GOT IT! PLOK..PLOK...PLOK..BERDIRI..PLOK...PLOK....BERIKUTNYA...

--- In [email protected], "yhnugroho" <yhnugr...@...> wrote:
>
> cut dulu bacanya Bro Wawan. sampai kepada proposal Anda kepada Ustad, Pendeta 
> dan Biksu, lalu membawa kesimpulan Anda pilih yg enak yakni pendeta.
> 
> saya jadi ingat cerita guru agama saya , Pak P, yang ngajar kami anak-anak di 
> Kring kami setiap hari minggu. diceritakan bagaimana penderitaan dalam 
> perjalanan sebelum masuk surga, anak yang nggak baik hidupnya akan 
> dipanggang, diberi sakit "wudun" di seluruh bagian tubuh, dsb.dsb.
> 
> menyiapkan diri menjelang ajal yang membawa ketenangan psikologis, ya beli 
> asuransi utk keberlangsungan hidup orang-orang yang akan kita tinggalkan.
> 
> " yeeee, papa bakal mati,ninggalin kita duit", gitu kira-kira yang bakal 
> terjadi pada anak-anak ketika mereka tahu bapaknya bakal berhenti hidup, 
> bukan tangis sedih meratap-ratap, tapi keceriaan, seperti melepas bapak pergi 
> kerja aja.
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote:
> >
> > Enlightenment - Jangan dikira belajar agama tidak ada resikonya...(baca 
> > pelan, sesi dibawah penuh filsafat logika)
> > 
> > +++
> > 
> > Semua hal yang masuk ke otak kita akan mengkontruksi 
> > logika/pemikiran/psikologis kita, termasuk juga agama.
> > Di artikel saya berjudul 'kesadaran' saya jauh-jauh hari menulis bahwa 
> > kalau kesadaran saya turun, maka saya bisa berhalusinasi takhyul.
> > 
> > Didalam kenyataannya, saya memang pernah dan tidak sedikit mengalami 
> > paranoia diakibatkan oleh stimulant-stimulant pembangkit ingatan dalam 
> > dosis terlalu tinggi. Namun karena saya membaca buku psikiatri maka saya 
> > juga mengerti bahwa ini hanya sekadar paranoia. Masalahnya adalah ketika 
> > paranoia menyerang, sehingga kita kehilangan realitas, maka kita 
> > benar-benar tidak bisa membedakan realitas dan halusinasi. Bagi orang yang 
> > tidak pernah atau tidak mempelajari ilmu psikiatri dan psikologi, maka 
> > halusinasi bisa dianggap sebagai kenyataan/realitas. Namun saya sudah 
> > mengerti tentang hakekat realitas primer, yaitu fisik/materi. Kata-kata VI 
> > Lenin sering saya ulangi untuk menghipnotis otak saya sendiri, kata-kata 
> > itu yalah "tidak ada gerak tanpa materi/zat/partikel", kata-kata VI Lenin 
> > ini bukannya tanpa dasar, tapi dilandasi oleh hukum fisika, jadi kata-kata 
> > VI Lenin ini adalah realitas, saya bisa membuktikan kata-kata VI LENIN ini 
> > secara EMPIRICAL, sedangkan philosophy "ada syetan ghaib" bukanlah 
> > realitas, itu hanya sekedar suatu kepercayaan/dongeng yang menancap di 
> > pemikiran kita saja. Tak lepas dari pemikiran saya sendiri sebelum membaca 
> > materialisme juga sering konslet, 1 tahun yang lalu, saya masih agak sering 
> > mengalami mimpi buruk, misal saya tidur, dan berhalusinasi dijendela ada 
> > syaiton ni rojim melihat saya, namun kini saya hampir tidak pernah 
> > mengalami paranoia lagi.
> > 
> > Sekedar untuk sharing, saya jelaskan kenyataan agar bisa ditarik pelajaran.
> > Ketika kakak saya akan meninggal, keadaannya lemah, karena tidak bisa 
> > makan, dan kakak saya sering berhalusinasi, misal kedatangan malaikat 
> > pencabut nyawa. Tentu ini membuatnya takut, saya sebenarnya prihatin dengan 
> > kondisi psikologis demikian, namun bagaimana lagi, kakak saya seorang yang 
> > taat. Jelas sekali saya tahu itu adalah halusinasi, karena tidak ada orang 
> > lain didekatnya yang bisa melihatnya (melihat malaikat), artinya kedatangan 
> > "malaikat" itu hanya dilihat oleh kakak saya sendiri. Kakak saya juga 
> > sebelumnya telah sadar bahwa umurnya tidak lagi panjang, sehingga yang ada 
> > di pikirannya adalah konsepsi agama yang dibangun ketika kecil. Dia mulai 
> > berpikir yang tidak-tidak, tentang alam barzah, tentang alam yang akan 
> > ditempuhnya...jelas sekali saya melihat ketakutan yang ada pada 
> > dirinya....(renungkan, siapa yang pantas untuk dipersalahkan???)
> > 
> > saya masih ingat dengan jelas, beberapa hari sebelum meninggalnya, 
> > ketakutan itu menjadi-jadi, sampai kami semua membaca yasin (kecuali saya), 
> > tapi ya gak bakalan jadi solusi, karena ini semua mekanisme kerja otak, 
> > sampai pada akhirnya morfin digunakan untuk mengurangsi rasa sakitnya, 
> > meski beresiko menghentikan detak jantungnya, dan memang, meninggalnya 
> > dalam keadaan yang sangat tenang, hampir tanpa kata-kata selain "saya 
> > mengalami sesak napas" yang diucapkannya dengan lirih hampir tanpa tenaga.
> > 
> > Mungkin saya sendiri juga tidak bisa melepaskan diri dari jerat halusinasi 
> > yang persis terjadi dengan kakak saya, karena di memory alam bawah sadar 
> > saya juga ada cerita-cerita takhyul seperti alam barzah, malaikat pencabut 
> > nyawa dan lain sebagainya. Ketika halusinasi menyerang, kita bakalan 
> > kesulitan membedakan realitas dan yang bukan realitas. Apabila tubuh kita 
> > lemah, mekanisme otak kita bakalan kesulitan membedakan realitas fisik dan 
> > dongeng. Bila otak kita dalam keadaan lemah, maka bakalan menganggap 
> > semuanya menjadi realitas meski itu sebenarnya dongeng/halusinasi belaka. 
> > 
> > Untuk itu filsuf descartes dan para american (lihat film 'the secret') 
> > senang mengatakan hal ini ...
> > "aku berpikir maka aku ada"
> > 
> > ya..coba saja berpikir tentang alam barzah dan pantat anda akan 
> > disunduk-sunduk seperti sunduk sate oleh para malaikat...dan nikmatilah 
> > pikiran itu :)
> > 
> > Jadi, mengajari agama, itu bukannya tanpa resiko, agama itu terror, saya 
> > berani bersaksi secara empiris, bagaimana kakak saya mengalami ketakutan 
> > psikologis yang dalam, tak pelak ini semua karena agama.
> > 
> > ***
> > Saya tahu betul, bahwa memory saya cukup tajam, dan kemudian saya harus 
> > melihat kenyataan pahit terhadap meninggalnya kakak saya, namun ia adalah 
> > kakak saya tercinta,  sehingga sayapun ikut mengusung peti matinya, dan 
> > ikut mengangkat jenazah pocongnya sampai di liang lahat. Itu semua saya 
> > lakukan, selain karena ia kakak saya tercinta, saya punya kesadaran 
> > materialisme. Tapi anda bisa bayangkan bagaimana psikologis 
> > keponakan-keponakan saya yang masih kecil, yang masih percaya roh, bahkan 
> > seorang dokter psikiatri teman saya yang menjadi kepala rumah sakit 
> > angkatan darat menyarankan agar kakak saya sebaiknya dibawa ke rumah sakit 
> > saja, tujuannya bukan untuk disembuhkan, karena hampir tiap rumah sakit 
> > mengatakan sudah tidak bisa disembuhkan, namun hanya agar menghadapi 
> > kematiannya dengan sebahagia mungkin, dan tidak membawa dampak psikologis 
> > buruk bagi yang ditinggalkannya. 
> > 
> > Sebelum meninggal, memang kakak saya memilih keluar dari rumah sakit dan 
> > tidak mau dirawat oleh dokter lagi, namun dia tidak menyadari di rumah itu 
> > banyak anak-anak kecil keponakan saya yang melihatnya, bahkan kepala rumah 
> > sakit angkatan darat yang juga teman saya sering mengejek saya, "memang 
> > enak, melihat orang mau mati", karena dia seorang psikiatri maka dia tahu 
> > betul efek psikologisnya, bahkan ketika saya meminta obat penenang 
> > kepadanya, dia sengaja tidak memberikannya, dan dia juga bilang "sebaiknya 
> > kamu melihat dulu kengerian-kengerian itu semua dan nikmatilah"....sialan 
> > bukan?
> > 
> > Dia baru memberikan obat penenang kepada saya persis ketika kakak saya 
> > telah meninggal, karena ketika kakak saya telah meninggal, saya duduk di 
> > ruangannya untuk menunggu ambulans, dan inilah yang dikatakannya 
> > "sebenarnya saya itu sebagai dokter psikiatri ya gampang memberikan apa 
> > yang kamu maui, tapi ya kamu itu jadi orang jangan enak-enak banget, 
> > rasakan dulu kengerian-kengerian itu, diingat-ingat dulu 
> > kengerian-kengerian itu yah....nih obat yang kamu butuhkan" dia memberikan 
> > saya 20 butir obat penenang. 
> > 
> > ***
> > Kemaren di facebook saya melihat status FB kakak saya yang lain, dia 
> > bercerita mimpi didatangi kakak saya yang telah meninggal, dan dia 
> > bercerita kakak saya yang telah meninggal di mimpinya itu bilang dia belum 
> > meninggal....
> > 
> > seruuuu.....
> > 
> > jujur saya sendiri juga sering ingat dan sedih dimalam hari apabila 
> > mengenang kakak saya, tapi saya belum pernah bermimpi didatangi olehnya, 
> > karena saya tahu ini semua pikiran, ketika saya mulai teringat, biasanya 
> > saya mencoba melupakannya dengan membaca hal-hal lain.
> > 
> > Jadi kakak saya yang bermimpi didatangi roh kakak saya yang telah meninggal 
> > itu tak lain karena dia sendiri yang sering memikirkannya, dan bukan karena 
> > rohnya datang ke alam mimpinya.
> > 
> > ***
> > 
> > Memang benar apa yang dikatakan oleh Pak Leonardo Rimba, agama itu konsep, 
> > kalau mau jujur menimbang, konsep psikologis mana yang paling enak untuk 
> > menghadapi kematian? saya pernah tulis di milis Indonesia-rising, bahwa 
> > konsep kristian adalah konsep psikologis yang paling enak untuk menghadapi 
> > kematian (apabila sudah terkena terror agama). Sebagai buddhis atau hindu 
> > sendiri ada konsep reinkarnasi yang tidak kalah mengerikannya apabila nanti 
> > anda terlahir jadi monyet atau babi.
> > Sedangkan per konsep (tidak perlu diuji keilmiahannya, ini hanya per konsep 
> > psikologis), kristian hanya mensyaratkan pengakuan juru selamat dan juru 
> > selamat yang akan menebus dosa-dosa kita. Jujur saja, kalau saya kehilangan 
> > rasionalitas dalam menghadapi kematian, mending saya memilih konsep 
> > kristian saja dalam menenangkan psikologis saya sebelum mati.
> > 
> > Jadi kalau saya mau mati maka saya cari proposal kematian kepada beberapa 
> > orang:
> > 
> > wawan: apa kelebihan dan kerugian saya mati menurut konsep islam?
> > Kiai: Tergantung perbuatan anda, kalau banyak berbuat baik ya enak di alam 
> > barzah, menunggunya cepat, kalau banyak berbuat buruk ya digodam dulu di 
> > alam barzah, rasain lu...
> > 
> > wawan: apa kelebihan dan kerugian saya mati menurut konsep kristian?
> > Pendeta: Akuilah kristus sebagai juru selamat, maka kristus menebus seluruh 
> > dosa anda
> > 
> > wawan: apa kelebihan dan kerugian saya mati menurut konsep hindu/buddha?
> > Biksu: Tergantung perbuatan anda, kalau berbuat baik anda akan terlahir 
> > naik kasta, kalau berbuat buruk anda akan terlahir jadi monyet atau babi.
> > 
> >  
> > Hmmm....saya itu aselinya adalah pengusaha yang sering mencari keuntungan, 
> > nah...dari 3 proposal itu tentu proposal pendeta yang paling menarik :-)
> > 
> > ***
> > 
> > Materialisme/natural sains sebagai konsep cara kerja fisika dan biologi 
> > merupakan suatu konsep realitas, artinya materialisme/natural sains itu 
> > adalah realitas. Anda mengikuti perkembangan natural sains/materialisme, 
> > maka anda tahu realitas bagaimana alam raya ini bekerja, realitas primer 
> > adalah materi/fisik, sedangkan psikologi/immateri/kesadaran adalah hasil 
> > kerja organik fisik, atau kesadaran bisa dijelaskan dengan mempelajari 
> > sistem materi tubuh bekerja, atau kini sains telah menjelaskan bahwa 
> > psikologi/immateri/kesadaran adalah buah kerja neuron yang seperti jaringan 
> > listrik didalam sel syaraf yang saling berinteraksi.
> > 
> > Permasalahannya adalah seperti kejadian kakak saya tadi, ketika tubuhnya 
> > lemah, maka halusinasi yang timbul/muncul, disinilah brengseknya sebuah 
> > konsep yang tanpa nalar, dia seperti hantu, mendatangi kita ketika nalar 
> > kita juga lagi anjlok...
> > 
> > Jujur saja, saya menilai agama padang pasir itu konsep agama yang paling 
> > brengsek dalam menghadapi kematian (dulu saya sangat mempercayainya dan 
> > tidak mudah untuk menghilangkan memorynya), anda saat ini mungkin bisa 
> > mengabaikan apa yg saya tulis, namun ketika anda mulai tua, dan anda sadar 
> > kematian akan segera mendatangi anda, anda mulai kehilangan daya 
> > nalar/rasio...maka di memory anda terbayangkan alam barzah, alam siksaan 
> > dan segala ingatan brengsek lainnya yang ditanamkan sejak kecil di pikiran 
> > anda.
> > 
> > Jadi agama padang pasir ini secara psikologis sebenarnya brengseknya minta 
> > ampun, mengajari berbuat baik saja harus menanamkan  terror memory. Ini 
> > yang tidak disadari oleh orang tua yang beragama padang pasir taat, 
> > mengajarkan kepada seorang anak kecil dan tidak mengevaluasi secara 
> > psikologis.
> > 
> > Untuk itu, demi suatu psikologis anak yang positif, jangan tanamkan 
> > konsep-konsep takhyul seperti alam barzah, alam siksaan, atau 
> > gambaran-gambaran ngeri lainnya, ini semua adalah terror, lebih baik 
> > seorang anak dididik psikologi bahwasanya berbuat baik tidak perlu reward, 
> > dan memang sudah menjadi kewajiban/tanggung jawab sosial sebagai manusia. 
> > Disinilah fungsi kesadaran, yaitu ketika berbuat baik bukan karena reward, 
> > dan juga menghindari berbuat jelek bukan karena hukuman, tapi semua 
> > tindakan dilandasi oleh adanya kesadaran.
> > 
> > Jadi sekali lagi....apakah benar mengajarkan agama itu tidak ada resikonya 
> > bagi yang diajarkan? (di dunia ini tidak ada yang tanpa resiko)
> > 
> > saya hanya akan prihatin bagi yang sangat taat thd ajaran agama, lihat saja 
> > nanti ketika sudah kehilangan daya rasionalitas dan mengalami 
> > halusinasi-halusinasi yang muncul akibat konsep alam barzah, jin, syaiton, 
> > dan malaikat...
> > 
> > saya kasihan kepada mereka, mereka mendapatkan ajaran itu dengan tanpa 
> > sadar dan juga tidak dipikirkan resiko psikologisnya...
> > 
> > 
> > ***
> > 
> > Anak saya seorang christian (kristian di russia rata-rata per tahun juga 
> > nggak lebih dari 6x ke gereja dalam 1 tahun), terutama saya --> juga sadar 
> > bahwa kristian juga bukan realitas, namun--> terutama saya tidak 
> > menginginkan dia terlalu sadar thd materialisme,
> > namun keputusan kami mengapa dia harus dibaptis, terutama agar dia punya 
> > lebih banyak teman, dan secara psikologis, kristian tidak terlalu membawa 
> > dampak buruk, apalagi di russia jarang seorang kristian membaca bible, 
> > mereka hanya tahu dirinya seorang kristian, dan mereka rata-rata berpikir 
> > bahwa mungkin tuhan itu ada, namun kepercayaan thd tuhan itu tidak terlalu 
> > membalut/mempengaruhi kehidupan mereka sehari-harinya.
> > 
> > Kami membuat keputusan juga dengan pertimbangan, terutama pertimbangan 
> > psikologis. Kalaupun nanti dewasa mempertanyakan alasan mengapa saya 
> > 'menjerumuskannya' kedalam ilusi kristian, saya siap mempertanggungjawabkan 
> > keputusan kami.
> > 
> > Jadi, bisa saya nyatakan bahwa realitas adalah materialisme/natural sains, 
> > ketika anda masih ngotot bahwa materialisme/natural sains bukan realitas, 
> > maka anda masih terjerat halusinasi pikiran anda sendiri, tapi kesadaran 
> > materialisme/natural sains belum tentu digunakan untuk tujuan baik, Adolf 
> > Hitler dan Joseph Stalin, dua orang yang berlindung pada balut kristian 
> > (Joseph Stalin sebelum menjadi komunis bersekolah di seminary), sebenarnya 
> > mereka adalah seorang materialis, tampak jelas Adolf Hitler memilih 
> > kematiannya dengan cara bunuh diri, hal yang tidak diperbolehkan dalam 
> > teology kristian, perintah bunuh diri kepada jenderal paulus diabaikan oleh 
> > jenderal paulus, karena jenderal paulus mengaku sebagai kristian taat yang 
> > tidak bisa bunuh diri sehingga memilih menyerah kepada Soviet.
> > 
> > Jadi ketika anda bertanya kepada saya...apakah itu realitas? jawabnya 
> > adalah materialisme/natural sains.
> > namun ketika anda bertanya kepada saya....dongeng apakah yang terbaik untuk 
> > psikologi anak? saya jawab dongeng kristian...(tanpa harus banyak membaca 
> > bible, namun diganti dongeng-dongeng positive lainnya)
> > 
> > Jadi disini bisa dipilah-pilah dan dipilah pilih...
> > 
> > 1. apa itu materialisme/natural sains? 
> > Materialisme atau natural sains adalah sistem alam bekerja secara 
> > obyektive/realitas, artinya tanpa ada pikiran manusia atau ilusi manusia,
> > alam raya tetap akan bekerja secara materialisme/fisik. 
> > Contoh: Setiap benda di bumi melekat pada bumi karena gravitasi
> > (ini akan dibenarkan oleh semua kepercayaan/obyektive, yang tidak percaya 
> > ini ya orang sinting)
> > 
> > 2. apa itu kristian?
> > Kristian adalah sistem operasi pikiran manusia. Sistem ini akan membuat 
> > seorang manusia bertindak subyektif sesuai dengan mekanisme/sistem kerja 
> > yang dibangun oleh kepercayaan kristian. Kita bisa lebih lanjut 
> > membedah/mengurai mekanisme/cara kerja psikologis kepercayaan kristian
> > contoh: Jesus Christ adalah juru selamat, tapi ini subyektif, tidak diakui 
> > oleh kepercayaan lain.
> > 
> > 3. apa itu islam?
> > Islam adalah sistem operasi pikiran manusia. Sistem ini akan membuat 
> > seorang manusia bertindak subyektif sesuai dengan mekanisme/sistem kerja 
> > yang ditancapkan di pikirannya. Kita bisa mendiskusikan lebih lanjut 
> > mekanisme/cara kerja psikologis kepercayaan islam
> > Contoh: Mohammad adalah utusan Allah yang terakhir, namun ini subyektif, 
> > tidak diakui oleh kepercayaan lain.
> > 
> > 4. apa itu hindu/buddha?
> > Hindu/buddha adalah sistem operasi pikiran manusia. Sistem ini akan membuat 
> > seorang manusia bertindak subyektif sesuai dengan mekanisme/sistem kerja 
> > yang dipercayai oleh pikirannya. Kita bisa lebih lanjut mengurai 
> > mekanisme/cara kerja psikologis kepercayaan hindu buddha.
> > Contoh: Reinkarnasi merupakan konsep subyektif, tidak diakui oleh 
> > kepercayaan lain.
> > 
> > 4 hal diatas adalah sistem operasi berpikir, materialisme/natural sains 
> > merupakan sistem berpikir ttg alam raya bekerja, sedangkan kristian, islam, 
> > hindu/buddha plus kepercayaan atau budaya lebih kepada suatu sistem 
> > berpikir subyektive, anda bebas memilih sistem berpikir, dan anda seorang 
> > cerdas apabila mampu memanfaatkan sistem-sistem berpikir diatas dalam ranah 
> > yang konstektual dan dialektis (sesuai kebutuhan dan perubahan waktu)
> > 
> > Jadi ...akan lebih seru kalau kita bisa menempatkan diskusi dengan tepat...
> > 
> > ketika kita diskusi materialisme/natural sains, maka kita bicara dalam 
> > ranah ilmu pengetahuan...
> > 
> > kalau kita diskusi tentang agama/kepercayaan, maka ayuh kita diskusi 
> > mekanisme/cara kerja psikologisnya...
> > 
> > kita lihat kelebihan dan kelemahan/swot masing-masing...dan nanti bisa jadi 
> > seperti Adolf Hitler, dia mengatakan dirinya adalah seorang 
> > kesayangan/jelmaan kristus (untuk mengelabuhi bangsa jerman), namun per 
> > tindakannya dia berpikiran sebagai seorang evolusionis.
> > 
> > Seruuuu nggak???
> > 
> > 
> > ***
> > 
> > Jadi rupanya rata-rata orang Indonesia itu pikirannya campur aduk.
> > Menjadi seorang Indonesia, pasti telah diajarkan natural sains (Fisika, 
> > biologi, kimia), dan juga agama (kepercayaan)
> > 
> > Problemnya adalah, world viewnya menjadi campur aduk, jelas sekali natural 
> > sains/materialisme itu mengajarkan cara kerja alam raya dan juga manusia, 
> > namun agama juga memberikan/menawarkan gambaran sama dengan versi yang 
> > berbeda.
> > 
> > sehingga terjadi...
> >  
> > kebingungan....
> > 
> > melihat kenyataan alam raya menggunakan agama atau menggunakan natural 
> > sains?
> > 
> > ***
> > Sub Judul: Ada sesuatu yang tidak bisa diindera...
> > 
> > Perhatikan tulisan saya berikut ini dengan pelan dan gunakan rasio/logika 
> > anda...
> > 
> > 1. Ada sesuatu yang tidak bisa diindera.
> > 2. Poin nomor 1 tersebut masuk ke otak anda, tepat melalui INDERA.
> > 
> > so...
> > 
> > anda mengerti poin nomor satu sendiri dengan indera anda...
> > 
> > artinya pernyataan poin nomor satu sendiri adalah pernyataan tanpa 
> > kesadaran, karena in fact, anda membaca "ada sesuatu yang tidak bisa 
> > diindera" dan anda membacanya dengan MATA/INDERA...
> > 
> > shittttttttttttttttttttttt
> > 
> > %&*^$%^&*&^%^%(*^^%&$^
> > 
> > perhatikan lagi konklusi berikut
> > 
> > 1. Keberadaan/being/eksistensi
> > 2. Keberadaan bisa dideteksi dengan adanya indera (misal anda pake alat 
> > bantu, tetap saja being/keberadaan itu masuk sebagai informasi ke otak anda 
> > melalui indera anda)
> > 3. Lalu anda tidak pernah membaca "ada sesuatu yang tidak bisa diindera" 
> > namun tanpa pernah mengidentifikasi pernyataan tersebut anda bisa membuat 
> > kesimpulan bahwa "ada sesuatu yang tidak bisa diindera"
> > 
> > untuk poin ketiga, jelaslah apabila kita menggunakan penjelasan "Science of 
> > logic"-nya GW Hegel, tentang mekanisme/cara kerja pikiran, nampak jelas, 
> > bahwa 
> > "ada sesuatu yang tidak bisa diindera" merupakan hasil NEGASI PIKIRAN 
> > daripada BEING/KEBERADAAN/EKSISTENSI
> > 
> > Negasi pikiran itu lumrah, dan asal-usul berpikir negasi tetap saja berasal 
> > dari KEBERADAAN/BEING/EKSISTENSI
> > 
> > contoh:
> > Premis 1: Ada batu 
> > Premis 2: Ada batu yang tidak bisa terdeteksi oleh indera <ini per logika 
> > bisa disebut sebagai TIDAK ADA BATU>
> > 
> > Premis 2 itu tidak akan muncul begitu saja, namun premis 2 per historys 
> > pasti didahului oleh adanya premis 1, atau premis kedua selalu berasal dari 
> > premis KEBERADAAN/BEING/EKSISTENSI terlebih dahulu.
> > 
> > Jadi pikiran tetap berasal dari KEBERADAAN/BEING/EKSISTENSI OBYEK ALAM 
> > terlebih dahulu, dan selanjutnya dimungkinkan proses penegasian, dan ini 
> > memang merupakan cara kerja pikiran sesuai penjelasan GW Hegel dalam 
> > "Science of logic" 
> > 
> > mau bukti lagi...???
> > 
> > mari kita perhatikan seorang anak bayi dikonstruksi pikirannya:
> > Mama: "Alexa...apa ini?"
> > Mama menunjukan penggaris terlebih dahulu untuk mengkonstruksi pikiran 
> > alexa. Penggaris yang ditunjukan itu merupakan KEBERADAAN/EKSISTENSI
> > 
> > Mama: "Alexa...ini dinamakan penggaris"
> > 
> > Alexa mengidentifikasinya...dan masuk ke otaknya lewat indera...
> > 
> > lalu ketika mama menyembunyikannya....dan mama bertanya...
> > "Alexa, dimana penggaris?"
> > 
> > Alexa menjawab: "PENGGARIS 'TIDAK' ADA"
> > 
> > disini artinya PENGGARIS adalah keberadaan, PENGGARIS itu ADA terlebih 
> > dahulu, lalu mama meniadakan penggaris tersebut.
> > Sehingga pikiran Alexa menyatakan "PENGGARIS" sebagai keberadaan, menjadi 
> > 'TIDAK ADA' sebagai proses negasi pikiran.
> > 
> > Apakah mungkin sesuatu berakar di pikiran dari tidak ada dulu lalu kemudian 
> > menjadi ada?
> > 
> > jadi sudah jelaslah, bahwasanya KEBERADAAN/EKSISTENSI merupakan IBU KANDUNG 
> > dari suatu proses negasi pikiran yang menghasilkan kesimpulan 
> > ketidakberadaan/ketidakadanya eksistensi.
> > 
> > 
> > dalam hal ini, apabila mau melakukan pelacakan sejarah tuhan, maka anda 
> > akan temukan bahwa tuhan sejarahnya berasal dari animisme dinamisme, bisa 
> > berwujud batu, pohon, menyan, pacul......dan psikologi supernatural 
> > terutama dibangkitkan oleh adanya fenomena alam akibat orang purba, belum 
> > mengetahui bagaimana fenomena alam bisa terjadi.
> > 
> > Masalah penegasian selalu muncul dari being/keberadaan/eksistensi terlebih 
> > dahulu...lebih lanjutnya lihat premis berikut
> > 
> > 1. Ada kehidupan setelah mati, spekulasi ini tentu ditarik karena adanya 
> > hidup itu sendiri. Artinya terminologi 'after-life' itu ada karena adanya 
> > LIFE/HIDUP itu sendiri. Artinya 'after-life' adalah suatu kontradiksi 
> > berpikir dari 'Life' itu sendiri.
> > 2. Ada langit (pikiran manusia tentang langit), karena ada bumi terlebih 
> > dahulu. Karena ada bumi terlebih dahulu maka muncul pemikiran adanya 
> > langit. Taruhan 1 milyar sama saya, kalau nggak ada bumi, manusia tidak 
> > akan berpikir tentang adanya langit. Bumilah yang melahirkan/ibu kandungnya 
> > terminologi langit.
> > 3. Ada terang akibat cahaya, maka ada gelap akibat tidak ada cahaya. Premis 
> > ketiga ini sesuai hukum fisika/realitas dan bukan sekedar filsafat bahwa 
> > tidak adanya tuhan adalah kejahatan.
> > 
> > ***
> > Sub Judul: Prinsip kerja pikiran 
> > 
> > Dalam 'Science of Logic', GW Hegel menjelaskan bagaimana pikiran bekerja
> > 
> > 1. Logika, atau persamaan
> > 2. Dialektika atau gerak/perubahan
> > 
> > Dialektika sendiri dibagi menjadi 3 bagian
> > 1. kontradiksi 
> > 2. Transformasi kuantitas ke kualitas dan vice versa
> > 3. saling menegasi
> > 
> > Jelaslah menurut GW Hegel bahwasanya pikiran itu bisa saling kontradiksi, 
> > bisa bertransformasi, dan bisa saling menegasi...
> > 
> > so kita sering terperangkap terhadap pikiran-pikiran kita sendiri :)
> > 
> > Jadi apanya yang ajaib, 
> > .....
> > if / jika
> > .....
> > Mohammad mengatakan bahwa "Tuhan tidak diperanakan" itu per history memang 
> > bukan berasal dari adanya pengakuan Isa/Jesus yang mengaku anak tuhan?
> > Gulam Mirza mengaku sebagai Nabi selanjutnya dalam Islam itu memang per 
> > history bukan berasal dari klaim Mohammad sebagai nabi dan Rasul Islam yang 
> > terakhir?
> > 
> > 
> > Haiyaaa....
> > imajinasikan...
> > <><><><><>
> > apabila jesus/isa tidak klaim sebagai anak tuhan....buat apa ALLAH SWT via 
> > Mohammad repot bikin klaim/koreksi 'tuhan tidak diperanakan'
> > <><><><><>
> > haiyaa...
> > menurut versi islam...
> > <><><><><>
> > Isa/Jesus merupakan Rasul tuhan ke 24, dan jesus klaim anak tuhan...
> > <><><><><>
> > lalu tuhan sadar akan kesalahan omongan utusannya yang ke 24...
> > dan 
> > lalu tuhan melakukan koreksi/pembetulan melalui Mohammad sbg utusannya yang 
> > ke 25...
> > <><><><><>
> > Haiya....'pikiran tuhan' kebaca oleh dialektika-nya GW Hegel....
> > <><><><><>
> > Haiya....ternyata 'tuhan' senang sekali bermain dialektika....pada 
> > utusannya yang ke 24, bikin klaim bahwa dialah anak tuhan, dan pada 
> > utusannya yang ke 25, bikin penegasian bahwa utusannya yang ke 24 
> > di-KOREKSI...
> > <><><><><>
> > Haiya....
> > <><><><><>
> > Being-Realita-Keberadaan-realitas adalah hidup itu sendiri, dan 
> > 'after-life' merupakan proses berpikir dialektika yang per-historys muncul 
> > karena adanya kenyataan hidup itu sendiri
> > Langit per history juga dimunculkan oleh dialektika berpikir karena adanya 
> > bumi terlebih dahulu..
> > <><><><><>
> > Haiya
> > <><><><><>
> > PADA KENYATAANNYA, LANGIT ITU TIDAK ADA (langit kearah mana? bumi diantara 
> > mars dan venus, langit arah venus atau langit arah mars?), dan YANG ADA 
> > SEBAGAI REALITAS ADALAH BUMI.
> > <><><><><>
> > Jadi adanya SUPERNATURAL, pasti didahului terlebih dahulu oleh adanya 
> > NATURAL/ALAM/BUMI...alias SUPERNATURAL itu secara psikologis/pikiran tak 
> > lain merupakan NEGASI dari adanya NATURAL.
> > <><><><><>
> > sehingga kesimpulannya...
> > <><><><><>
> > mana yang realitas/keberadaan/kenyataan? jawabnya NATURAL/ALAM.
> > mana yang bukan realitas dan hanya merupakan proses negasi pikiran? 
> > jawabnya SUPERNATURAL.
> > 
> > dialektika memang seruuuuuu yah......
> > 
> > apakah pikiran anda sudah mampu bedakan mana yang 
> > realitas/being/eksistensi/keberadaan dan mana yang cuman hasil proses 
> > dialektika pikiran?
> > 
> > Catatan:
> > Pikiran saya sendiri terkontruksi oleh dialektika materi, namun bisa anda 
> > buktikan secara empirical statemen saya berikut,
> > 'benarkah <tidak ada> berasal dari <ada>? atau pikiran <keberadaanlah> yang 
> > melahirkan pikiran <ketidakberadaan>'
> > 
> > - Leonardo Rimba banyak memberikan kontribusi tentang kitab suci yang 
> > merupakan "pikiran manusia sendiri". (saya akan menggantungnya apabila 
> > masih berkata Tuhan berada di kesadaran manusia)
> > - GW Hegel berpendapat bahwa 'science of logic' murni cara kerja pikiran 
> > manusia
> > - Karl Marx yang melakukan koreksi bahwa 'science of logic -- dialektika' 
> > Hegel merupakan abstraksi dari cara kerja alam
> > - Wawan yang menggunakan methodologi 3 orang diatas sebagai alat analisa 
> > dan mencoba melakukan telaah dan pengembangan.
> > 
> > artinya Al-Quran hanya menjadi suatu catatan sejarah saja (material 
> > history), ketika menganalisisnya menggunakan methodologi Leonardo Rimba, GW 
> > Hegel, dan juga Karl Marx. Al-Quran per historys berasal dari Bible, 
> > Taurat, Zabur.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke