > Begini saja...
> > siapa yg lebih suka nonton Chanel National Geograpic (Kafir) ato
> > Chanel Al Jazeera (Arab)?
> >
> > Lagian kata Quran, Sperma berasal dari tulang Sulby.... wakakakak
> >
> > gp
> >
> > On 9/30/10, ndeboost rambitesemak@ wrote:
> > > Pendapat lain mengenai Adam a.s, seuntai kopas-an.
> > > Silahkan juga disimak
> > >
> > >
> > > Assalamu 'alaikum wr, wb.
> > >
> > >
> > > Bagaimana pendapat ustad tentang beberapa buku karangan Ust. Agus
> > > Mustafa yang saat ini banyak beredar di masyarakat seperti
"Ternyata
> > > Adam Dilahirkan" dan sebagainya. Dalam buku yang sama disimpulkan
- jika
> > > tidak salah - karena Nabi Adam dilahirkan sehingga Nabi Adam
bukanlah
> > > manusia pertama dan beberapa kesimpulan lainnya.
> > >
> > > Jazakumullahu khairan.
> > >
> > > Wassalaamu'alaikum wr, wb.
> > >
> > > Calling
> > >
> > > Jawaban
> > > Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
> > >
> > > Sekilas kami pernah membaca buku itu. Pengarangnya agak
bersemangat
> > > dengan tesisnya bahwa Nabi Adam 'alaihissalam bukan manusia
pertama.
> > > Juga bahwa beliau tidak diciptakan langsung dari tanah, melainkan
lewat
> > > proses kelahiran seperti umumnya manusia.
> > >
> > > Kalau dilihat dari dalil-dalil yang dikemukakan, boleh dibilang
tidak
> > > ada yang salah. Mengapa tidak ada yang salah? Karena dalil-dalil
itu
> > > berupa ayat Al-Quran. Siapa yang menyalahkan ayat Al-Quran?
> > >
> > > Yang kurang tepat justru dalam melakukan penyimpulan dalil ayat
Al-Quran
> > > itu sendiri. Di dalam istilah para ulama, menarik kesimpulan dari
> > > dalil-dalil itu disebut dengan istilah istidlal. Yaitu proses
mengambil
> > > kesimpulan dari ayat Al-Quran dan Al-Hadits, di mana keduanya
adalah
> > > sumber utama ajaran Islam.
> > >
> > > Maka kalau boleh kami memberikan sedikit garis bawah, setidaknya
ada
> > > tiga kejanggalan utama dari tesisnya.
> > >
> > > Kejanggalan Pertama:
> > >
> > > Kejanggalan pertama adalah ketika dalil berupa ayat Al-Quran
> > > dikemukakan, kita sama sekali tidak dikenalkan dengan tafsir dari
ulama
> > > mufassirin yang muktabar.
> > >
> > > Ayat-ayat Al-Quran yang dikemukakan tiba-tiba ditarik
kesimpulannya
> > > begitu saja, tanpa pernah tengok kanan atau tengok kiri lagi.
Ibarat
> > > orang menyeberang jalan, dengan sangat yakinnya penulis buku itu
> > > ngeloyor ke tengah jalan
> > >
> > > Padahal biasanya para ulama setiap kali beristidlal, selalu
menampilkan
> > > komentar para ahli tafsir yang muktamad dan aqwal (pendapat) para
ahli
> > > ilmu lainnya, sebelum bicara tentang pendapat dirinya sendiri.
Jadi dari
> > > sisi metodologi, kelihatan bahwa penulisan buku itu tidak memenuhi
> > > kaidah ilmiyah.
> > >
> > > Kejanggalan Kedua
> > >
> > > Kejanggalan ini agak parah, yaitu tidak ada satu pun hadits Nabi
SAW
> > > yang dicantumkan sebagai dalil. Nyaris tidak ada satu pun hadits
shahih
> > > yang dijadikan dalil. Entah apa motivasi penulisnya. tapi yang
jelas
> > > keterangan detail, tegas, shahih dan eksplisit tentang Nabi Adam
sebagai
> > > manusia pertama ada di dalam hadits-hadits nabawi. Di antaranya
> > >
> > > "Sesunguhnya manusia itu berasal dari Adam dan Adam itu
(diciptakan)
> > > dari tanah." (HR Bukhari)
> > >
> > > Kami tidak menuduhnya penganut inkarussunnah, namun amat
mengherankan
> > > bila ada sebuah buku tentang Islam, terlebih terkait dengan tema
aqidah
> > > yang cukup berat, tetapi sama sekali tidak mencantumkan hadits
nabawi.
> > >
> > > Entahlah bila pengarangnya memang menghindari penggunaan hadits
nabawi.
> > > Tetapi yang jelas, hadits nabawi adalah salah satu sumber rujukan
ajaran
> > > Islam yang utama. Meninggalkan keterangan hadits nabi tentu bukan
> > > tindakan yang dibenarkan.
> > >
> > > Kejanggalan Ketiga
> > >
> > > Buku itu sama sekali tidak mencantumkan pendapat para ulama
aqidah,
> > > khususnya dalam tesis bahwa Nabi Adam as dilahirkan dan bukan
manusia
> > > pertama. Setidaknya, penulis buku itu mencantumkan siapa saja
orang yang
> > > berpendapat sama dengan dirinya. Sayangnya hal itu tidak
dilakukannya.
> > > Apalagi kutipan pendapat para ulama aqidah yang menentang
pendapatnya,
> > > sama sekali tidak ada.
> > >
> > > Apa yang dikemukakan boleh dibilang sebuah bentuk penafsiran ayat
> > > Al-Quran murni hanya dengan ra'yu dan meninggalkan ilmu tafsir,
hadits
> > > serta aqwal para fuqaha yang muktabar.
> > >
> > > Ayat Yang Ditafsirkan Lewat Akal
> > >
> > > Di antara ayat Al-Quran yang biasanya dijadikan sebagai bahan
landasan
> > > logika aneh yang dikembangkan adalah ayat berikut ini:
> > >
> > > Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti
> > > (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian
Allah
> > > berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah
dia. (QS.
> > > Ali Imran (3): 59)
> > >
> > > Kalau kita pernah belajar tentang ilmu tafsir, meski tidak
menguasai
> > > sepenuhnya, namun seharusnya kita tahu bahwa ayat ini turun untuk
> > > membantah keyakinan orang nasrani. Allah SWT mematahkan
argumentasi
> > > mereka dengan menggunakan qiyas, bahwa penciptaan Nabi Isa yang
lahir
> > > tanpa ayah adalah suatu hal yang bukan mustahil. Sebab Nabi Adam
bahkan
> > > lahir tanpa ayah dan ibu. Ada kemiripan antara keduanya, meski
bukan
> > > berarti sama persis.
> > >
> > > Sayangnya, penulis buku itu malah menjadikan ayat ini di luar
tujuan dan
> > > konteksnya. Padahal tidak ada satu pun kitab tafsir yang
mengatakan
> > > demikian. Entah dari mana dia mendapatkan pemikiran seperti itu.
Dia
> > > malah mengatakan bukan Nabi Isa yang kasusnya mirip Nabi Adam,
tetapi
> > > justru Nabi Adam yang harus ikut keadaan Nabi Isa, yaitu punya ibu
dan
> > > dilahirkan oleh seorang ibu.
> > >
> > > Padahal jelas-jelas Allah mengatakan bahwa kasus kelahiran Nabi
Isa itu
> > > ada kemiripan dengan kasus Nabi Adam, bukan kasus Nabi Adam
seperti
> > > kasus Nabi Isa. Dan titik kemiripannya adalah bahwa nabi Adam
tercipta
> > > tanpa ayah, bahkan tanpa ibu.
> > >
> > > Logika yang dikembangkan memang agak aneh dan janggal. Dan
lucunya,
> > > penulis buku itu sama sekali tidak melengkapi logika yang dibangun
> > > sendiri. Seharusnya dia menuliskan juga tentang siapakah ibu Nabi
Adam
> > > serta hal-hal yang dialami pasca kelahirannya. Dan tidak ada
keterangan
> > > bahwa setelah itu, orang-orang menuduh ibu Nabi Adam itu sebagai
wanita
> > > pezina. Juga tidak dijelaskan bahwa saat masih bayi, Nabi Adam
bisa
> > > bicara seperti orang dewasa.
> > >
> > > Logika yang dikembangkannya justru dipungkirinya sendiri. Kalau
benar
> > > Nabi Adam mengalami proses seperti Nabi Isa, maka seharusnya
ibunya Nabi
> > > Adam (kalau memang ada) sebelumnya harus didatangi Jibril yang
> > > mengabarkan kehamilannya, lalu dia hamil dan merintih kesakitan
saat
> > > melahirkan, kemudian diperintahan untuk memakan buah kurma muda
> > > (ruthab), lalu kembali ke masyarakat dan dihina sebagai wanita
pezina,
> > > kemudian Adam pun seharusnya bisa bicara meski masih bayi. Karena
Maryam
> > > ibu Nabi Isa mengalami semua proses itu.
> > >
> > > Tetapi karena yang dikejar memang bukan itu, melainkan hanya ingin
> > > sekedar menguatkan keyakinannya bahwa Nabi Adam itu tidak
diciptakan
> > > langsung oleh Allah dari tanah dan bukan manusia pertama, maka dia
tidak
> > > sadar bahwa logika itu sendiri sebenarnya punya konsekuensi yang
pasti
> > > tidak disetujuinya.
> > >
> > > Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi
wabarakatuh,
> > >
> > > Ahmad Sarwat, Lc
> > > Salam,
> > > nDeboost
> > >
> > > --- In [email protected], "Roman Proteus" <pt_kasoet@>
wrote:
> > >>
> > >> Bung Richan,
> > >>
> > >> Kenapa bingung dengan pendirian saya? Dalam iman Islam memang
Adam dan
> > > Hawa manusia pertama, namun setelah membaca buku karangan Bp Agus
(lupa
> > > terusan namanya) penafsiran manusia pertama bukan sesempit itu
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> -----Original Message-----
> > >> From: "wawan" selarasmilis@
> > >> Sender: [email protected]
> > >> Date: Wed, 29 Sep 2010 12:19:59
> > >> To: [email protected]
> > >> Reply-To: [email protected]
> > >> Subject: Big Bang Bung Richan Re: [proletar] Re: Allahnya si Prof
> > > Tawangalun
> > >>
> > >>
> > >> secara definitif
> > >>
> > >> persamaan Alexander Alexandrovich Friedman ttg big bang
didasarkan
> > > atas teori relativitas einstein...
> > >>
> > >> mungkin bisa ditanyakan kepada einstein saja apakah dia baca
> > > al-quran...
> > >>
> > >>
> > >> --- In [email protected], Richan S richansitumorang@
wrote:
> > >> >
> > >> >   saya bingung sekali dengan pendirian pak roman,
> > >> > manusia pertama sudah jelas dalam imani Islam, Yakni Adam dan
Siti
> > > Hawa.
> > >> > ada apa sehingga anda bisa menggabungkan big-bang dengan
Penciptaan
> > > 6 Masa.
> > >> > Membuat tafsiran enggak ada salahnya, tetapi kalo melenceng
dari
> > >> > dasarnya tentu bukan tafsiran namanya..melainkan penyimpangan
yang
> > >> > melecehkan Quran itu sendiri.
> > >> >
> > >> >
> > >> > rs
> > >> >
> > >>
> > >>
> > >>
> > >>
> > >> [Non-text portions of this message have been removed]
> > >>
> > >
> > >
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > >
> >
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke