Kalau saya milih kayak saudy itu ,bukan demokrasi ning juga bukan teroris,tur 
bisa makmur.RI wis nganggo HAM,nganggo demokrasi ning gak enjoh makmur.Coba 
gelem pakai kayak saudy pasti makmur.

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote:
>
> Pilih Syariah Islam atau Demokrasi HAM ???
>                                     
> Memilih Demokrasi HAM berarti anda sudah murtad karena mengabaikan kewajiban 
> agama Islam dalam menegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini.
> 
> Memilih Syariah Islam berarti anda harus menjadi terorist atau berpihak 
> kepada terorisme dalam berjihad membantai semua umat beragama dan juga sesama 
> umat Islam kecuali umat Islam yang sealiran dengan keimanan anda.
> 
> Bagi umat Islam tidak akan bisa bahagia kalo dianggap murtad karena memilih 
> Demokrasi HAM.
> 
> Penderitaan umat Islam akan lebih hebat apabila harus saling membantai karena 
> pilihan wajibnya menegakkan syariah Islam dimuka bumi ini.
> 
> Inilah "buah simalakama" bagi umat Islam, "dimakan bapak mati, tidak dimakan 
> ibu mati".
> 
> > Wal Suparmo <wal.suparmo@> wrote:
> > Yang tidak bisa dimengerti, apa sebab
> > Islam dibandingkan dengan NEGARA2
> > seperti Amerika, Cina dsb? Apa sebab
> > tidk dibandingkan dengan sesama agama
> > seperti Kriste, Hindu,Yudaisme, Budha
> > dsb? Sementara itu memang Islam
> >  tidak akan bisa menguasai dunia,
> > karena kwalitasnya sendiri tidak memadai.
> 
> Pertanyaan anda asalnya dari pemikiran yang sehat, oleh karena itulah saya 
> telah menulis "Islam Bukanlah Identitas Nationality", dan banyak tulisan2 
> saya mengenai atau tentang Islam bukanlah negara karena tidak punya identitas 
> kebangsaan, karena setiap negara yang ada didunia ini memiliki "Identitas 
> Kebangsaan" atau "Natioal Identity".
> 
> Tujuan Islam adalah menegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini tanpa 
> disekat-sekat oleh kebangsaannya.  Islam adalah pemersatu umat manusia bukan 
> pemersatu kebangsaan.  Islam tidak membedakan manusia atas kebangsaannya tapi 
> atas agamanya.
> 
> Sebaliknya, setelah Perang Dunia kedua, Amerika membangun United Nation 
> dimana dunia ini secara administratif diatur dalam identitas kebangsaannya 
> atau National Identitynya bukan oleh identitas keagamaannya.  Dan setiap 
> nationality secara demokratis berhak memilih system politik yang dipilihnya 
> atas landasan hak2 azasi manusia.
> 
> Akibat pembagian dunia atas dasar National identity-nya, maka dunia Islam 
> mengalami KRISIS IDENTITAS NASIONAL BERSAMAAN DENGAN KRISIS AGAMA ISLAM ITU 
> SENDIRI.  Hal inilah yang meningkatkan perpecahan dikalangan Islam makin 
> membesar karena tidak ada lagi aliran Islam yang bisa dominan seperti dizaman 
> dulu dimana aliran Islam yang kuat bisa dengan mudah memusnahkan aliran Islam 
> yang minoritas sehingga aliran Islam bisa tetap bersatu pada satu identitas 
> yang sama.
> 
> Gus Dur sendiri gagal dalam memperkenalkan janis Islam Nasional dari hasil 
> kreasi syncretisme beliau.  Akibatnya makin mempertajam pertentangan 
> dikalangan Islam.  Karena terbukti, hasil syncretisme Islam dengan 
> Nasionalisme ternyata tidak menghasilkan Islam dan juga tidak memperkuat 
> nasionalisme.  Akibat syncretisme ini, terjadilah perpecahan umat Islam yang 
> lebih dahsyat dan mematikan.
> 
> Kekacauan system di Indonesia akibat dichotomy nasionalisme dan Islam 
> menyebabkan kebocoran2 korupsi besar2an yang dialami bukan cuma di Indonesia 
> tapi oleh semua negara2 yang mayoritasnya Islam didunia ini.
> 
> Islam mengalami stabilitas yang lebih baik dalam bentuk tyranical teokrasi 
> dan diktaktorship totaliter seperti yang diujudkan di Arab Saudia, tetapi 
> stabilitas ini bukan untuk kepentingan kesejahteraan rakyatnya melainkan 
> untuk kesejahteraan keluarga rajanya.
> 
> Akibatnya, umat Islam menjadi ambivalent, karena kalo memilih Identitas 
> Nasional yang ditegakan melalui "demokrasi dan HAM" akan bertentangan dengan 
> tujuan menegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini, dilain pihak bila memilih 
> Syariah Islam yang ujudnya adalah diktaktorial teokrasi yang tyranical, ini 
> akan menjerumuskan kebahagiaan rakyatnya dan mengorbankan kesejahteraan 
> rakyatnya demi kenikmatan dan kebahagiaan keluarga2 para caliph-nya saja 
> diatas penderitaan umatnya.
> 
> Artinya disini jelas, Identitas Nasional bertentangan dengan Syariah Islam, 
> karena memecah belah umat Islam dalam identitas nasionalnya.
> 
> Demikian dengan Syariah Islam, juga akan menjerumuskan umat Islam dalam 
> pengorbanan hanya memuliakan Islam yang diwakili oleh Caliph dan keluarganya 
> yang sepanjang masa tidak pernah menjanjikan kesejahteraan umatnya melainkan 
> selalu menekankan pengorbanan umat untuk agamanya yang direpresentasikan oleh 
> caliph dan keluarganya seperti yang saya jelaskan diatas.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke