Di dalam komunisme, Stalin boleh mbunuhi rakyatnya sampai 20 juta....
diantaranya via pembiaran kelaparan, bahan makanan dikirim terutama
ke sohibnya Jerman.
Yang di dooor juga banyak. Pembunuhan rakyatnya via kuota. Kalau
kuotanya
terpenuhi, minta tambuah (dan dikabulkan).
Cara ngurus mayat ga pakai fardu2-an. Buat lubang lalu pakai doser
timbunan
mayat digusur masuk. Ditutup balik, mari. Ini kata "History" lho.
(Kalau mau gugel juga tersedia. Yang motek karena ulah Stalin malah 40
juta)

"..........Islam: Membuang makanan atau memubazirkan barang dilarang
apapun
alasannya......". Makanya dg segala cara di-TOA-kan yang syariat Islam
elek.

--- In [email protected], "hardjantosri" <hardjanto...@...>
wrote:
>
> Kapitalis: Boleh membakar gandum sebagai bahan bakar KA untuk
mengatrol harga gandum,padahal tetangganya ada yang sudah seminggu gak
makan.
> Pekerja yg mengurusi jenazah boleh mogok seperti di Jerman dulu hingga
mayat2 pada membusuk yang ngurusi gak ada.
>
> Islam: Membuang makanan atau memubazirkan barang dilarang apapun
alasannya.
> Soal mengurus jenazah adalah Fardu Kifayah bagi Muslim,jadi kalau
dikampung ada mayat terlantar maka orang sekampung memikul dosanya,tapi
kalau sudah ada salah satu saja yang mengerjakan maka kuwajiban orang
sekampung tadi gugur.Hukum tersebut bisa diperluas bukan hanya ttg mayat
saja, misalnya satu Kecamatan harus ada yg sekolah Dokter,sebab kalau
tdk ada kebetulan ada wabah orang satu Kecamatan bisa habis karena gak
ada yang mau sekolah Dokter.
>
> S.Har.
>
> --- In [email protected], "muskitawati" muskitawati@ wrote:
> >
> > Jadi Dimana Salahnya Kapitalist ?????
> >
> > Membabi buta menganut komunisme maupun syariah Islam yang memusuhi
para kapitalist tanpa alasan yang jelas bukanlah cara berpikir yang
sehat dan benar.
> >
> > Tanyakan dulu kepada diri sendiri, siapa yang dimaksudkan kaum
kapitalist itu.  Seorang kapitalist itu mula2nya juga miskin, mula2nya
belum punya modal, tapi bukan haram kalo kemudian usahanya berhasil
menjadi pemilik modal mendapat sebutan kapitalist.
> >
> > Seorang yang tadinya miskin bekerja sebagai tukang pungut kertas
sejak anak2, tapi dia rajin menabung, setelah cukup, tabungannya
dijadikan modal usaha tambal ban sepeda, kemudian tabungannya bertambah
dia bisa jadi bengkel motor hingga akhirnya jadi dealer sepeda motor
hingga akhir hayatnya bisa menjadi authorized dealer mobil bermerek
terkenal.  Sewaktu dia miskin dia disebut sebagai proletar, tapi setelah
dia kaya dia disebut sebagai kapitalist.
> >
> > Lalu yang jadi pertanyaan disini, dimana salahnya menjadi seorang
kapitalist daripada seorang yang miskin ????  Selama tidak melanggar
hukum yang berlaku, selama tidak merugikan pihak yang lain, kenapa
kapitalist itu harus dihalalkan untuk dijarah ????
> >
> > Nabi Muhammad pun adalah seorang kapitalist, tetapi kenapa tidak
dinamakan sebagai kapitalist ????
> >
> > System kapitalisme juga bukanlah system yang jahat, juga bukan
system yang salah, tetapi merupakan sebuah system yang akibatnya tidak
membantu mereka yang miskin untuk bisa naik juga jadi kapitalist. 
Itulah sebabnya system kapitalisme sudah di update, sudah dirubah
ditambah aturan2 yang membuka kesempatan semua orang2 miskin untuk juga
bisa menjadi kapitalis2 baru.  Dan system ini tidak lagi kita namakan
sebagai system kapitalisme melainkan system Demokrasi yang melarang
system kapitalisme yang sebelumnya.
> >
> > Kalo system kapitalisme itu bercirikan dominasi monopoli dalam
usaha, maka systm Demokrasi menganut system ANTIMONOPOLI dalam bidang
usaha apapun juga.
> >
> > Jadi hanya system Demokrasi saja dizaman sekarang yang membuka
kesempatan kepada semua untuk mencapai prestasi raihan tingkat ekonomi
yang ber-beda2 sesuai dengan bakat dan prestasi usahanya.
> >
> > System komunisme itu ciri2nya adalah dominasi proletariat dalam
semua bidang dimana istilah proletariat itu direpresentasikan oleh
penguasa partai yang berkuasa atas negaranya.  Jadi system komunisme ini
adalah system kapitalisme orthodox dizaman dulu yang membawa ketidak
adilan dalam usaha2 monopoli disegala bidang yang mengharamkan
persaingan.
> >
> > Tidak berbeda dengan syariah Islam yang mendominasi monopoli segala
sudut kehidupan hingga untuk memepercayai agama pun harus diseragamkan
dengan apa yang dipercaya penguasanya.  Lebih parah lagi, dalam Syariah
Islam kebebasan berusaha hanya bagi mereka yang Islam sedangkan yang
bukan Islam dibebani dengan berbagai macam pajak yang pasti akhirnya
mengharuskan mereka bangkrut hingga akhirnya masuk Islam.
> >
> > Jadi sebenarnya, seorang kapitalist itu adalah seorang pionir,
seorang teladan yang mampu memajukan usahanya secara gemilang dan
menakjubkan.  Seorang kapitalist bukanlah perampok yang merampok secara
kekerasan siapa saja yang mampu dirampoknya.  Namun karena kebencian,
maka seringkali seorang kapitalist itu disamakan dengan perampok,
disamakan dengan pencuri, yang notabene kesemuanya tidak benar.
> >
> > Jangan bandingkan praktek2 kapitalisme seperti yang dilakukan pabrik
Supermie yang dengan perlindungan monopoli negara bisa memaksakan
Supermie beracun kepada rakyat Indonesia.  Melarang saingan dari luar
negeri untuk bersaing bebas didalam negeri ini.  Supermie yang jadi sapi
perahan MUI dan DepAg memaksakan label "halal" yang harus dibayarnya
meskipun produksi beracun ini secara Islamiah seharusnya tidak halal
alias haram.  Tapi karena tidak ada saingan dari luar negeri, karena
produksi yang sama dari luar negeri dilarang masuk, maka jadilah jago
kandang kapitalist tunggal yang merupakan praktek busuk kapitalisme
zaman dulu yang menentang azas Demokrasi.
> >
> > Contohlah Demokrasi di Amerika, yang melarang praktek monopoli tanpa
melarang praktek kapitalisme.  Mewajibkan para kapitalisme menjual
saham2nya kepada pasaran bebas dalam memeratakan kekayaan.  Pengusaha
yang sukses wajar2 saja menjadi kaya raya, tapi dengan menjual saham2nya
maka perusahaan yang kaya ini juga membagi keuntungan perusahaannya
kepada para pemegang sahamnya.  Kalo perusahaan yang mau bangkrut itu
dilarang menjual sahamnya karena ada team pengawas dari pemerintah yang
melakukan pemeriksaan setiap perusahaan.
> >
> > Jadi kalo ada perusahaan mau bangkrut dirahasiakan negara karena
petugasnya disogok sehingga perusahaan ini kemudian bisa menipu para
pembeli saham2nya sebelum bangkrut, maka hal ini namanya kriminal bukan
lagi system kapitalisme ataupun Demokrasi, tapi sudah termasuk jenis
penipuan yang di Indonesia ini malah merupakan praktek umum dalam dunia
usaha umumnya.  Ini harusnya dipenjarakan bisa digolongkan praktek
korupsi.
> >
> > Kebebasan jangan disalah gunakan, dan setiap masyarakat pun wajib
waspada untuk penyalah gunaan kebebasan seperti ini, oleh karena itu,
membeli saham pun harus hati2, kebanyakan saham yang dijual di Indonesia
memang merupakan penipuan, tapi bukan berarti orang2 di Indonesia
dilarang membeli saham2 diluar negeri yang lebih bisa dipercaya.  Kalo
anda terperosok kedalam penipuan, jangan salahkan negara atau systemnya
yang salah melainkan anda sendiri yang kurang hati2 sehingga merugi. 
Benar pelakunya pasti ditindak tetapi biar gimanapun kerugian anda itu
tidak bisa dijadikan beban negara kecuali ada insurance yang
menanggungnya.
> >
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke