Eh eh eh... sorry-sorry aja, emang anda kira mau dikemanain 4 agama yang lain?

Enak aja Indonesia mau dijadiin kayak Arab Saudi!
Apa ada sumbangsih Arab Saudi pada kemajuan iptek, penemuan, nobel atau 
perfilman? Tidak ada!

Sudah saya bilang, Arab Saudi jadi kaya raya itu karena MINYAK, IBADAH HAJI dan 
dukungan AMERIKA SERIKAT! Kalau tidak ada 3 itu, Arab Saudi cuma negara miskin 
bertanah gurun pasir.

Ndelalah pendatang baru kok nggak ada sopan-santunnya samasekali!



--- In [email protected], "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
>
> Kalau saya milih kayak saudy itu ,bukan demokrasi ning juga bukan teroris,tur 
> bisa makmur.RI wis nganggo HAM,nganggo demokrasi ning gak enjoh makmur.Coba 
> gelem pakai kayak saudy pasti makmur.
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
> 
> --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> >
> > Pilih Syariah Islam atau Demokrasi HAM ???
> >                                     
> > Memilih Demokrasi HAM berarti anda sudah murtad karena mengabaikan 
> > kewajiban agama Islam dalam menegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini.
> > 
> > Memilih Syariah Islam berarti anda harus menjadi terorist atau berpihak 
> > kepada terorisme dalam berjihad membantai semua umat beragama dan juga 
> > sesama umat Islam kecuali umat Islam yang sealiran dengan keimanan anda.
> > 
> > Bagi umat Islam tidak akan bisa bahagia kalo dianggap murtad karena memilih 
> > Demokrasi HAM.
> > 
> > Penderitaan umat Islam akan lebih hebat apabila harus saling membantai 
> > karena pilihan wajibnya menegakkan syariah Islam dimuka bumi ini.
> > 
> > Inilah "buah simalakama" bagi umat Islam, "dimakan bapak mati, tidak 
> > dimakan ibu mati".
> > 
> > > Wal Suparmo <wal.suparmo@> wrote:
> > > Yang tidak bisa dimengerti, apa sebab
> > > Islam dibandingkan dengan NEGARA2
> > > seperti Amerika, Cina dsb? Apa sebab
> > > tidk dibandingkan dengan sesama agama
> > > seperti Kriste, Hindu,Yudaisme, Budha
> > > dsb? Sementara itu memang Islam
> > >  tidak akan bisa menguasai dunia,
> > > karena kwalitasnya sendiri tidak memadai.
> > 
> > Pertanyaan anda asalnya dari pemikiran yang sehat, oleh karena itulah saya 
> > telah menulis "Islam Bukanlah Identitas Nationality", dan banyak tulisan2 
> > saya mengenai atau tentang Islam bukanlah negara karena tidak punya 
> > identitas kebangsaan, karena setiap negara yang ada didunia ini memiliki 
> > "Identitas Kebangsaan" atau "Natioal Identity".
> > 
> > Tujuan Islam adalah menegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini tanpa 
> > disekat-sekat oleh kebangsaannya.  Islam adalah pemersatu umat manusia 
> > bukan pemersatu kebangsaan.  Islam tidak membedakan manusia atas 
> > kebangsaannya tapi atas agamanya.
> > 
> > Sebaliknya, setelah Perang Dunia kedua, Amerika membangun United Nation 
> > dimana dunia ini secara administratif diatur dalam identitas kebangsaannya 
> > atau National Identitynya bukan oleh identitas keagamaannya.  Dan setiap 
> > nationality secara demokratis berhak memilih system politik yang dipilihnya 
> > atas landasan hak2 azasi manusia.
> > 
> > Akibat pembagian dunia atas dasar National identity-nya, maka dunia Islam 
> > mengalami KRISIS IDENTITAS NASIONAL BERSAMAAN DENGAN KRISIS AGAMA ISLAM ITU 
> > SENDIRI.  Hal inilah yang meningkatkan perpecahan dikalangan Islam makin 
> > membesar karena tidak ada lagi aliran Islam yang bisa dominan seperti 
> > dizaman dulu dimana aliran Islam yang kuat bisa dengan mudah memusnahkan 
> > aliran Islam yang minoritas sehingga aliran Islam bisa tetap bersatu pada 
> > satu identitas yang sama.
> > 
> > Gus Dur sendiri gagal dalam memperkenalkan janis Islam Nasional dari hasil 
> > kreasi syncretisme beliau.  Akibatnya makin mempertajam pertentangan 
> > dikalangan Islam.  Karena terbukti, hasil syncretisme Islam dengan 
> > Nasionalisme ternyata tidak menghasilkan Islam dan juga tidak memperkuat 
> > nasionalisme.  Akibat syncretisme ini, terjadilah perpecahan umat Islam 
> > yang lebih dahsyat dan mematikan.
> > 
> > Kekacauan system di Indonesia akibat dichotomy nasionalisme dan Islam 
> > menyebabkan kebocoran2 korupsi besar2an yang dialami bukan cuma di 
> > Indonesia tapi oleh semua negara2 yang mayoritasnya Islam didunia ini.
> > 
> > Islam mengalami stabilitas yang lebih baik dalam bentuk tyranical teokrasi 
> > dan diktaktorship totaliter seperti yang diujudkan di Arab Saudia, tetapi 
> > stabilitas ini bukan untuk kepentingan kesejahteraan rakyatnya melainkan 
> > untuk kesejahteraan keluarga rajanya.
> > 
> > Akibatnya, umat Islam menjadi ambivalent, karena kalo memilih Identitas 
> > Nasional yang ditegakan melalui "demokrasi dan HAM" akan bertentangan 
> > dengan tujuan menegakkan Syariah Islam dimuka bumi ini, dilain pihak bila 
> > memilih Syariah Islam yang ujudnya adalah diktaktorial teokrasi yang 
> > tyranical, ini akan menjerumuskan kebahagiaan rakyatnya dan mengorbankan 
> > kesejahteraan rakyatnya demi kenikmatan dan kebahagiaan keluarga2 para 
> > caliph-nya saja diatas penderitaan umatnya.
> > 
> > Artinya disini jelas, Identitas Nasional bertentangan dengan Syariah Islam, 
> > karena memecah belah umat Islam dalam identitas nasionalnya.
> > 
> > Demikian dengan Syariah Islam, juga akan menjerumuskan umat Islam dalam 
> > pengorbanan hanya memuliakan Islam yang diwakili oleh Caliph dan 
> > keluarganya yang sepanjang masa tidak pernah menjanjikan kesejahteraan 
> > umatnya melainkan selalu menekankan pengorbanan umat untuk agamanya yang 
> > direpresentasikan oleh caliph dan keluarganya seperti yang saya jelaskan 
> > diatas.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke