Bali nan munafik. Saat nyepi, dirjen Hindu di Dept Agama yang tinggal di Jakarta bilangnya nyepi di Jakarta nikmat. Banyak godaannya. Namun ga satupun pemeluk Hindu di Bali yang berani mencoba jadi pengikutnya si Dirjen. Tutuuuuuuuup air-port, sea-ports dst dst. Tangkepin yang ketahuan ada di jalan saat mereka menjalankan keprluannya (="me first") demi hari nyepi.
Pernah nyepi jatuhnya hari Jumat. TOA disuruh bungkam, no problem. Namun saat umat naik motor mau Jumatan di cegah? Nih tuntutan orgil. --- In [email protected], "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote: > > Om saya kan pernah pindah2 kota diantaranya di Bali.Jangan dikira kalau mau mendirikan masjid di Bali itu tidak angel,syaratnya podo harus punya ijin dulu baru boleh mendirikan.Disana kepala kantor Depagnya beragama Hindhu.Jadi kalau misal di Sragen mau mendirikan Gereja juga perlu surat ijin itu memang aturannya begitu.Peraturan tsb berlaku juga bagi orang Islam yg mau mendirikan masjid didaerah yg mayoritasnya non muslim.Mungkin di Manado sana juga gitu.Di Eropah apalagi,kalau gak percoyo coba tanyanen Pak NDeBOOST yg barusan dari Eropah.Tapi dimilis ini wong2 ngiranya hanya gereja saja sing angel. > > Shalom, > Tawangalun. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
