Masalah Ahmadi di Pakistan sdh diselesaikan lama dahulu. Dan umat
Ahmadi,
berdasarkan keyakinan mereka sendiri, dinyatakan bukan umat Muhammad
saw.
dengan implikasi ga boleh menunaikan ibadah haji ke Mekah atau masuk
daerah
khusus Islam lainnya. (Dari beberapa info./pengakuan nDeboost tahu bahwa
ada Kristen lolos bahkan sampai ke Masjidil Harram).

Sampai hari ini, Ahmadi (Q) punya Khalifah (ke-3?) yang hidupnya relatif
mewah
di London sana. Silahkan kontak "murtadin" Ahmadi di alamat berikut:

Ustz Ahmad Hariadi,
Telf. 0262.236.158 (Garut), HP (simpati) 081 281 25695;
e-mail [email protected]

Penyelesaian manis yang bisa ditempuh adalah misalnya dengan menambahkan
nama
jamaah mereka sendiri dibelakang Islam menjadi Islam Ahmadiyah (Q).
Adanya (Q)
agar ga bentrok sama yang satunya (L).

--- In [email protected], "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
>
> Kalau Ahmadiyah tetep ngaku Islam tapi ngakoni Gulam Ahmad yg jane
mirip LIA Aminudin maka Saudy bisa mencekal wong Ahmadiyah yg mau naik
haji,tentunya informannya dari MUI.MUI akan bikin daftar wong
Ahmadiyah.Jadi sebaiknya jangan pakai merk Islam tapi pakai Pangestu
wae.
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> --- In [email protected], "sunny" ambon@ wrote:
> >
> > Refleksi : Ahmadiah dianggap bukan Islam? Bagaimana kalau umat
Ahmadiyah menggap diri mereka muslimin dan Al Alquran adalah juga Kitab
mereka, termasuk pergi ke Arab Saudia untuk melakukan ibadah haji dan
umroh, apakah mereka tidak akan dihadapi dengan ancaman fisik dari umat
yang menganggap diri mempunyai monopoli terhadah Allah dan WahuNya?
> >
> >
> >
http://tribun-timur.com/read/artikel/131258/Inilah-Solusi-Manis-untuk-Ah\
madiyah
> >
> >
> > Inilah Solusi Manis untuk Ahmadiyah
> > Laporan: Kompas.com
> >
> >
> > Rabu, 6 Oktober 2010 | 15:47 WITA
> >
> > JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
meminta Ahmadiyah untuk berbesar hati menerima keyakinan Islam
mainstream yang menganggap mereka bukan Islam.
> >
> > Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf menyampaikan, solusi terbaik
permasalahan Ahmadiyah di Indonesia adalah dengan memosisikan Ahmadiyah
sebagai bukan Islam kemudian memberikan hak-hak penganut Ahmadiyah
tersebut untuk meyakini kepercayaannya layaknya aliran kepercayaan lain
di Indonesia.
> >
> > "Keputusan Islam internasional menganggap Ahmadiyah bukan Islam. Win
win solution-nya menempatkan Ahmadiyah bukan Islam, kemudian haknya
untuk meyakini kepercayaannya itu diberikan. Sehingga tidak terjadi
pelarangan di berbagai daerah, dan eksistensi Ahmadiyah tetap terjaga,"
katanya dalam diskusi bersama Gerakan Peduli Pluralisme di kantor PBNU,
Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2010)
> > .
> > Menurut Slamet, Ahmadiyah sebaiknya belajar dari apa yang terjadi di
negara asalnya, Pakistan. Di sana, katanya, Ahmadiyah tetap eksis
meskipun mengakui dirinya bukan Islam. "Kita bisa melihat Ahmadiyah
tetap eksis, tapi tidak mengaku-ngaku sebagai Islam karena Islam punya
patokan sendiri seperti nabi terakhirnya itu Muhammad," ujar Slamet.
> >
> > Solusi reposisi Ahmadiyah tersebut dinilai merupakan solusi terbaik
karena di satu sisi tetap menjaga perasaan dan sikap Islam mainstream
dan di sisi lain tetap memberikan hak warga negara, yakni penganut
Ahmadiyah menjalankan keyakinannya. "Di negeri-negeri Islam dilarang,
tapi diberi perlindungan bagi minoritas. Saya kira itu solusi yang
paling manis," tambahnya.
> >
> > Namun, kata Slamet, jika Ahmadiyah bersikeras pada posisinya, PBNU
juga tidak dapat menghalangi jika Menteri Agama kemudian mengeluarkan
keputusan yang melarang Ahmadiyah di Indonesia atau jika masyarakat
kembali melakukan aksi kekerasan menolak Ahmadiyah.
> >
> > Adapun dialog mencari solusi bagi Ahmadiyah tersebut dihadiri Ketua
GPP Damien Dematra, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Sekjen PBNU Iqbal
Sulam, dan Wakil Sekjen Enceng Shobirin.(*
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke