Dan dana teroris lebih baik ditarik aja, tuk bangun Indonesia.. gp
On 10/23/10, ndeboost <[email protected]> wrote: > Masalah pembayaran demo tanya spsialistnya si Yusfiq. > > --- In [email protected], "great.pretender2000" > <great.pretender2...@...> wrote: >> >> Islam aja membuang2x uang untuk demo, padahal banyak yg ga makan >> >> gp >> >> On 10/23/10, hardjantosri hardjanto...@... wrote: >> > Kapitalis: Boleh membakar gandum sebagai bahan bakar KA untuk > mengatrol >> > harga gandum,padahal tetangganya ada yang sudah seminggu gak makan. >> > Pekerja yg mengurusi jenazah boleh mogok seperti di Jerman dulu > hingga >> > mayat2 pada membusuk yang ngurusi gak ada. >> > >> > Islam: Membuang makanan atau memubazirkan barang dilarang apapun > alasannya. >> > Soal mengurus jenazah adalah Fardu Kifayah bagi Muslim,jadi kalau > dikampung >> > ada mayat terlantar maka orang sekampung memikul dosanya,tapi kalau > sudah >> > ada salah satu saja yang mengerjakan maka kuwajiban orang sekampung > tadi >> > gugur.Hukum tersebut bisa diperluas bukan hanya ttg mayat saja, > misalnya >> > satu Kecamatan harus ada yg sekolah Dokter,sebab kalau tdk ada > kebetulan ada >> > wabah orang satu Kecamatan bisa habis karena gak ada yang mau > sekolah >> > Dokter. >> > >> > S.Har. >> > >> > --- In [email protected], "muskitawati" muskitawati@ wrote: >> >> >> >> Jadi Dimana Salahnya Kapitalist ????? >> >> >> >> Membabi buta menganut komunisme maupun syariah Islam yang memusuhi > para >> >> kapitalist tanpa alasan yang jelas bukanlah cara berpikir yang > sehat dan >> >> benar. >> >> >> >> Tanyakan dulu kepada diri sendiri, siapa yang dimaksudkan kaum > kapitalist >> >> itu. Seorang kapitalist itu mula2nya juga miskin, mula2nya belum > punya >> >> modal, tapi bukan haram kalo kemudian usahanya berhasil menjadi > pemilik >> >> modal mendapat sebutan kapitalist. >> >> >> >> Seorang yang tadinya miskin bekerja sebagai tukang pungut kertas > sejak >> >> anak2, tapi dia rajin menabung, setelah cukup, tabungannya > dijadikan modal >> >> usaha tambal ban sepeda, kemudian tabungannya bertambah dia bisa > jadi >> >> bengkel motor hingga akhirnya jadi dealer sepeda motor hingga akhir >> >> hayatnya bisa menjadi authorized dealer mobil bermerek terkenal. > Sewaktu >> >> dia miskin dia disebut sebagai proletar, tapi setelah dia kaya dia > disebut >> >> sebagai kapitalist. >> >> >> >> Lalu yang jadi pertanyaan disini, dimana salahnya menjadi seorang >> >> kapitalist daripada seorang yang miskin ???? Selama tidak > melanggar hukum >> >> yang berlaku, selama tidak merugikan pihak yang lain, kenapa > kapitalist >> >> itu harus dihalalkan untuk dijarah ???? >> >> >> >> Nabi Muhammad pun adalah seorang kapitalist, tetapi kenapa tidak > dinamakan >> >> sebagai kapitalist ???? >> >> >> >> System kapitalisme juga bukanlah system yang jahat, juga bukan > system yang >> >> salah, tetapi merupakan sebuah system yang akibatnya tidak membantu > mereka >> >> yang miskin untuk bisa naik juga jadi kapitalist. Itulah sebabnya > system >> >> kapitalisme sudah di update, sudah dirubah ditambah aturan2 yang > membuka >> >> kesempatan semua orang2 miskin untuk juga bisa menjadi kapitalis2 > baru. >> >> Dan system ini tidak lagi kita namakan sebagai system kapitalisme >> >> melainkan system Demokrasi yang melarang system kapitalisme yang >> >> sebelumnya. >> >> >> >> Kalo system kapitalisme itu bercirikan dominasi monopoli dalam > usaha, maka >> >> systm Demokrasi menganut system ANTIMONOPOLI dalam bidang usaha > apapun >> >> juga. >> >> >> >> Jadi hanya system Demokrasi saja dizaman sekarang yang membuka > kesempatan >> >> kepada semua untuk mencapai prestasi raihan tingkat ekonomi yang > ber-beda2 >> >> sesuai dengan bakat dan prestasi usahanya. >> >> >> >> System komunisme itu ciri2nya adalah dominasi proletariat dalam > semua >> >> bidang dimana istilah proletariat itu direpresentasikan oleh > penguasa >> >> partai yang berkuasa atas negaranya. Jadi system komunisme ini > adalah >> >> system kapitalisme orthodox dizaman dulu yang membawa ketidak > adilan dalam >> >> usaha2 monopoli disegala bidang yang mengharamkan persaingan. >> >> >> >> Tidak berbeda dengan syariah Islam yang mendominasi monopoli segala > sudut >> >> kehidupan hingga untuk memepercayai agama pun harus diseragamkan > dengan >> >> apa yang dipercaya penguasanya. Lebih parah lagi, dalam Syariah > Islam >> >> kebebasan berusaha hanya bagi mereka yang Islam sedangkan yang > bukan Islam >> >> dibebani dengan berbagai macam pajak yang pasti akhirnya > mengharuskan >> >> mereka bangkrut hingga akhirnya masuk Islam. >> >> >> >> Jadi sebenarnya, seorang kapitalist itu adalah seorang pionir, > seorang >> >> teladan yang mampu memajukan usahanya secara gemilang dan > menakjubkan. >> >> Seorang kapitalist bukanlah perampok yang merampok secara kekerasan > siapa >> >> saja yang mampu dirampoknya. Namun karena kebencian, maka > seringkali >> >> seorang kapitalist itu disamakan dengan perampok, disamakan dengan >> >> pencuri, yang notabene kesemuanya tidak benar. >> >> >> >> Jangan bandingkan praktek2 kapitalisme seperti yang dilakukan > pabrik >> >> Supermie yang dengan perlindungan monopoli negara bisa memaksakan > Supermie >> >> beracun kepada rakyat Indonesia. Melarang saingan dari luar negeri > untuk >> >> bersaing bebas didalam negeri ini. Supermie yang jadi sapi perahan > MUI >> >> dan DepAg memaksakan label "halal" yang harus dibayarnya meskipun > produksi >> >> beracun ini secara Islamiah seharusnya tidak halal alias haram. > Tapi >> >> karena tidak ada saingan dari luar negeri, karena produksi yang > sama dari >> >> luar negeri dilarang masuk, maka jadilah jago kandang kapitalist > tunggal >> >> yang merupakan praktek busuk kapitalisme zaman dulu yang menentang > azas >> >> Demokrasi. >> >> >> >> Contohlah Demokrasi di Amerika, yang melarang praktek monopoli > tanpa >> >> melarang praktek kapitalisme. Mewajibkan para kapitalisme menjual >> >> saham2nya kepada pasaran bebas dalam memeratakan kekayaan. > Pengusaha yang >> >> sukses wajar2 saja menjadi kaya raya, tapi dengan menjual saham2nya > maka >> >> perusahaan yang kaya ini juga membagi keuntungan perusahaannya > kepada para >> >> pemegang sahamnya. Kalo perusahaan yang mau bangkrut itu dilarang > menjual >> >> sahamnya karena ada team pengawas dari pemerintah yang melakukan >> >> pemeriksaan setiap perusahaan. >> >> >> >> Jadi kalo ada perusahaan mau bangkrut dirahasiakan negara karena >> >> petugasnya disogok sehingga perusahaan ini kemudian bisa menipu > para >> >> pembeli saham2nya sebelum bangkrut, maka hal ini namanya kriminal > bukan >> >> lagi system kapitalisme ataupun Demokrasi, tapi sudah termasuk > jenis >> >> penipuan yang di Indonesia ini malah merupakan praktek umum dalam > dunia >> >> usaha umumnya. Ini harusnya dipenjarakan bisa digolongkan praktek >> >> korupsi. >> >> >> >> Kebebasan jangan disalah gunakan, dan setiap masyarakat pun wajib > waspada >> >> untuk penyalah gunaan kebebasan seperti ini, oleh karena itu, > membeli >> >> saham pun harus hati2, kebanyakan saham yang dijual di Indonesia > memang >> >> merupakan penipuan, tapi bukan berarti orang2 di Indonesia dilarang >> >> membeli saham2 diluar negeri yang lebih bisa dipercaya. Kalo anda >> >> terperosok kedalam penipuan, jangan salahkan negara atau systemnya > yang >> >> salah melainkan anda sendiri yang kurang hati2 sehingga merugi. > Benar >> >> pelakunya pasti ditindak tetapi biar gimanapun kerugian anda itu > tidak >> >> bisa dijadikan beban negara kecuali ada insurance yang > menanggungnya. >> >> >> >> Ny. Muslim binti Muskitawati. >> >> >> > >> > >> > >> > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
