Refleksi : Ahmadiah dianggap bukan Islam? Bagaimana kalau umat Ahmadiyah 
menggap diri mereka muslimin dan Al Alquran adalah juga Kitab mereka, termasuk 
pergi ke Arab Saudia untuk melakukan ibadah haji dan umroh, apakah mereka tidak 
akan dihadapi dengan ancaman fisik dari umat yang menganggap diri mempunyai 
monopoli terhadah Allah dan WahuNya?


http://tribun-timur.com/read/artikel/131258/Inilah-Solusi-Manis-untuk-Ahmadiyah


Inilah Solusi Manis untuk Ahmadiyah
Laporan: Kompas.com


Rabu, 6 Oktober 2010 | 15:47 WITA

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta 
Ahmadiyah untuk berbesar hati menerima keyakinan Islam mainstream yang 
menganggap mereka bukan Islam.

Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf menyampaikan, solusi terbaik permasalahan 
Ahmadiyah di Indonesia adalah dengan memosisikan Ahmadiyah sebagai bukan Islam 
kemudian memberikan hak-hak penganut Ahmadiyah tersebut untuk meyakini 
kepercayaannya layaknya aliran kepercayaan lain di Indonesia.

"Keputusan Islam internasional menganggap Ahmadiyah bukan Islam. Win win 
solution-nya menempatkan Ahmadiyah bukan Islam, kemudian haknya untuk meyakini 
kepercayaannya itu diberikan. Sehingga tidak terjadi pelarangan di berbagai 
daerah, dan eksistensi Ahmadiyah tetap terjaga," katanya dalam diskusi bersama 
Gerakan Peduli Pluralisme di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, 
Rabu (6/10/2010)
.
Menurut Slamet, Ahmadiyah sebaiknya belajar dari apa yang terjadi di negara 
asalnya, Pakistan. Di sana, katanya, Ahmadiyah tetap eksis meskipun mengakui 
dirinya bukan Islam. "Kita bisa melihat Ahmadiyah tetap eksis, tapi tidak 
mengaku-ngaku sebagai Islam karena Islam punya patokan sendiri seperti nabi 
terakhirnya itu Muhammad," ujar Slamet.

Solusi reposisi Ahmadiyah tersebut dinilai merupakan solusi terbaik karena di 
satu sisi tetap menjaga perasaan dan sikap Islam mainstream dan di sisi lain 
tetap memberikan hak warga negara, yakni penganut Ahmadiyah menjalankan 
keyakinannya. "Di negeri-negeri Islam dilarang, tapi diberi perlindungan bagi 
minoritas. Saya kira itu solusi yang paling manis," tambahnya.

Namun, kata Slamet, jika Ahmadiyah bersikeras pada posisinya, PBNU juga tidak 
dapat menghalangi jika Menteri Agama kemudian mengeluarkan keputusan yang 
melarang Ahmadiyah di Indonesia atau jika masyarakat kembali melakukan aksi 
kekerasan menolak Ahmadiyah.

Adapun dialog mencari solusi bagi Ahmadiyah tersebut dihadiri Ketua GPP Damien 
Dematra, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Sekjen PBNU Iqbal Sulam, dan Wakil 
Sekjen Enceng Shobirin.(*

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke