> On 10/23/10, hardjantosri <hardjanto...@...> wrote: > Kapitalis: Boleh membakar gandum > sebagai bahan bakar KA untuk > mengatrol harga gandum, padahal > tetangganya ada yang sudah seminggu > gak makan.
Kapitalis juga harus tunduk hukum negara, bakar gandum memang boleh saja asal gandum itu miliknya sendiri. Islam agak beda, tidak perlu tunduk hukum negara tapi harus tunduk hukum Allah, juga boleh bakar gandum milik orang lain asal pemiliknya itu kafir. > Pekerja yg mengurusi jenazah boleh > mogok seperti di Jerman dulu hingga > mayat2 pada membusuk yang ngurusi > gak ada. Masalah mogok itu ada aturannya, hanya mereka yang menjadi anggauta serikat buruh saja. Sedangkan urusan jenazah meskipun di Jerman sekalipun bukan diurus oleh serikat buruh sehingga tidak mungkin bisa mogok karena gaji mereka berstandard negara. > Islam: Membuang makanan atau > memubazirkan barang dilarang > apapun alasannya. Soal mengurus > jenazah adalah Fardu Kifayah > bagi Muslim,jadi kalau dikampung > ada mayat terlantar maka orang > sekampung memikul dosanya. Kita enggak perlu Islam, karena Islam itu harusnya dilarang tidak bisa dan tidak boleh dipraktekkan selain diskriminasi juga biadab, memusuhi mereka yang bukan Islam, jadi system begini tidak mungkin bisa jalan. Tak perlu kita mengerti istilah2 bikinan Islam seperti Fardu Kifayah dll karena hal seperti itu cuma berlaku bagi yang Islam sedangkan yang kafir diperlakukan seperti binatang atau najis. Juga tidak perlu memikirkan dosa yang cuma khayalan saja, karena kalo ada yang tidak takut dosa jadi dibolehkan berbuat yang melanggar hukum? tentu itu tidak boleh terjadi. Dosa atau tidak dosa, menelantarkan mayat tidak dibenarkan karena akan menjadi sumber penyakit tidak peduli apakah jenazah itu muslim atau kafir. Demikianlah, ajaran Islam cuma fitnah dan men-jelek2an mereka yang bukan Islam sementara ajaran Islam itu sendiri penuh dengan teror sebagai kewajiban jihad dan tak perlu kita berperang kata, cukup menyadari kenyataan bahwa dunia sekarang memerangi teror jihad Islam diseluruh dunia. Kalo memang Islam ajaran bagus tidak mungkin diperangi diseluruh dunia dianggap sebagai kriminal jalang yang harus ditumpas. Jadi semua ini adalah kenyataan, jangan membenci apa yang saya tulis karena tak ada artinya kebencian anda untuk hal2 yang memang sudah menjadi kewajiban global dalam mengamankan kehidupan kita semua termasuk kita yang muslimin juga. Saya juga muslimah koq, memang tidak suka dengan semuanya ini, tapi enggak bisa saya sangkal kalo memang agama saya mengajarkan teror dan juga saya belajar segala macam teror sejak anak2 meskipun tidak pernah saya praktekan bahkan saya tidak akan mengejar pahala dengan jihad teror ini. Bahkan sebagai muslimah saya tidak menolak apabila agama Islam dilarang, karena menurut saya, agama itu cuma dihati saja, kalo kita percaya sudah cukup sempurna dalam beragama tidak perlu kita berkhotbah atau berdakwah diluar diri kita untuk tambahan pahala yang cuma menghasilkan terorist2 jihad Islamiah saja yang ingin menjadi mujahidin. Menurut saya, dilarangnya Islam malah akan membuat dunia ini damai bahkan juga dunia muslimin terasa kedamaian tidak lagi saling membomb antara sesama Islam, saling membakar dan saling menjarah seperti yang di alami oleh saudara2 kita dari jemaat Islam Ahmadiah. Biarpun saya ini muslimah turun menurun penganut Islam, tapi saya akan berterima kasih kepada negara kalo agama Islam bisa dilarang sehingga dengan demikian umat Islam Ahmadiah tidak lagi di-kejar2 disiksa, dibunuh, harta bendanya dijarah, mesjidnya dibakar, rumah dan tanahnya dirampas, dan yang lolos diusir dari tanah airnya. Hal ini juga akan menjalar kepada Islam2 aliran lainnya seperti Islam kejawen, Islam semar, Islam pancawarna, Islam liberal, Islam Pancasila, dan semua jenis Islam2 beraneka warna lainnya yang tersebar diseluruh pelosok tanah air ini akan menjadikan banjir darah. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
